
Selain hewan yang berkeliaran di dalam hutan ini yang menarik perhatian Fei Yang.
Buah buahan yang bergelantungan di atas pohon pohon besar di dalam hutan tersebut juga menarik perhatian Fei Yang.
Buah buahan di dalam hutan itu, sangat unik dan berbeda, Fei Yang seumur hidup baru pertama kali melihat buah buah seperti itu.
Ada buah yang mengeluarkan bau menyengat kulitnya penuh duri tajam tajam dengan ujung hitam dan bengkok.
Buah tersebut besar besar bahkan melebihi besarnya kepala Fei Yang.
Buah lainnya adalah buah yang merah merah terang sangat cantik satu tangkai buahnya sangat banyak kulitnya berbulu lebat dan panjang.
Buah ini tidak terlalu besar hanya sebesar telor ayam, tapi jumlahnya sangat banyak.
Buah yang lainnya adalah buah yang kulitnya berwarna kuning keemasan, satu tangkai isinya sangat banyak mirip buah berbulu tadi.
Ketiga macam buah inilah yang mendominasi di dalam hutan yang sedang Fei Yang lewati.
Selagi Fei Yang sedang asyik melihat keatas sambil berjalan, tiba-tiba dari sebelah kanan Fei Yang terdengar rumput berkresekan.
Tak lama kemudian Fei Yang melihat seekor gorila hitam tinggi besar berjalan lewat dengan santai melintas di hadapan Fei Yang.
Gorila besar itu sempat berdiri menatap Fei Yang dengan tajam, tapi sesaat kemudian sambil mendengus, dia berjalan pergi meninggalkan Fei Yang.
Di belakang gorila besar itu, mengikuti rombongan gorila betina anak anak gorila kecil besar ada yang juga yang mulai menginjak remaja.
Hanya saja tubuh mereka tidaklah sebesar gorila pertama tadi.
Fei Yang berdiri diam di tempat membiarkan mereka lewat melintas di hadapannya.
Setelah rombongan itu pergi Fei Yang baru melanjutkan perjalanan nya, terus masuk ke bagian lebih dalam lagi.
belum juga jauh Fei Yang melangkah, dari arah kanannya kembali terdengar suara bergemeresak dari arah balik rumput.
Tak lama kemudian terlihat seekor b*bi besar dengan bulu kasar berwarna abu abu kehitaman, di moncongnya terdapat sepasang taring besar.
B*Bi itu sambil berlarian seperti kesetanan, dia terus mengeluarkan suara pekik ketakutan.
Baru saja b*bi itu melintas lewat sekitar 5 meter dari hadapan Fei Yang.
Tiba-tiba B*bi itu roboh keatas tanah menjerit-jerit dan meronta ronta berusaha melepaskan diri dari Cengkeraman sepasang kuku tajam dan gigitan kuat di bagian lehernya.
Tapi usaha babi itu sia sia tak lama kemudian b*bi itu sudah tidak bisa bergerak lagi
Dengan santai harimau besar yang menerkam b*bi itu, menyeret tubuh b*bi itu, melintas di hadapan Fei Yang, lalu menyeretnya kembali masuk kedalam semak belukar.
Fei Yang kembali melanjutkan perjalanan nya, hingga akhirnya,
dia tiba di pinggir sungai yang menghalangi perjalanan nya.
Sungai itu penuh dengan mahluk besar berkulit tebal, dengan moncong panjang dan memiliki gigi gigi runcing dan besar.
Mahluk ini pernah Fei Yang hadapi di sungai hitam,. tapi jumlahnya tidak sebanyak yang di sini.
Juga ukuran nya juga tidak sebesar mahluk mahluk yang sedang mengambang di sungai ini.
Fei Yang dengan ringan terbang melintasi sungai itu, melewati kumpulan mahluk mahluk berbahaya yang ada di bawah sana.
Dengan ringan Fei Yang mendarat di sisi sungai lain nya, mumpung ada di tempat terang, Fei Yang mengeluarkan potongan petanya.
