LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 285. Perjalanan Dimulai


Langkah kaki Ling Yan bersama ketiga rekannya itu menandakan awal petualang mereka telah dimulai, dan tujuan pertama mereka berempat adalah......


"Kak Ling Yan, kemana arah tujuan petualangan kita yang pertama?" Tanya Xui yang belum mengetahui kemana Ling Yan akan membawa mereka sambil berjalan sejajar dengan Ling Yan, sementara Shuyang berada dibelakang bersama Jin Yuan.


Ling Yan sedikit menoleh ke arah Xui sambil tersenyum.


"Tujuan pertama kita kali ini adalah arah Utara, dimana itu merupakan tempat terdingin di kekaisaran Wei yaitu sekte pulau es Utara." Jawab Ling Yan menjelaskan.


Shuyang yang mendengar itu dari belakang terlihat sedikit terkejut.


"Pulau Es Utara!! bukannya itu adalah daerah kekuasaan milik sekte pulau es, menurut buku yang aku baca sekte itu adalah salah satu sekte aliran netral paling kuat si kekaisaran kita selain asosiasi lelang harta dan partai pengemis." Jelas Shuyang dengan sebuah buku di tangannya.


Ling Yan sedikit menoleh kearah Shuyang untuk membenarkan penjelasannya tersebut, tetapi pada saat pandangannya tertuju pada buku yang ada di tangannya.


"Ehhh tunggu sebentar, sejak kapan tetua Yan Shiki membiarkanmu membawa salah satu koleksi buku terbaiknya?" Tanya Ling Yan dengan alis yang sedikit dinaikkan.


Sementara Shuyang hanya terkekeh geli mendengar pertanyaan Ling Yan tersebut.


"Hehehe saat kau meminta salah satu buku milik tetua Yan, aku juga mengambil buku ini secara sembunyi-sembunyi waktu itu."


Sehari sebelum keberangkatan mereka, Ling Yan dan Shuyang memang sempat masuk kedalam perpustakaan sekte untuk mencari tahu informasi tentang akar roh bunga teratai es.


Tetapi karena tidak mendapatkan informasi apapun setelah memeriksa kesemua buku di rak perpustakaan sekte, Ling Yan akhirnya memutuskan bertanya kepada seorang tetua penjaga perpustakaan tersebut.


Dari situlah tetua itu mengarahkan Ling Yan untuk menemui Yan Shiki, karena setahunya Yan Shiki memiliki banyak koleksi buku-buku langka yang sudah berumur sangat lama.


Walaupun awalnya sulit untuk membujuk Yan Shiki agar membiarkan mereka masuk melihat dan membaca beberapa buku miliknya, akan tetapi, setelah beberapa lama berusaha akhirnya Yan Shiki mengijinkan keduanya untuk masuk.


Dari situlah Ling Yan mendapatkan sebuah buku berjudul akar roh surgawi dan akar roh bunga teratai es, dan di dalam kedua buku itu tertulis bahwa kedua akar roh tersebut saling berhubungan.


Butuh waktu cukup lama bagi Ling Yan untuk membujuk Yan Shiki lagi agar buku itu bisa ia bawa bersamanya, namun disaat yang bersamaan tanpa sepengetahuan Ling Yan dan Yan Shiki Shuyang malah mengambil salah satu......


"Selain itu bukan hanya buku ini saja, semua koleksi buku-buku milik tetua Yan Shiki juga sudah ada di dalam cincin natku." lanjutnya sambil terkekeh.


Ling Yan yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah salah satu temannya itu.


"Sepertinya jika tetua Yan menyadari apa yang kau lakukan, ia pasti akan mengumpati kita sekeras-kerasnya di depan perpustakaan pribadinya.


Shuyang sampai tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Ling Yan itu, kali ini ia bahkan sudah bisa membayangkan bagaimana ekspresi wajah kesal Yan Shiki jika mendapati semua rak buku di perpustakaannya sudah kosong.


Sementara Ling Xuilan yang juga sudah tahu tentang kondisi tubuhnya terlihat hanya terkekeh geli sambil berkata.


"Sepertinya kalian sudah sangat berlebihan." Ucapnya sebelum ikut tertawa bersama Ling Yan dan Shuyang, hanya Jin Yuan dan Xiao Hu yang tidak berekspresi apa-apa karena tidak mengerti apa yang ditertawakan oleh ketiganya.


Ke empat pendekar itu kini sudah sampai di kota heihan untuk membeli beberapa persiapan serta perbekalan mereka, dan tak lupa juga Ling Yan memborong seluruh stok kristal inti kekuatan siluman sebagai makanan Xiao Hu nantinya.


