LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 91. Token Akses Asosiasi Lelang Harta


Namun sepertinya Ling Yan terlalu terburu-buru hingga membuat keduanya menyadari hal itu lebih cepat. "Hmm dasar bocah bodoh, mengapa kau menjadi begitu ceroboh saya melawan mereka." Teriak kobaran api abadi dari dalam tubuh Ling Yan.


Ling Yan yang menyadari kecerobohannya sontak menggerakkan giginya sambil mengalirkan tenaga dalam yang begitu luar biasa dari dalam tubuhnya.


Kobaran api abadi dari dalam tubuhnya kini menyelimuti pedang serta tubuhnya dan membuat gerakan Ling Yan menjadi begitu cepat serta kekuatan yang ia miliki meningkatkan secara signifikan.


"Aku harus menebus kesalahanku Teknik pedang api membelah samudera!!!" Ling Yan melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya dan maju menyerang kedua lawannya itu.


Dengan kekuatan fisik serta tenaga dalam yang ia miliki, Ling Yan dapat bergerak secepat angin sampai-sampai gerakannya tak dapat dilihat oleh mata.


Keduanya yang melihat Ling Yan bergerak begitu cepat serta mengeluarkan aura petarung yang begitu kuat langsung bereaksi memperlebar jarak di antara mereka, akan tetapi semua itu sia-sia dan keduanya pun hanya bisa tumbang menerima kenyataan pahit dengan mati di tangan seorang pemuda berusia 15 tahun.


Tidak ada suara teriakan yang terdengar dari keduanya saat Ling Yan mendaratkan serangan yang ia lesakkan hingga membuat tubuh kedua pendekar aliran hitam itu hangus terbakar ol h panasnya kobaran api abadi.


Sebenarnya kedua pendekar ini di tugaskan oleh ketua sakte kelabang hitam untuk merampok barang-barang serta sumberdaya yang dimiliki oleh asosiasi lelang harta yang akan lewat hari ini.


Entah dari mana mereka mengetahui informasi tersebut dan hanya mengetahui kalau pihak asosiasi akan melewati jalan itu bersama dengan Gu Xingyi yang memiliki kemampuan pendekar berlian bintang 5.


Jadi ketua sakte kelabang hitam hanya menugaskan 2 orang pendekar berlian untuk membantu penyerangan tersebut.


Namun sepertinya ketua sakte kelabang hitam tidak memprediksi kehadiran Ling Yan yang saat ini kebetulan sedang ikut bersama dengan rombongan Asosiasi Lelang Harta saat ini.


Ling Yan nampak tersenyum lega saat melihat ke arah pertarungan antara pengawal Asosiasi yang terlihat begitu mendominasi berkat kehadiran Gu Xingyi yang membantu mereka.


"Huhh untung saja tidak ada yang memperhatikan pertarungan ku dengan kedua orang itu tadi, jika tidak maka api spiritual yang aku miliki pasti akan menjadi perbincangan hangat di antara mereka semua." Ucap Ling Yan sambil menarik nafas lega sambil cepat-cepat menarik aura petarung yang ia miliki.


Ling Yan kemudian berjalan ke arah kedua lawannya tadi dan mengambil cincin nat keduanya tanpa ragu.


"Hehehe lumayan, dengan ini sepertinya keuanganku akan menjadi lebih baik Hahaha." Ling Yan tertawa sambil memegang pinggangnya dengan kedua tangannya.


Ling Yan juga menemukan beberapa teknik bertarung hitam tingkat menengah serta beberapa pil pemulih tenaga dalam pada kedua cincin nat milik lawannya itu.


"Hmm ada beberapa pil pemulih tenaga dalam disini, dan juga beberapa teknik bertarung hitam tingkat menengah, tapi teknik bertarung ini kebanyakan adalah teknik sesat, namun sepertinya teknik pedang racun api ini lumayan bagus." Gumam Ling Yan sambil memasukkan pil pemulih tenaga dalam dan juga teknik bertarung yang ia dapatkan itu pada cincin natnya.


Sebenarnya Ling Yan tidak terlalu membutuhkan pil pemulih tenaga dalam yang ia temukan itu karena ia dapat memulihkan tenaga dalamnya dengan cepat menggunakan teknik ilmu jalan langit.


Akan tetapi Ling Yan berpikir kalau pil tersebut pastinya akan sangat berguna jika ia sedang berada pada posisi terpojok dan kehabisan tenaga dalam, jadi Ling Yan memutuskan untuk mengambilnya juga.


Sementara sisanya, ia lebih memilih untuk membakarnya dengan api abadi yang ia miliki.


"Dari pada di dapatkan lalu digunakan oleh orang lain, akan lebih baik jika aku memusnahkannya." Ujar Ling Yan.


