LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 40. Akhirnya Kembali


Ling Yan bersama dengan kedua adik angkatnya kini sudah hampir sampai di kediaman Klan Ling, ketiganya sudah dapat melihat gerbang Klan Ling sudah ada di depan mata.


Tidak ada satupun penjaga gerbang yang menahan ketiganya memasuki kediaman Klan Ling, karena Ling Yan masih memiliki kalung lencana anggota keluarga Ling di lehernya.


Dan saat ketiganya sudah memasuki kediaman Klan Ling, Ling Yan beserta kedua adik angkatnya segera menjadi pusat perhatian karena saat ini ketiganya sedang memakai topeng.


"Kakak, mengapa mereka semua terlihat sedang memperhatikan kita." Ucap Yu Fei.


"Hmm mungkin karena kita memakai topeng mainan ini." Ling Yan sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


FLASHBACK ON


Saat ketiganya sudah memasuki wilayah Klan Ling, perhatian Yu Qian tiba-tiba teralihkan oleh pedagang yang menjual topeng mainan berbentuk topeng siluman.


"Kakak Yu Qian mau topeng." Ucap Yu Qian yang saat ini sedang berada di pundak Ling Yan.


"Topeng?." Ling Yan lalu mengalihkan pandangannya dan benar saja di sekitar tempatnya sekarang ada seorang pedagang yang berjualan topeng mainan wajah siluman disana.


"Yu Qian, kita sebentar lagi akan sampai, untuk apa kau membeli topeng." Ucap Yu Fei.


"Tapi kakak, aku mau pakai topeng." Ucap Yu Qian merengek.


"Hmm baiklah, kita akan beli topeng sekarang." Ucap Ling Yan tersenyum lalu berjalan menuju tempat pedagang itu.


"Ada bagusnya juga aku memakai topeng saat memasuki kediaman klan nanti, jadi mereka tidak akan mengenaliku secara langsung dan tidak akan mengejekku sampah saat kembali." Batin Ling Yan pelan.


Flashback off


Seperti dugaan Ling Yan sebelumnya, orang-orang yang sedang menatapnya saat ini tidak dapat mengenali Ling Yan yang sedang memakai topeng.


Ling Yan terus melangkahkan kakinya ke depan dan saat ini ketiganya sudah berada di depan kediaman kedua orang tuanya. "Kita sudah sampai." Ucap Ling Yan.


"Ayah ibu, akhirnya aku kembali." Batin Ling Yan.


Ling Yan lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam kediamannya di ikuti oleh Yu Qian yang masih berada di pundak Ling Yan dan juga Yu Fei yang sedang berjalan di belakangnya.


Saat memasuki kediamanya, Ling Yan mendapati ibunya yang sedang duduk dengan tatapan mata yang kosong dan menghadap ke depan, akan tetapi ia tidak bisa melihat ayahnya disana.


Perlahan Ling Yan menurunkan Yu Qian dari pundaknya lalu berjalan mendekati ibunya yang masih tidak menyadari kedatangannya, dan berselang beberapa saat Ling Yan beserta dua bersaudara sudah sampai di depan Ling Yue.


Menyadari kehadiran seseorang di depannya, Ling Yue kemudian mengangkat kepalanya dan menemukan seorang pemuda beserta 2 orang bocah cilik tengah berdiri di hadapannya.


"Eh siapa kalian." Ucapnya terkejut.


"Ibu, ini aku putramu, aku sudah pulang." Ucap Ling Yan.


Ling Yue lalu dengan cepat mengenali suara khas putranya itu, dan beberapa saat kemudian Ling Yan lalu membuka topeng yang menutupi wajahnya dan kini wajah yang sangat di rindukan oleh ibunya itu terpampang jelas di depannya.


"Li Ling Yan, benarkah ini adalah kau.." Ling Yue sudah tidak bisa menahan lagi air matanya saat melihat wajah putranya yang saat ini sudah ada di hadapannya.


"Yue'er ayo masuklah makan siang sudah..." Ling San yang baru saja selesai menyiapkan makan siang dan berencana untuk memanggil istrinya makan kini sangat terkejut melihat Ling Yan sudah berada di depannya sekarang.


