LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 36. Peninggalan Kakek Dua Bersaudara


"Ini kotak peninggalan kakek, dulu kakek berpesan agar aku membukanya pada saat berumur 7 tahun." Ucapnya.


"Jadi apakah kau sudah pernah membuka kotak itu, apa yang ada di dalamnya." Ucap Ling Yan.


"Hmm tidak ada apapun di dalamnya." Jawab Yu Fei sambil kembali membuka kotak kecil berwarna biru, "Lihatkan hanya sebuah kotak kosong." Sambungnya lagi sambil memperlihatkan kotak kecil yang kosong itu.


Ling Yan lalu mendekat dan memperhatikan kotak kecil itu dengan seksama, "Hmm benar-benar kosong, eh boleh aku periksa sebentar." Ling Yan lalu meraih kotak kecil itu.


"Kotak ini sedikit tebal, tapi mengapa didalamnya seperti.." Ling Yan lalu mencoba menggoyangkan kotak itu dan terdengar suara dari dalam kotak seperti benturan sebuah benda di dalamnya.


"Eh." Ling Yan lalu membalikkan kotak biru itu dan membuat sebuah penghalang berwarna hitam serta sebuah gulungan berwarna biru jatuh kelantai.


"Hmm kotak ini sebenarnya tidak kosong, tapi kakekmu menyembunyikan gulungan ini agar tidak dapat ditemukan oleh orang lain." Ucap Ling Yan lalu memungut gulungan biru itu.


Ling Yan lalu duduk di atas tempat tidur yu Qian dan menyuruh kedua bersaudara itu mendekat padanya.


"Kemari, aku akan membacakan isi gulungan ini pada kalian." Mendengar perkataan Ling Yan sontak Yu Fei mendekat dan juga Yu Qian yang kondisinya sudah sedikit membaik juga melakukan hal yang sama.


Ling Yan membuka gulungan itu dan membaca isinya, dan didalamnya terdapat sebuah tulisan yang cukup tebal bertuliskan.


TEKNIK PENGEMBANGAN BELADIRI TINGKAT BUMI, ILMU HALILINTAR BUMI


"Eh bukannya ini adalah gulungan yang dicari oleh penjahat-penjahat itu." Ucap Yu Fei.


"Kakak, ini kertas apa, mengapa para penjahat ingin memilikinya." Ucap Yu Qian polos.


"Hmm Qian'er.. kembalilah berbaring kau masih butuh istirahat, oh iya tadi aku membelikan pil obat untukmu." Ling Yan mengalihkan pembicaraan dan menyuruh Yu Qian beristirahat.


Setelah meminumkan obat pada Yu Qian, Ling Yan lalu mengajak Yu Fei keluar dan menyuruh Yu Qian beristirahat.


Dan sesampainya di luar gubuk "Kakak, sebenarnya apa yang ada di dalam gulungan itu, mengapa para penjahat ingin merebutnya." Yu Fei mengulangi perkataan adiknya.


Ling Yan menatap sejenak gulungan itu dan terlintas sebua fikiran di dalam benaknya.


"Teknik pengembangan ini setidaknya adalah teknik tingkat bumi, berarti kakek Yu Fei dulunya adalah seorang pendekar yang sangat hebat, tetapi apa yang membuatnya meninggal tanpa sebab."


"Kakak, mengapa kau melamun." Ucap Yu Fei.


"Eh, aku...Fei, apakah kau mau belajar beladiri." Ucap Ling Yan.


Mendengar perkataan Ling Yan ekspresi wajah Yu Fei langsung berubah antusias, "Apakah kakak mau mengajariku gerakan hebat yang seperti tadi." Ucapnya dengan mata yang berbinar.


"Benar aku akan mengajarimu kalau kau mau." Perkataan Ling Yan sontak di sambut dengan anggukan kepala dari Yu Fei.


Melihat ekspresi Yu Fei yang begitu bersemangat, Ling Yan menanggapinya dengan tersenyum. "Hmm tapi sebelum kau mempelajarinya, aku harus tau apa tujuanmu belajar beladiri." Ucap Ling Yan.


"Yu Fei ingin menjadi seorang pendekar yang sangat hebat, supaya bisa melindungi mereka yang lemah terutama juga melindungi orang-orang yang aku sayangi." Ucap Yu Fei bersemangat.


