
Hong Yi membuat dirinya seringan kapas terus melayang menjauhi perahu merah.
Melihat ada yang mengejarnya, Hong Yi yang sudah mulai kehabisan daya tolak.
Dia memukulkan sepasang tangan terbuka kearah air danau di bawahnya.
"Bresss,..!!'
Tubuh Hong Yi mengapung tertolak kedepan, beberapa kali, melakukan pukulan jarak jauh kepermukaan danau.
Akhirnya Hong Yi bisa melakukan pendaratan ringan ditepi danau, setelah bersalto 3 kali di udara.
Tanpa memperdulikan keterkejutan orang orang di sana, dia langsung melarikan diri secepatnya ke arah restoran merangkap penginapan, tempat mereka menginap.
Tapi baru saja dia hendak melayang ke lantai dua restoran, sebuah pukulan jarak jauh berwarna hijau berbentuk telapak tangan.
Melesat cepat kearah punggungnya, Hong Yi yang menangkap ada bahaya mengancam punggungnya.
Dia segera membatalkan gerakan melompat ke lantai dua,.dengan memutar tubuhnya ke belakang.
Hong Yi melepaskan sebuah tebasan berwarna merah menahan serangan tersebut.
Tapi karena posisinya kurang baik, dan dia emang masih kalah tenaga ketimbang lawan nya.
Hong Yi terpental menabrak pintu jendela restoran lantai satu, hingga tubuhnya jatuh menimpa meja di dalam ruangan tersebut.
"Blaarr,..!! Brakkk,...!!"
Meja yang tertimpa punggung Hong Yi langsung hancur berantakan.
Para tamu di dalam ruangan itu pada buru buru mundur menjauh.
Tapi sebelum Hong Yi berhasil bangun, sepasang telapak tangan yang mengeluarkan cahaya hijau.
Sudah bergerak cepat menghampirinya,.Hong Yi mengangkat tangannya untuk menangkis secara sembarang.
Tapi efeknya mengejutkan, dari telapak tangan Hong Yi, meluncur sepasang naga biru merah menerjang cepat kearah Se we.
Se ee terpaksa menyambutnya,
"Blaarrr,..."
Tubuh Se ee, terpental kembali keluar dari dalam restoran, mendarat keras diatas tanah diam tak bergerak lagi.
Dengan sebelah tubuh hangus, sebelah lagi membeku.
Sepasang mata Se ee terbelalak lebar tak percaya.
Tapi semua sudah terlambat, nyawa Se ee kini benar benar telah kembali ke alam baka, sesuai dengan julukan yang di sandangnya.
Rupanya saat serangan tapak Se ee tiba yang menangkis serangannya bukanlah Hong Yi.
Melainkan Fei Yang, yang muncul di belakang Hong Yi menggantikannya menangkis serangan Se ee.
"Kak Hong Yi kamu tidak apa-apa,?"
"Apa yang terjadi, ? siapa orang itu ?"
tanya Fei Yang sambil berjongkok di sebelah Hong Yi.
"Paman guru, cepat selamatkan kakak Feng, kakak Feng dalam bahaya."
jawab Hong Yi cemas.
"Kakak Feng ada di mana sekarang ?"
tanya Fei Yang kaget.
"Di danau Tai hu, dekat kaki patung Buddha Ling San.."
jawab Hong Yi cepat.
"Aku kesana sekarang, kak Hong Yi menyusul saja.."
ucapan Fei Yang belum selesai, orangnya sudah menghilang dari hadapan Hong Yi.
Sementara itu di bawah kaki patung Buddha, terlihat Yue Feng sudah tiba di kaki gunung Ling San.
Dia berdiri tenang di sana menunggu kedatangan San we dan Wu we yang menyusulnya di belakang.
Yue Feng sadar, dia tidak akan punya harapan bertahan hingga Fei Yang tiba.
Satu satunya jalan adalah kabur kedalam gua Ling Yun, memancing mereka mengejarnya kedalam gua.
Jika beruntung mungkin bisa meloloskan diri, saat mereka bertempur dengan Kirin api.
Tapi kalau kurang beruntung satu nyawa di temani 4 nyawa,.dia masih untung.
Dan yang paling penting adalah Hong Yi bisa selamat dari tangan jahat orang orang ini.
