
"Itu karena aku pernah secara kebetulan, di minta menemani tuan putri Wei kesana, makanya aku tahu."
ucap Yi Wen tenang.
"Lalu kini apa yang bisa lakukan ?"
tanya Fei Yang.
"Satu satunya jalan adalah aku kembali dulu ke istana, menemui putri Wei.."
"Memintanya mencari akal membantu mu, agar bisa bertemu dengan Xuan Ming musuh mu itu ."
"Tapi setelah ini, mungkin kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi ."
ucap Yi Wen dengan wajah tertunduk lesu.
"Aku selamanya akan kembali terkurung di dalam istana, tidak punya kesempatan melihat dunia luar lagi ."
ucap Yi Wen sedikit mengeluh. dengan wajah sedih.
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Bila kamu tidak ingin tinggal di sana, aku bisa membawa mu pergi dari sana, itu bukan hal sulit.."
"Hanya saja di dalam sana, hidup mu jelas aman dan nyaman, seperti seekor burung dalam sangkar, hidup nyaman makan teratur. tidur pun teratur.."
"Tapi di luar tentu berbeda, bahaya setiap saat bisa mengancam nyawa mu, hidup tidak teratur, makan tidak teratur, tidur pun tidak teratur.."
"Kelebihan nya cuma satu, hidup mu bebas, tanpa ada yang mengatur.."
ucap Fei Yang memberi gambaran ke Yi Wen, sama seperti jalan yang dia pilih sekarang, meninggalkan kerajaan untuk hidup bebas.
Yi Wen menatap Fei Yang dengan antusias dan berkata,
"Kamu serius akan membawa ku keluar dari istana dan membiarkan ku ikut berpetualang bebas bersama mu..?"
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Asal kamu membantu ku, aku pun akan membantu mu.."
"Tapi aku sering menimbulkan masalah dan membuat mu kesal, apa kamu masih tidak berkeberatan membawa ku ikut dengan mu ?"
tanya Yi Wen kurang yakin.
Fei Yang menghela nafas dan berkata,
"Seperti piring yang di susun bersama pergesekan itu pasti terjadi dan itu adalah hal yang wajar terjadi.."
"Asal kita bisa saling mengalah dan saling menghargai, kurasa itu bukan masalah.."
"Urusan kelak tiada yang tahu, bila kelak kita tidak cocok jalan bersama, ya kita bisa pilih jalan masing masing.."
"Yang jelas kan kita bebas tidak terikat.."
ucap Fei Yang jujur.
Yi Wen tersenyum manis kearah Fei Yang dengan gembira dan berkata,
"Selesai sarapan, aku akan langsung pulang ke istana.."
"Kamu di sini saja tunggu kabar baik dari ku, nanti akan ada orang yang datang menjemput mu menghadap tuan putri Wei."
"Sisanya nanti putri Wei yang akan mengaturnya untuk mu.."
"Tapi kamu harus ingat janji mu tadi.."
ucap Yi Wen serius.
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Pria sejati berucap 4 ekor kuda pun tidak bisa menarik ucapan nya kembali.."
Yi Wen mengulurkan jari kelingkingnya yang kecil halus dan berkata,
"Ayo kita sepakati dengan ini.."
Fei Yang menatap nya dengan kurang paham dan berkata,
"Apa ini ?"
Yi Wen sambil tersenyum mengambil telapak tangan Fei Yang, membentuk jari kelingkingnya keatas.
Lalu dia kaitkan dengan jari kelingking nya yang kecil.
Setelah itu sambil tertawa gembira dia langsung makan makan pesannya.
Tapi dia hanya makan sedikit saja., setelah itu dia berkata,
"Aku sudah kenyang,.. sisanya untuk mu saja.."
"Aku pergi dulu.."
Setelah itu dengan riang dia berlari meninggalkan penginapan.
Fei Yang hanya menatap bayangan punggung Kasim cilik itu sambil tersenyum dan menggeleng kan kepalanya..sambil bergumam,
"Beginilah sikap pria tanpa perkakas, perubahan perasaannya seperti cuaca sulit ditebak.."
