
Shuyang berteriak senang dengan senyuman khasnya.
"Ling Yan, apakah kau melihatnya, aku berhasil lolos." Shuyang sangat senang dengan pencapaiannya saat ini, karena sebelumnya ia memang sudah pernah mengikuti ujian ini sebelumnya tapi baru kali ini ia berhasil.
Ling Yan yang melihat ekspresi wajah Shuyang yang begitu senang hanya tersenyum tipis sebelum pandangannya teralihkan oleh Shen Yu yang sedang berdiri menatapnya dari kejauhan.
"Senior Shen...." Ling Yan dapat melihat pandangan Shen Yu yang penuh makna seperti sedang menunggunya sedari tadi.
"Ada hal penting yang harus kita bicarakan." Shen Yu berkata dengan ilmu telepatinya pada Ling Yan.
"Apakah tidak bisa di tunda sejenak, aku tidak bisa menggunakan teknik tubuh ilusi lagi karena sudah melakukannya sebelumnya." Jawab Ling Yan dengan telepatinya juga.
Teknik tubuh ilusi memanglah teknik yang sangat hebat, namun tetap saja sebuah teknik bertarung pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Seperti saat ini contohnya, Ling Yan tidak dapat membuat tubuh ilusi lebih dari 3 tubuh ilusi dan juga tidak dapat melakukan teknik tersebut berulang kali selama ketiga tubuh ilusi yang lainnya belum menghilang.
"Baiklah, temui aku di kediaman ketua sekte setelah ujianmu berakhir." Setelah itu Shen Yu akhirnya pergi dan berlalu.
Ling Xuilan yang melihat wajah Ling Yan yang tegang dan hanya diam pun menyadarkannya.
"Ada apa kak Ling Yan, apakah ada masalah." Tanya Xui.
"Ah tidak, hanya sedang memikirkan sesuatu." Jawab Ling Yan.
Pertandingan selanjutnya pun dimulai kembali namun pertarungan tersebut tidak seseru sebelumnya karena kekuatan dari kedua peserta terlihat berat sebelah.
"Hoammm!!! ini terlalu membosankan." Zhu Qing sampai menguap melihat pertarungan itu.
*****
Salah satu dari tubuh ilusi yang Ling Yan ciptakan kini terlihat melesat mengelilingi sekitaran hutan yang dekat dengan kota heihan, ia nampak begitu serius mencari keberadaan anggota sekte Tengkorak iblis yang saat ini sudah berpindah tempat.
Dari pohon ke pohon, tubuh ilusi Ling Yan terus melompat sambil memperhatikan sekitarnya secara seksama hingga tidak ada satu tempat pun yang luput dari pandangannya.
Setelah beberapa lama melompat, ia melihat ada beberapa burung gagak hitam pemakan bangkai yang terbang bersamaan di dekat posisinya saat ini.
Dari yang ia lihat, burung gagak hitam tersebut seperti sedang terbang menunju sebuah tempat dimana ada makanan bagi burung gagak hitam itu.
"Burung gagak hitam pemakan bangkai, kemana mereka akan pergi." Karena merasa penasaran, akhirnya tubuh ilusi Ling Yan pun mengikuti kemana arah para gagak itu terbang.
Sementara itu di tempat lain, tubuh ilusi Ling Yan yang lain juga tidak tinggal diam, salah satu dari tubuh ilusi itu kini sedang berada di tempat dimana terakhir kali sekte Tengkorak iblis bersembunyi.
Nampak tubuh ilusi itu menatap sekeliling perkemahan yang telah di tinggalkan oleh anggota sekte Tengkorak iblis yang saat ini sudah kosong tak bersisa.
Sudah lebih dari semalaman tubuh ilusi tersebut mencari sebuah petunjuk di tempat tersebut, namun tetap saja sepertinya anggota sekte Tengkorak iblis tidak meninggalkan jejak apapun disana.
"Bahkan bekas telapak kaki atau semacamnya pun tidak ada." Tubuh ilusi itu berdecak kesal sebelum melesat pergi dari tempat tersebut.
Ia menelisik seluruh selut beluk kota bahkan sampai masuk ke dalam rumah makan untuk sekedar menguping pembicaraan orang-orang yang ia anggap mencurigakan dan juga bertanya pada penduduk sekitar.
