
Setelah kabut asap di tengah arena hilang, kini penyerang yang berada di tengah arena mulai terlihat jelas oleh Nan Thian.
Dari wajah dan perawakannya, Nan Thian menebak, pria ditengah arena kemungkinan besar berusia dikisaran 40an, kurang lebih mungkin hampir sama dengan paman nya Fei Yang.
Energi pedang pelangi pria itu keras tajam dan sangat cepat.
Setelah berulang kali menghindari serangan pria itu, Nan Thian pun berkata,
"Paman ada masalah bisa bicara baik baik.."
"Kedatangan ku tidak berniat jelek, aku hanya kebetulan lewat saja di sini.."
"Gadis ini terluka, aku hanya ingin menolongnya.."
"Aku tidak ingin bermusuhan dengan siapa pun.."
ucap Nan Thian.
Karena sedang berbicara, Nan Thian terpaksa tidak menghindar lagi.
Melainkan menepis energi pedang pelangi, yang datang dengan kibasan lengan baju nya yang mengandung hawa sakti Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Sejak dia berhasil mengendalikan tenaga api dan es surgawi, di tambah dengan tehnik pengendalian kekuatan jagad raya.
Qian Kun Im Yang Sen Kung milik Nan Thian mengalami peningkatan pesat.
Kini dia hanya dengan Qian Kun Im Yang Sen Kung, sudah lebih dari cukup, menghalau energi pedang pelangi yang datang.
Setelah berbicara, pria itu masih terus menerus menyerangnya.
Bahkan dia terus meningkatkan kekuatan serangannya.
Nan Thian lama lama kesal juga, dia pun berkata,
"Hentikan serangan mu, atau aku juga tidak akan bersungkan dengan mu."
Pria itu menjengek dingin dan berkata,
"Kamu boleh pergi, tinggalkan tapi dia harus tinggal.."
"Apa permasalahan mu dengan gadis belia ini,? dia masih sangat belia, lebih pantas dia jadi ponakan mu,"
"Apa kamu tidak malu, menindas orang yang jauh lebih muda dari mu..?"
ucap Nan Thian sambil sibuk menangkis serangan energi pedang pelangi yang di lepaskan oleh pria itu.
"Itu urusan ku, tidak ada hubungannya dengan mu.."
"Ini masalah internal perguruan kami, sebaiknya kamu tidak ikut campur.."
"Sraaat...!"
Sebuah energi pedang pelangi yang dahsyat, kembali di lepaskan oleh pria itu, sambil berbicara dengan Nan Thian.
Mendengar jawaban itu, Nan Thian sedikit meragu, hal ini membuat dirinya dan gadis di dalam pondongan nya jatuh dalam bahaya.
Tapi karena Nan Thian sudah memilki reflek dan penguasaan matang semua ilmunya.
Hasil dari 10 tahun terakhir di tempa langsung oleh Fei Yang,
dengan gerakan ringan dia berhasil menghindari serangan dengan menggeser langkah kakinya.
Dengan mengandalkan langkah ajaib, di detik terakhir serangan itu Nan Thian masih bisa menghindar dari serangan tersebut.
"Blaaarrr..!"
Kini makam kuno, di belakang Nan Thian, yang meledak hancur oleh serangan tersebut.
Tiba-tiba gadis di dalam pondongan Nan Thian sadar dari pingsannya.
Saat sepasang matanya yang indah terbuka, dia menatap wajah Nan Thian sesaat dan berkata dengan lemah,
"Kakak tampan kamu kah itu,? aku tidak sedang bermimpi kan..?"
Mendengar suara gadis itu yang terasa akrab, terutama panggilan itu.
Nan Thian sedikit terhenyak, menatap gadis di dalam pelukannya itu.
"Bibi kecil kamu kah ini..?
gumam Nan Thian pelan dengan ekspresi wajah kaget.
"Duaarrr..!!!"
Akibat rasa kaget bercampur gembira, Nan Thian menjadi lengah.
Hasilnya langsung berbeda.
Nan Thian terpental terhuyung-huyung kedepan, karena bagian punggungnya terkena hantaman energi pedang pelangi lawannya.
Baju luar dalam Nan Thian di bagian punggung terlihat berlubang.