Meletakkan di atas sebuah batu sungai besar, lalu meneliti arah posisi yang harus dia tempuh.
Mahluk itu ukurannya sangat mengerikan bila di ukur dari kepala hingga ke ekor mungkin panjangnya ada sepuluh meter lebih.
Mahluk itu terus berlari cepat melenggang lenggok dengan keempat kakinya.
Dia terus mendekati Fei Yang, Fei Yang yang merasa seperti sedang di guncang gempa, dia pun menyimpan petanya melihat apa yang terjadi.
Baru saja dia menoleh mahluk itu sudah tiba dengan moncongnya yang besar ingin mencaplok Fei Yang.
Tapi sebelum niat mahluk itu terlaksana, tubuh mahluk itu sudah terpental kembali kedalam sungai.
Fei Yang menyambut moncong mahluk itu dengan sebuah tendangan keatas yang mengenai bagian rahang bawah mahluk itu.
Tidak cukup hanya sampai di sana, Fei Yang menangkap ekor mahluk itu, memutar mutar tubuh mahluk itu diatas kepala nya lalu dia lempar kearah sungai.
"Byurrr,..!"
Air sungai langsung meledak, airnya menciprat ke mana mana saat tubuh mahluk itu jatuh menimpa air sungai di bawahnya.
Fei Yang tidak ambil pusing, dia memilih langsung meneruskan lagi perjalanan nya.
Fei Yang kembali memasuki hutan belantara yang ada di hadapannya, sesuai peta petunjuk lokasi.
Dia harus menemukan sebuah tebing yang berbentuk kepala Gorila yang sedang menentang mulutnya lebar-lebar memamerkan taring taringnya.
Dari dalam moncong itu, akan ada air terjun mengalir jatuh ke bawah.
Didalam moncong itulah jalan masuk satu satu menuju Hutan Misterius Perut Bumi.
Fei Yang terus menelusuri hutan kedua yang tidak kalah rimbun dan gelap di banding hutan yang dia lalui sebelumnya.
Di sini dia juga menemukan hewan yang hampir sama, hanya di sini dia sempat bertemu dengan rombongan gajah besar, yang bergading panjang.
Di hutan ini juga lebih banyak berkeliaran harimau hitam yang bisa memanjat pohon, dan bertengger diatas dahan dahan pepohonan besar.
Tapi tidak ada hewan buas yang berani mengusik Fei Yang, mereka hanya menatap tajam dari tempat persembunyiannya, membiarkan Fei Yang lewat begitu saja.
Semakin masuk kedalam Fei Yang semakin sering bertemu dengan rombongan gajah raksasa yang tidak mengganggu.
Akhirnya Fei Yang tiba di sebuah sungai dengan aliran air dangkal , dengan mengikuti arah sungai dangkal menuju ke bagian hulu sungai sesuai petunjuk peta.
Fei Yang akan tiba di lokasi yang hendak di carinya.
Menyusuri sungai dangkal yang banyak binatang penghisap darah, yang berwarna hitam pekat mirip ulat besar dan gepeng.
Fei Yang terpaksa melindungi dirinya dengan tenaga inti api nya.
Sehingga tidak ada binatang itu yang berani mendekatinya.
Suara debur air terjun yang jatuh dari tempat tinggi mulai terdengar, Fei Yang langsung mempercepat langkahnya, menghampiri tempat tersebut.
Fei Yang akhirnya menemukan sebuah air terjun yang tidak terlalu besar, tapi berhubung jatuh dari tempat yang cukup tinggi.
Sehingga deburan air yang jatuh menimpa air kolam di bawahnya cukup kuat dan menimbulkan suara bergemuruh.
Fei Yang mendongak keatas melihat asal air terjun, dia menemukan tebing yang dia cari.
Untuk menuju tebing itu ada undakan tangga batu alam, sehingga orang biasa pun asal punya nyali bisa mencapai puncak tersebut.
Diatas puncak tebing dan sekitarnya di penuhi pepohonan yang tumbuh dengan lebat dan rimbun