
Nan Thian dan Kim Kim berjalan memasuki gua yang memancarkan cahaya warna warni itu.
Setelah masuk kedalam gua tersebut, ternyata yang mereka kira Gua dari tadi.
Ternyata hanya sebuah ruangan kecil persegi empat, miring ruang ATM.
Di ujung ruangan yang menghadap kearah pintu masuk, terlihat ada sebuah dinding batu.
Dinding batu itu sekelilingnya, di batasi sebuah garis halus, pancaran cahaya berasal dari sana.
Celah garis tipis di sekeliling dinding batu itulah, yang terus menerus merembes keluar cahaya panca warna.
Di tengah tengah dinding batu terlihat sebuah lubang yang melesak kedalam, membentuk sebatang pedang.
Nan Thian melangkah mendekati dinding batu itu, dia memeriksa dan mendorong dorong nya.
Tapi dinding batu yang mirip sebuah pintu besar itu tidak bergeming.
Nan Thian sudah menggunakan hampir 80% tenaga saktinya.
Tapi tetap saja tidak bergeming, tidak ada reaksinya sama sekali.
Nan Thian mencoba untuk memperlebar celah dengan ujung jarinya yang keras seperti pisau tajam.
Tapi hasilnya tetap sama, dinding batu itu tidak tahu terbuat dari bahan apa.
Jarinya yang memilki kekuatan besar, tidak sanggup menembusnya.
Setelah mencoba mendorong dan menarik tidak ada hasil.
Nan Thian kembali memperhatikan lagi dinding batu itu.
Nan Thian meraba raba lekukan pedang yang ada di hadapannya.
Tiba-tiba dia teringat dengan cincin penyimpanan nya.
Dia seperti sekilas pernah melihat ada sebatang pedang di dalam sana.
Sedikit mirip dengan lekukan berbentuk pedang di hadapannya ini.
Nan Thian buru buru mencoba untuk melihat benda benda, yang tersimpan di dalam cincin, yang di pinjamkan oleh pamannya ke dia.
Nan Thian sangat gembira, saat menemukan pedang yang di carinya ada di dalam cincin penyimpanan nya.
Nan Thian pun mengeluarkan pedang tersebut,
pedang itu adalah pedang panca warna milik Fei Yang.
Dengan pedang Panca Warna yang masih tersimpan rapi di dalam sarungnya yang indah.
Nan Thian mencoba menempelkan pedang di tangannya kedalam lekukan dinding batu tersebut.
"Krreeekkk,..! Krreeekkk,..!"
"Krreeekkk,..! Krreeekkk,..!"
"Krreeekkk,..! Krreeekkk,..!"
Dinding batu mulai berdetak hebat, mengeluarkan suara berderak hebat.
Baru pasir di langit langit ruangan berguguran.
Kim Kim yang ikut di sana, dia hanya menyaksikan itu semua tanpa bersuara.
Dinding batu terus bergeser kedalam, cahaya panca warna yang menyilaukan semakin lama semakin terang.
Hingga cahaya menerangi seluruh ruangan hingga menembus keluar Gua sana.
Pintu batu akhirnya terbuka lebar, Nan Thian dan Kim Kim langsung melangkah maju memasuki sebuah ruangan lainnya, yang tidak terlalu besar.
Nan Thian mengambil kembali pedang pamannya dan menyimpannya.
Pintu itu pun berderak menutup kembali perlahan lahan ke posisi asal mulanya tadi.
Setelah dinding batu menutup dengan rapat, ruangan di dalam sana.
Seketika langsung terang benderang, mendapatkan penerangan dari 5 warna cahaya yang berasal dari sebuah batu, mirip kristal yang berbentuk lonjong panjang dan memilki 5 sisi.
Di mana setiap sisi memancarkan sebuah cahaya, yang warnanya berbeda-beda.
"Benda apa ini..?"
tanya Nan Thian heran sambil berjalan mendekati benda tersebut.
Begitu benda itu di dekati oleh Nan Thian dia langsung bereaksi.
Benda itu bergetar hebat.
Sementara Nan Thian juga merasakan cincinnya pun ikut bergetar hebat.
