PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MAHLUK PENGHISAP DARAH


Ini lah tempat nya, sangat tersembunyi, tapi untuk naik ke puncak tidak sulit ada anak tangganya.


Untung aku tidak datang lewat udara, atau menggunakan Tiaw Siung, bila tidak aku pasti tidak akan menemukan tempat ini, yang bagian atasnya tertutup.rerimbunan daun bambu..pikir Fei Yang dalam hati, sambil mengamati situasi di sekitarnya.


Sesaat kemudian dengan ringan Fei Yang terbang kearah mulut tebing, tanpa melewati undakan tangga.


Dari mulut gua yang cukup lebar Fei Yang memperhatikan keadaan di dalam gua yang agak gelap.


Fei Yang mengeluarkan mutiara malam nya agar bisa melihat dengan lebih jelas.


Di bawah penerangan cahaya mutiara malam, Fei Yang menemukan air yang mengalir dari dalam gua tidak terlalu deras dan besar.


Genangan air di dalam mulut gua juga tidak begitu dalam.


Yang membuat Fei Yang bergidik jijik adalah benda pipih hitam seperti ulat yang sangat banyak menempel di dinding gua.


Fei Yang mengenali mahluk itu sebagai mahluk penghisap darah yang menjijikkan.


Pantas saja aliran sungai dangkal di bawah sana banyak mahluk ini, rupanya di sinilah sarang mereka pikir Fei Yang dalam hati.


Biar ku bersihkan saja,


pikir Fei Yang dalam hati.


Fei Yang melepaskan beberapa pukulan kearah dinding dalam gua.


Sambaran api putih yang keluar dari sepasang telapak tangan Fei Yang, langsung menyala nyala di dinding gua.


Membakar habis mahluk mahluk yang pada menempel disana.


Sambil melangkah Fei Yang terus mengerahkan tenaga nya membakar mahluk mahluk yang berada di sepanjang dinding di dalam gua.


Bau sangit dan busuk mahluk mahluk itu yang terbakar, membuat Fei Yang melangkah sambil menutup hidung.


Fei Yang tiba-tiba teringat dengan kantong wewangian yang pernah di berikan oleh Xue Lian.


Selama ini dia selalu menyimpannya dengan baik dan hati hati, hanya saat mau tidur dia baru mencium wanginya sebentar kemudian dia simpan lagi.


Kini dalam kondisi situasi seperti ini Fei Yang tiada cara lain, terpaksa mengeluarkannya dan menggantungnya di pinggang.


Sehingga wewangian di dalam kantong langsung keluar mengurangi bau tak sedap di dalam gua.


Fei Yang sambil terus melangkah kedalam,.dia terus membakar mahluk menjijikkan itu.


Sepanjang menemui nya Fei Yang pasti terus membakarnya, tapi jumlah mahluk itu benar benar sangat banyak dan seperti gak ada habis habisnya di bakar.


Setiap langkah pasti akan menemukan mahluk itu yang bermunculan tiada habisnya.


Untungnya Fei Yang memiliki tehnik pemulihan kekuatan tenaga semesta.


Sehingga tenaga Fei Yang seolah olah mengalir tiada habis habisnya.


Fei Yang terus melangkah kedalam hingga tiba di sebuah mulut gua hitam gelap, yang ukurannya agak sedikit pendek.


Didepan mulut gua berserakan tumpukan tulang belulang manusia yang sangat banyak.


Di antara tumpukan tulang itu, ada buah kotak kayu, yang mengeluarkan sedikit cahaya dalam kegelapan.


Di dekat kotak kayu itu, juga tergeletak dua Token emas, bertuliskan huruf cacing yang Fei Yang tidak paham.


Dengan sekali kibasan tangan kedua kotak ukir dan kedua token itu masuk kedalam cincin Fei Yang.


Fei Yang tidak punya waktu untuk melihat dan menelitinya, karena dia keburu menangkap ada pergerakan halus di dalam gua.


Sedang bergerak maju menghampiri dirinya.


Fei Yang memilih berhati hati dan waspada, dia tidak mau mati konyol seperti orang orang yang tulang tulangnya berserakan di tempat ini.