Tidak ada informasi yang terlalu berarti baginya, namun ada satu hal yang cukup mengejutkan yaitu para pendekar yang sering terlihat di kota mendadak berkurang sangat banyak.
"Ini cukup aneh, tidak mungkin para pendekar tersebut menghilang begitu saja secara bersamaan, pasti ada alasan lain yang membuat mereka menghilang." Tubuh ilusi itu masih berkeliling kota hingga akhirnya menghentikan kegiatannya itu pada saat sudah berkeliling sebanyak 3 kali.
Ia lalu melesat menuju hutan dimana salah satu dari tubuh ilusi Ling Yan berada, dan bertepatan dengan itu, ia bertemu salah satu tubuh ilusi yang tadinya bertugas memeriksa perkemahan terakhir sekte Tengkorak iblis.
"Hmp apakah kau menemukan sesuatu di perkemahan itu." Tanyanya.
Tubuh ilusi itu hanya tersenyum kecut sebelum menggelengkan kepalanya pelan.
"Bagaimana denganmu?" Tanyanya balik.
"Haihh,,, sama sepertimu aku juga tidak menemukan informasi apapun tentang mereka, tapi ada satu hal aneh yang terjadi di kota." Jawabannya.
"Apa itu." Alis tubuh ilusi itu sedikit berkerut.
"Sebelumnya ada banyak pendekar aliran putih yang sering berada di dalam kota, tapi entah apa yang terjadi para pendekar itu tiba-tiba menghilang, bahkan jika mereka berniat ingin pergi dari kota pun mereka tidak akan pergi secara bersamaan dan secepat ini bukan." Ujar tubuh ilusi tersebut.
Tubuh ilusi yang mendengarkan itu hanya menganggukkan kepalanya sebelum terdengar sebuah suara dari kejauhan di iringi beberapa burung gagak hitam yang terbang dari area tersebut.
Kwakk kwakk kwakk
Pandangan keduanya langsung tertuju pada asal suara tersebut dan sontak keduanya melesat menuju asal suara itu berada.
Dengan cepat keduanya kini sudah hampir sampai di tempat itu, namun keduanya langsung di suguhkan oleh bau darah yang menyengat.
"Bau darah!!! Apa yang terjadi di sana." Kedua tubuh ilusi kini mempercepat langkahnya sebelum akhirnya mereka sampai dan bertemu dengan tubuh ilusi ketiga yang telah sampai di tempat itu lebih dulu.
"Apa yang terjadi." Kedua tubuh ilusi yang baru saja sampai langsung bertanya sebelum akhirnya melotot melihat ada belasan mayat pendekar aliran putih tergeletak dan bersimbah darah di sana.
"Ini..... bagaimana mungkin." Ketiga tubuh ilusi tidak percaya dengan yang mereka temukan saat ini adalah mayat dari para pendekar-pendekar yang sering mereka temukan di dalam kota.
"Siapa yang melakukan ini." Ketiga tubuh ilusi melihat ada beberapa dari mayat pendekar yang telah tewas itu sudah tidak dapat dikenali dan bahkan ada beberapa mayat yang terbakar menjadi abu.
"Ini.... mayat ini terbakar oleh api spiritual, mereka semua dibunuh oleh Jin Fan dan anak buahnya." Salah satu dari tubuh ilusi Ling Yan langsung menyimpulkan kalau ini semua adalah ulah dari ketua sekte Tengkorak iblis Jin Fan beserta anggota sektenya.
Ia berpendapat seperti itu karena tidak ada lagi api biasa ataupun teknik bertarung api yang dapat membuat tubuh manusia ataupun siluman terbakar menjadi abu.
"Kita harus kembali sekarang, ini harus segera diketahui oleh tubuh asli kita, dan juga....sepertinya sekte Tengkorak iblis memang tidak akan bergerak sendiri." salah satu dari tubuh ilusi menemukan sebuah petunjuk berupa sebuah pisau khas yang menempel pada salah satu mayat yang tergeletak.
Terlihat ada sebuah ukiran khas yang dikenali oleh tubuh ilusi Ling Yan, lalu ketiganya pun memutuskan untuk kembali sekarang untuk memberitahukan informasi tersebut pada Ling Yan.