Bergerak gerak melayang layang di dalam cincin, seolah olah berusaha ingin keluar dari dalam cincin penyimpanan.
Melihat hal itu, Nan Thian pun mengeluarkan pedang itu.
Begitu pedang di keluarkan berada di dalam genggaman tangannya.
Batu kristal panca warna itu, tiba tiba terbang keatas kepala Nan Thian.
Cahaya panca warna yang sangat kuat, tapi sangat nyaman, mengunci pergerakan Nan Thian.
Sebelum Nan Thian bisa apa-apa, batu kristal itu sudah meluncur masuk kedalam kepala Nan Thian.
Batu kristal itu masuk melalui jalur Meridian Bai Hui Xue, kemudian cahaya dan kekuatan energi nya, menyebar kesegala pembuluh darah besar kecil di bagian kepala Nan Thian.
Dari pembuluh darah, di lanjutkan menyebar ke seluruh syaraf syaraf kecil di dalam otak.
Dan terus bergerak menurun perlahan lahan satu titik ketitik Meridian yang lain hingga tiba di ujung kaki.
Kemudian bergerak naik kembali, menuju Qi Hai, lalu menyatu kedalam Dan Tian.
Sehingga seluruh lautan Dan Tian, Nan Thian yang seperti samudra luas tak bertepi, kini air lautnya yang tadinya berwarna kebiruan.
Saat ini telah berubah menjadi air yang mengeluarkan panca warna, selain sangat indah juga sangat nyaman bagi Nan Thian.
Nan Thian sendiri merasakan, seluruh tubuhnya mulai dari ujung rambut hingga keujung kaki, terasa nyaman liar biasa.
Kekuatan nya, otomatis meningkat dengan sangat cepat, tubuhnya kini juga terasa sangat ringan.
Hingga bila tidak hati hati, dia merasa hampir melayang di udara.
"Selamat kak itu adalah salah satu batu panca warna, batu ajaib yang sangat langka.."
"Kemungkinan bukan berasal dari dunia ini.."
ucap Kim Kim sambil tersenyum, dia ikut merasa gembira.
Nan Thian menoleh kearah Kim Kim dan berkata,
"Apa yang kamu ketahui tentang batu ini..?"
Kim Kim sambil tersenyum berkata,
"Tidak banyak, aku hanya tahu ditempat ayah ku, kaisar dari seluruh ras naga kami, dia ada menyimpan satu.."
"Dia menjaganya, seperti menjaga mutiara kehidupannya sendiri.."
"Juga akibat mempertahankan dan melindungi benda ini, ayah harus menghadapi invasi dari
Chi Le Thian."
"Akhirnya seluruh planet dan ras kami di punahkan oleh Chi Ke Thian.."
ucap Kim Kim menjelaskan.
"Apa itu Chi Le Thian,..?"
tanya Nan Thian ingin tahu.
Kim Kim sambil termenung berkata,
"Chi Le Thian adalah Tuhan atau Dewa tertinggi di dunia kami.."
"Dari mana asal Chi Le Thian ? apa yang dia inginkan dengan dari batu ini..?"
tanya Nan Thian semakin ingin tahu
"Chi Le Thian, berasal dari pusat tata Surya tempat tinggal kami.."
"Sama seperti pusat tata Surya mu, adalah matahari.."
"Chi Le Thian membutuhkan batu kristal panca warna ini, untuk memperbaiki tempat tinggalnya yang rusak."
"Akibat pertempuran besar, antar Chi Le Thian baru melawan Chi Le Thian sebelumnya.."
ucap Kim Kim menjelaskan tanpa di tutup tutupi.
Setelah mendengar cerita dari Kim Kim, Nan Thian sangat terkejut.
Dia sampai sulit bayangkan, bagaimana besarnya kekuatan yang di miliki oleh Chi Le Thian itu.
Kim Kim saja di dunianya sudah termasuk sangat hebat, apalagi ayahnya.
Kini ayahnya dan seluruh ras Naga, mampu di hancurkan oleh Chi Le Thian.
Kekuatan Chi Le Thian ini sungguh sangat mengerikan, tidak bisa di buat main main,
batin Nan Thian dalam hati.