
Disisi lain, tubuh ilusi Ling Yan yang ketiga juga berhasil membunuh Tzu Ning yang sebelumnya juga mengkonsumsi pil naga api merah tua.
Namun sialnya, ia tidak berhasil menangkap Bao Tang yang berhasil kabur membawa pedang pasir emas milik Klan Han.
Tapi untungnya semua tubuh ilusi Ling Yan datang diwaktu yang tepat untuk memukul mundur aliran hitam sebelum mereka berhasil membunuh para tetua pedang meskipun banyak dari mereka yang meloloskan diri.
Sementara itu kini semua aliran hitam sudah kembali mundur dari sekte seribu pedang dan mengalami kerugian yang begitu besar.
Selain kematian dari Jin Fan dan juga Yuanrang serta gagalnya penyerangan yang dilakukan, para aliran hitam ini juga kehilangan banyak sekali anggota bahkan tetua mereka yang ikut menyerang.
Dan di antara sekte aliran hitam tersebut yang mengalami kerugian terbesar adalah sekte serigala neraka yang kehilangan ketua sekte mereka dan sekte gunung tengkorak yang kehilangan 3 tetuanya yaitu Tzu Ning, Lao Qun dan Lao Qin.
Tentu saja yang membunuh para pendekar suci ini tidak lain adalah tubuh ilusi Ling Yan yang datang pada saat-saat terakhir.
Walaupun sempat menggunakan pil naga api merah tua, nyatanya tubuh ilusi Ling Yan yang setingkat pendekar suci dengan mudah membuat mereka tidak dapat berkutik sedikitpun.
Bahkan ketiga tetua sekte gunung tengkorak itu harus berakhir tragis akibat keganasan dari efek racun ular sisik hijau raksasa milik Ling Yan.
Gu Liang selaku ketua sekte gunung tengkorak sangat murka akan hal tersebut hingga mulai menyalahkan Yan Susu.
Tetapi sepertinya ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Yan Susu saat ini sudah mengambil alih sekte serigala neraka setelah kematian Yuanrang yang membuatnya memiliki kekuatan pendukung.
Selain itu ia juga memiliki api naga Yin Yang serta pil naga api merah tua yang dapat membuat kekuatannya berada di atas Gu Liang.
Untuk kubu aliran putih sendiri juga tidak terlalu baik, karena dalam pertempuran ini aliran putih setidaknya kehilangan lebih dari 30 persen murid beserta para tetua dari sekte seribu pedang maupun sekte sekutu mereka.
Bahkan banyak dari para murid sekte seribu pedang yang mengalami luka parah akibat pertempuran yang terjadi.
Untungnya sekte seribu pedang memiliki paviliun rumah obat yang memiliki begitu banyak pil penyembuh untuk memulihkan keadaan sekte.
3 hari setelah pertempuran.
Di sebuah ruangan khusus paviliun rumah obat, terlihat Zhao Zhang tengah berbaring lemah karena luka dalam yang ia terima saat bertarung dengan Jin Fan.
Di dalam ruangan tersebut nyatanya tidak di isi oleh Zhao Zhang seorang melainkan juga Shen Yu yang tengah duduk di sebelahnya.
Shen Yu terlihat menghela nafas berat sebelum berbicara kepada Zhao Zhang.
"Haihh maafkan aku karena membuat kondisi ketua menjadi seperti ini." Ucapnya merasa bersalah.
Karena walau bagaimanapun, penyerangan terhadap sekte seribu pedang tidak luput dari campur tangan salah satu dari murid paviliun rumah obat serta api semesta yang ia miliki.
"Seharusnya kau tidak perlu meminta maaf padaku, karena penyerangan ini bukan hanya sekedar untuk mencuri api spiritual, melainkan mereka juga mengincar pedang kabut ilusi dan teknik pedang tanpa wujud milik leluhur sekte." Jawab Zhao Zhang.
Zhao Zhang kini sedikit terdiam memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya dimasa depan, karena saat ini bisa dibilang aliran hitam sudah mengetahui keberadaan pusaka tersebut.
