LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 98. Nafsu Makan Xiao Hu Yang Meningkat.


Perlahan Ling Yan mulai menyerap semua khasiat pil pemurni jiwa yang ia telan sebelumnya, aura petarung serta tenaga dalam kini menyeruak dan terlihat berputar-putar mengelilingi tubuh Ling Yan.


Dengan susah payahnya Ling Yan berusaha menekan aura petarung tersebut agar tidak menarik perhatian orang-orang disekitarnya, akan tetapi itu juga membuat dirinya kesulitan dalam memurnikan kekuatan jiwanya.


"Hah... dasar bocah bodoh, fokuslah pada pemurnian kekuatan jiwamu, biar aku dan api kehidupan yang menekan aura petarung mu itu." Ucap api abadi.


"Hei jangan lupakan aku." Sambut api sakral surgawi.


"Hehehe Terimakasih atas bantuan kalian." Ling Yan tersenyum lalu kembali melanjutkan kegiatan latihannya.


Didalam keheningan malam itu Ling Yan terus berlatih hingga matahari terbit di ufuk timur dan sudah berhasil memurnikan kekuatan jiwanya hingga seratus persen.


"Ugh.... sepertinya ada sesuatu yang memaksa keluar dari dalam tubuhku." Ling Yan merasakan tenaga dalam yang luar biasa akan menyeruak keluar dari dalam tubuhnya, dan setelah beberapa saat ledakan tenaga dalam milik Ling Yan tersebut akhirnya terjadi dan menandakan ia telah berhasil naik ke tingkat pendekar jiwa.


Seandainya saja ketiga api spiritual yang Ling Yan miliki tidak membantu untuk menekan ledakan tenaga dalam yang Ling Yan miliki, mungkin saja saat ini atap dari ruangan penginapan tersebut sudah hancur berantakan.


Perlahan Ling Yan lalu membuka kedua matanya sambil tersenyum puas pada apa yang baru saja ia lewati.


"Akhirnya, Tingkat pendekar jiwa."


Bertepatan dengan itu Xiao Hu yang tadinya sedang tertidur pulas di atas kasur kini terlihat menggeliat dan terbangun "Miao..."


"Eh kau sudah bangun ternyata, ini untukmu." Ling Yan memberikan sebuah inti kekuatan siluman api pada Xiao Hu dan seperti biasa ia langsung saja menghabiskannya dengan cepat, namun setelah inti kekuatan itu ia habiskan.


"Miao...." Xiao Hu memasang ekspresi wajah yang terlihat masih kelaparan seakan inti kekuatan siluman tadi tidak cukup untuknya.


"Eh... kau mau lagi?" Tanya Ling Yan pada Xiao Hu yang langsung di sambut anggukan kepala dari harimau kecil itu.


Ling Yan sedikit menggaruk kepalanya sejenak sebelum kembali memberikan sebuah inti kekuatan siluman lagi pada harimau kecil itu.


"Aneh, padahal biasanya jika Xiao Hu sudah menghabiskan sebuah inti kekuatan, dia pasti akan sudah kekenyangan, tapi hari ini Xiao Hu malah meminta lebih." Batin Ling Yan sambil menggaruk kepalanya.


Kali ini Ling Yan hanya menatap Xiao Hu yang saat ini sedang melahap makanannya. Xiao Hu memang terlihat sudah bertumbuh lebih besar dari pada sebelumnya, jika pada saat pertama kali Ling Yan bertemu dengannya ia masih sebesar seekor kucing kecil, maka saat ini dapat di lihat kucing kecil itu sudah bertumbuh sebesar kucing dewasa.


"Hmm kalau dilihat-lihat memang Xiao Hu sudah lebih besar daripada sebelumnya jadi wajar saja kalau porsi makanannya bertambah." Ucap Ling Yan.


"Grrr!" suara Xiao Hu sedikit berbeda.


Mendengar itu Ling Yan lalu tersadar. "Eh suara Xiao Hu...." Ling Yan sedikit terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar, dan setelah beberapa saat Ling Yan kembali mendengar suara geraman Xiao Hu.


