PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MULAI MENGELUARKAN KEMAMPUAN ASLI


Kembali terjadi ledakan yang jauh lebih dahsyat, akibat benturan bola kristal pelangi dengan Pedang Api dan Es raksasa.


Kedua energi raksasa saling menekan di udara, perlahan lahan pedang api dan es raksasa, terlihat berhasil menembus energi bola kristal pelangi.


Tapi beberapa detik kemudian senyum di wajah Xue Lian hilang.


Saat dia menyaksikan Pedang api dan es bukannya menembus bola kristal pelangi.


Tapi pada kenyataannya kedua pedang itu, malah terserap masuk kedalam bola kristal pelangi.


Setelah bola kristal pelangi itu berhasil mengurung Pedang es dan api raksasa ke dalam.


Bola kristal pelangi itu sendiri, masih terus bergerak meluncur cepat kearah dirinya dan Fei Yang.


Melihat situasi ini, Fei Yang langsung melempar Xue Lian keluar dari portal dimensi, sambil meneriakkan pesan ke istrinya.


"Sayang tunggu aku di luar sana..!"


Xue Lian tidak mampu mencegah tubuh nya terlempar keluar melewati portal dimensi, ciptaan kakek Wu.


Meski dia berat berpisah dari Fei Yang, tapi dia juga tahu, setelah jurus puncak kitab tanpa tanding, tidak berhasil mengalahkan kakek Wu.


Maka kehadirannya di sisi Fei Yang, tidak akan banyak membantu, sebaliknya, dia justru menjadi beban bagi Fei Yang.


Sambil mengigit bibirnya sendiri erat erat, Xue Lian mengeraskan hati nya.


Membiarkan dirinya melayang keluar dari alam dimensi, di mana kakek Wu dan suaminya, masih melanjutkan pertandingan di dalam sana.


Fei Yang sendiri setelah melempar Xue Lian keluar dari portal alam dimensi.


Dia langsung menciptakan 2 buah pedang energi yang mengeluarkan 6 cahaya kebajikan.


Pedang energi tersebut muncul dari kedua telapak tangan Fei Yang, lalu melesat menerjang kearah bola kristal pelangi yang sedang mendekati nya.


"Boooom..!"


terdengar bunyi ledakan dahsyat, saat pedang 6 cahaya kebajikan, berbenturan dengan Bola kristal pelangi diudara.


Beberapa detik kemudian terdengar bunyi,


"Krakkk,..!"


"Pyaarrr..!"


Di susul dengan suara ledakan bola energi kristal pelangi, yang menguncang seluruh alam dimensi.


Hingga akhirnya alam dimensi kembali meledak hancur,


kini Fei Yang dan kakek Wu terlempar ke alam dimensi lapis ketiga.


Dimana 4 lapis alam dimensi sebelumnya telah kiamat di buat benturan kekuatan dahsyat pertarungan Fei Yang melawan kakek Wu.


Meski mereka berdua terlempar ke alam dimensi berikutnya, seperti sebelumnya.


Kekuatan yang mereka ciptakan, masih terus mengejar, mengikuti mereka berpindah alam.


Seperti saat ini, kedua energi pedang cahaya kebajikan yang telah menghancurkan energi bola kristal pelangi.


Menyerap energi bola kristal pelangi, berikut kedua energi pedang api dan es.


Energi pedang 6 cahaya kebajikan yang semakin gemilang sinarnya, dipenuhi kekuatan mengerikan.


Kini terlihat meluncur deras kearah, kakek Wu.


Tapi kakek Wu tidak bergeming, sambil tersenyum tenang, dia mengerahkan tenaga pelindung.


Seluruh tubuhnya langsung di kelilingi oleh 30 matahari dan 30 bulan yang berputaran mengelilinginya.


Di sertai dengan beberapa buah cincin energi, yang membentuk lingkaran lintasan elektron di bagian paling luar.


Pancaran energi cahaya pelindung ini berhasil menahan pedang 6 cahaya kebajikan, yang memiliki kekuatan daya penghancur yang sangat mengerikan.


Benturan dahsyat itu menimbulkan ledakan air laut di bawah posisi kakek Wu.


"Byurrr,..! Byurrr,..! Byurrr,..! Byurrr,.!"


"Byurrr,..! Byurrr,..! Byurrr,..! Byurrr,.!"


