
Kedua penjaga tersebut terlihat mengalihkan perhatiannya pada seorang pemuda dengan pedang di punggungnya serta seekor kucing yang tengah bersantai di dalam jubahnya.
"Siapa kau, apa yang kau inginkan." Tanpa pikir panjang salah satu dari penjaga itu langsung membuka suara dengan nada bicara yang cukup tinggi.
Ling Yan hanya tersenyum tipis menanggapi hal tersebut sebelum mengepalkan kedua tangannya ke depan dan berkata.
"Salam saudaraku, perkenalkan namaku Ling Yan, aku kemari bermaksud untuk mendaftar menjadi salah satu murid dari sakte seribu pedang." Ling Yan membungkuk sedikit sambil berkata dengan sopan.
Kedua penjaga tersebut memandang Ling Yan dari atas ke bawah lalu saling bertatapan sejenak.
"Kemari dan ikut denganku." Ajak salah satu penjaga tersebut sambil berjalan masuk ke dalam sakte.
Ling Yan tidak berkata apa-apa dan langsung saja mengikuti penjaga itu masuk kedalam, dan sesampainya ia di dalam, ia sedikit terpana dengan apa yang ia lihat.
Ternyata ada ratusan pemudanya yang seumuran dengannya yang juga sedang melakukan pendaftaran masuk dan mereka rata-rata memiliki kekuatan setara dengan pendekar perunggu dan perak hingga pendekar emas.
"Wahhh ramai sekali, ternyata ada banyak sekali orang yang ingin bergabung dengan sakte ini." Ling Yan memandang ke sekeliling dan mendapati ada beberapa orang yang sedang berjalan mengarah keluar dari pintu gerbang sambil tertunduk lesu.
"Eh mengapa mereka lesu begitu?" Ucapnya sepontan.
"Hmp mereka adalah orang-orang yang tidak dapat bergabung karena tidak lolos dalam seleksi, karena hanya orang yang memiliki kekuatan pendekar perunggu tingkat 9 lah yang akan diterima oleh sakte kami." Jawab penjaga itu sambil mencoba mengukur kekuatan yang dimiliki oleh Ling Yan namun iya tidak dapat melihat apapun.
"Baiklah aku hanya bisa mengantarkanmu sampai di sini, pergilah dan daftarkan datamu disana lalu sisanya itu tergantung dari kemampuanmu, karena hanya akan ada 200 orang yang berbakat yang akan diterima." Penjaga itu langsung saja berbalik pergi meninggalkan Ling Yan.
"Terima kasih senior!!" Ling Yan tersenyum sambil berjalan ke arah meja pendaftaran.
Sementara penjaga itu, "Heh dia memanggilku senior seakan ia sudah pasti menjadi salah satu dari mereka yang berhasil lolos, tenaga dalamnya saja tidak ada, dasar sampah." Penjaga itu bergumam sendiri.
Awalnya Ling Yan sebenarnya hanya ingin menyembunyikan tenaga dalamnya hingga setara dengan kekuatan pendekar perak, akan tetapi karena keempat api spiritual yang ia miliki juga ikut menekan tenaga dalamnya, kini hanya orang dengan persepsi jiwa yang sangat tinggilah yang dapat mendeteksi kekuatannya yang saat ini setara dengan pendekar perak.
Sementara kekuatannya yang asli tidak akan ada seorangpun yang dapat mendeteksi atau mengetahuinya kecuali dia sendiri atau orang itu sudah memiliki kekuatan diatas pendekar suci ataupun orang tersebut juga memiliki api spiritual di dalam tubuhnya.
Ling Yan kini sudah berada di antara beberapa orang yang juga sedang mengantri untuk pendaftaran pertama dan didepannya hanya tinggal beberapa orang lagi sebelum gilirannya.
Namun saat hanya tinggal 7 orang lagi yang berada di depan Ling Yan, tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaknya yang sontak membuatnya membalikkan badannya pada orang itu.
Ling Yan kini mendapati pemuda yang sepertinya seumuran dengan dirinya. Dari wajah dan penampilan yang sedikit lusuh dari pemuda tersebut, Ling Yan dapat menyimpulkan bahwa pemuda itu pasti salah satu dari penduduk kota Heihan yang ekonominya tidak terlalu baik.
"Halo sobat kau ingin mendaftar juga ya." Ucap pemuda itu basa-basi.
"Hmm ya begitulah." Ling Yan sedikit melirik ke arah belakang dan mendapati kalau pemuda tersebut adalah pemuda terakhir dari antrian itu.
"Sepertinya kau peserta terakhir yang akan mendaftar." Tuturnya.
