
Mendapati aura petarung yang begitu kuat, Ling Yan menyuruh Xui, Qianlin, dan juga Shuyang untuk mundur dan berlindung di belakang Jin Yuan.
Setelah itu, Ling Yan kemudian menekan aura petarung tersebut dibantu oleh akar roh surgawi serta api abadi, hingga membuat Jiang Zhu merasakan tenaga dalam yang begitu melimpah dari dalam tubuh Ling Yan.
Ling Yan sekalipun tidak pernah mengeluarkan energi yang begitu kuat kepada orang yang ada dihadapannya, karena ia juga tahu sedari awal Jiang Zhu tidak memiliki keinginan apalagi aura pembunuh dari dalam dirinya.
"Anak ini....dia masih berada di tingkat pendekar suci bintang 2, tapi bagaimana mungkin ia memiliki tenaga dalam yang lebih banyak dariku?" Batin Jiang Zhu sebelum menarik kembali aura petarungnya, dan tentu saja Ling Yan juga melakukan hal yang sama.
Jiang Zhu kemudian menghela nafas panjang sebelum berkata.
"Anak muda, aku akui kau adalah orang yang sangat berbakat, aku juga sebenarnya tidak memiliki keinginan ataupun kemampuan untuk memaksamu, tapi.... aku benar-benar membutuhkan ginseng kehidupan itu untuk masalah latihan yang sedang aku alami." Ucap Jiang Zhu dengan jujur.
Ling Yan yang mengerti hal itu nampak tersenyum tipis dan mengerti kesulitan yang sedang di hadapi oleh Jiang Zhu, karena dengan bantuan api spiritualnya, Ling Yan bisa melihat, kalau saat ini Jiang Zhu sudah berada di tingkat yang sama dengan Zhao Zhang fan sebentar lagi akan naik ke tingkat pendekar bumi.
"Jika senior Jiang berkenan, apakah aku bisa memeriksa keadaan tubuh senior terlebih dahulu, mungkin aku bisa membantumu untuk menyelesaikan masalah yang sedang mengganggu latihanmu." Ucap Ling Yan.
Namun Jiang Zhu segera menggelengkan kepalanya menolak, karena ia tahu betul kondisi tubuhnya dan itu tidak mungkin dapat diketahui oleh orang lain. Tetapi setelah mendengar suara dari telepati milik Ling Yan.
"Aku tahu saat ini senior Jiang Zhu memiliki masalah pada saat akan naik ke tingkat selanjutnya bukan?"
Jiang Zhu hampir tersedak nafasnya sendiri saat mendengar Ling Yan dalam telepatinya.
"Sepertinya ini bukan tempat yang bagus untuk membicarakan hal seperti ini, akan lebih baik jika aku menjamu senior sambil membicarakannya berdua."
Beberapa saat kemudian, Jiang Zhu akhirnya mengangguk dan mengikuti Ling Yan bersama teman-temannya. Walaupun ia masih sedikit ragu karena Ling Yan masih terbilang muda, tetapi tidak ada salahnya ia mencoba percaya kepada pemuda yang sudah ia anggap jenius di matanya itu.
Shuyang, Xui, dan juga Qianlin sontak mendekat ke arah Ling Yan yang berjalan di depan dan bertanya padanya tentang orang tua yang baru saja berbicara dengan Ling Yan itu.
"Kak Ling Yan, sebenarnya siapa orang itu? Sepertinya dia memiliki kekuatan yang sangat besar."
"Itu benar, bahkan aku yang tidak mendapatkan tekanan aura petarungnya secara langsung pun merasa sedikit merinding saat merasakannya." Sahut Qianlin.
"Dia tidak memiliki rencana jahat pada kita bukan?" Tambah Shuyang lagi sambil sedikit melirik ke arah Jiang Zhu.
Tetapi pada saat pandangannya tertuju pada Jiang Zhu, tanpa sengaja pandangan keduanya bertemu dan membuat Shuyang seketika memalingkan pandangannya dengan cepat disertai sedikit keringat dingin.
Lain halnya dengan Jin Yuan, boneka roh itu nampak terus mengawasi Jiang Zhu dengan tatapan dingin yang memang tidak pernah berubah darinya.
"Dia adalah seorang peracik obat yang cukup terkenal di kekaisaran wei, ahli peracik Jiang Zhu, walaupun tidak sekuat guru, tetapi di kekaisaran wei tidak ada lagi peracik obat tingkat 7 yang memiliki kekuatan pendekar suci bintang 9 selain dirinya." Jawab Ling Yan.