"Byurrr,..! Byurrr,..! Byurrr,..! Byurrr,.!"


Tapi situasi diatas sana belum bergeming, kakek Wu masih terlihat bertahan di dalam lindungan energi 30 matahari dan bulan.


Sementara Fei Yang diatas sana masih terus menambah energi, memperkuat daya tekan untuk menghancurkan energi pelindung yang di ciptakan oleh kakek Wu


Dua Pedang 6 cahaya kebajikan berputar-putar seperti mata bor, berusaha menembus pertahanan kakek Wu.


Sambil bertahan, kakek Wu mengeluarkan sebatang suling batu pualam hijau, yang di badan sulungnya, terlihat ukiran naga hijau, melilit di sana.


Dengan bagian moncong Naga menjadi bagian ujung terdepan suling tersebut.


Suling itu adalah suling pusaka warisan leluhur kakek Wu, seorang pendekar yang menjadi legenda di masanya.


Yang sudah lama di lupakan oleh semua orang, dialah pendekar Suling Hitam.


Sebelum pendekar suling hitam, yang bernama Wu Song memutuskan meninggalkan semuanya.


Pergi menyucikan diri di puncak Himalaya, sepeninggal kematian istri tercintanya Lu Ping ( putri pertama Jenderal Naga Hitam Lu Sun ).


Wu Song mewariskan suling pusaka ciptaannya sendiri, beserta semua ilmu yang dia miliki, kepada keturunannya.


Pusaka pusaka itu diwariskan secara turun temurun, hingga tiba di tangan kakek Wu, yang berjodoh dengan putri tunggal keturunan Yang Jian si topeng besi dan Yi Yi.


Makanya pusaka pedang pelangi, dan kitab tenaga sakti pelangi, yang berasal dari Yang Jian, bisa berada di tangan mereka.


Selama ini kedua pasangan sakti ini, lebih memilih mengasingkan diri di pulau pelangi, di laut timur.


Sehingga nama mereka hampir tidak pernah terdengar di dunia persilatan.


Kakek Wu menempelkan suling tersebut di bibirnya, lalu mulai melantunkan irama naik turun.


Irama itu membuat laut bergolak dan meledak ledak.


Sedangkan Fei Yang diatas sana tiba-tiba merasa kepalanya sakit dan nyeri luar biasa.


Seluruh energi di dalam tubuh nya, sulit di kendalikan, seolah olah ingin meledakkan seluruh pembuluh nadinya.


Otomatis kontrol terhadap dua pedang energi 6 cahaya kebajikan menjadi lenyap.


Fei Yang coba mengeluarkan suara bentakan ke 4 penjuru, untuk menghilangkan suara irama yang sangat menyiksa itu.


Tapi hasilnya nihil, suara bentakan nya memang menggetarkan hingga 1000 Li.


Juga sangat dahsyat, membuat alam dimensi berguncang hebat.


Langit merekah bumi terbuka, air laut meledak dan berpusaran kuat.


Tapi semua itu tetap tidak bisa menghentikan irama yang masuk lewat pori pori kulit, meresap kedalam hingga menguasai Sukma jiwa dan raganya.


Fei Yang terhuyung-huyung di atas sana seperti orang mabuk sambil memegangi kepalanya yang sakit luar biasa, seperti mau meledak.


Bahkan Fei Yang mulai membanting diri dan bergulingan di udara sambil menjerit jerit seperti orang gila.


Sepasang matanya yang terbuka lebar, sebelah merah sebelah lagi biru.


Sambil meniup irama suling yang turun naik, kakek Wu mengirimkan pesan suara ke Fei Yang.


"Menyerahlah anak muda, sebelum semuanya menjadi terlambat.."


"Jangan sia sia kan bakat dan kemampuan mu, yang sudah kamu latih dengan susah payah, itu akan sangat di sayangkan.."


ucap kakek Wu penuh simpati.


Meski sedang mengirimkan pesan suara ke Fei Yang, tapi irama perebut Sukma sama sekali belum dia hentikan.


Justru semakin lama semakin dahsyat, dia mainkan.


Hal ini membuat Fei Yang sudah mulai kehilangan kesadarannya, perlahan-lahan tubuhnya.


Mulai mulai jatuh melayang kebawah hingga tercebur kedasar laut.


Fei Yang tenggelam kekedalaman dasar laut, dengan panca Indra menyemburkan darah segar.