PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEANEHAN DI PUNCAK GUNUNG HEI MO SAN


Fei Yang khawatir nanti Hong Yi akan mengalami nasib seperti Lan Yi.


Fei Yang buru buru berkata,


"Kak Hong Yi jangan berpikir begitu, tambah satu orang tambah satu tenaga.."


"Kak Hong Yi tidak akan jadi beban, justru kehadiran kak Hong Yi akan sangat membantu, kita bisa saling jaga.."


"Perjalanan pun jadi tidak terlalu sepi.."


ucap Fei Yang sebisanya memberikan hiburan.


Hong Yi tersenyum gembira dan berkata dengan penuh semangat.


"Kalau begitu, Hong Yi akan pergi bersiap-siap, agar besok pagi kita bisa langsung berangkat.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Pergilah kak, Fei Yang mau pergi temani Hua Lung berlatih.


Keesokan paginya keempat orang itu menuruni gunung Xuan Wu secara bersama sama, dengan menggunakan Kim Tiaw.


Tapi saat tiba di kaki gunung, mereka pun berpisah jalan, tabib Hua dan cucunya melanjutkan perjalanannya menolong orang yang sakit, mengambil jalan darat kearah selatan.


Sedangkan Fei Yang dan Hong Yi menempuh perjalanan udara bersama Kim Tiaw, langsung menuju Hei Mo San.


Dari jauh puncak yang hitam kelam dan selalu di selimuti oleh awan gelap dan langit bersinar kemerahan,.sesekali terlihat kilat menyambar nyambar.


Membuat tempat tersebut terasa angker dan menyeramkan.


Semakin mendekati puncak itu hawa angker dan menyeramkan semakin terasa.


Tapi Kim Tiaw tetap melesat tanpa takut membawa Fei Yang dan Hong Yi mendekati puncak.tersebut.


Tapi saat tiba di puncak itu, Fei Yang yang melihat suasana tempat itu begitu sepi, dia jadi merasa heran.


Fei Yang pun berkata,


"Ayo kak Hong Yi kita turun kebawah melakukan pemeriksaan.."


Hong Yi mengangguk,.dia lalu ikut melayang turun dari punggung Kim Tiaw dengan ilmu Meniti diatas daun.


Sehingga tubuhnya bisa mendarat dengan ringan di atas tanah, tanpa menimbulkan suara.


Hong Yi mengikuti langkah Fei Yang berjalan memasuki bangunan istana Hei Mo Pang yang besar dan megah.


Hong Yi terlihat sudah mencabut pedangnya, bersiaga dengan pedang di tangan.


Sedangkan Fei Yang terlihat berjalan santai, dan terus bergerak memasuki istana yang sepi tanpa penjagaan sama sekali.


Setelah melewati.gerbang depan, mereka berdua memasuki halaman depan gedung yang luas, di mana di sana terlihat berbagai senjata dan peralatan berlatih tersusun rapi di kanan kiri.


Ada banyak patung iblis yang di buat untuk menyangga sebuah tempat obor, yang agak mirip kuali besar.


Di mana di dalam kuali tersebut api menyala memberikan penerangan yang cukup jelas di sekitar tempat tersebut.


Tapi sama seperti sebelumnya, tempat ini pun tetap terlihat sepi tidak ada tanda tanda kehidupan.


Fei Yang dan Hong Yi pun kembali berjalan melewati halaman yang luas itu, lalu melanjutkannya dengan menaiki undakan tangga yang cukup tinggi.


Saat berada di bagian undakan tangga yang paling bawah Fei Yang langsung melayang ringan naik keatas, lalu mendarat ringan di ujung tangga yang paling tinggi.


Sedangkan Hong Yi menyusul di belakangnya, harus menutulkan kakinya sebanyak 3 kali di undakan tangga itu, baru bisa menyusul di samping Fei Yang.


Kedua orang itu berjalan masuk kedalam gedung, saat tiba diruangan tengah yang luas, Fei Yang dan Hong Yi sama sama di kejutkan dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka.


Hong Yi kaget ketakutan, karena ini adalah pengalaman pertama nya, menyaksikan seekor Naga yang biasanya hadir di dongeng.


