LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 187. Bunga Darah


Tak lama kemudian terlihat pendekar itu menggigit sesuatu di dalam mulutnya yang tidak lain adalah racun dan membuat Ling Yan terkejut.


"Sial, dia ingin bunuh diri." Baru saja Ling Yan ingin mengalirkan tenaga dalam untuk mengunci saraf orang itu, dalam sekejap tubuhnya kini sudah terkulai lemas dan perlahan menjadi dingin dengan bola mata yang melihat ke atas.


Ling Yan hanya bisa mengumpat keras karena tidak berhasil menggali informasi tentang para pembunuh bayaran yang menyerang mereka itu.


"Bagaimana mungkin ia mati dalam sekejap, racun seperti apa yang ia gunakan." Batin Ling Yan.


Jia Li yang keadaannya sudah mulai membaik kini terlihat berjalan ke arah Ling Yan dengan dibantu oleh salah seorang pelayannya.


"Tidak perlu mencari tahu siapa pelakunya, aku sudah tau siapa pelaku yang ada dibalik para pembunuh ini." Ucap Jia Li.


Mendengar perkataan Jia Li, Yan Shiki dan Ling Yan langsung memalingkan pandangannya ke arah Jia Li.


"Walaupun ini hanya sebuah tebakan, tapi aku yakin kalau hanya mereka yang akan berani melakukan hal tersebut."


"Mereka, siapa yang putri Jia Li maksud dengan sebutan mereka?" Tanya Yan Shiki.


"Keluarga pedagang Xu, dan mereka semua adalah kumpulan pembunuh bayaran bernama perkumpulan Bunga Darah yang dibayar oleh keluarga Xu untuk membunuh ku." Jawab Jia Li.


Yan Shiki terlihat membulatkan matanya saat mendengar nama bunga darah.


Dengan sigap ia lalu menghampiri salah satu mayat pendekar tadi dan memeriksa lengan kanannya.


Sama seperti yang dikatakan oleh Jia Li, para pendekar tersebut memang benar adalah anggota pembunuh yang paling ditakuti oleh para pedagang dan para anggota keluarga kekaisaran yaitu kelompok pembunuh bunga darah.


Bukan hanya kekaisaran Feng, kelompok bunga darah ini juga terkenal sebagai komplotan pembunuh yang paling ditakuti oleh 2 kekaisaran lainnya, yaitu kekaisaran Wei dan juga kekaisaran Tang.


Dari yang ia dengar, komplotan pembunuh bayaran ini adalah komplotan yang jarang sekali gagal dalam misinya serta merupakan komplotan pembunuh paling tragis di 3 kekaisaran, karena mereka tidak akan segan-segan untuk menghabisi seluruh nyawa para pelayan ataupun pengawal yang melindungi target pembunuhan mereka.


Yan Shiki sebenarnya merasa bahwa kali ini mereka cukup beruntung karena Ling Yan berhasil menghindari serangan pertama dari para pembunuh ini dan membuat mereka terpaksa keluar dari persembunyiannya, karena dari awal, Yan Shiki memang tidak bisa merasakan aura mereka sedikitpun.


"Seandainya saja Ling Yan tidak berteriak dalam waktu yang tepat, mungkin saja kami semua sudah berada di posisi mereka saat ini." Gumam Yan Shiki.


"Sebenarnya para pembunuh bayaran ini sudah 3 kali melakukan percobaan pembunuhan terhadap keluarga kami, dimulai dari cabang keluarga di ibukota, dan 2 kali percobaan terhadapku.


Namun karena pengawal Tao Ming selalu ada pada saat penyerangan terhadap keluarga kami, para komplotan pembunuh itu selalu saja gagal melakukan aksinya, mungkin karena mengira pengawal Tao Ming juga akan melindungi ku, mereka akhirnya mengirimkan lebih banyak pendekar tingkat tinggi pada misi kali ini.


Tapi sepertinya mereka tidak akan mengira kalau aku akan dikawal oleh 2 orang pendekar senior sekte seribu pedang." Sambung Jia Li.


Ling Yan yang mendengar itu sontak melihat ke arah Shuyang dan Han Li.


"Huhh untung saja mereka berada jauh dari sini, sepertinya mereka tidak mendengar percakapan kami, hampir saja rahasia ku terbongkar." Batin Ling Yan sambil melihat Shuyang dan Han Li yang masih kelelahan setelah bertarung.


"Tetua Yan, sebaiknya kita bereskan dulu para mayat-mayat ini." Ucap Ling Yan yang mengalihkan pembicaraan.