Lalu Fei Yang pun melanjutkan, menghabiskan sisa makan pesanan Yi Wen itu.
Ternyata rasa masakan di sini, cukup berbeda dengan masakan di istana nya, di sini lebih gurih dan berasa, ketimbang di istana Xi Xia yang cenderung hambar dan amis.
Selesai sarapan demi menghindari bentrokan dengan pasukan kerajaan yang sedang mencarinya.
Fei Yang pun memutuskan kembali ke kamarnya melanjutkan meditasi.
Menjelang siang pintu kamar Fei Yang di ketuk dari luar.
"Tok,..tok,..tok,..!"
Fei Yang pun menghentikan meditasi nya, turun dari ranjang nya pergi membuka pintu.
Begitu pintu terbuka terlihat pelayan penginapan datang bersama seorang gadis muda, yang berpakaian pelayan yang mewah.
"Maaf tuan, gadis ini katanya, dia ingin bertemu dengan anda.."
ucap pelayan itu mengenalkan gadis yang dia bawa untuk menemui Fei Yang.
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Baiklah terimakasih, kamu boleh pergi, tinggalkan saja kami di sini.."
ucap Fei Yang cepat.
Pelayan itu mengangguk kemudian mengundurkan diri dari sana.
Setelah pelayan itu pergi, Fei Yang pun menoleh kearah gadis itu dan berkata,
"Ya, maaf nona ini siapa ? ada apa nona mencari ku ?"
Gadis muda itu memberi hormat kearah Fei Yang dan berkata,
"Nama ku Siau Cui,.aku adalah pelayan pribadi Putri Wei, Putri Wei mengundang tuan datang ke istana.."
"Aku ditugaskan untuk membawa tuan masuk ke istana.."
Fei Yang mengangguk gembira, di dalam hati dia memuji kemampuan Yi Wen yang cerdik, begitu cepat sudah berhasil membantunya membujuk Putri Wei agar bersedia bertemu dengan nya.
"Baiklah silahkan.."
ucap Fei Yang sambil memberi kode agar Siau Cui menunjukkan jalan untuk nya.
Fei Yang mengikuti Siau Cui berjalan keluar dari penginapan, saat mereka berpapasan dengan pasukan Yi Ling Cin yang masih terus melakukan pemeriksaan.
Suau Cui tanpa banyak bicara hanya menunjukkan sebuah plakat emas.
Pasukan itu pun buru buru menyingkir, tidak ada yang berani menghalangi langkah nya.
Beberapa kali mereka bertemu pasukan Yi Ling Cin yang sedang bertugas, tapi setiap kali Siau Cui menunjukkan plakat itu.
Semua langsung menyingkir teratur, dengan tanpa kesulitan Siau Cui membawa Fei Yang masuk kedalam lingkungan istana, melewati pos demi pos tanpa ada masalah.
Hingga akhirnya Fei Yang di bawa memasuki sebuah gedung istana yang sangat besar dan megah.
Siau Cui terus membawa Fei Yang melewati sebuah taman dan terus menuju sebuah paviliun, yang terletak di tengah danau buatan.
Melewati sebuah jembatan panjang yang indah dan kokoh.
Dari jauh Fei Yang sudah melihat sesosok wanita sedang berdiri memunggunginya.
Wanita itu terlihat sedang asyik memberi makan ikan mas, di dalam kolam, yang berada di hadapannya..
Wanita itu berpakaian indah dengan rambut panjang terurai kebelakang, di bagian atas kepala nya, di hias berbagai batu Kumala berkilauan indah.
Wanita itu tidak terlalu tinggi tapi dia memiliki bentuk tubuh yang sangat sempurna dan proporsional.
Setelah Fei Yang dan Siau Cui tepat berdiri di belakangnya, Siau Cui pun berkata
"Tuan putri tamu yang Anda tunggu, tuan Li Fei Yang telah tiba.."
Putri itu mengangguk dan berkata dengan suara nya yang merdu dan lembut.
"Terimakasih Siau Cui,.. kamu boleh kembali ketempat mu sekarang juga.."
"Kalian semuanya juga mundurlah.."
ucap Tuan putri itu singkat.