LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 55. Sinar Kehijauan


Sementara itu di kediaman ketua Klan Ling, terlihat 5 orang tetua klan Ling tengah duduk di meja melingkar bersama dengan Ling Han yang sepertinya sedang mendiskusikan tentang sesuatu.


Suasana di dalam ruangan tersebut terlihat begitu tegang, bisa dilihat dari ekspresi wajah kelima tetua tersebut tidak terkecuali Ling Han.


Tak lama kemudian Ling Yuan yang sedari tadi sudah mencoba menahan emosinya, langsung menggebrak meja dan bangkit setengah berdiri.


"Jika memang benar klan Chu merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan klan kita, kenapa kita tidak menyerang mereka lebih dulu, bukankah mereka tidak akan siap jika kita menyerang secara tiba-tiba." Ucap Ling Yuan dengan nada sedikit di tinggikan.


Ling San yang mendengar perkataan Ling Yuan kini menghela nafas pelan, "Hal ini tidak sesederhana yang kau pikirkan tetua Yuan, walaupun kekuatan kita memang jauh diatas kekuatan lawan, tapi kita belum sepenuhnya tau kekuatan yang mendukung mereka dari belakang." Tanggap Ling San.


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh tetua pertama, walaupun saat ini ketua sudah berada di tingkat pendekar raja, tapi kita tidak mengetahui sekuat apa orang yang ada dibelakang Klan Chu." Ucap tetua kelima Ling Haotian.


"Tapi jika seperti ini, bukankah sama saja jika kita menunggu mereka menghancurkan kita." Ucap Ling Yuan.


"Tetua kedua tenangkan dirimu, kita tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan saat ini, karena akan sangat berbahaya jika kita salah melangkah sedikit saja." Ucap Ling Han menenangkan Ling Yuan.


Mendengar perkataan Ling Han, Ling Yuan hanya bisa menggertakkan giginya dan kembali duduk di kursinya.


"Untuk saat ini kita hanya bisa meningkatkan keamanan terlebih dahulu, dan juga... kita harus mengawasi kediaman Klan Chu." Ucap Ling Han


"Ling San!" Panggilnya.


"Ya ketua Han." Jawabnya.


"Aku ingin kau membawa beberapa orang untuk mengawasi klan Chu, jika kau melihat ada yang mencurigakan atau hal lainnya, segera laporkan padaku." Perintah Ling Han.


Ling San yang mendapatkan tugas dari Ling Han, langsung berdiri. "Baik ketua." Jawabnya.


"Dan yang lainnya, perketat keamanan di dalam kota dan beritahukan kepada seluruh anggota Klan untuk bersiaga, karena bukan tidak mungkin dalam dua hari ini sesuatu yang buruk akan terjadi." Ucap Ling Han.


"Baik ketua." Ucap kelimanya serentak dan diskusi antara tetua klan Ling pun berakhir sampai di situ.


Setelah diskusi itu selesai, Ling Han yang masih berada di dalam ruang diskusi, kini menahan Ling Haotian sejenak.


"Aku mempunyai tugas untukmu." Ucap Ling Han.


*****


Sementara itu di kediaman tetua Ling Haotian, terlihat Xui yang sudah sampai di kediamannya dengan senyum manis dan berseri-seri.


Di dalam benaknya terus menerus terngiang-ngiang perkataan Ling Yan yang ia dengar setelah latih tanding antara keduanya.


"Ingatlah janji yang aku katakan ini Xui, aku pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungimu, aku berjanji." Ucapan Ling Yan terus menerus terngiang-ngiang di dalam pikirannya.


"Ahh ada apa denganku." Xui terus saja mengingat kejadian tadi siang di kediaman Ling Yan.


Sementara itu di kediaman Ling Yan, terlihat Ling Yan yang sedang menatap ke depan yang tertuju pada Yu Fei yang sedang duduk bersila.


Tak berselang beberapa lama, pandangan matanya kini teralihkan pada pedang darah api yang ada di sebelahnya, walaupun hanya sekilas, Ling Yan dengan jelas dapat melihat kalau beberapa saat yang lalu, pedang tersebut mengeluarkan sebuah sinar berwarna hijau kekuningan.


