
Malam hari pun tiba, namun Ling Yan terlihat masih berkutat dengan tungku dan bahan obat yang saat ini ada di depannya.
"Boommm!!!" Untuk kesekian kalinya, Ling Yan kembali meledakkan tungku obat dan kembali gagal.
"Hah... hah... hah... gagal lagi... aku sampai kehabisan tenaga dalam ku." Ling Yan sampai kehabisan nafasnya juga.
Ling Yan lalu mengeluarkan sebuah pil pengembali tenaga dalam dan langsung menelannya sambil menggunakan teknik ilmu jalan langit.
"Huh......" Ling Yan menghembuskan nafas pelan setelah mengisi kembali tenaga dalam yang ia miliki.
"Mungkin sebaiknya aku melanjutkan latihan besok pagi, lebih baik malam ini aku mengistirahatkan tubuh agar pikiranku bisa terbuka besok." Gumam Ling Yan yang kini memasukkan kembali tungku obatnya kedalam cincin nat.
Ling Yan lalu menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan melesat menuju kediaman murid luar yaitu tempat tinggalnya saat ini. Dan sesampainya di sana, Ling Yan kini disambut oleh Shuyang yang tengah berlatih ilmu pedang menggunakan ranting kayu.
"Hiah......" Dengan gerakan yang sangat mantap, Shuyang memperagakan teknik pedangnya sambil mengalirkan tenaga dalam pada pedang itu.
"Bilah pedang petir!!!" Sebuah bilah pedang petir melesat cepat dan menyambar sebuah batu yang menjadi sasaran latihan Shuyang.
Pada saat bilah pedang petir milik Shuyang mengenai batu tersebut, serangan Shuyang itu seketika membuat bekas efek serangan yang cukup dalam tepat di tengah batu itu.
Ling Yan sampai membulatkan matanya dan tidak bisa berhenti berdecak kagum dengan serangan yang dilakukan oleh Shuyang barusan, apalagi alat yang dia gunakan saat ini untuk berlatih adalah sebuah ranting kayu biasa.
"Menggunakan sebatang ranting kayu saja ia bisa menciptakan efek serangan seperti itu, bagaimana jika ia menggunakan pedang asli." Batin Ling Yan kagum.
Memang Ling Yan memiliki kekuatan yang jauh berada di atas Shuyang, akan tetapi tetap saja, dalam hal penggunaan tenaga dalam, Shuyang masih berada jauh di atasnya.
Seperti itulah dunia persilatan, terkadang kekuatan memang bisa menjadi tolak ukur utama pada kemampuan seorang pendekar, namun nyatanya kemampuan pengendalian tenaga dalam serta teknik bertarung juga bisa menjadi pembeda.
Ling Yan lalu bertepuk tangan dan membuat Shuyang memalingkan pandangannya sambil menggaruk kepala. "Ah Ling Yan, aku pikir siapa yang menepukiku." Kata Shuyang sambil terkekeh.
"Serangan yang kau lakukan tadi begitu luar biasa, pengendalian tenaga dalammu juga, bahkan sebuah ranting kayu yang tidak memiliki permukaan yang tajam pun bisa menjadi senjata yang sangat hebat di tanganmu." Puji Ling Yan.
"Kau terlalu memujiku, aku tahu, kemampuanmu pasti lebih jauh dariku." Jawab Shuyang merendah.
"Haihhh.... dalam hal kekuatan, aku mungkin lebih tinggi, tapi dalam hal pengontrolan tenaga dalam, kau jauh berada diatas ku." Jawab Ling Yan.
Tak lama kemudian sebuah pemikiran pun terlintas dipikirannya.
"Tunggu, jika pengendalian tenaga dalam yang aku miliki bisa seperti Shuyang, maka itu pasti akan sangat berpengaruh pada keberhasilan peracik obatku." Pikir Ling Yan.
"Ada apa? apakah ada masalah." Tanya Shuyang yang melihat Ling Yan sedang melamun.
Ling Yan yang tersadar pun langsung menatap Shuyang sebelum berkata.
"Eh... aku... bisakah kau mengajariku cara latihanmu sekarang?" Tanya Ling Yan tanpa gengsi.
"Eh....." Shuyang terkejut sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Tentu, tetapi bisakah kita berlatih besok pagi saja, aku belum pernah beristirahat sejak pagi, selain itu....." Belum sempat Shuyang menyelesaikan perkataannya.
