PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENEMUI PAMAN LI


Di balik cadar terlihat wajah gadis itu sangat pucat, dia berulang kali batuk kecil, hingga titik titik kecil kemerahan memenuhi cadar bagian bawahnya.


Di sudut bibirnya juga terlihat ada darah yang mengalir keluar.


Tapi gadis itu seolah-olah tidak memperdulikan keadaan nya sendiri.


Dia hanya fokus memperhatikan keadaan Fei Yang, yang duduk di hadapannya.


Melihat kondisi Fei Yang yang semakin membaik, gadis itu pun menyunggingkan senyum bahagia dari balik cadarnya.


Perlahan-lahan dia menarik kembali sepasang tangannya dari punggung dan dada Fei Yang.


Dia menatap Fei Yang lekat lekat, beberapa saat kemudian, sambil menghela nafas sedih.


Dia berkata,


"Selamat tinggal kak Fei Yang, jaga dirimu baik-baik, lupakan saja aku."


"Hiduplah dengan bahagia bersama nya,.."


Setelah itu gadis tersebut berdiri dengan tubuh sedikit bergoyang, lalu dia membalikkan badannya melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.


Gadis itu terlihat melangkah dengan tubuh terhuyung-huyung seperti orang mabuk.


Dia terus batuk tanpa henti, sambil memegangi bagian dadanya sendiri, yang terasa nyeri, gadis itu terus melanjutkan langkahnya meninggalkan gua di mana Fei Yang berada.


Setelah keluar dari dalam gua, gadis itu bergerak ringan berlompatan dari batu ke batu, melewati jurang dan tebing terjal, menuruni puncak gunung Hua San, yang selalu di selimuti salju hampir sepanjang tahun.


Fei Yang antara sadar dan tidak sadar dalam pandangan matanya yang kabur, Dia sempat melihat bayangan punggung berpakaian putih, berjalan memunggungi nya meninggalkan tempat itu.


Karena belum pulih sepenuhnya, Fei Yang tidak bisa membuka suara, juga tidak bisa membuka matanya sepenuhnya.


Akhirnya Fei Yang kembali memejamkan matanya, meneruskan fokusnya untuk memulihkan seluruh kekuatannya dan mengendalikan nya kembali.


Dengan tehnik yang di dapatnya dari kitab tanpa tanding, teknik pengendalian kekuatan alam semesta.


Tidak sampai setengah hari Fei Yang sudah pulih kondisinya seperti sedia kala.


Setelah pulih total, Fei Yang baru membuka sepasang matanya, memperhatikan keadaan sekitarnya.


Perlahan-lahan ingatan nya mulai pulih, Fei Yang pun bergumam kecil seorang diri,


"Benar, pasti dia... tidak akan ada orang lain lagi.."


"Pasti orang berbaju putih itulah, yang telah menyelamatkan nyawa ku.."


"Tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang,.. ? aku harus mencari dan mengucapkan terimakasih kepada nya.."


Batin Fei Yang.


Kemudian Fei Yang pun bangkit dari melesat keluar dari dalam gua, lalu dia pun terbang keatas.


Fei Yang menggunakan sepasang matanya yang tajam untuk mencari cari, keberadaan orang yang telah menolongnya itu.


Dengan kondisinya yang terluka parah seperti itu, siapapun orang yang menolongnya, pasti orang yang memiliki kesaktian jauh di atasnya.


Dan orang itu ada kemungkinan akan mengalami luka dalam yang cukup hebat, setelah dia mengorbankan tenaga sakti yang begitu banyak, untuk memulihkan keadaan nya.


Tapi setelah beberapa lama mencari hingga ke kaki Gunung, Fei Yang tetap tidak berhasil menemukan penolongnya.


Dengan perasaan kecewa Fei Yang pun terbang meninggalkan tempat tersebut, langsung menuju kearah barat, untuk kembali ke Xi Xia mencari keberadaan Li Cing dan Sian Sian.


Setelah Fei Yang pergi dari balik sebuah pohon besar, muncul seorang gadis bercadar yang menatap kepergian bayangan punggung Fei Yang dengan tatapan mata sedih..


"Sampai jumpa kak Yang, .."


gumam gadis itu lesu.


