LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 201. Telur Merah


Melihat hal tersebut, Ling Yan langsung bergerak menahan tangan Ling Han agar tidak melakukan hal itu.


"Ketua Han, kau tidak perlu melakukan hal ini, aku akan berusaha semampuku untuk melindungi, tidak bukan hanya Ling Mei, tapi semua anggota Klan kita." Jawab Ling Yan.


"Hmm aku mengerti." Angguk Ling Han yang mengerti maksud Ling Yan.


Sebenarnya dari perkataan Ling Han sebelumnya tersirat niat untuk menjadikan Ling Yan sebagai menantunya, akan tetapi cara Ling Yan menjawab perkataannya tadi untuk melindungi seluruh anggota Klan langsung membuatnya mengerti kalau Ling Yan mempunyai hubungan spesial dengan gadis lain.


"Maaf Ketua Han, tapi aku sudah terlebih dahulu berjanji kepada seseorang." Batin Ling Yan sambil mengingat kembali raut wajah dan senyuman dari Xui yang tiba-tiba muncul di kepalanya.


Ling Yan lalu berjalan ke arah rak rak penyimpanan harta yang ada di dalam ruangan tersebut di ikuti oleh Ling Han dibelakangnya.


Sebenarnya semua harta Karun yang ada di dalam ruangan itu sangat berguna bagi perkembangan Ling Yan, namun karena hanya boleh memilih 3 buah barang, maka ia harus memperhatikan secara teliti sebelum memilih barang yang ia inginkan.


Ling Yan kini sedang memperhatikan rak penyimpanan yang menyimpan sebagian besar harta Karun berbentuk gulungan.


"Hmm semua gulungan disini adalah teknik bertarung bumi tingkat rendah, apakah ada salah satu dari mereka yang membuatmu tertarik." Tanya Ling Han.


"Semuanya warna gulungannya berwarna putih." Ucap Ling Yan sebelum pandangannya jatuh ke arah sebuah gulungan yang berwarna kuning.


"Eh itu adalah teknik bertarung kuning, seperti agak sedikit janggal jika sebuah teknik bertarung kuning ditempatkan di antara gulungan-gulungan ini." Ling Yan lalu meraih gulungan tersebut dan mencoba membukanya.


Pandangan mata Ling Yan menjadi membulat saat melihat isi dari gulungan tersebut yang ternyata bukanlah sebuah teknik bertarung, melainkan berisi cara membuat sebuah boneka roh dari tubuh seorang pendekar yang sudah mati.


Sebelum Ling Han melihat isi dari gulungan tersebut, Ling Yan sudah menutupnya kembali.


"Itu adalah gulungan teknik bertarung tingkat kuning, apakah kau benar-benar ingin memilikinya." Tanya Ling Han yang memang tidak tahu apa isi dari gulungan tersebut.


Ling Yan tersenyum tipis sebelum mengangguk dan membatin.


"Sepertinya ketua Han tidak pernah melihat isi dari gulungan ini sebelumnya." Batin Ling Yan.


Sebenarnya Ling Han agak sedikit heran saat melihat Ling Yan malah memilih sebuah teknik bertarung tingkat rendah di antara teknik bertarung bumi yang ada di rak penyimpanan tersebut.


Tetapi ia membuang perasaannya itu karena kini Ling Yan sudah mulai berjalan kembali di antara rak penyimpanan harta di ruangan itu.


Tak lama kemudian langkah kaki Ling Yan kembali terhenti di depan rak penyimpanan lain yang berada di tengah-tengah dan melihat sebuah baju pelindung tingkat tinggi berwarna emas diantara beberapa senjata tingkat tinggi.


"Wah ada baju pelindung tingkat bumi, ketua Han apakah baju pelindung ini juga termasuk?" Tanya Ling Yan memastikan.


"Tentu saja." Ling Han kemudian mengangguk disambut pandangan mata yang berbinar dari Ling Yan.


Dengan cepat Ling Yan melepaskan pakaiannya dan membuat Xiao Hu terbangun.


"Miaooo...."


"Maaf Xiao Hu, aku tidak ada pilihan lain selain membangunkan mu." Ling Yan lalu melompat dan meraih baju pelindung tersebut karena tempatnya memang berada cukup tinggi, lalu pada saat ia mendaratkan kakinya, baju pelindung itu kini sudah terpasang di tubuhnya.


