PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMANFAATKAN WAKTU UNTUK BERLATIH


Tapi matahari nya kini menjadi dua. ini pasti ilusi pikir Fei Yang, dia memejamkan matanya.


Mencoba berkonsentrasi fokus dan menenangkan pikirannya.


Baru membuka matanya kembali.


Tapi apa yang Fei Yang lihat, kini membuat sepasang matanya terbelalak lebar tak percaya.


Matahari di hadapannya tiba-tiba berubah menjadi 4, ada di 4 penjuru.


Ahh mampus aku sekali ini, kelihatannya aku benar benar telah tersesat, dan mungkin selamanya akan terkurung di sini.


Fei Yang tidak lagi meneruskan langkahnya, dia turun kembali, kedalam hutan bambu.


Mencari tempat duduk yang nyaman, kemudian Fei Yang, memilih duduk bersila dan mulai berlatih cara mengontrol ketiga kekuatan nya yang sangat sulit di satukan.


Karena Fei Yang cuma menguasai Qian Kun Im Yang Sen Kung, maka hanya ilmu itulah yang dia latih.


Dengan Im Yang Sen Kung, Fei Yang berhasil mengontrol dan memisahkan Kekuatan yang dia dapatkan dari Yi Han Tao Se.


Tapi untuk Kekuatan Huo Lung dan Ping Feng,.dia belum berhasil mengontrol nya, dia belum bisa pergunakan kedua tenaga sakti tersebut sesuka hati.


Setelah berlatih hingga malam tiba, di mana hutan tersebut menjadi gelap gulita, hanya terdengar suara pergesekan dedaunan di sekitarnya saja.


Fei Yang akhirnya membuka matanya yang kini mencorong tajam, sehingga bisa melihat dalam kegelapan dengan sangat jelas.


Mirip mata hewan malam seperti harimau kucing ataupun burung hantu.


Kemampuan ini Fei Yang dapatkan seiring, dengan dia mulai bisa mengontrol kekuatan warisan Yi Han Tao Se.


Selain itu pendengaran Fei Yang pun mulai meningkat ketajamannya, dia mulai bisa membedakan gerakan angin, pergesekan daun ataupun pergerakan binatang kecil diatas tanah.


Fei Yang bisa mendengar dengan jelas pergerakan hingga satu Li di sekitarnya.


Tapi Fei Yang harus kecewa, selain dirinya, tidak ada pergerakan lainnya yang berhasil dia tangkap.


Dengan kecewa Fei Yang menutup kembali matanya, dan meneruskan latihannya mengendalikan kekuatan warisan Yi Han Tao Se.


Merasa tempat itu cukup nyaman dan tenang, Fei Yang malah menghabiskan waktunya hampir 5 hari di sana hanya berlatih dan berlatih.


Pada hari ketiga Fei Yang akhirnya bisa dengan lancar mengendalikan kekuatan Yi Han Tao Se yang ada dalam tubuhnya.


Setelah dengan lancar Fei Yang berhasil menguasai dan mengendalikan kekuatan Yi Han Tao Se.


Fei Yang mulai memadukkan dengan berbagai ilmu yang pernah dia peroleh dari Malini dan Li Sian Sian.


Hasilnya cukup menakjubkan, pergerakan ilmu langkah ajaib Fei Yang menjadi lebih cepat dan ringan, ilmu membuat diagram kuno juga menjadi lebih mudah terbentuk.


Dapat di gunakan untuk bertahan maupun menyerang, Fei Yang juga bisa terbang dengan bebas di udara berkat dukungan dari tenaga Yi Han Tao Se.


Melihat hasil ini, Fei Yang berpikir untuk mencoba terbang setinggi-tingginya kemudian meninggalkan hutan bambu menyesatkan ini.


Berpikir seperti itu, Fei Yang mengerahkan seluruh kekuatan nya, kesepasang kakinya.


Dengan satu kali tendangan, tubuh Fei Yang melesat tinggi ke udara, melewati dedaunan puncak pohon bambu.


Tapi saat mencapai batas ketinggian tertentu, tubuh Fei Yang tertahan dan dipentalkan kembali dengan dahsyat.


Oleh sebuah tirai pelindung yang transparan dan tidak terdeteksi, tapi sangat kuat.