Lalu perlahan lahan dia kembali melangkah kan kakinya, untuk kembali naik ke puncak gunung Hua, menuju gua tempat Fei Yang di rawat selama 4 hari ini.


Fei Yang sendiri terus melesat cepat menuju tempat terakhir dirinya dan Kim Tiaw kemarin berpisah.


Setelah mendekati wilayah tersebut, Fei Yang pun mengerahkan Cian Li Cuan Im, secara berulang-ulang untuk menghubungi Kim Tiaw.


Tanpa perlu menunggu lama, Fei Yang sudah melihat setitik cahaya kuning berkilauan tertimpa cahaya matahari, sedang bergerak cepat menghampirinya.


Sambil mengelus ngelus bulu di leher tunggangannya dengan lembut, Fei Yang berbisik.


"Tiaw Siung tolong bawa aku ke tempat tinggal Paman Li dan Sian Sian."


Kim Tiaw mengangguk dan mengeluarkan pekik kecil, lalu Kim Tiaw pun terbang menuju sebuah lembah di dekat pegunungan Kun Lun.


Disebuah lembah yang sepi dan indah, yang di lewati oleh sebuah sungai kecil, terlihat sebuah bangunan pondok kecil yang sangat sederhana berdiri di sana.


"Tiaw Siung,..apakah mereka tinggal di sana ?"


tanya Fei Yang sambil membelai bulu di leher tunggangannya.


Kim Tiaw mengangguk pelan, menanggapi pertanyaan tuannya.


"Tiaw Siung tolong antar aku kesana.."


ucap Fei Yang pelan.


Kim Tiaw langsung mengeluarkan pekik gembira, mempercepat gerakannya terbang menghampiri pondok kecil itu.


Suara pekik Kim Tiaw yang membahana membuat dua orang penghuni di dalam pondok tersebut, berlari keluar dari dalam rumah, melihat kearah angkasa sambil melambaikan tangan mereka.


Kim Tiaw kembali mengeluarkan pekik dahsyat, sebelum dia menukik tajam kebawah


Setelah dekat, dia baru mengembangkan sepasang sayapnya yang lebar, untuk menahan laju tubuhnya.


Akhirnya Kim Tiaw mendarat diatas tanah dengan ringan, sambil mengepak ngepakkan kedua sayapnya yang lebar.


Fei Yang pun melompat ringan dari balik punggung Kim Tiaw.


Lalu dia berjalan menghampiri Li Cing dan Sian Sian dengan langkah tenang


Setelah berdiri berhadapan dengan Li Cing, Fei Yang pun menjura kearah Li Cing dan berkata,


"Maaf paman dan nona Sian Sian, aku gak sengaja harus membuat kalian menunggu lama di sini.."


Li Cing buru buru membalas penghormatan Fei Yang dan berkata,


"Ping Huo Ta Sia anda terlalu sungkan, harusnya kamilah yang harus berterimakasih kepada mu.."


"Bila kamu tidak datang menolong kami, mungkin kami sudah mati terkubur di dalam reruntuhan."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah paman Li, aku tidak akan bersungkan lagi."


"Kedatangan ku adalah untuk memenuhi permintaan terakhir sahabat ku Afei.."


"Afei sudah menceritakan semuanya tentang keadaan paman dan nona Sian Sian.."


"Afei meminta ku untuk membantu paman Li, menegakkan kembali keadilan, menolong raja dan ratu sebelumnya, dari tangan Li Yuan Hao raja Xi Xia saat ini."


"Dan mengembalikan kekuasaan kerajaan Xi Xia kembali ketangan yang berhak, yaitu raja sebelumnya Li Yuan Ming.."


ucap Fei Yang sambil menatap Paman Li dengan serius.


Li Cing berpikir sejenak kemudian berkata,


"Semua akan menjadi lebih mudah, bila Raja Li Yuan Ming dan ratu Sabrina berhasil di bebaskan dari penjara istana belakang.."


"Bila tidak semua perjuangan kita akan sia sia, malah perjuangan kita bisa membahayakan jiwa yang mulia raja dan ratu, yang di sandera di tangan Li Yuan Hao.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Untuk masalah itu, paman Li jangan khawatir."


"Aku yang akan pergi sendiri menolong mereka.."


Tiba-tiba Sian Sian menyela dari samping,


"Ping Huo Ta Sia,.. di mana Afei saat ini.?"