
Lei Mo melepaskan pukulan sambaran petir iblis Asura level 10 nya.
Sebuah kilatan listrik putih berkilat membelah udara menyambar ke arah punggung Xue Lian.
Sedangkan Ping Mo dari sisi berlawanan melepaskan dua berkas pukulan hawa dingin membukukan udara.
Itu adalah Tapak Es Beku iblis Asura.
Semua lawan mefokuskan diri menyerang Xue Lian yang mereka anggap lemah.
Fei Yang melihat hal itu, tapi dia mengambil sikap tenang.
Dia percaya penuh dengan kemampuan istrinya.
Fei Yang memilih fokus menyerang lawan lawannya dengan jurus Alam semesta tanpa wujud.
Cahaya cahaya putih transparan yang kecepatan nya melebihi kilat.
Melintas membelah udara, menerjang kearah 4 orang yang sedang menyerang Xue Lian.
Serangan keempat orang nomor dua di dalam urutan pengawal andalan Tolui.
Semuanya menemui tempat kosong, karena Xue Lian yang mereka serang telah menghilang dari tempatnya.
Xue Lian memilki kecepatan yang masih dua tingkat diatas Fei Yang.
Tentu saja serangan keempat orang ini sulit menyentuhnya.
Lagipula Xue Lian menguasai pengenalan tehnik dasar ilmu silat.
Baru saja mereka bergerak, Xue Lian sudah membaca arah pergerakan nya.
Vipasing dengan kaget memutar tongkat kepala Cobra nya, untuk menangkis serangan tanpa wujud Fei Yang.
Serangan yang di lepaskan Fei Yang tidak begitu jelas terlihat, karna tersamar oleh warna putih transparan.
Tapi masih bisa di rasakan oleh Vipasing.
Sehingga Vipasing buru buru memutar tongkat untuk menangkisnya.
"Blaarrr...!"
Tubuh Vipasing terlempar tidak kuat menghadapi serangan Fei Yang.
Sialnya saat terlempar dia sudah di sambut oleh energi tanpa wujud yang di lepaskan oleh Xue Lian.
Xue Lian sudah membaca arah pergerakannya, sehingga saat Vipasing terpental serangan itu justru sudah menanti kedatangan nya.
"Arggghh...!"
Vipasing menjerit kesakitan serangan yang di arahkan ke dada, berhasil dia geser sedikit, sehingga hanya menembus bahu.
Tubuh Vipasing yang terluka langsung jatuh kebawah.
"Brukkkk,..!"
Vipasing yang sial kembali dipecundangi untuk kedua kalinya.
Sekali ini Vipasing tergeletak merintih tak berdaya diatas tanah tempat dirinya jatuh tadi.
Di waktu bersamaan di tempat lain, Qi Lian Lao Koai yang serangan cakar hijaunya menemui sasaran kosong.
Dia juga menghadapi ancaman serangan energi tanpa Wujud Fei Yang.
Qi Lian Lao Koai, menggunakan cakar hijau tangan kanannya, untuk menyambut serangan yang datang.
Hampir sama dengan Vipasing, Qi Lian Lao Koai juga terpental, dan disambut serangan Xue Lian yang menunggu kedatangan nya.
Tapi Wi Lian Lao Koai dengan gerakan aneh melenting diudara, berhasil melepaskan diri dari serangan Xue Lian.
Tapi sebelum dia sempat memperbaiki posisinya, Qi Lian Lao Koai menjerit ngeri.
"Arggghh..?"
"Brukkkk...!"
Qi Lian Lao Koai jatuh dengan posisi berlutut diatas tanah, dari sepasang pahanya yang berlubang.
Terlihat mengeluarkan asap tipis dan darah segar bercucuran membasahi celananya.
Qi Lian Lao Koai tidak sanggup melanjutkan pertarungan, selain bertekuk lutut tak berdaya di sana.
Lei Mo ditempat lain juga hampir sama, setelah serangan petir nya, malah menyerang Ping Mo hingga menimbulkan ledakan dahsyat, diudara.
"Duaarrr..!"
Baik Lei Mo maupun Ping Mo, yang salah sasaran, dan sama sama terpental mundur kebelakang.
Mereka sama sama menghadapi serangan tanpa wujud dari Fei Yang.