Walaupun didalam cincin natnya masih tersisa banyak kristal siluman, tetapi kali ini Ling Yan membeli seluruh inti kristal siluman tersebut bukan hanya Xiao Hu.


"Mengapa kau memerlukan kristal siluman yang begitu banyak?" Tanya Jia Li karena saat ini Ling Yan membeli semua itu dari kediaman cabang keluarga Jia di kota heihan.


"Ah itu karena aku ingin menggunakannya untuk berlatih membuat pil obat, karena sekarang aku adalah seorang ahli peracik bintang 5." Jawab Ling Yan.


Ada sedikit rasa ketidakpercayaan dari Jia Li saat mendapatkan jawaban tersebut dari Ling Yan, tetapi setelah Ling Yan memberikan 2 buah pil rembulan putih hasil buatannya sendiri, Jia Li akhirnya hanya bisa percaya.


Apalagi pada saat mencium bau khas obat tersebut dan merasakan adanya hawa api spiritual dari dalam pil itu.


"Kau!!! Pil ini... Bagaimana bisa memiliki." Jia Li tiba-tiba menghentikan ucapannya sebelum cepat-cepat memasukkan pil itu kedalam cincin nat miliknya.


"Ling Yan tersenyum tipis sebelum berkata."


Aku tau kalau kau dan keluarga Jia yang lain dapat menjaga rahasia dengan baik." Ujar Ling Yan sebelum berbalik pergi meninggalkan keluarga Jia.


Sesampainya di gerbang kota heihan, Ling Yan sudah mendapati Shuyang Jin Yuan dan Xui yang sedari tadi menunggunya.


"Kak Ling Yan dari mana saja, mengapa lama sekali?" Tanya Xui yang mendapati Ling Yan berjalan ke arahnya.


"Ahahaha maaf, tadi aku mampir untuk membeli beberapa bahan obat, jadi aku agak sedikit lebih lama." Jawab Ling Yan berbohong sambil menggaruk kepalanya.


"Tuan dan yang lainnya silahkan naik ke kereta kuda, biarkan aku yang menjadi kusirnya." Ucap Jin Yuan mempersilahkan dan ketiganya pun mengikuti perkataan Jin Yuan tersebut.


Selain perlengkapan perjalanan mereka, Ling Yan juga membeli sebuah kereta kuda yang cukup sederhana bagi mereka berempat, karena Ling Ling berencana untuk menggunakan kereta kuda tersebut dalam perjalanan.


Sebenarnya mereka berempat bisa saja melakukan perjalanan dengan hanya menggunakan ilmu meringankan tubuh, tetapi karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh, takutnya Xui dan Shuyang tidak dapat mengimbangi kecepatan dirinya dan juga Jin Yuan.


Tak lama kemudian, Jin Yuan akhirnya memacu kereta kudanya menuju arah utara sesuai dengan arahan Ling Yan.


Entah apa yang menunggu mereka di depan sana, yang pastinya petualangan mereka kali ini akan dipenuhi dengan berbagai pengalaman yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan.


*****


3 hari setelah kepergian Ling Yan dari sekte seribu pedang, Yan Shiki yang baru saja mendapatkan sebuah buku kuno yang akan ia tambahkan kedalam koleksi buku-bukunya, nampak tersenyum sumringah sambil berjalan ke arah perpustakaan pribadi di dalam kediamannya.


"Sudah lama sekali aku menginginkan buku ini, buku tentang sejarah 7 pendekar takdir surga dan seorang pendekar penguasa pulau es, aku akan menambahkannya kedalam koleksiku sebelum mulai membacanya nanti."


Yan shiki nampak begitu senang sambil menggenggam erat buku yang baru saja ia dapatkan itu, tapi alangkah terkejutnya ia pada saat mendapati semua rak buku di dalam perpustakaannya itu telah berubah kosong tanpa ada selembar kertas pun yang tersisa.


Yan Shiki sampah tidak sadar kalau buku yang baru saja ia dapatkan itu kini sudah terlepas dari genggamannya dan setelah itu sebuah teriakan keras terdengar dari dalam kediamannya.


"Ling Yan!!!!! Shuyang!!!!! Dasar anak-anak kurang ajar!!!!! Beraninya kalian mengambil semua koleksi buku-buku milikku!!!!"


Yan Shiki mengumpat keras di dalam kediamannya sendiri, bahkan seluruh murid inti yang kediamannya tidak jauh dari tempat tersebut dapat mendengar suara teriakannya itu.


"Sepertinya kedua anak itu membuat masalah di dalam perpustakaan milik tetua Yan, hehehe ini adalah kelima kalinya ia berteriak seperti itu selama Yan Shiki mulai mengoleksi buku-buku kuno itu." Ucap penjaga perpustakaan sekte seribu pedang yang tidak sengaja melewati kediaman Yan Shiki.