LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 166. Paviliun Rumah Obat


"Itulah mengapa aku menangkapmu sekarang, jadi aku minta tolong padamu untuk menahan mereka untukku." Jin Fan melakukan hal yang sama dengan Wu Mei sebelumnya dan melemparkan Gui Sha ke arah Shen Yu dan Zhao Zhang.


Jin Fan lalu tersenyum sinis dan melesat dengan kecepatan tingginya sambil berkata.


"Aku akan membalaskan kematian mu sebagai ungkapan terimakasih ku nanti."


Sementara Gui Sha yang saat ini sudah berhadapan dengan 2 orang pendekar suci langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi sangat buruk.


"Tunggu! Aku mohon lepaskan aku, aku berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi setelah ini." Gui Sha memohon kepada Shen Yu dan Zhao Zhang yang sudah mengepungnya.


Zhao Zhang nampak menatap Gui Sha sambil mengerutkan dahinya. Sudah beberapa kali para tetua pedangnya bertarung dengan Gui Sha dan selalu saja jika dalam keadaan terpojok Gui Sha memohon seperti itu seakan ingin bertobat.


Tetapi setelah dilepaskan, Gui Sha malah kembali melakukan hal yang sama bahkan lebih buruk lagi, tetapi untuk saat ini Zhao Zhang tidak akan terperdaya lagi.


"Hmp baiklah, aku akan melepaskanmu, tetapi dengan satu syarat." Ucap Zhao Zhang.


Gui Sha yang melihat harapan langsung menyambut perkataan Zhao Zhang dengan cepat. "Apa syaratnya, aku akan memenuhinya sekarang." Jawab Gui Sha dengan wajah yang sedikit lebih cerah.


"Syaratnya adalah....." Zhao Zhang membuat sebuah pedang energi lagi yang seketika membuat wajah Gui Sha kembali menjadi buruk.


"Hiduplah dengan damai di neraka bersama kedua tetuamu itu." Zhao Zhang berkata sambil menebas leher Gui Sha sampai kepalanya terlepas dan menggelinding di tanah.


Sebelum meninggalkan mayat Gui Sha yang perlahan mulai menjadi dingin, Zhao Zhang terlihat mengambil cincin nat milik Gui Sha karena sebelumnya ia melihat Gui Sha memakan sebuah pil yang cukup berharga.


Setelah itu Zhao Zhang dan Shen Yu akhirnya kembali ke markas sekte Tengkorak iblis yang saat ini para anggotanya sudah habis dibantai oleh para murid inti sekte seribu pedang.


Hanya ada beberapa puluh orang anggota sekte Tengkorak iblis dan sekte iblis berdarah yang berhasil lolos karena sudah kabur sejak tadi.


Setelah pertempuran itu, Zhao Zhang Shen Yu beserta para murid dan 2 tetua yang ikut akhirnya kembali ke sekte.


*****


Pagi harinya setelah pertempuran semalam, Ling Yan dan Ling Xuilan terlihat sedang berjalan ke arah paviliun rumah obat karena Shen Yu memanggilnya.


Terlihat Xiao Hu kini sedang berada di pelukan Ling Xuilan dan terlihat begitu nyaman di sana, entah mengapa siluman kecil itu saat ini lebih suka bersama Ling Xuilan dari pada Ling Yan setelah hari pertemuan keduanya waktu itu.


Awalnya Zhu Qing juga ingin ikut dengan Ling Yan dan Ling Xuilan, namun karena Gao Lang ingin memberikan latihan teknik bertarung pada Zhu Qing, dengan berat hati ia lalu mengikuti gurunya itu kembali ke area latihannya.


"Kak Ling Yan, sebenarnya apa yang kak Ling Yan lakukan kemarin bersama guru Shen sampai kak Ling Yan menggunakan tubuh ilusi untuk menemui kami?" Tanya Ling Xuilan yang merasa penasaran.


"Ughh itu.... bukan apa-apa, guru Shen Yu hanya memberikanku sebuah gulungan teknik bertarung api untuk aku pelajari." Jawab Ling Yan berbohong.


Sementara Ling Xuilan hanya mengangguk mengerti sebelum akhirnya mereka sampai di paviliun rumah obat.