Sedangkan serangan susulan dari Xue Lian yang sulit di hindari, masing masing memapas telinga kiri kedua iblis tua itu.
Kedua Iblis tua ini sebenarnya, masih sanggup melanjutkan pertarungan.
Tapi nyali mereka telah pecah oleh kehebatan kedua pasangan itu.
Apalagi setelah melihat keadaan kedua mereka yang mengalami luka tidak ringan.
Mereka tanpa menghiraukan luka di telinga mereka yang berlumuran darah.
Mereka langsung memapah kedua teman mereka meninggalkan arena.
Berlindung di balik pasukan Mongolia yang sedang melakukan pengepungan terhadap tempat tersebut.
Tanpa menghiraukan rasa malu, mereka berdua buru buru kabur menyelamatkan diri.
Kembali ke sisi Tolui, seperti anjing yang habis kena di hajar tuannya.
Fei Yang dan Xue Lian masih bergandengan tangan melayang diudara.
Bersiap menghadapi serangan lanjutan dari 4 orang berikutnya yang masing masing masih terlihat diam tidak bergerak.
"Bar aku mencobanya, !"
Ucap Zee Raja Dewa Utara.
Zee langsung melesat terbang keangkasa.
Seluruh tubuhnya memancarkan hawa dingin yang membuat seluruh udara menjadi sangat dingin.
Efek yang paling terasa adalah seluruh pasukan Mongolia yang mengepung tempat itu.
Mereka semua terlihat kedinginan hingga gigi dan gigi saling beradu menimbulkan bunyi bergemerutukkan.
Tubuh mereka mengigil kedinginan.
Mereka terpaksa menancapkan tombak dan perisai mereka, menggunakan sepasang tangan mereka di gosok gosokan, kemudian mereka tiup dengan angin mulut mereka yang mengeluarkan uap panas di udara
Fei Yang dan Xue Lian bersikap tenang, mereka tidak terpengaruh, karena baik Fei Yang maupun Xue Lian.
Mereka terlindungi oleh hawa api semesta yang bergerak otomatis dari tubuh Fei Yang, melakukan perlawanan menghadapi tekanan hawa dingin dari Zee.
Zee mulai bersilat pelan di udara, dengan kedua telapak tangan terbuka,
Sebelum dia mendorongkan dua pusaran udara kosong yang mampu membekukan apapun yang di lewatinya.
Menerjang kearah Fei Yang dan Xue Lian.
Fei Yang yang bergerak menyambut pukulan tersebut dengan hawa api semesta nya yang membentuk pusaran api putih yang berkilauan.
Sedangkan Xue Lian dia memberikan dukungan menyerang ke beberapa tempat kosong dengan energi tanpa Wujud.
Tempat yang di serang Xue Lian, sekilas lihat memang tempat kosong.
Tapi justru tempat kosong itulah, tempat yang sudah diperhitungkan dengan pengenalan tehnik dasar silat.
Sehingga tempat itu adalah tempat yang nantinya bakal di lewati oleh Zee.
Saat selesai benturan keras lawan keras terjadi.
"Blaarrr..!"
Baik Zee maupun Fei Yang, mereka sama sama tak bergeming.
Mereka sama sama setahap demi setahap, mencoba terus meningkatkan level kekuatan mereka.
Berusaha saling tekan hingga titik puncaknya, baik Fei Yang dan Zee masing masing mundur satu tindak kebelakang.
Begitu Zee bergerak mundur, cahaya tanpa Wujud dari Xue Lian langsung menyambutnya.
"Desss..!"
Energi Tanpa wujud Xue Lian berhasil mendarat mulus di punggung Zee.
Tapi Zee terlihat baik baik saja, adalah energi tanpa wujud, yang membeku di udara, tertahan di sana oleh tenaga dingin, yang terpancar dari tubuh Zee.
Beberapa detik kemudian, energi tanpa wujud yang tergantung di udara.
Di hentakan oleh energi yang terpancar dari tubuh Zee, hingga energi tanpa wujud hancur pecah berantakan di udara.
Berubah menjadi serpihan es yang melayang turun ke bumi.
Fei Yang yang sadar kemampuan tenaga dingin Zee mampu menandingi kekuatan hawa api semesta miliknya.
Dia memberi kode ke Istrinya, mereka siap melepaskan jurus kedua.
"Jurus alam semesta tanpa batas.."