
Aksi saling naik menaikkan harga antara kedua belah pihak masih terus berlanjut hingga hanya tersisa keduanya saja yang berduel dalam perebutan pil tersebut.
"21 juta!!" Teriak Yao Qiu kembali sebelum di sambut teriakan lain dari Wu Ya.
"21 juta seratus!!!" Teriaknya sambil tersenyum mengejek.
"22 juta!!."
"22 juta seratus ribu."
Walaupun hubungan antara gunung bunga persik dan sekte seribu pedang begitu dekat dan merupakan satu sekutu, tetapi jika sudah menyangkut masalah perebutan barang lelang seperti ini kedua sekte ini memang sering berdebat seperti itu.
Yao Qiu yang sedikit kesal dan tahu kalau Wu Ya hanya ingin mempermainkan dirinya langsung memiliki ide untuk menjebak Wu Ya dengan trik yang sama.
"28 juta koin emas, bagaimana rubah tua, apakah kau masih mau melwanku." Yao Qiu menaikkan harga sedikit lebih tinggi dan berencana untuk berhenti setelah Wu Ya menaikkan harga seperti sebelumnya, namun sayangnya pria tua itu sudah tahu rencana Yao Qiu lebih dulu.
"Hmm... Sepertinya kami akan merelakan pil pertama ini untuk sekte gunung bunga persik lebih dulu." Ucap Wu Ya sambil tersenyum mengejek membuat Yao Qiu hampir saja tersedak nafasnya sendiri.
Ia lalu berteriak dan mengumpati Wu Ya dengan keras.
"Kau!!! dasar bajingan tua, beraninya kau mempermainkan ku." Teriak Yao Qiu kesal.
"Hahaha dasar rubah tua, bukankah kau sendiri juga merencanakan hal yang sama untukku, sayangnya trik murahan seperti itu tidak akan bisa memperdayakan ku." Jawab Wu Ya sambil tersenyum penuh kemenangan.
Sementara Han Fung yang ada di belakangnya hanya bisa menyunggingkan senyum canggung, karena ini bukan pertama kalinya ia mendampingi Wu Ya dalam lelang di ibukota, dan ini adalah kali ke 7 ia berada dalam posisi yang sama seperti ini.
"Sekte gunung bunga persik menawar seharga 28 juta koin emas, apakah ada penawaran lain yang lebih tinggi dari gunung bunga persik? Ketukan pertama!! Ketukan kedua, ketukan ketiga!! Selamat kepada sekte gunung bunga persik!!!" Teriak Gu Xingyi.
"Sialan kau bajingan tua!! Aku akan mengingat ini." Umpat Yao Qiu, sementara orang yang di umpatinya terlihat tersenyum penuh kemenangan.
Beberapa dari petinggi sekte lain bahkan tertawa dengan kejadian yang baru saja terjadi itu.
"Hahaha sebuah pil di beli dengan harga 28 juta, ternyata sekte gunung bunga persik adalah sekte yang begitu kaya." Ucap perwakilan sekte kuda terbang yang juga mengikuti pelelangan.
Lain halnya dengan Ling Yan yang terlihat begitu senang dan berterimakasih kepada Wu Ya, karena berkat tetua sektenya itu Ling Yan jadi bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar daripada yang ia bayangkan.
Pelelangan pil akhirnya kembali dilanjutkan dengan hasil pil kedua di dapatkan oleh sekte seribu pedang dengan harga 18 juta koin emas serta pil ketiga seharga 22 juta koin emas yang di dapatkan oleh sekte kuda terbang setelah berebut dengan sekte awan petir.
Dan akhirnya jumlah keseluruhan koin emas untuk ketiga pil tersebut adalah 68 juta koin emas, jika ditambah hasil dari lelang pil rembulan putih, Ling Yan mendapatkan total sebanyak 108 juta koin emas.
"Hahaha dengan koin sebanyak itu ditambah seluruh koin emas yang ada di dalam cincinku saat ini, aku bisa membeli setidaknya 4 dari 10 barang utama di dalam lelang ini." Batin Ling Yan tertawa lepas.
"Dengan ini lelang untuk pil sudah berakhir, sekarang waktunya beralih ke barang lelang selanjutnya." Salah seorang anggota asosiasi kembali membawa sebuah kotak hitam panjang berisi sebuah gulungan putih.
Tak lama kemudian dua orang gadis cantik juga ikut naik ke atas panggung dan saling membantu dalam membuka gulungan tersebut.
