LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 235. Seimbang.


Keduanya saling bertatapan sejenak sebelum mengangguk secara bersamaan.


"Kalau begitu kita sudah sepakat." Setelah mengatakan itu, keduanya kini kembali mengalihkan pandangan ke arah arena.


Kedua murid inti yang saat ini berada di atas arena sudah mulai bersiap dengan posisi mereka masing-masing dengan pedang yang sudah ditarik dari sarungnya


Tatapan antara kedua petarung terlihat begitu dingin tanpa adanya salah satu diantara mereka yang berkedip, serta aura petarung yang sudah mulai keluar dari dalam tubuh keduanya.


"Aura kekuatan yang di keluarkan oleh mereka berdua lebih besar daripada pertarungan antara Ling Yan dan Lui Yang tadi." Ucap salah seorang murid berpendapat.


"Benar, ini adalah aura petarung yang luar biasa." Tidak ada yang membantah pendapat kedua murid tersebut, karena pada saat pertarungan antara Ling Yan dan Lui Yang, Ling Yan memang menekan aura petarung yang ia miliki hingga setingkat dengan Lui Yang.


Setelah bertatap muka dalam beberapa waktu, bertepatan dengan teriakan Zhao Zhang yang memulai pertarungan, keduanya langsung melesat dengan pedangnya hingga kedua pedang tersebut beradu dan menciptakan sebuah suara yang cukup keras di susul dengan suara dentingan pedang yang lain.


Ting!!!!


Ting! Ting!Ting!!


"Cepat!" Para murid terlihat tidak dapat berkata-kata saat pertarungan tersebut berlangsung dengan tempo yang sangat cepat, padahal belum ada dari keduanya yang menggunakan tenaga dalam.


"Kekuatan mereka berdua seimbang." Ucap Ling Yan yang melihat pertarungan tersebut dari sudut arena.


"Dua walet kembar!!!" Kedua murid inti itu berteriak bersamaan menggunakan sebuah teknik pedang yang sama persis.


Teknik pedang walet kembar ini adalah teknik pedang yang sangat umum di sekte seribu pedang karena merupakan salah satu teknik pedang yang di ajarkan pertama kali kepada semua murid sekte.


Zhao Zhang yang mengawasi pertarungan keduanya terlihat tersenyum manis saat mendapati kedua murid sekte itu sudah menguasai teknik pedang walet kembar dengan sempurna.


Berselang beberapa saat kemudian, kedua Petarung yang berada di atas arena akhirnya mulai mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan menggunakan teknik pedang mereka masing-masing.


"Pedang penakluk iblis!!!"


"Petir pengoyak langit!!!"


Kedua pedang yang sudah di alirkan tenaga dalam itu kini bertabrakan dan membuat efek serangan yang cukup kuat. Kedua murid inti pun terpaksa mundur mengambil jarak beberapa langkah sebelum akhirnya kembali bersiap dengan kuda-kuda masing-masing.


"Kau kuat!!! tenaga dalam kita seimbang." Ucap Han Fung.


"Kau juga begitu, sepertinya sudah waktunya menggunakan pengalaman bertarung yang aku miliki." Jawab Wang Zu.


Mu Beiyan dan Li Guang yang berada di atas arena terlihat tersenyum kembali mendapati pertarungan antara kedua muridnya yang sengit dan sangat sulit untuk melihat siapa di antara mereka yang lebih unggul.


"Nampaknya pertarungan ini akan menjadi semakin lama." Ucap Mu Beiyan sambil melirik ke arah Li Guang.


"Tentu saja, kekuatan keduanya terlihat sangat seimbang." Angguk Li Guang.


Han Fung tersenyum tipis sebelum merubah wajahnya menjadi begitu serius sama seperti Wang Zu yang kini sudah mulai mengalirkan tenaga dalam.


Padang keduanya kembali bertemu dan kecepatan pertarungan mereka menjadi semakin cepat dan terus menerus bertambah kuat.


Keduanya silih berganti mendaratkan pukulan atau tendangan pada tubuh lawannya, serta beberapa sayatan pedang pada tubuh mereka masing-masing.


Elemen petir dan elemen api kini menyelimuti pedang kedua murid inti tersebut karena keduanya memang memiliki 2 jenis elemen yang sama.


"Teknik Pedang petir api!!! Kilatan api membara!!!" Teriak Wang Zu dengan kecepatan serangannya yang mengarah kepada Han Fung.