Akan tetapi tanpa menyadari akan sesuatu hal, terlihat di balik sebuah pepohonan ada seorang pria paruh baya berpakaian layaknya masyarakat biasa yang sedari tadi ternyata memperhatikan pertarungan Ling Yan dan kedua pendekar aliran hitam itu.


Entah kemampuan orang itu yang sangat pandai menyembunyikan aura keberadaan yang ia miliki, atau Ling Yan yang memang tidak memperhatikan sekelilingnya, orang itu terlihat beranjak dari persembunyiannya dan melesat pergi dari tempat itu.


"Hehehehe anak muda itu memiliki 2 api spiritual yang berbeda dari dalam tubuhnya." Seringai pria paruh baya itu sambil terus melesat menjauh.


Gu Xingyi yang berada tidak jauh dari tempat Ling Yan kini mengalihkan pandangannya ke arah Ling Yan dan menemukan kedua pendekar yang di hadapi oleh Ling Yan tadi sudah berakhir dengan tubuh gosong karena terbakar.


"Ugh... tuan muda ini ternyata seorang pendekar pengendali elemen api, tapi ini adalah pertama kalinya aku melihat pemandangan seperti ini." Gumam Gu Xingyi sambil sedikit menelan ludahnya.


Ling Yan lalu berjalan kembali ke arah rombongan itu dan tanpa berkata apa-apa, Ling Yan kembali naik ke atas gerobak dan membaringkan tubuhnya seperti sebelumnya.


Gu Xingyi yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil berjalan ke arah dimana Ling Yan sedang membaringkan tubuhnya.


"Tuan muda, aku sangat berterima kasih padamu karena telah membantu kami mengalahkan para penjahat itu." Ucap Gu Xingyi.


"Tidak masalah nona Gu, anggap saja itu sebagai rasa terima kasihku karena telah membiarkanku ikut dengan rombongan ini." Jawab Ling Yan santai disertai suara kecil yang keluar dari mulut Xiao Hu.


"Miao..."


Setelah membereskan mayat dan mengobati para pengawal yang terluka, rombongan Asosiasi lalu melanjutkan perjalanan kembali menuju kota Bufeng.


Untunglah tidak ada korban yang jatuh dari pihak asosiasi pada saat penyerangan sebelumnya, walaupun ada beberapa pengawal yang terluka, tetapi hal itu dapat di atasi dengan mudah oleh pihak asosiasi.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya rombongan Asosiasi Lelang Harta kini sudah sampai di pintu gerbang kota Bufeng saat hari sudah menjelang sore.


Terlihat ada begitu banyak penduduk yang berlalu lalang serta para pedagang yang ingin bergerak masuk kedalam kota.


Ling Yan yang baru bangun dari tidurnya langsung beranjak dari posisinya dan melompat turun dari atas gerobak lalu menghampiri Gu Xingyi secara langsung.


"Hmm nona Gu sepertinya kita akan berpisah disini saja, terimakasih atas tumpangan yang kau berikan, aku permisi." Ucap Ling Yan sebelum membalikkan badannya.


Namun belum sempat ia melangkah, Gu Xingyi menahannya sejenak dan memberikan Ling Yan sebuah token akses yang terbuat dari bahan perak.


"Tuan muda, tunggu sebentar." Ucap Gu Xingyi sambil mengeluarkan token itu dari dalam cincin natnya.


Ling Yan yang mendengar itu kini membalikkan badannya kembali ke arah Gu Xingyi. Ling Yan mendapati wanita itu memegang sebuah token perak dan menyerahkannya pada Ling Yan.


"Nona Gu, apa ini." Tanya Ling Yan sambil menatap lekat ke arah token tersebut yang kini telah berada di tangannya.


"Hmm itu adalah token akses khusus yang kami berikan pada pelanggan setia asosiasi lelang harta kami, dengan ini tuan muda akan mendapatkan potongan harga sebanyak 10 persen setiap melaksanakan transaksi pada asosiasi."


"Walaupun kau masih belum termasuk sebagai salah satu pelanggan setia, tapi... anggap saja ini sebagai rasa terima kasihku karena tuan muda telah membantu kami saat di perjalanan tadi." Jawab Gu Xingyi.


"Hmm sepertinya jika aku menolak, permintaan wanita ini akan tetap bersikeras, kalau begitu lebih baik aku menerimanya saja." Batin Ling Yan.


"Baiklah nona Gu, aku menerima niat baikmu, kalau begitu sampai berjumpa lagi di lain waktu." Ucap Ling Yan sebelum membalikkan badannya dan berjalan menjauh.


"Tuan muda!! jangan lupa 2 hari lagi kami akan mengadakan pelelangan di gedung Asosiasi!!" Teriak Gu Xingyi pada Ling Yan.


Ling Yan yang mendengar teriakan dari Gu Xingyi hanya mengangkat tangan sambil menaikkan jempolnya ke atas tanpa berbalik ke belakang.