"Itu benar, para penjaga itu sekarang sudah menolak untuk menerima peserta lain sekarang." Pemuda itu hanya tersenyum tipis.
"Oh iya aku belum tau namamu." Belum sempat Ling Yan memberitahukan namanya, tiba-tiba saja.
"Selanjutnya!!" Panggil salah satu murid yang mengurus area pendaftaran.
Pemuda itu hanya mengangguk mengerti dan mengikuti kemana Ling Yan berjalan.
Ling Yan pun mulai menuliskan namanya dan terlihat di atas kertas tersebut sudah berada pada nomor urut 1357 yang menandakan ada lebih 1000 orang pendekar muda yang sudah mendaftar.
"Ohhh ternyata kau bernama Ling Yan, kau pasti berasal dari kota Teratai bukan?." Ucap pemuda dibelakang Ling Yan.
Ling Yan hanya tersenyum tipis dan tidak mempermasalahkan ataupun terkejut dengan apa yang diketahui oleh pemuda itu, karena Klan Ling memanglah Klan yang sudah sangat lama tinggal di kota Teratai.
Tak lama kemudian pemuda tersebut pun maju ke depan dan menuliskan namanya sebagai peserta yang terakhir.
Ling Yan dapat melihat pemuda tersebut menuliskan namanya sebagai Shuyang tanpa ada marga keluarga apapun didepan namanya.
Ling Yan hanya menatap datar kedepan sebelum membalikkan badannya ke tempat seleksi selanjutnya yang terlihat ada sebuah batu besar berwarna biru kehijauan disana.
"Hei Ling Yan tunggu aku." Teriak pemuda bernama Shuyang itu.
Ling Yan tidak menghentikan langkahnya dan tetap terus berjalan kedepan hingga Shuyang berhasil menyusulnya dan berdiri tepat disampingnya.
"Hahh kau ini kenapa meninggalkanku seperti itu." Shuyang berkata sedikit lesu sejenak sebelum kedua matanya tertuju pada sebuah pedang di punggung Ling Yan.
Walaupun Ling Yan tidak melihat ke arah Shuyang yang sedang melihat ke arah pedangnya, namun Ling Yan mengetahui hal tersebut.
"Aku lihat kau tidak membawa pedang, apakah kau melatih teknik bertarung tangan kosong." Ling Yan bertanya dan langsung membuat Shuyang tersadar.
"Ahaha bukan seperti itu teman, walaupun aku tidak memiliki pedang, tapi tetap saja aku melatih ilmu pedang saat latihan teknik bertarung. Tapi karena aku tidak mempunyai pedang jadi aku hanya menggunakan ranting pohon sebagai alat latihanku." Shuyang berkata sambil tersenyum.
Ling Yan sedikit terkejut dengan metode latihan yang dilakukan oleh Shuyang dan tidak tahan untuk melontarkan pertanyaan yang ada di dalam benaknya.
"Tunggu, jika kau menggunakan ranting pohon untuk melatih teknik pedangmu, bagaimana caramu mengalirkan tenaga dalam pada ranting pohon yang sangat rapuh itu." Tanya Ling Yan sedikit penasaran.
"Rapuh? hahaha ayolah teman ranting pohon tidaklah serapuh itu, yahhh walaupun aku memang sudah menghancurkan ratusan bahkan ribuan ranting pohon, tapi sekarang aku sudah bisa mengendalikan tenaga dalam ku lebih baik dan sudah tidak merusak terlalu banyak ranting pohon lagi." Jawab Shuyang.
Ling Yan sedikit tertegun serta kagum dengan apa yang di ucapkan oleh pemuda yang baru saja ia kenal itu, karena jika pemuda tersebut bisa mengalirkan tenaga dalam pada ranting pohon tanpa menghancurkannya maka pemuda itu pasti sudah mencapai pengendalian tenaga dalam yang berada di atas Ling Yan.
Ling Yan lalu menghentikan langkahnya sejenak dan mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin natnya.
Pedang tersebut ia dapatkan dari cincin nat Bai Lee dari pertarungan sebelumnya.
Walaupun pedang tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pedang darah api yang ia miliki, namun pedang tersebut juga termasuk pedang kualitas menengah yang hampir setara dengan pedang milik Xui.
Shuyang yang melihat Ling Yan menghentikan langkahnya pun ikut berhenti, dan betapa terkejutnya ia saat Ling Yan langsung melemparkan pedang yang ada ditangannya tersebut ke arahnya.
Sontak saja Shuyang menangkap pedang tersebut lalu menatap Ling Yan dengan tatapan mata yang sedikit bingung.
"Teman, ini......"