"Ling Yan kau kau kembali." Ucap Ling San.


Berselang beberapa lama sebuah pukulan keras disertai dengan tenaga dalam seorang pendekar berlian mendarat di kepala Ling Yan dan berhasil membuatnya mengaduh kesakitan.


Seandainya saja kualitas tulang Ling Yan belum naik ke tingkat tulang harimau besi, sudah pasti Ling Yan akan menderita geger otak saat itu juga.


"Dasar anak bodoh, mengapa kau baru pulang hari ini, ini sudah melewati batas waktu yang kau janjikan, kau membuat kami sangat khawatir tau." Ucap ibunya dengan penuh rasa kesal setelah mendaratkan pukulan keras pada kepala Ling Yan.


"Aduh sakit ibu, maaf maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Ling Yan yang berusaha menahan pukulan ibunya namun tidak berhasil.


Ling Yue terus memukuli putranya hingga rasa kesalnya habis, "Aduh ibu sungguh tega." Ucap Ling Yan.


Tak pernah sedikitpun terlintas di benak Ling Yan bahwa kesan pertama yang akan ia dapatkan saat pulang kerumah adalah mendapatkan pukulan keras dari ibunya.


Tak lama kemudian Ling Yue lalu membantu putranya berdiri lalu tanpa pikir panjang ia langsung memeluknya erat melepaskan semua kerinduannya.


Kedua bersaudara beserta Ling San hanya bisa tersenyum canggung melihat kejadian itu, dari adegan memukul hingga berakhir berpelukan.


Berselang beberapa saat Ling Yue lalu menyadari kehadiran dua bocah bersaudara yang saat ini hanya tersenyum tipis dihadapannya.


"Eh, siapa kedua bocah ini." Ucap Ling Yue.


"Ibu, bisakah kau mengobati lukaku dulu sebelum bertanya." Setelah mengatakan itu Ling Yan lalu jatuh pingsan.


*****


Perlahan Ling Yan mulai sadar dan membuka kedua matanya dan mendapati dirinya sedang berbaring di atas tempat tidurnya, samar-samar ia dapat melihat ayahnya sedang duduk dan berusaha mengobati lukanya.


Melihat Ling Yan mulai sadar dari pingsannya, Ling San lalu tersenyum menatap lekat putranya, "Kau sudah sadar." Ucap Ling San.


"Aduh, ah ibu tega sekali memukuliku saat aku baru saja pulang." Ucap Ling Yan.


"Hahaha maafkan ibumu, dalam 3 bulan terakhir ini bukanlah hal yang mudah untuknya." Ucap Ling Yan lalu memberikan pil penyembuh pada Ling Yan.


"Kak Ling Yan, kakak sudah sadar." Ucap Yu Fei dan Yu Qian khawatir dan langsung masuk ke dalam kamar Ling Yan.


"Ling Yan, bisakah kau jelaskan tentang mereka berdua." Ucap Ling Yue yang beru saja ikut masuk ke dalam kamar Ling Yan.


*****


Sementara itu di kediaman tetua kedua Klan Ling, Ling Feng yang sedang berlatih mengumpulkan energi alam merasa sedikit terganggu dengan kehadiran seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.


Tok tok tok tok tok!!!


"Apakah kau tidak bisa mengerti kalau saat ini aku sedang berlatih." Ucap Ling Feng lalu keluar dan memasang wajah marah pada orang itu.


"Ketua, baru saja aku mendengar kalau Ling Yan anak dari tetua pertama sudah kembali dari dalam hutan kegelapan." Ucap salah satu anak buahnya.


"Apa si sampah itu sudah kembali, hmm bagus, kalau begitu aku akan pastikan ia meminta ampun padaku pada hari upacara kedewasaan Klan Ling nanti hahaha." Ucap Ling Feng sombong.


Sementara itu Ling Xuilan yang kebetulan lewat dan tidak sengaja mendengar pembicaraan Ling Feng dan anak buahnya, langsung berlari ke arah kediaman Ling Yan.


"Kak Ling Yan sudah pulang, apakah itu benar." Gumamnya sambil terus berlari dengan tergesa-gesa.