Jiang Zhu yang sedikit banyak mendengar percakapan mereka walaupun berbisik terlihat mengerutkan dahinya saat Ling Yan menyebut bahwa dirinya tidak lebih kuat dari gurunya.
Sesampainya di rumah makan paling besar di ibukota kekaisaran Wei, Ling Yan tanpa pikir panjang langsung memesan dua ruangan VIP dengan harga 5 koin emas.
"Kalian bertiga makanlah lebih dulu di ruangan lain, aku dan senior Jiang Zhu ingin membahas beberapa hal penting berdua saja." Ucap Ling Yan kepada teman-temannya.
Walaupun ketiga muda-mudi itu juga sangat penasaran dengan apa yang akan keduanya bahas, tetapi karena tidak ingin mengganggu percakapan penting tersebut, mereka bertiga hanya bisa mengangguk mengerti dan tidak bertanya lebih lanjut.
Setelah memasuki ruangan masing-masing, kini Jiang Zhu dan Ling Yan duduk berhadapan tanpa ada satupun dari mereka yang membuka percakapan lebih dulu.
Dan setelah beberapa saat, seorang gadis pelayan rumah makan itu datang membawa 2 botol arak dan beberapa makanan berupa daging yang sebelumnya telah dipesan oleh Ling Yan.
"Terimakasih." Ling Yan menyodorkan 3 keping perak kepada pelayan tersebut sebelum akhirnya pelayan itu keluar dari dalam ruangan.
Beberapa saat setelah pelayan itu pergi, Ling Yan lalu bergerak membuka topengnya, sebelum menuangkan arak kedalam cangkir milik Jiang Zhu tetapi tidak menuangkan arak pada cangkirnya sendiri.
Jiang Zhu yang kali ini melihat wajah Ling Yan bisa menilai kalau pemuda di hadapannya setidaknya berumur 20 atau 22 tahun, tetapi perkiraannya itu sepertinya terlalu jauh dari kenyataan yang sebenarnya.
"Kau tidak minum arak?" Tanya Jiang Zhu yang mengira kalau Ling Yan setidaknya berumur 20 tahun.
"Junior masih berumur 16 tahun senior, butuh beberapa bulan lagi sebelum diriku bisa meminumnya." Jawab Ling Yan membuat Jiang Zhu hampir tersedak oleh arak yang baru saja ia teguk.
"Apa!! 16 tahun!! Kau jangan membohongi orang tua sepertiku." Jawab Jiang Zhu tidak percaya.
"Aku tidak sedang berbohong senior, aku memang baru berusia 16 tahun." Jawab Ling Yan datar.
Jiang Zhu yang masih tidak percaya akhirnya meraih pergelangan tangan Ling Yan dan memeriksa nadinya, dan alangkah terkejutnya ia pada saat mendapati kualitas tulang Ling Yan yang begitu tinggi bahkan lebih tinggi dari miliknya.
"Tulang dewa naga!! Anak muda, bagaimana bisa kau...." Ucapan Jiang Zhu tertahan, sementara Ling Yan hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ling Yan awalnya tidak ingin membiarkan Jiang Zhu memeriksa nadinya karena khawatir Jiang Zhu dapat merasakan kehadiran akar roh surgawi yang ia miliki.
Tetapi karena Jiang Zhu bergerak lebih cepat, Ling Yan akhirnya membiarkan hal tersebut agar tidak membuat Jiang Zhu curiga sambil memerintahkan ketujuh api spiritualnya untuk menyembunyikan hal tersebut.
Jiang Zhu kembali menghela nafas panjang sambil berkata.
"Haih... Ini adalah pertama kalinya aku menemukan seorang jenius sejati sepertimu." Ucap Jiang Zhu yang kini mulai mengerti mengapa fisik Ling Yan terlihat lebih dewasa dari pada yang sebenarnya.
"Senior Jiang Zhu terlalu berlebihan, aku bukanlah seorang jenius, melainkan hanya seorang pemudanya yang sedikit beruntung." Jawab Ling Yan merendah.
Jiang Zhu sedikit menyesal karena pada saat pertama kali bertemu dengan Ling Yan, ia malah mengeluarkan aura petarungnya untuk menekan pemuda itu.