Dari balik lubang gua muncul sesosok mahluk berwarna hitam, sangat mirip dengan mahluk penghisap darah, yang Fei Yang bakar di depan gua sana.


Hanya saja yang ini ukuran tubuhnya sangat spesial hampir sama besar dengan ukuran tubuh Fei Yang.


Mahluk itu memamerkan sepasang taringnya kearah Fei Yang.


Mahluk itu tidak punya mata, tapi dia tahu persis posisi Fei Yang ada di mana.


Lewat indera penciumannya lah dia mendeteksi di mana posisi Fei Yang berada.


Di otaknya hanya menerima sinyal darah yang mengalir di seluruh tubuh Fei Yang.


Begitu melihat mahluk itu muncul, Fei Yang langsung melepaskan beberapa pukulan, yang mengeluarkan bola cahaya api putih, menyerang mahluk tersebut.


Tapi pergerakan mahluk itu membuat Fei Yang sedikit terkejut..


Makhluk itu mampu menghindari serangan semua serangan Fei Yang, hanya dengan cara meliuk-liuk kan tubuhnya.


Maka melesetlah semua pukulan yang Fei Yang lepaskan.


Mahluk itu sambil menghindar, tiba-tiba menghilang dari posisinya, lalu muncul nemplok kuat di belakang punggung Fei Yang.


Mahluk itu langsung membenamkan taringnya menyedot darah Fei Yang.


Tapi mahluk itu harus melepaskan diri dan meliuk liuk menghindari jilatan api dan lesatan energi pedang merah yang di keluarkan oleh tubuh Fei Yang.


Ribuan energi pedang Fei Yang Lesatkan kearah mahluk itu, tapi herannya, mahluk itu dapat meliuk liuk menghindarinya.


Tubuhnya bisa memanjang menipis sesuai kebutuhan menghindari serangan energi pedang Fei Yang.


Tapi meski dia berhasil menghindari semua serangan balik Fei Yang, kesempatan dia untuk menghisap darah Fei Yang menjadi gagal.


Boleh di bilang pertarungan mereka berdua berakhir seri.


Fei Yang menjadi lebih waspada dengan mahluk itu.


Kecepatan dan kelenturan mahluk itu cukup mengerikan, sehingga agak sulit di tahlukkan.


Fei Yang berpikir keras ilmu apa yang tepat untuk menjerat dan menahlukkan mahluk aneh di hadapannya.


Sementara ini Fei Yang hanya tahu mahluk itu takut api,.tapi dia belum menemukan cara yang tepat untuk mengalahkan mahluk itu.


Tapi Fei Yang yakin cara mengalahkannya pasti berhubungan dengan api.


Sambil terus melepaskan energi pedang yang berputar putar mengelilingi dirinya mencegah mahluk itu mendekat.


Fei Yang terus berpikir mencari cara untuk menahlukkan mahluk itu.


Tiba-tiba Fei Yang kepikiran sesuatu dia berpura-pura kehabisan tenaga.


Lalu mencoba pelan pelan mundur, kemudian berusaha melarikan diri.


Melihat Fei Yang berniat melarikan diri, mahluk itu bergerak cepat mengejarnya.


Sebelum Fei Yang tiba di mulut gua, mahluk itu sudah kembali menempel di punggung Fei Yang, lalu menancapkan sepasang taringnya di bahu Fei Yang dan mulai menghisap darah Fei Yang.


Fei Yang tanpa memperdulikan mahluk itu menghisap darah nya, Fei Yang dengan kecepatan kilat melesat keluar dari mulut gua terjun kedalam kolam air terjun.


Sesuai perkiraan Fei Yang mahluk itu tetap melekat kuat, meski dirinya menceburkan diri, dan menenggelamkan dirinya kedasar kolam.


Begitu tiba di dasar kolam Fei Yang melepaskan energi esnya, hingga ketitik beku dimana seluruh kolam membeku.


Mahluk itupun ikut membeku menjadi patung es, yang menempel di punggung Fei Yang.


Setelah semua menjadi beku, Fei Yang baru menerobos keluar dari dalam kolam es, membawa mahluk yang masih membeku ikut bersamanya terbang ke udara.