
"Kau cukup mahir melemparkan pisau!" Ucap Xiang Yu tersenyum tipis.
"Hehehe tidak selamanya seorang pendekar pedang hanya pandai memainkan pedang bukan." Pertarungan kembali berlanjut dan Wu Ya akhirnya memutuskan untuk menarik pedang yang ada di punggungnya dan memaksa Xiang Yu menjauh agar tidak menggangu pertarungan Yao Qiu dan Si kong Yu.
Tidak tinggal diam, Xiang Yu yang mendapatkan serangan pun berusaha mengelak sambil beberapa kali melemparkan pisau ke arah Wu Ya, namun sepertinya tidak ada cara lain baginya selain menarik pedangnya untuk menyambut serangan Wu Ya Itu.
Trang!!!!
"Sayatan seribu pedang!!!"
"Teratai bunga darah!!!"
Xiang Yu dan Wu Ya kini mulai bertukar jurus pedang dengan gerakan yang begitu cepat serta energi pertarungan yang seimbang.
Tidak ada satupun orang yang ingin ikut campur dengan pertarungan antara keduanya karena pertarungan tersebut tidak dapat diimbangi oleh pendekar yang berada di bawah kekuatan pendekar suci.
Sementara itu dipertarungan antara Yao Qiu dan Sikong Yu terlihat sedikit berat sebelah, pasalnya kemampuan bertarung Yao Qiu terlihat sedikit berada di atas kekuatan Sikong Yu.
Dan hasilnya Yao Qiu sudah berhasil mendaratkan beberapa pukulan pada tubuh Sikong Yu.
Srtttttt
Sikong Yu melompat mundur sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya setelah terkena pukulan tenaga dalam yang cukup kuat.
"Sial.... Karena Yao Qiu tidak membantu, aku menjadi cukup kesulitan menghadapinya, sepertinya tidak ada cara lain." Sikong Yu menggerakkan giginya sambil mengalirkan tenaga dalam ke dalam cincin natnya.
Terlihat ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam sebelum akhirnya mengubah ekspresi wajahnya menjadi tersenyum licik ke arah Yao Qiu.
Sementara Yao Qiu yang melihat kotak kecil itu terlihat mengerutkan dahinya sambil membatin.
"Kotak kecil apa itu?" Batinnya sebelum tawa Sikong Yu pecah.
"Hahahaha!! Aku akui kemampuan mu dalam ilmu pedang memang berada di atas ku, tapi sepertinya kemampuan mu itu tidak akan terlalu berguna sesaat lagi." Ucap Sikong Yu.
Ia kemudian membuka kotak kecil tersebut dan terlihat didalamnya berisi sebuah pil merah tua yang mengeluarkan aroma khas dan tidak lain merupakan pil darah naga.
Yao Qiu yang mengenali pil itu langsung membulatkan matanya.
"Sial!!! Aku tidak boleh membiarkannya menelan pil itu." Belum sempat Yao Qiu bergerak lebih jauh, pil darah naga itu sudah masuk kedalam mulut Sikong Yu.
"Aku terlambat, dia sudah menelannya." Yao Qiu kini menatap Sikong Yu dengan tajam dan perlahan tubuh Sikong Yu mulai mengumpulkan tenaga dalam yang sangat besar.
Sementara tidak jauh dari tempat itu, Xiang Yu yang merasakan aura petarung Sikong Yu terlihat mengulas senyum penuh kemenangannya.
"Hahaha sepertinya si pak tua Sikong Yu sudah menggunakan pil darah naga, aku sudah bisa merasakan rekanmu itu mendapatkan sebuah masalah besar." Ujar Xiang Yu.
Sementara Wu Ya terlihat sedikit berkeringat pada saat merasakan aura kekuatan yang sangat luar biasa tidak jauh dari tempatnya.
"Aura ini... Kekuatannya bahkan hampir mencapai kekuatan pendekar suci yang sudah membuka 8 gerbang." Batin Wu Ya sedikit bergetar.
Di dalam pikiran Wu Ya pun sedikit bercampur aduk dan menerka-nerka kalau orang yang menjadi lawannya saat ini pun juga memiliki pil yang sama dengan yang dimiliki Sikong Yu.
Di lain tempat, Tzu Ning dan juga Bao Tang terlihat sedang berhadapan dengan masing-masing 3 pendekar senior sekte seribu pedang dan salah satu dari pendekar itu adalah Xiao Gang salah satu dari guru peracik obat serta tetua pedang lainnya.