Ia lalu teringat akan Ling Yan yang sudah membangkitkan akar roh surgawi di dalam lautan rohnya.
"Ada apa ketua Zhao?" Shen Yu bertanya pada saat melihat wajah Zhao Zhang yang terlihat sedang larut dalam pikirannya sendiri.
Zhao Zhang yang melamun akhirnya tersadar sambil menatap Shen Yu.
"Berapa lama lagi pil penyembuh itu selesai?" Tanya Zhao Zhang.
"Tidak lama, paling tidak pil penyembuh itu akan selesai besok pagi." Jawab Shen Yu sambil tersenyum.
Namun dibalik senyuman Shen Yu itu, ia bisa melihat kalau Zhao Zhang tidak sedang ingin membahas tentang pil penyembuh melainkan sesuatu yang lain.
Akan tetapi ia tidak menanyakannya lebih jauh, ia lebih memilih diam sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu dan membiarkan Zhao Zhang larut dalam pikirannya sendiri.
*****
Di tempat latihan Ling Yan, yakni di belakang kediaman sekte seribu pedang, terlihat ia sedang duduk bersila sambil menyerap energi alam dan membentuk tenaga dalam.
Di tempat tersebut ia tidak sendirian melainkan ada Xiao Hu yang sedang tidur di dekatnya beserta teman-temannya yang masih berlatih bersama Shuyang termasuk Zhao Yun Zhi.
Di dalam meditasi yang ia lakukan, Ling Yan saat ini tengah berada di dalam lautan rohnya bersama dengan ke enam api spiritual yang ia miliki.
Di dalam lautan rohnya itu bisa dilihat ke enam api spiritual juga sedang menutup matanya karena ke enam roh api ini tengah membantu Ling Yan mengendalikan akar roh surgawi agar tidak terlalu cepat membuka Meridian kecil pada tubuhnya.
Karena pada saat Ling Yan mengumpulkan energi alam, akar roh surgawi juga akan bergerak untuk membuka Meridian kecil pada tubuhnya dengan sangat cepat.
Salah satu dari akar roh surgawi yang Ling Yan miliki tiba-tiba berhenti membuka Meridian kecil dan kembali ke tempatnya semula.
"Ugh...... Akar rohku sepertinya akan membentuk sebuah elemen baru lagi." batinnya.
Di saat yang bersamaan, Ling Yan merasakan energi alam yang ia dapatkan menjadi hilang tanpa jejak kedalam akar roh nya itu lalu di detik berikutnya sebuah elemen baru kembali terbentuk dan terikat pada akar rohnya.
Ling Yan dapat melihat elemen yang baru saja ia bentuk tersebut adalah elemen angin.
"Bagus, ini sangat cocok dengan teknik seribu pukulan angin yang sudah aku kembangkan sebelumnya, kira-kira seperti apa jika teknik ini aku gabungkan dengan api spiritualku nanti." Batin Ling Yan.
Akhirnya akar roh surgawi Ling Yan sudah mengikat lima elemen berbeda dan juga berhenti membuka Meridian kecilnya, sebaliknya akar roh surgawi yang baru saja membentuk elemen baru itu kembali berkultivasi sendiri.
Ling Yan membuka matanya dan menghentikan meditasi nya, namun di detik berikutnya ia kembali dikejutkan oleh sesuatu yang baru di dalam tubuhnya yaitu akar roh surgawinya kini tidak berhenti menyerap energi alam.
"Ini.... kenapa akar roh surgawi ku masih menyerap energi alam." Ling Yan merasa sedikit khawatir dengan hal tersebut.
Walaupun saat tidak bermeditasi akar roh surgawinya menyerap energi alam sepuluh kali begitu lambat, tetapi ia tetap khawatir kalau hal itu bisa berpengaruh buruk bagi tubuhnya.
"Kau tidak perlu khawatir tentang tubuhmu, akar roh surgawimu dapat menyerap energi alam dengan sendirinya karena kau sudah membuka lebih dari seribu Meridian kecil, dan kemampuan menyerap dari akar rohmu akan semakin bertambah jika kau membuka lebih banyak Meridian kecil." Ucap api abadi yang membuat Ling Yan merasa lega.