Han Fung yang melihat teknik bertarung milik Wang Zu dengan cepat mengalirkan tenaga dalam yang sangat besar pada pedangnya


"Ini teknik terkuat milik Wang Zu, aku harus menahannya." Batinnya.


"Teknik pedang petir api!!! Pusaran api petir!!!"


Pada saat kedua pedang itu bertemu, Wang Zu dan Han Fung yang tidak dapat menahan pedang mereka terpaksa melepaskan pegangan mereka pada pedangnya masing-masing.


Pedang yang terlepas dari tangan mereka itu terlempar jauh dan melayang di udara sebelum berakhir menancap pada sudut kanan dan sudut kiri arena.


"Wah pedang mereka berdua terlempar!!!" Ucap para murid yang menonton.


Sementara Han Fung dan Wang Zu tetap melanjutkan pertarungan mereka menggunakan tangan kosong.


Semua orang yang menonton pertarungan tersebut tidak dapat berhenti berdecak kagum karena di antara pertarungan sebelumnya tidak ada yang sesengit pertarungan ini.


30 jurus telah di keluarkan oleh keduanya dan pertarungan tersebut sudah hampir mencapai batas mereka.


Kedua murid itu terlihat sudah mulai begitu kelelahan dan tenaga dalam mereka sudah terkuras sangat banyak.


Tak lama kemudian kedua murid itu kembali saling menyerang menggunakan sisa-sisa tenaga dalam mereka dan pertarungan kedua murid tersebut akhirnya berakhir dengan seimbang.


Han Fung dan Wang Zu kini berakhir tumbang secara bersamaan setelah mendaratkan sebuah pukulan pada wajah lawannya.


"Seimbang!!! kekuatan mereka seimbang!!" Ucap seorang murid yang memecah keheningan.


Sementara itu di tempat duduk para jagoan sekte.


"Sepertinya taruhan ini tidak ada pemenangnya." Ucap Wu Ya sambil mengangkat kedua bahunya.


Sementara Mu Beiyan terlihat tersenyum manis karena walaupun Han Fung tidak berhasil memenangkan pertarungan tersebut, ia masihlah memiliki keunggulan satu kali kemenangan dari Li Guang.


"Hahaha itu tidak masalah bagiku, karena dengan hasil ini, itu berarti murid-murid yang aku ajari selama berada di sekte seribu pedang masih unggul satu kali kemenangan dari murid pak tua yang duduk di sebelahmu."


Mu Beiyan tersenyum mengejek sambil bergerak mengambil kembali pil penembus bintang 7 nya dan memasukkannya kembali kedalam cincin.


Sementara Li Guang terlihat begitu kesal dengan ejekan yang di lontarkan padanya tadi.


"Dasar bajingan tua, mengapa setiap tahun kau terus menerus mengungkit kemenangan Yan Shiki itu, ini bahkan sudah kesembilan kali kau mengungkit kemenangannya." Ucap Li Guang kesal sambil menunjuk marah ke arah Mu Beiyan.


Sementara Wu Ya yang kembali mendapati kedua pria tua tersebut mulai bertengkar, terlihat menggelengkan kepalanya lagi sambil menghela nafas panjang.


"Haihhhhh..... mereka berdua bahkan tidak ada yang khawatir pada murid mereka."


Sementara itu di atas arena, setelah pertarungan antara Wang Zu dan Han Fung, para murid inti yang lain terlihat tidak ada lagi yang bergeming untuk melakukan tantangan.


Zhao Zhang yang melihat itu tentu cukup terkejut, karena baru kali ini hal semacam ini terjadi.


"Apakah tidak ada murid inti yang ingin menantang peringkat atas." Ucap Zhao Zhang.


Ling Yan sebenarnya bisa saja melakukan tantangan tersebut, tetapi ia tentu saja tidak akan melakukan hal itu karena ia berniat menyimpan tenaganya untuk menantang Wu Ya dalam pertarungan pemahaman ilmu pedang.


Sementara itu, Wu Ya yang berada di tempat duduknya terlihat mulai bangkit sambil berkata.


"Sepertinya aku akan melakukan tugasku lebih awal. Ucapnya sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Wu Ya akhirnya turun ke arena.


"Dari sini biar aku yang mengambil alih." Ucap Wu Ya kepada Zhao Zhang.


Zhao Zhang terlihat menatap ke arah Zhao Yun Zhi yang berdiri tidak jauh dari arena sebelum mengangguk mengerti lalu turun dan kembali menuju tempat duduknya.