Tubuh Fei Yang di pentalkan dengan keras, kembali jatuh keatas tanah.


Hingga pasir dan debu memenuhi sekitar area Fei Yang jatuh.


Sebuah lubang cukup dalam terlihat, saat Fei Yang melayang keluar dari dalam lubang tersebut.


Fei Yang memaki maki dengan kesal


"Sialan...! sialan ..! benar tempat sialan.. bahkan bisa terbang sekalipun, tidak menjamin bisa keluar dari tempat ini."


"Kelihatannya kini aku hanya bisa berharap secepatnya menyelesaikan latihan dari kitab peninggalan Wu Ti Sin Tong."


gumam Fei Yang seorang diri.


Bila aku sudah menguasai ilmu itu, di tambah dengan pengendalian kekuatan kedua senior Huo Lung dan Ping Feng.


Aku yakin dengan bantuan kedua Pedang sakti itu, aku pasti bisa melubangi perisai tersebut, agar aku bisa terbang meninggalkan tempat ini,


batin Fei Yang termenung sesaat.


Sesaat kemudian terlihat Fei Yang mulai duduk mempelajari tehnik pelatihan pengendalian Api dan Es yang memiliki 10 tahapan.


Karena di dalam tubuhnya ada kekuatan Api dan Es yang dahsyat, juga dia pernah mendapat kan pelatihan dari Huo Lung dan Ping Feng.


Fei Yang begitu mulai, dia langsung berhasil menguasai hingga tingkat 5 tanpa kesulitan.


Hanya saja mulai tingkat 6 sampai 8 Fei Yang memerlukan waktu lebih banyak, untuk memisahkan dan menggabungkan kedua tenaga berlawanan, sesuai petunjuk dari kitab tersebut.


Hal ini tidak mudah dan harus sangat hati-hati, karena sifat kedua tenaga itu saling berlawanan.satu sama lainnya.


Seluruh tubuh Fei Yang di selimuti dua kekuatan Api dan Es yang mengeluarkan cahaya merah dan biru.


Secara perlahan lahan tubuh Fei Yang melayang keatas dalam posisi bersila.


Lalu berputar-putar, Fei Yang mulai melepaskan pukulan tangan nya secara bergantian.


Bola cahaya merah dan biru secara bergantian meledak di sekitar tempat itu.


Tapi anehnya semua bambu di sekitar Fei Yang terus bergeser sehingga pukulan yang Fei Yang lepaskan, hanya mengenai tanah di sekitarnya yang menjadi berlubang lubang.


Bila di lihat dari atas, bekas pukulan Fei Yang membentuk lingkaran Pat Kwa.


Setelah menyelesaikan serangkaian gerakan memutar diudara, tubuh Fei Yang kembali mendarat ringan di atas tanah.


Saat Fei Yang ingin melangkah ke tahap berikutnya, yaitu tahap ke 9 dan 10, yang merupakan tahap terakhir penggabungan kedua kekuatan di tubuhnya.


Pendengaran Fei Yang yang sangat tajam, menangkap ada desir angin halus, yang mendarat di salah satu puncak batang bambu, yang tidak jauh darinya.


Fei Yang diam diam melirik kearah tersebut, samar samar dia melihat sesosok berpakaian putih bersembunyi di atas sana.


Fei Yang pun tahu siapa yang sedang bersembunyi di sana secara diam-diam, sedang mengamati dirinya.


Fei Yang memilih sengaja tidak menegurnya, dia berpura-pura tidak tahu dan bersikap santai.


Hanya saja Fei Yang sudah tidak melanjutkan latihannya.


Dia sengaja memilih sebuah tempat yang diselimuti rumput pendek tebal, lalu dia berbaring disana berbantalkan kedua lengannya di atas rumput yang lembut itu.


Sambil berbaring dari saku bajunya, Fei Yang mengeluarkan potongan bambu muda untuk di makan.


Fei Yang tidak punya pilihan lain, sehingga setiap hari dia hanya bisa mengganjal perutnya dengan makanan ini.


Rasanya cukup enak dan manis, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan minumnya, Fei Yang menebas pohon bambu tua, yang di dalamnya ada persediaan airnya.


Dengan cara inilah Fei Yang dapat bertahan hidup selama ini.