Tapi Nan Thian sendiri baik baik saja, energi panca warna bergerak otomatis melindungi nya.
Kekuatan energi panca warna, berhasil mementalkan serangan energi pedang pelangi yang menyambar kearah punggungnya.
Zi Zi tersenyum lemah, mengangguk pelan, sebelum dia kembali tidak sadarkan diri.
Melihat keadaan Zi Zi, Nan Thian menjadi cemas, kecemasannya berubah menjadi kemarahan.
Di tengah arena sana, kini terlihat Kim Kim sedang mendesak pria yang menyerangnya tadi.
"Kim Kim mundurlah bantu aku jaga bibi kecil ku.."
"Serahkan dia pada ku.."
ucap Nan Thian menahan amarah, suaranya terdengar sedingin es.
Kim Kim tentu paham nada suara sahabat dekatnya itu.
Dia segera mendesak pria itu dengan tapak Naga Emas nya.
Saat pria itu terdesak mundur, Zi Zi pun langsung kembali ke sisi Nan Thian, menggantikan Nan Thian, menggendong tubuh Zi Zi yang sedang tidak sadarkan diri.
Nan Thian sendiri sudah menghilang dari posisinya, begitu Zi Zi berpindah ke tangan Kim Kim.
Saat muncul lagi Nan Thian sudah ada di hadapan pria itu.
Tanpa banyak cakap lagi, hanya terlihat dua berkas cahaya hitam dan putih menyambar kearah pria itu.
Pria itu buru buru membentuk perisai pelangi, menahan serangan Nan Thian.
"Pyaar..!"
Perisai pelindung energi pelangi hancur, dua sinar hitam putih menyambar kearah sepasang telapak tangan pria itu, yang terlihat sarat dengan energi pedang pelangi.
Begitu tersambar energi cahaya hitam putih, energi pedang pelangi buyar tak berbekas.
Pria itu berdiri mematung dalam posisi kuda kuda bertahan nya.
Separuh tubuhnya gosong, separuh lainnya berubah menjadi es beku.
Saat angin berhembus lewat, tubuh yang menjadi bekuan es, terlihat meluruk jatuh kebawah hancur menjadi butiran es kecil,.lenyap di telan bumi.
Sedangkan sisi tubuh yang lain langsung hancur menjadi abu yang melayang layang di udara.
Pria yang naas itu adalah Lang Ge Er, dia adalah pendosa yang di kurung di pulau pelangi.
Dia di kurung karena melakukan dosa fatal, mencuri pedang pelangi dan kitab pusaka energi pedang pelangi, juga menjadi penyebab tewasnya kedua gurunya yang juga merupakan orang tua angkat, yang membesarkan nya.
Kedua gurunya adalah ayah ibu kandung Wu Fei Hsia, gurunya Zi Zi.
Beberapa waktu yang lalu, dia berhasil melarikan diri, seluruh penghuni pulau pelangi berpencar mencari nya kemana mana.
Termasuk Fei Hsia dan muridnya Zi Zi.
Secara kebetulan Zi Zi yang menemukan Lang Ge Er bersembunyi di pulau ini.
Saat Zi Zi ingin pulang memberitahu gurunya, dia ketahuan.
Sehingga terjadilah pertarungan berat sebelah, Zi Zi bukanlah lawan Lang Ge Er yang sakti.
Dahulu sewaktu melawan Fei Yang di Xi Xia ilmu Lang Ge Er sudah di musnahkan.
Tapi berkat Tehnik pernafasan energi pelangi, Lang Ge Er bukan hanya berhasil memulihkan kesaktiannya.
Malah dia semakin hebat kekuatannya, karena ilmu pernafasan energi pelangi, bisa berkembang lebih maksimal setelah Dan Tian nya kosong.
Hanya berisi energi tunggal tersebut
Semua ini di lakukan oleh Lang Ge Er secara diam diam dan menjadi rahasia pribadinya.
Baru saat menemukan kesempatan, dia langsung menunjukkan kekuatan nya, lalu melarikan diri dari tahanannya.
Kini dia sedang naas bertemu dengan Nan Thian, semua usaha dan perjuangannya kandas.
Dia mati sia sia di tangan Nan Thian.