Sementara itu Ling Han yang baru pertama kali melihat Xiao Hu terlihat mengangkat alisnya sambil membatin.


Sebenarnya Ling Han agak sedikit terkejut melihat Xiao Hu yang keluar dari dalam jubah Ling Yan.


"Bagaimana bisa surai dan ekor api dari kucing kecil itu tidak membakar tubuhnya." Ujar Ling Han.


Tak lama kemudian setelah Ling Yan menggunakan pakaiannya kembali, Xiao Hu kini sudah melompat ke atas bahu Ling Yan sebelum masuk kembali kedalam tempat favoritnya itu.


"Ling Yan, kucing itu.... apakah dia siluman? tapi mengapa aku tidak pernah melihat siluman dengan wujud seperti itu sebelumnya?" Ling Han bertanya dengan wajah kebingungan.


Ling Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sebelum menjawab.


"Dia adalah teman kecil yang aku temukan di hutan kegelapan, bisa dibilang dia memang seekor siluman."


Ling Yan kemudian berjalan kembali menyusuri beberapa rak tersebut tetapi tidak ada satupun harta Karun yang berhasil menarik perhatiannya.


Sampai akhirnya pandangan matanya tertuju pada sebuah benda merah berbentuk bulat yang cukup besar menyerupai telur dengan corak yang tidak biasa pada permukaannya.


"Eh benda apa itu?" Ling Yan langsung menghampiri rak tersebut lalu memperhatikan benda itu lebih dekat.


"Ketua Han, apakah kau tahu benda apa ini, sepertinya terlihat seperti sebuah telur, tapi mengapa telur ini berwarna merah." Ujar Ling Yan sambil menatap benda tersebut yang memang adalah sebuah telur.


Ling Han yang melihat itu juga terkejut dibuatnya, pasalnya ini juga pertama kalinya ia melihat telur berwarna merah itu.


"Eh ini.... aku juga baru pertama kali melihatnya." Jawab Ling Han dengan tangan yang mengusap dagunya.


Ling Yan mencoba menyentuh telur merah tersebut dengan tangannya, tapi sebelum jari tangannya itu berhasil menyentuh permukaan telur tersebut, tiba-tiba Ling Yan dan Ling Han merasakan aura pembunuh yang begitu kuat keluar dari dalam telur tersebut.


"Ughhh." Ling Yan menarik tangannya dengan cepat dan bergerak mundur tiga langkah sama seperti Ling Han.


Dan setelah beberapa saat, aura pembunuh itu lalu menghilang tanpa ada sedikit yang tertinggal.


"Ketua Han, tadi itu......" Ling Yan sampai menelan ludahnya dengan kasar.


Sementara Ling Han "Aura pembunuh yang begitu pekat, seorang pendekar suci saja tidak mungkin memiliki aura pembunuh sekuat itu." Ujar Ling Han sambil berkeringat dingin, hanya Xiao Hu yang ada di dalam jubah Ling Yan yang bersikap santai seolah tak terjadi apapun.


Setelah mengatur nafasnya kembali, Ling Yan kemudian berjalan mendekat ke arah telur tersebut lalu mencoba menyentuhnya lagi.


Tidak seperti sebelumnya, aura pembunuh dari telur itu kini tidak terasa sedikitpun.


Ling Yan mengehela nafas lega setelah tidak merasakan aura pembunuh itu lagi.


"Sepertinya isi di dalam telur ini hidup, aku bisa merasakan detak jantung yang berdegup dari permukaan cangkang telur ini." Batin Ling Yan sambil mengusap permukaan telur merah tersebut.


Namun saat ia masih mengusap permukaannya, tiba-tiba saja ia merasakan tenaga dalam miliknya seakan terhisap kedalam dan membuatnya menarik tangannya dengan cepat.


"Telur ini, dia mengisap tenaga dalam milikku dengan sekejap, apa mungkin yang ada di dalam telur ini juga merupakan salah satu dari binatang gaib yang melegenda seperti Xiao Hu." Ling Yan membatin sambil memeriksa tangannya.


"Bahkan ia sampai menyerap 10 garis tenaga dalam ku hanya dalam sekejap, aku ingin lihat seperti apa wujudmu saat kau menetas nanti." Ling Yan tersenyum penuh makna sebelum berniat memasukkan telur itu kedalam cincin natnya.