Ling Yan nampak tertegun melihat jawaban Yu Fei yang mantap dan tidak ada rasa keraguan didalam ekspresi wajahnya.


"Ling Yan, anak ini akan menjadi seorang pendekar hebat di masa depan, selain itu dia memiliki 2 elemen berbeda di dalam tubuhnya." Ucap api abadi.


"Hei, kau api abadi, bagaimana kau bisa merasakannya dan aku tidak." Ucap api kehidupan.


"Itu karena kau sama bodohnya dengan bocah ini." Ucap api abadi mengejek.


Mendengar perkataan api abadi, roh inti api kehidupan merasa jengkel, namun apalah daya, api abadi adalah api spiritual peringkat kedua dan bukan tandingannya.


Setelah beberapa saat, suara keduanya tidak terdengar kembali, "Baiklah Yu Fei aku akan mengajarimu semua yang aku ketahui, tapi sebelum itu aku akan memeriksa elemen yang kau miliki." Ling Yan lalu menyuruh Yu Fei mendekat.


Ia lalu menyentuh tangan anak itu dan mengalirkan tenaga dalam miliknya, dan seperti yang dikatakan oleh api abadi, Yu Fei memiliki 2 elemen berbeda yaitu elemen api dan petir.


"Ternyata benar." Ucap Ling Yan.


"Hmm kau memiliki 2 elemen berbeda sejak lahir, elemen api dan elemen petir, tapi pertama-tama kau harus memilih elemen apa yang ingin kau pelajari terlebih dahulu." Ucap Ling Yan.


"Aku tidak tau Yan gege, menurut Yan gege aku harus mempelajari yang mana." Ucapnya bingung.


"Hmm sepertinya pertama-tama kau harus memilih elemen petir, karena menurut analisaku, elemen petirmu lebih dominan daripada elemen api yang kau miliki." Ucap Ling Yan.


Sebenarnya yang dikatakan Ling Yan hanyalah sebuah alasan agar Yu Fei mempelajari elemen petir terlebih dahulu, karena ia tidak mungkin memberikan teknik ilmu jalan langit untuk Yu Fei pelajari.


"Baiklah besok pagi aku akan membantu membuka meridian kecilmu karena untuk saat ini tenaga dalamku terkuras setelah melawan para penjahat tadi." Ucap Ling Yan sambil menggaruk kepalanya.


Mendengar perkataan Ling Yan, Yu Fei menjadi begitu sangat bersemangat dan melompat kegirangan.


"Sepertinya aku akan tinggal di sini selama beberapa waktu untuk mengajari Yu Fei, dan untuk seterusnya aku harus membawa keduanya ikut bersamaku pulang, akan sangat berbahaya jika orang-orang sebelumnya datang lagi demi gulungan ini." Batin Ling Yan.


*****


Saat hari sudah menjelang malam, keadaan Yu Qian sudah sangat membaik, berkat pil penyembuh yang diberikan oleh Ling Yan, Yu Qian kini sudah kembali bersemangat dan sudah bisa berlari dan tertawa.


"Yu Qian kau masih baru pulih, jangan terlalu banyak bergerak." Ucap Ling Yan.


"Tidak Yan gege, sekarang aku merasa sangat baik, lihat aku sudah sehat." Yu Qian melompat-lompat dan memperlihatkan bahwa dirinya baik-baik saja.


Ling Yan hanya tersenyum menanggapi hal itu, kini kedua bocah itu sudah berganti pakaian dan sudah tidak terlihat seperti sebelumnya.


"Hmm tempat ini sudah tidak layak untuk di tinggali, bagaimana kalau kita pergi ke desa untuk menginap malam ini." Ucap Ling Yan.


Keduanya hanya mengangguk dan mengikuti Ling Yan, dan setelah beberapa saat berjalan, "Kakak aku ingin di gendong." Ucap Yu Qian imut.


"Eh." Ling Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebelum membungkukkan badannya dan menyuruh Yu Qian naik ke pundaknya.


"Wahhh Yu Qian jadi lebih tinggi dari kakak." Ucapnya kegirangan.


Sementara itu Yu Fei hanya terkekeh melihat tingkah adiknya yang kini sangat bersemangat.