Setelah percakapan mereka itu, Yan Shiki akhirnya memerintahkan Shuyang dan Han Li untuk membantu para pengawal memindahkan barang-barang yang dibawa oleh rombongan keluarga Jia.


Sementara Yan Shiki dan Ling Yan, mereka berdua membersihkan mayat-mayat tersenyum dan menumpuknya di sebuah tempat yang cukup jauh dari rombongan.


Yan Shiki sebenarnya berencana untuk menggali lubang untuk mengubur mayat-mayat itu, namun belum sempat ia mengatakan sesuatu.


"Para mayat pendekar aliran hitam ini tidak pantas untuk di kuburkan, tetua Yan tidak perlu repot-repot untuk membuat lubang bagi mereka." Ucap Ling Yan sebelum mengeluarkan api abadi pada telapak tangannya.


Yan Shiki yang melihat itu terlihat mengerutkan dahinya karena api spiritual yang di keluarkan oleh Ling Yan saat ini berbeda dengan api spiritual yang ia pakai saat bertarung tadi.


Belum sempat ia menanyakan sesuatu yang ada di dalam pikirannya, Ling Yan sudah membakar tumpukan mayat tersebut dengan api abadi miliknya.


Tak pernah Yan Shiki menyangka, para mayat yang dibakar oleh Ling Yan itu dalam sekejap terbakar habis menjadi abu bahkan ia tidak dapat mencium bau daging panggang sedikitpun pada saat Ling Yan membakarnya.


Yan Shiki terlihat menelan ludahnya kasar saat melihat ekspresi wajah Ling Yan yang tanpa ekspresi pada saat membakar para mayat itu.


"Anak ini...." Gumam Yan Shiki.


"Tetua Yan, aku ada satu permintaan." Ujar Ling Yan yang membuat Yan Shiki tersadar dari lamunannya.


"Tetua Yan sudah melihat kalau aku memiliki 2 api spiritual, aku hanya meminta agar tetua Yan merahasiakannya dari orang-orang, karena jika orang lain mengetahuinya, itu akan membuat banyak pihak mengincar sekte seribu pedang.


Apa lagi sekte seribu pedang juga memiliki api pembakar jiwa, dan jika mereka tahu kalau salah satu muridnya memiliki api spiritual juga, maka tetua Yan pasti bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya." Jelas Ling Yan yang kembali membuat Yan Shiki menelan ludahnya kasar.


"Haihhh... aku mengerti, aku akan menjaga rahasia ini." Jawab Yan Shiki sambil menghela nafas beratnya.


Sebenarnya Yan Shiki juga merasa senang karena sekte seribu pedang saat ini memiliki 4 jenis api spiritual yang akan membuat masa depan sekte tersebut menjadi lebih cerah.


Namun jika pihak luar mengetahui hal tersebut, bukan hanya aliran hitam sekte seribu pedang pastinya akan menjadi sasaran utama dari sekte aliran putih yang mungkin juga menginginkan kekuatan roh api spiritual itu.


"Kalau begitu aku akan kembali ke rombongan lebih dulu, aku serahkan sisa mayat-mayat ini padamu." Ucap Yan Shiki.


"Kau bisa mengandalkan ku, aku tidak akan membiarkan ada satupun mayat yang tersisa." Jawab Ling Yan.


Yan Shiki akhirnya berjalan ke arah rombongan dengan langkah ringannya.


"Sebenarnya saat ini aku ditugaskan untuk mengawasi para murid yang menjalankan misi, atau aku yang sedang di awasi oleh seorang murid." Batin Yan Shiki yang merasa kalau kekuatan Ling Yan saat ini berada jauh di atasnya.


Ia masih bisa mengingat teknik Yanga baru saja digunakan oleh Ling Yan yang mampu membuat kloning dirinya yang memiliki kekuatan setara dengan Pendekar jiwa.


"Teknik tubuh ilusi, dari mana ia mendapatkan teknik bertarung tingkat tinggi seperti itu." Batin Yan Shiki.


Walaupun tingkat kekuatan Yan Shiki saat ini berada di puncak pendekar senior, namun setelah melihat kemampuan bertarung, api spiritual serta teknik tingkat tinggi yang Ling Yan miliki, Yan Shiki merasa begitu yakin jika ia bertarung satu lawan satu melawan Ling Yan, mungkin ia tidak akan bertahan setelah bertukar sebanyak 30 jurus.