"Grrr!"


Tak lama kemudian setelah Xiao Hu baru saja selesai dan menghabiskan sarapannya, terdengar sebuah suara ketukan dari balik pintu dan membuat Ling Yan sepontan bertanya.


Tok Tok tok


"Siapa disana?" Tanya Ling Yan tanpa membuka pintu karena saat ini ia sedang bersiap untuk memakai jubah hitamnya.


"Maaf tuan aku adalah pelayan, aku hanya ingin memberitahu kalau sarapan untukmu sudah di siapkan." Jawab pelayan itu.


"Hmm baiklah, terimakasih telah mengingatkanku, aku akan turun sebentar lagi, kau boleh pergi sekarang." Jawab Ling Yan.


Setelah Ling Yan mengatakan hal tersebut, suara pelayan tadi kini tak terdengar lagi yang menandakan ia telah pergi, dan setelah Ling Yan sudah selesai bersiap siap dengan penyamarannya, ia bersama dengan Xiao Hu kini berjalan keluar dari kamar itu menuju ruang makan di penginapan tersebut.


Sesampainya di ruang makan, Ling Yan tanpa pikir panjang langsung mendudukkan dirinya di meja makan yang telah di sediakan, dan terlihat ada beberapa orang pria yang juga sedang menyantap makanan di tempat itu.


Dengan indra pendengaran Ling Yan yang begitu tajam, Ling Yan dapat mendengar pembicaraan dari beberapa pria itu yang saat ini sedang membicarakan dirinya.


"Aku dengar-dengar kemarin ada seorang anak muda yang datang ke kota ini dan ia memiliki seekor binatang gaib tingkat satu." Ucap salah satu dari mereka yang langsung di sambut anggukan dari yang lainnya.


"Itu benar, aku dengar kemarin ada banyak sekali pendekar yang mengejar pemuda itu, tapi tidak ada seorang pun dari mereka yang kembali sampai saat ini." Sambut pria satu lagi.


"Hmm apa mungkin mereka semua sudah di habisi, mengingat tidak mungkin ada orang yang begitu bodoh dan berani terang-terangan menunjukkan seekor binatang gaib ditengah keramaian."


Mendengar perkataan pria itu Ling Yan kini merasakan telinganya begitu panas karena dikatai oleh pria tersebut.


"Hei kau ini ada-ada saja, mana mungkin seorang pemuda dapat mengalahkan lebih dari 30 orang pendekar berlian, seorang pendekar jiwa saja tidak bisa melakukannya apalagi pemuda itu, kecuali.... dia memiliki kekuatan seorang pendekar raja." Jawab seorang lagi.


"Hah.. sudahlah tidak usah berdebat lagi, yang jelas saat ini pemuda itu sudah menjadi incaran begitu banyak orang, terutama para pendekar jiwa, bahkan si pendekar Feng Yuan juga sedang mencari keberadaannya."


"Hahaha jika pemuda itu memang masih hidup dan bertemu dengan Feng Yuan, aku pastikan pemuda itu tidak akan selamat, karena tuan Feng sudah memiliki kekuatan pendekar Raja bintang 7."


Setelah perkataan pria itu, Ling Yan juga sudah selesai dengan sarapannya dan kini sudah mulai beranjak dari posisinya sambil mengumpat keras di dalam hati.


"Sial, bahkan seorang pendekar raja juga sedang mengincarku saat ini, jika saja Gu Xingyi tidak ingin menyelenggarakan lelang esok hari, mungkin aku sudah pergi dari kota ini." Umpat Ling Yan.


Sebenarnya jika Ling Yan tidak ingin mengikuti acara lelang itu, Ling Yan bisa saja pergi dari kota Bufeng sejak kemarin, namun mengingat Gu Xingyi sendiri yang mengundangnya, pasti dalam acara lelang tersebut ada sebuah barang lelang yang mungkin begitu berharga, dan Ling Yan tidak mungkin melewatkan acara lelang tersebut.