"Wah, jadi ini paviliun rumah obat." Ling Yan dan Ling Xuilan menatap kagum dengan bangunan yang cukup besar itu.


"Wah!!! bahan obat dan pilnya banyak sekali, wah!!! ini adalah bunga Aoki berumur 200 tahun, ini pil roh hijau bergaris, dan ini pil pengumpul energi." Lin Yan dan Xui kembali menatap kagum pada pil-pil itu.


Walaupun paviliun rumah obat sudah cukup lama berdiri bahkan sebelum Xui bergabung dengan sekte seribu pedang, namun Xui belum sekalipun mengunjunginya, itulah mengapa ia terlihat sangat antusias dan begitu kagum dengan pil-pil tingkat tinggi yang baru kali ini ia lihat.


Setelah mengagumi pil serta bahan obat yang terpajang itu, Ling Yan lalu menghampiri seorang guru peracik bernama guru Xiao Gang yang sedang mencatat beberapa bahan obat yang baru mereka dapatkan.


"Salam guru Xiao Gang, aku kemari untuk bertemu dengan guru Shen, apakah dia ada." Tanya Ling Yan.


"Eh kau.... kau murid dari ketua Shen Yu kan." Tanya Xiao Gang.


Xiao Gang merupakan salah satu guru peracik tingkat 5 paviliun rumah obat yang saat ini berada di tingkat pendekar senior tingkat 9, hanya butuh beberapa waktu lagi bagi dirinya untuk naik ke tingkat pendekar suci.


Selain menjadi seorang guru peracik, Xiao Gang juga saat ini menjabat sebagai penanggung jawab bahan obat paviliun yang bertugas mencatat dan mendata bahan obat yang terpakai maupun yang baru di dapatkan.


"Hehehe iya benar, aku disuruh kemari untuk menemuinya." Jawab Ling Yan sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Langsung masuk saja Ling Yan, guru Shen ada di ruangan pembuatan pil." Jawab Xiao Gang yang sambil menunjuk ke arah ruangan yang ia maksud dan disambut anggukan kepala dari Ling Yan.


"Terimakasih guru." Ling Yan berterimakasih sambil tersenyum lalu berjalan bersama Ling Xuilan kearah ruangan yang dimaksud oleh Xiao Gang.


Ling Yan dan Ling Xuilan tak sengaja berpapasan dengan seorang pemuda berpakaian murid sekte yang baru saja keluar dari dalam ruangan pembuatan pil.


pemuda itu bernama Lei Wang, salah satu murid dari paviliun rumah obat yang sudah berhasil menjadi aklemis tingkat 2.


Setelah melewati Lei Wang, terlihat pemuda itu berhenti dan menatap punggung Ling Yan yang sedang berjalan.


"Cih dia masuk dan menjadi murid ketua Shen hanya karena memiliki api spiritual sungguh sangat beruntung, lihat saja bagaimana aku akan memperlihatkan kau apa itu seorang aklemis yang sebenarnya." Batin Lei Wang.


Lei Wang sendiri adalah seorang murid dalam sekte seribu pedang yang berada di puncak tingkat pendekar berlian dan sebentar lagi naik ketingkat pendekar jiwa.


Ling Yan kini sudah memasuki ruangan yang dimaksud oleh Xiao Gang dan mendapati gurunya yang sedang mengawasi seorang murid wanita yang tengah meracik obat didalam tungku menggunakan elemen apinya.


Terlihat raut wajah gadis itu sangat serius dalam menstabilkan panas dan besarnya api yang ia gunakan, namun setelah beberapa saat berlalu tiba-tiba kekuatan api yang ia keluarkan menjadi tidak stabil dan membuat tungku obat tersebut meledak.


"Boom!!!" Suara ledakan yang cukup besar menandakan pil obat yang ia buat tidak berhasil.


"Uhuk-uhuk." Gadis itu keluar dari dalam kepulan asap sambil berbatuk ringan.


"Hmm maaf guru, aku masih belum berhasil." Ucapnya.


"Hmm baiklah, kalau begitu kau harus lebih banyak belajar lagi cara menstabilkan besar api yang kau gunakan untuk meracik obat, kau boleh keluar sekarang." Ucap Shen Yu.