Tzu Ning dan Bao Tang terlihat begitu santai menghadapi lawan-lawannya, bahkan saat ini ke enam pendekar senior tersebut sudah menderita luka dalam karena kekuatan yang terlampau jauh.
"Hehh aku pikir akan ada pendekar suci lain yang datang, ternyata hanya dua orang pendekar raja sampah." Ucap Tzu Ning setelah Han Fung dan Wang Zu sampai.
"Tetua Xiao Gang, kau tidak apa-apa." Han Fung membantu Xiao Gang untuk berdiri sambil mengalirkan sedikit tenaga dalam.
"Uhuk!!" Darah segar mulai mengalir dari dalam mulut Xiao Gang disertai dengan nafas yang tersengal-sengal, begitu juga dengan para tetua yang bertempur bersamanya sebelumnya.
Wang Zu terlihat menatap tajam ke arah Tzu Ning dan Bao Tang, salah ada rasa takut yang sangat besar dalam pikirannya, tetapi ia terlihat begitu berusaha melawan rasa takut itu.
Sementara Bao Tang kini sudah mulai berjalan mendekati Wang Zu yang masih berdiri di depannya.
"Kalian para aliran putih memang bodoh, padahal kalian sudah tau sedang berhadapan dengan orang yang jauh lebih kuat dari kalian, tetapi kalian masih saja tidak ingin menyerah." Kata Bao Tang sambil berjalan.
Sementara Wang Zu kembali menelan ludahnya saat merasakan aura pembunuh milik Bao Tang, di dalam pikirannya ia tau kalau keberuntungan seperti sebelumnya pasti tidak akan terulang.
Han Fung yang ada di belakang Wang Zu terlihat berdiri dan mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.
"Wang Zu, sampai kapan kita akan lari dari rasa takut ini." Tenaga dalam milik Han Fung kini berfokus pada pedang di tangannya.
"Han Fung.... Kau....." Wang Zu begitu terkejut saat merasakan kekuatan Han Fung yang ternyata sudah meningkat menjadi pendekar senior bintang 1.
"Sejak kapan Han Fung memiliki kekuatan seorang pendekar senior jangan-jangan dia...." Tatapan terkejut Wang Zu tidak dapat ia tahan.
Bao Tang yang pernah melihat hal yang sama terlihat mengangkat alisnya sedikit.
"Ternyata kau salah satu dari anggota klan Han, sudah lama sekali aku tidak melihat teknik perubahan tenaga dalam milik klan itu, terakhir kali aku melihatnya pada saat membunuh salah satu petinggi klanmu itu 10 tahun yang lalu." Ucap Bao Tang dengan senyuman sinisnya.
Han Fung yang mendengar itu langsung membulatkan matanya, karena apa yang dikatakan oleh Bao Tang sama persis dengan kejadian yang menimpa ayahnya 15 tahun yang lalu, dan membuat ibunya ikut meninggal saat itu.
"Kau.... Kau pria berjubah hitam itu!!!" Teriak Han Fung sambil mengingat masa kelam dimana ia melihat sendiri kedua orang tuanya terbunuh oleh seorang pendekar aliran hitam karena mempertahankan sebuah pusaka milik keluarganya.
"Oh... Ternyata kau anak kecil yang menangis saat aku membunuh sepasang suami istri yang tidak ingin menyerahkan pedang pasir emas ini." Bao Tang menatap pedang pusaka langit yang ada di tangannya.
Han Fung yang melihat pedang pasir emas milik keluarganya itu kembali begitu murka di iringi tenaga dalam yang meluap-luap, bahkan kini sudah mencapai kekuatan seorang pendekar senior bintang 3.
Wang Zu yang ada di sebelahnya bahkan sampai tidak percaya dengan apa yang terjadi pada rekannya itu.
"Han Fung....... Kekuatan ini....."
"Khekhekhe jika saja orang tua itu tidak ada, mungkin kau dan adik kecilmu itu juga sudah mati di tanganku." Bao Tang kembali memprovokasi Han Fung dengan senyuman liciknya.
Han Fung mengepalkan tangannya erat sebelum berteriak keras.
"Kembalikan pedang pusaka keluargaku....." Tanpa pikir panjang Han Fung melesat dengan kecepatan tinggi dan maju menyerang Bao Tang, di dalam pikirannya bahkan sudah tidak ada rasa takut lagi dan hanya berisi rasa ingin balas dendam kepada pendekar aliran hitam yang sedang ia lawan.