Pruttttt
Keduanya akhirnya memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum akhirnya beristirahat dan memulai latihannya besok pagi.
"Hah.... sepertinya aku harus bersabar sampai besok pagi." Ujar Ling Yan yang pandangannya tertuju pada Shuyang yang sudah tertidur pulas sedari tadi, kebetulan keduanya satu kamar.
"Hmm...." Ling Yan lalu mengeluarkan sebuah cincin nat dari dalam cincinnya yang tidak lain adalah cincin nat milik Wang Lee.
"Aku hampir lupa dengan cincin ini." Gumam Ling Yan sambil memeriksa isi dari cincin nat itu.
Ling Yan sudah tidak terkejut lagi dengan tumpukan koin emas berjumlah jutaan di dalam cincin nat milik Wang Lee karena Ling Yan sudah terbiasa dengan hal tersebut.
Tetapi ia cukup terkejut dengan 1 butir pil berwarna emas yang mengeluarkan bau obat yang begitu menyengat di hidung Ling Yan.
"Ini.... aku tadi melihat pil yang sama di paviliun rumah obat saat bersama Xui, kalau tidak salah, pil ini bernama pil matahari emas." Batin Ling Yan yang langsung mengenali pil tersebut.
Ling Yan buru-buru memasukkan pil itu kesebuah kotak kecil sebelum memasukkannya ke dalam cincin natnya.
"Tidak kusangka orang itu memiliki pil tingkat tinggi seperti ini, pil ini pastinya akan sangat berguna bagiku jika aku berada dalam kondisi yang tida memungkinkan." batin Ling Yan lagi.
Ia lalu mendapatkan beberapa gulungan teknik bertarung dan juga sebuah gulungan yang berisi beberapa resep racun dan juga sekaligus resep penawar racun milik Wang Lee.
"Kebetulan sekali, ini adalah resep racun dan juga penawarnya, ini pasti akan sangat berguna nanti." Batin Ling Yan sambil memasukkannya kedalam cincin nat.
Ling Yan lalu memilah-milah beberapa teknik bertarung yang ada di dalam cincin itu, tapi hasilnya, Ling Yan hanya mendapati teknik bertarung kuning dan 1 teknik bertarung hitam.
"3 teknik bertarung kuning, untuk apa orang itu menyimpan teknik bertarung tingkat rendah?" Gumam Ling Yan yang memilih menyimpan ketiga teknik itu tanpa membukanya, sementara untuk teknik bertarung hitam yang ia dapatkan.
"Hmm Teknik Penarik, Apa maksudnya?" Ling Yan lalu memperhatikan gerakan-gerakan yang ada pada gulungan itu.
"Sepertinya tujuannya adalah memusatkan tenaga dalam pada telapak tangan hingga bisa menarik objek tertentu hingga mengarah kepada kita. Mungkin ia ingin menggunakan teknik ini untuk dikombinasikan dengan teknik racun miliknya, sayang mungkin ia belum sempat mempelajarinya dan malah terbunuh olehku." Tebak Ling Yan.
"Hahhh sudahlah, ini sudah menjadi milikku." Ujar Ling Yan sambil memasukkannya juga kedalam cincin natnya.
Selain dari ke empat teknik bertarung tersebut, hanya ada beberapa gulungan teknik sesat yang pada akhirnya di bakar oleh lingkungan yang menggunakan api abadi.
"Hahh... sepertinya sudah larut, aku harus beristirahat sekarang." Gumamnya.
Ling Yan akhirnya membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan bergerak menuju alam mimpinya menyusul Shuyang yang sudah terlelap dari tadi.
*****
Pagi harinya, Ling Yan dan Shuyang kini sudah berada di bukit tempat Ling Yan yang kemarin berlatih membuat pil obat.
"Hei Ling Yan, apakah kau yakin akan memulai latihan disini." Tanya Shuyang sambil melihat kanan kirinya.
"Tentu saja, lagi pula disini terlihat sepi dan tak ada orang yang akan menggangu kita latihan, dan lagi, disini ad begitu banyak dahan pohon yang akan aku gunakan untuk berlatih." Jawab Ling Yan santai.
"Baiklah terserah kau saja." Shuyang lalu mengambil 2 batang ranting kayu dan memberikan salah satunya kepada Ling Yan.
Ling Yan yang mengertipun langsung menangkap ranting pohon itu sebelum memperhatikan Shuyang yang kini sudah mulai mengajarinya mengendalikan tenaga dalam.