"-----"
Keheningan langsung tercipta pada saat lukisan itu di keluarkan di dalam lelang dan terlihat tidak ada yang tertarik dengan lukisan tersebut, karena bagi seorang pendekar, lukisan antik seperti itu tidak lebih hanya sekedar lukisan biasa yang tidak ada apa-apanya.
"Hahaha lukisan seperti ini tidak akan menarik perhatian kami!! cepat keluarkan barang lelang yang lain!!!" Seru para peserta lelang kecewa.
Beberapa petinggi sekte menengah ke atas bahkan menggelengkan kepalanya.
"Hei!!! Apa kau pikir kami mengikuti lelang ini untuk membeli lukisan murahan seperti itu, kami datang kesini untuk membeli harta Karun, bukan membeli kertas hiasan tidak berguna seperti itu!!!" Teriak mereka.
"Jika kalian memang bersikeras ingin menjualnya, maka aku akan membayarnya seharga 1 keping emas." Teriak salah satu peserta sebelum di sambut tawa keras dari seluruh peserta lelang.
Gu Xingyi yang berada di panggung pelelangan tentunya sudah tau kalau reaksi para peserta lelang akan menjadi seperti ini, namun karena orang yang menyuruhnya melelang benda tersebut adalah seorang yang berada di atas pendekar suci, Gu Xingyi tidak memiliki pilihan lain selain melelangnya.
Apalagi orang itu tidak masalah dengan berapa saja harga awal yang ditentukan olehnya, maka dari itulah ia menawarkan lukisan itu dengan harga yang sangat murah.
Sementara orang yang dimaksud oleh Gu Xingyi adalah pendekar bertopeng misterius yang 2 hari lalu menemuinya.
Selagi ejekan dan cacian terus dilontarkan oleh para peserta lelang, Ling Yan yang mengenali lukisan tersebut nampak membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Lukisan itu!! itu lukisan yang sama dengan yang ada di buku menara kuno!!" Batin Ling Yan terkejut sebelum mendengar perkataan Guo Kai yang tiba-tiba keluar dari dalam pedang kabut ilusi.
"Lukisan Dunia Alam Leluhur memang memiliki aura yang luar biasa, tetapi tidak ada seorangpun yang dapat merasakan aura itu selain aku." Ucap Guo Kai.
"Lukisan Dunia Alam Leluhur? Bagaimana kau mengenali lukisan itu?" Tanya Ling Yan.
"Hmp! Apakah penjelasanku lebih penting daripada mendapatkan lukisan itu terlebih dahulu? dapatkan lukisan itu dan aku akan menjelaskannya nanti." Ucap Guo Kai dengan ekspresi wajah yang membuat Ling Yan penasaran.
Walaupun ia memang tidak merasakan apapun pada lukisan itu, tetapi jika Guo Kai yang mengatakan kalau lukisan tersebut sangat berharga, maka Ling Yan tentunya harus mendapatkannya.
"Kalau begitu aku!! Aku akan membelinya dengan harga 100.000 koin emas." Teriak Ling Yan yang berhasil menarik perhatian seluruh peserta lelang, bahkan Shuyang, Xui, dan juga Qianlin cukup terkejut dengan keputusan Ling Yan itu.
"Ling Yan!! Apakah kau...." Shuyang menghentikan ucapannya saat mendapatkan Ling Yan mengangkat tangan ke arahnya dan membuatnya mengangguk mengerti.
Para peserta lelang yang mengalihkan pandanganya ke arah Ling Yan lantas tertawa terbahak-bahak sambil melontarkan kata-kata ejekan.
"Hahaha ternyata ada juga yang menginginkan lukisan murahan itu untuk dijadikan pajangan!!"
"Seratus ribu koin emas untuk sebuah lukisan, pasti orang itu sudah kehabisan akal!! Hahaha!"
Sementara di sisi lain ruangan VIP, perwakilan dari Klan tanda surgawi nampak mengerutkan dahinya saat mendapati Ling Yan akan membeli lukisan itu, dan sepertinya hanya dia seorang diri yang menyadari adanya kejanggalan dari hal tersebut.
"Hmm... Mengapa pemuda bertopeng itu malah menawar harga untuk sebuah lukisan biasa? Apa mungkin lukisan itu adalah sesuatu yang sangat berharga?" Batin Pemimpin Klan tanda surgawi.