
Fei Yang dan Xue Lian saling pandang menanggapi serangan dahsyat biksu ke 9 itu.
Mereka saling menganggukkan kepala dan berteriak keras, untuk melepaskan daya tekan kearah mereka.
"Menggetarkan 1000 Li..!!"
"Gunung Runtuh Laut Terbalik,..!!"
Hentakan teriakan Fei Yang mengguncangkan seluruh alam dimensi.
Lautan di bawah sana bergolak hebat, langit juga ikut bergetar, awan hitam bergulung gulung memenuhi langit.
Fei Yang dan Xue Lian saling
bergandengan tangan membentuk 7 bayangan tambahan yang menempati posisi 7 mata angin.
Masing masing menyerap kekuatan alam tanpa batas sebanyak-banyaknya.
Tubuh Fei Yang dan Xue Lian berputaran naik keatas langit, membentuk suatu arus pusaran.
Ke tujuh bayangan lainnya, juga ikut melesat keatas,.menyusul Fei Yang dan Xue Lian.
Satu persatu dari ke 7 bayangan itu bergabung menjadi satu dengan tubuh Fei Yang dan Xue Lian yang sedang melayang di udara.
Setelah semua bayangan bergabung, dan mereka berdua semakin mendekati Bayangan Buddha merah, yang sedang menerjang kearah mereka.
Di ikuti oleh Biksu senior ke 9 yang berada di belakang bayangan tersebut, dengan sepasang tapak terbuka.
Fei Yang dan Xue Lian meluncur berputaran seperti mengikuti jalur putaran yang dari bawah melebar hingga ke atas mengerucut menjadi satu titik.
"Boooom,!"
Terlihat pancaran cahaya 6 warna melesat bertabrakan dengan sepasang telapak tangan Buddha cahaya merah.
Fei Yang dan Xue Lian menyusul di belakang nya, terus meluncur keatas menembus bayangan Buddha merah.
Hingga tapak tangan kiri Fei Yang berbenturan dengan tapak kanan biksu ke 9.
Sedangkan tapak tangan kanan Xue Lian menyambut tapak kiri biksu ke 9.
"Plakkkk,..! Plakkkk,..!
"Boooom..! Boooom..!
Terjadi ledakan dahsyat saat kedua kekuatan raksasa berbenturan langsung di udara.
Lautan di bawah Fei Yang terbelah hingga ke dasarnya pun ikut ikut terbelah semburan lahar panas meletus keluar dari perut bumi.
Lahar dan bebatuan merah, saat terkubur oleh air laut yang kembali membalik menyapu semuanya.
Semuanya berubah menjadi bebatuan beku berbentuk unik unik di dasar lautan sana.
Sementara itu langit yang di selimuti awan tebal di belakang biksu ke 9 kini merekah lebar.
Tubuh biksu ke 9 terpental menembus langit, Ke 8 biksu yang lainnya masing-masing melesat keatas menyusulnya.
Fei Yang dan Xue Lian sendiri terlihat baik baik saja, setelah berhasil mementalkan biksu ke 9 menembus langit.
Tapi mereka berdua melihat ke 8 biksu menyusul naik keatas, mereka berdua sadar.
Seperti ucapan biksu ke 9 sebelumnya, ada kemungkinan mereka akan muncul dengan jurus tapak Buddha LV 10 yang hampir tidak pernah mereka gunakan, selain saat berlatih.
Jadi tanpa berayal kedua suami istri itu kompak, mulai bersiap memainkan jurus terakhir kitab tanpa tanding, untuk menyambutnya.
Mereka berdua sambil membentangkan sepasang tangan mereka, terus menerus menyedot kekuatan alam semesta masuk kedalam tubuhnya.
Setelah merasa cukup, secara bergantian mereka berdua berteriak,
Pada saat teriakan pertama, Badai Pemusnah,..! yang di lakukan oleh Fei Yang dan Xue Lian secara bersamaan, terlihat angin bergulung-gulung muncul di langit sebagian di kendalikan oleh Fei Yang.
Sedangkan sebagian lainnya di kendalikan oleh Xue Lian.