Tapi kini menjadi kenyataan, dimana Naga itu benar benar ada.


Hong Yi yang tidak kenal dengan Naga Hitam tanpa sadar di sadari dia sudah melangkah mundur kebelakang Fei Yang.


Sebaliknya Fei Yang dengan heran melangkah menghampiri Naga Hitam dan berkata,


"Hei Lung Siung kenapa kamu ada disini, ? kemana perginya para penghuni istana ini..?"


Naga Hitam segera bangun berdiri, dan berkata,


"Aku saat melewati gunung ini, merasakan hawa kegelapan, yang akrab dan cocok dengan ku."


"Sehingga akupun mampir kesini, saat aku tiba,.aku hanya melihat para kurcaci kecil, yang tidak tahu diri sedang berusaha menyerang ku."


"Bahkan dengan sangat tidak tahu diri, mereka mencoba mengikat ku dengan rantai.."


"Dalam kemarahan ku, ribuan orang itu aku telan semuanya, hingga aku kekenyangan dan mengantuk."


"Makanya aku baring baring santai di sini."


ucap Naga Hitam menjelaskan dengan santai.


Orang orang yang di telan Naga Hitam semua adalah musuh perguruannya, meski mereka jahat tapi kematian seperti ini cukup mengerikan.


Fei Yang dapat merasakan kekuatan Naga Hitam kembali meningkat dengan pesat.


Tapi Fei Yang tidak menegurnya, meski terkesan sadis,.tapi para penjahat Hei Mo Pang, memang layak menerima karma mereka sendiri.


Kini yang membuat Fei Yang heran adalah kemana pergi nya, Xuan Ming, Xu Da dan Ming Wang.


Bila ketiga pentolan itu ada, kemungkinan Naga Hitam aksinya tidak akan selancar ini.


Berdasarkan prediksi Fei Yang ada kemungkinan Ming Wang mampu membunuh Naga Hitam nya ini.


Setelah berpikir, Fei Yang pun bertanya,


"Adakah selama pertempuran berlangsung, kamu bertemu dengan seorang kakek berjubah putih berusia 70 an tahun, ilmu andalannya adalah diagram kuno warna putih dan panah energi.?"


Naga Hitam menatap bingung kearah Fei Yang dan menggelengkan kepalanya.


Fei Yang semakin heran dan penasaran, dia pun berkata,,


"Bagaimana dengan pria usia 40 an tahun menggunakan sebuah cambuk api dan pria berusia kurang lebih seperti aku, sangat tampan kemampuannya adalah tenaga sakti.iblis neraka.."


Naga Hitam kembali menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Siapa mereka, ? aku tidak melihat sama sekali, ada orang yang memiliki ciri ciri seperti mereka mati di tangan ku."


Hong Yi dari tadi hanya diam dengan wajah pucat, melihat Naga Hitam yang bukan hanya menyeramkan,.tapi dia malah bisa bicara.


Hal ini sungguh sulit di percaya, bila tidak melihatnya secara langsung.


Fei Yang setelah mendengar jawaban Naga Hitam, dia semakin yakin tiga pentolan Hei Mo Pang ternyata sedang tidak ada di tempat, saat tempat ini.di serang oleh Naga Hitam.


Fei Yang akhirnya berkata,


"Ya sudah kamu bersantai sesuka mu.."


"Aku mau memeriksa ke bagian yang lebih dalam..."


Naga Hitam menanggapi ucapan Fei Yang dengan anggukan, lalu dia kembali meringkuk di sana sambil tiduran santai.


Fei Yang mengajak Hong Yi melangkah masuk ke bagian yang lebih dalam setelah mereka melewati ruangan tengah.


Tapi sepanjang pemeriksaan hanya menemukan deretan kamar kosong dan sebuah kamar rahasia, yang menembus kesebuah gua.


Di mana setelah di telusuri malah membawa mereka menuju perut gunung, yang selain berisi sebuah kawah panas gunung berapi yang masih aktif.


Tidak di temukan lagi ada apapun yang mencurigakan ditempat tersebut.