Sontak Ling Yan menggapai pedang itu dan menatapnya dengan heran. "Eh, tadi itu... sepertinya aku melihat pedang ini sedikit bersinar." Ucap Ling Yan yang kini menatap lekat pedang di tangannya.


"Hmm apakah tadi itu... hanya perasaanku saja ya?" Ling Yan bertanya pada dirinya sendiri.


Ling Yan masih tetap memperhatikan pedang di tangannya itu, akan tetapi tetap saja ia tidak bisa melihat pedang itu bersinar seperti sebelumnya.


"Hmm sepertinya tadi hanya perasaanku saja." Ucap Ling Yan yang kini menatap sejenak pedang darah api, sebelum memasukkannya kedalam cincin natnya.


"Hah lebih baik aku menyimpan pedang ini didalam cincin natku." Ucap Ling Yan sambil memasukkan pedang itu kedalam cincin natnya.


Tanpa ia ketahui didalam cincin natnya, pedang darah api kembali mengeluarkan sinar kehijauan, bahkan lebih terang dari sebelumnya.


*****


2 hari telah berlalu, akhirnya tiba saatnya kompetisi antar ketiga Klan besar dimulai. Terlihat di kediaman Klan Ling sudah terisi penuh oleh penonton, baik dari kalangan pendekar maupun masyarakat biasa.


Walaupun dalam dua hari terakhir Klan Chu tidak menunjukkan pergerakan yang mencurigakan, akan tetapi Ling Han tetap saja terus menghimbau anggota Klannya untuk terus bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi kapan saja.


Terlihat diatas tempat duduk dari ketiga ketua Klan sudah terisi semuanya, baik dari perwakilan Klan Ling, Klan Li, dan juga Klan Chu.


Akan tetapi ada sesuatu yang sedikit berbeda terlihat di tempat duduk Chu Ning, yaitu adanya seorang pendekar yang sama sekali tidak dapat dikenali oleh siapapun.


Ling Han yang melihat itu kini sedikit melirik ke arah pendekar itu, dan mencoba mengukur kekuatannya, akan tetapi ia tidak dapat sedikitpun melihat seberapa besar kekuatan pendekar itu.


"Hmm aku tidak bisa mengukur kekuatannya, tetapi sepertinya ia memang memiliki kekuatan seorang pendekar raja." Batinnya khawatir.


Tak lama kemudian Ling Han bisa melihat pendekar tersebut yang kini membisikkan sesuatu kepada Chu Ning.


"Hmm apa yang sedang mereka bicarakan?" Batinnya bertanya.


Sementara itu Ling Yan dan juga Xui yang sudah sampai di depan arena kompetisi sejak tadi, kini menatap lekat kearah Chu Ning dan juga pendekar yang sedang berbisik kepadanya itu.


"Hmm tidak salah lagi, itu adalah orang yang memiliki kemampuan pendekar raja itu." Batin Ling Yan.


"Hoho bukankah ini adalah si sampah yang tiba-tiba menjadi seorang jenius itu?" Ucap seseorang yang berhasil menyadarkan Ling Yan dari lamunannya.


Ling Yan dan juga Xui yang mendengar itu sontak berbalik dan mendapati seorang pemuda dengan pakaian yang melambangkan bahwa ia adalah salah satu anggota dari Klan Chu.


Ling Yan yang melihat sebuah kalung yang digunakan oleh pemuda itu, dengan mudah langsung mengenalinya.


"Hmm ia sepertinya adalah putra dari ketua Klan Chu, tapi menurut kabar yang ku ketahui, bukankah ia saat ini belum menembus tingkat perak bintang 5, tapi mengapa aku merasakan kalau kekuatannya sekarang.... berada di tingkat emas?" Batin Ling Yan.


Chu Ma yang awalnya berniat mengukur kekuatan Ling Yan, kini melupakan niat awalnya itu saat pandangannya jatuh ke arah wajah Xui yang cantik.


"Apa yang kau lihat." Ucap Xui membentak.


"Hehe Tek kusangka di dalam Klan Ling, ada yang memiliki paras cantik layaknya bidadari." Ucapnya.


Ling Yan yang mendengar perkataan Chu Ma yang mencoba merayu Xui kini angkat bicara.


"Hei Xui, apakah kau mendengar sebuah suara anjing yang menggonggong barusan." Ucapnya mengejek.