Kumpulan angin topan yang membentuk pusaran, baik di sisi kiri maupun sisi kanan, terlihat sama kuat dan sana banyaknya.
Muncul dua keseimbangan pusaran badai yang tadinya berjumlah banyak.
Kemudian semua bersatu menjadi dua pusaran badai besar, dengan petir menyambar nyambar memenuhi langit.
Saat terdengar teriakan kedua oleh Xue Lian, "air membanjiri langit,!" seluruh unsur air di lautan, mulai ditarik oleh Xue Lian naik keatas, memenuhi langit, berdampingan dengan pusaran badai.
Pada teriakan ketiga oleh Fei Yang "Api Pemusnah Langit,..!" terlihat Fei Yang yang kini menarik api panas dari dasar perut bum naik keatas, memenuhi langit berdampingan dengan pusaran badai.
Pada teriakan keempat oleh Xue Lian, "Es Pembeku Langit,!" terlihat Xue Lian membentuk badai dan air perlahan-lahan menyatu,lalu membentuk lapisan Es beku memenuhi langit.
Di saat bersamaan Fei Yang juga melakukan hal yang sama, dia menggabungkan pusaran badai dan api, hingga membentuk kobaran api yang menyala-nyala memenuhi langit.
Pada teriakan kelima yang dilakukan Fei Yang dan Xue Lian dengan kompak, "Api dan Es Pemusnah Semesta..!"
Dengan serentak baik Xue Lian maupun Fei Yang mereka berdua secara serentak menarik kedua kekuatan dahsyat itu dari samping tubuh mereka.
Fei Yang membentuk hujan pedang api, sedangkan Xue Lian membentuk pedang es.
Pedang es dan pedang api yang datangnya bagaikan hujan semuanya di arahkan keatas.
Menyerang posisi ke 9 biksu yang berjejer diatas udara, sedang menghadap kearah mereka.
Sebagai puncak serangan mereka berdua masing masing membentuk sebuah pedang api dan sebuah pedang es raksasa menghujam ke atas, sebagai serangan susulan.
Sementara itu di atas sana ke 9 biksu, yang di pimpin oleh biksu ke 9.
Masing masing dari setiap biksu di mulai dari biksu pertama mulai memainkan jurusnya di udara.
Setelah itu dia akan menyatu kebelakang biksu ke 9, sambil menempelkan kedua telapak tangannya di belakang punggung biksu ke 9.
Senjata Buddha nya keluar dari tubuhnya berputaran diatas kepala biksu ke 9.
Begitu pula dengan biksu ke hingga biksu ke 8 mereka melakukan hal yang sama, sambil menempelkan sepasang tangan mereka di pundak saudara yang berada di hadapan mereka.
Begitu terus berlanjut hingga semuanya habis bergiliran.
Di mana di atas kepala biksu ke 9 kini muncul delapan senjata Buddha berputar putar di atas kepalanya.
Satu persatu senjata itu menyatu kedalam tubuh biksu ke 9.
Dari tubuh biksu ke 9 memancarkan 9 cahaya warna warni memenuhi langit.
"Sepuluh ribu arahat menghadap Buddha Sakyamuni..!!"
teriak biksu ke 9 dengan suara tenang dan lembut memenuhi udara.
Di hadapannya muncul, sebuah bayangan Buddha Sakyamuni raksasa sedang tersenyum lembut, memancarkan 10 cahaya menyinari seluruh penjuru.
Bayangan arahat kecil yang mengeluarkan cahaya emas dan tak hitung jumlahnya, terlihat mengelilingi bayangan Buddha Sakyamuni.
Masing masing arahat melantunkan suara Om Mani Padme Hum,.. yang karena ramai jadi terdengar mirip suara lebah.
Satu persatu arahat itu menyatukan diri mereka ke tubuh Buddha Sakyamuni raksasa yang semakin lama cahaya tubuhnya semakin terang.
Bayangan Buddha Sakyamuni, terbang turun kebawah dengan sepuluh ribu tangan, menerjang kearah hujan pedang api dan es dari Fei Yang dan Xue Lian.
9 Biksu senior juga meluncur seperti seekor naga emas menyusul di belakang bayangan Buddha Sakyamuni.