Begitu San ee tiba ditepi danau, tanpa basa basi lagi, Yue Feng bergerak cepat menyerang San ee dengan sepasang telapak tangan nya, yang terkadang mengeluarkan cahaya biru, terkadang cahaya merah.
Keahlian senjata Yue Feng sebenarnya adalah tombak, selama berlatih dengan Hong Yi dan Fei Yang.
Yue Feng lebih suka berlatih dengan ilmu tangan kosong, ketimbang menggunakan pedang.
Yue Feng memainkan Ilmu warisan kakek nya Sen Lung Zhau Fa (Cakar Naga Sakti)
Di padukan dengan tenaga sakti api dan es dengan tehnik pengendalian Im Yang Sen Kung.
Hal ini membuat serangan cakarnya menjadi jauh lebih dahsyat,.cuaca di sekitarnya berubah ubah sebentar panas, sebentar dingin.
Tapi San ee tidak gentar,.dia menggunakan sepasang tinjunya yang besar untuk menangkis dan balas menyerang.
"Dukkk,..!!!"
Tinju dan cakar beradu di udara, San ee tetap pada posisi hanya sedikit mengigil dia.
Sedangkan Yue Feng terpental mundur menjauh.
Sebenarnya ini yang di inginkan oleh Yue Feng, sambil terpental mundur,.dia menjejakkan kakinya dipunggung kaki patung Buddha.
Kemudian naik ke lutut Sang Buddha dan mencoba melayang kearah pusar sang Buddha di mana gua Ling Yun berada.
"Lao San,.Lao Wu,.. jangan main main dengannya, jangan biarkan dia kabur,..!"
ucap Ta we si manusia Batman, menghilang dari posisinya.
Muncul di hadapan Yue Feng melepaskan pukulan jarak jauh yang membuat Yue Feng terpental kembali ke bawah.
"Sialan,.." umpat Yue Feng dalam hati.
Dia kembali terjatuh kebawah, menuju kearah San ee yang sedang bergerak menyusulnya.
Melihat kesempatan, San ee tidak mau nanggung,.dia langsung melepaskan pukulan tinju terkuatnya yang mengeluarkan cahaya kehijauan kearah Yue Feng.
"Bangggg,..!"
Tubuh Yue Feng kembali terpental keatas, saat cahaya hijau berbentuk tinju, menghantam perisai biru yang dibuatnya..
Meski sedikit memuntahkan darah akibat benturan yang mengguncang isi dada nya.
Tapi Yue Feng justru berhasil naik kebagian lutut sang Buddha.
San ee dan Wu we mereka berdua menyusul cepat mengejar kearah Yue Feng.
Si manusia topeng Batman dan si gendut berwajah Maitreya, mereka berdua berdiri memunggungi di depan Gua Ling Yun sambil tersenyum lebar.
Melihat Yue Feng yang kini terlihat bagaikan tikus terjepit
Kedua orang itu saling pandang dan tertawa sepuasnya dengan kencang.
Mereka saking gembiranya tidak menyadari ada bahaya yang mengintai dari balik gua, karena terganggu dengan suara tertawa mereka yang berisik.
Sepasang mata yang menyala nyala bagaikan bola api terus menatap tajam kearah kedua orang yang berada di mulut gua tersebut.
Dengan langkah seringan mungkin, seperti seekor kucing besar yang sedang mengincar mangsa.
Mahluk itu dengan seluruh tubuh di bungkus oleh api menyala nyala terus bergerak mendekati mereka berdua dari arah belakang.
Saat mahluk itu bergerak melompat menerkam dengan kecepatan seperti cahaya kilat
Kedua orang itu, yang mendengar desir angin di belakang punggung mereka.
Mereka berdua buru buru menangkis terkaman mahluk itu.
Selain menangkis, mereka tidak punya jalan lain, mereka tidak sempat lagi bergerak menghindar, ataupun membuat perisai pelindung.
"Duakk,...!"
Mahluk itu berhasil terpental mundur oleh kekuatan gabungan Ta ee dan Ji ee.
Tapi Ta ee dan Ji ee sendiri juga terdorong mundur dua langkah kebelakang, dengan lengan baju terbakar api.