
"Haihh putri Jia Li ini, sepertinya setelah aku menyelamatkannya waktu itu, dia semakin lama semakin......" Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya suara teriakan Jia Li yang kesal kembali memekakan telinganya.
"Ling Yan!!! Tidak bisakah kau duduk menggantikan pengawal Tao Ming disini, aku merasa begitu kesepian karena tidak ada yang di ajak bicara, dan kau mungkin bisa melindungiku lebih baik dari pengawal Tao." Itulah suara yang terdengar di telinga Ling Yan sekarang.
Di dalam kereta kuda terlihat Jia Li yang memasang wajah cemberutnya, karena sudah tiga hari ini dalam perjalanan para rombongan, Ling Yan selalu saja terlihat menghindarinya.
Tao Ming hanya bisa menghela nafas panjang saat mendengar perkataan Jia Li itu.
"Haihh..... ini sudah kali ke 12 putri Jia Li berteriak seperti itu." Gumam Tao Ming.
Walaupun perkataan Jia Li seakan merendahkan kemampuannya, Tao Ming tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena pada kenyataannya itu memang benar adanya.
"Dia, anak muda yang bahkan baru berumur 15 tahun, bagaimana mungkin ia memiliki kekuatan pendekar senior di usianya ini." Pikir Tao Ming yang sudah mengetahui tingkat kekuatan Ling Yan.
Walaupun kekuatan Ling Yan berada di atas Tao Ming, namun karena persepsi jiwa yang begitu tinggi, Tao Ming tetap bisa merasakan kekuatan yang dimiliki oleh Ling Yan tersebut.
Tapi meskipun begitu, tetap saja ia masih tidak mempunyai kemampuan untuk merasakan kekuatan ke empat roh api spiritual yang Ling Yan miliki.
Sementara Yan Shiki dan yang lainnya hanya bisa tersenyum canggung sambil berbisik satu sama lain.
"Sepertinya pengawal Tao sangat tertekan dengan perkataan putri Jia Li." Shuyang berbisik kepada Han Li, dan Yan Shiki hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
Nyatanya bukan hanya Tao Ming yang merasa tertekan, tetapi Yan Shiki juga merasakan hal yang sama.
"Haihhh baru 5 hari berlalu sejak Ling Yan mengalahkan orang itu, tapi aku sudah bisa merasakan kekuatannya sudah lebih kuat lagi walaupun tingkatannya tidak meningkat, sebenarnya teknik seperti apa yang dilatih oleh Ling Yan?" Batin Yan Shiki.
Ling Yan terlihat tidak mempedulikan teriakan Jia Li dan memutuskan tetap berada di tempatnya, dan tanpa sepengetahuan yang lainnya, Ling Yan kini terlihat tengah memberi makan pada kawan kecilnya itu.
Miaooo!!!!! grrrrr!!!!!
"Kau mau lagi? bukankah ini sudah kristal siluman yang ketujuh?" Ling Yan kembali memberikan 1 kristal siluman pada Xiao Hu sampai akhirnya ia menghabiskan 20 kristal siluman barulah ia berhenti.
Ling Yan tidak habis pikir dengan nafsu makan teman kecilnya itu yang meningkat begitu pesat, bahkan 7 kali lipat dari biasanya.
"Hmm mungkin itu karena ia baru makan lagi setelah beberapa hari." Ujar Ling Yan sambil menggaruk pipinya.
Tak lama kemudian tiba-tiba saja Xiao Hu menggeram dan terlihat seperti ingin buang air di depannya,dan Ling Yan yang melihat itu langsung terkejut dibuatnya, pasalnya ini adalah kali pertama teman kecilnya itu akan buang air.
"Aku pikir kau ini tidak buang air, eh tunggu dulu jangan buang air disini---" Baru saja ia mau memindahkan teman kecilnya itu tetapi sudah terlambat, Xiao Hu sudah selesai dengan kegiatan buang airnya.
"Eh Ini......." Pandangan mata Ling Yan tertuju pada sebuah bola kecil berwarna bening dan berkilau seukuran telur ayam yang di keluarkan oleh Xiao Hu.
"Dia menggelengkan kepalanya, apakah ini adalah kotorannya?" Ling Yan lalu mengambil sebuah jerami untuk memastikan hal tersebut.
"Benda ini padat." Ling Yan lalu menyentuhnya dengan jarinya dan benar saja benda tersebut memanglah padat seperti sebuah kristal.
Ling Yan nampak memperhatikan bola itu dengan seksama dan tak lama kemudian, ia dikejutkan oleh energi alam yang sangat banyak keluar dari bola kristal itu dan tiba-tiba saja masuk kedalam tubuhnya.
"Ugh.....ini energi alam yang sangat murni." Ling Yan menggunakan ilmu jalan langit untuk menyerap energi tersebut dan berhasil membuatnya menambah tenaga dalam sebanyak 100 garis pada masing-masing elemennya selain api abadi dalam sekejap.
Bertepatan dengan itu, bola kristal tersebut kini sudah berubah warna menjadi hitam pekat dan tidak memiliki energi alam sedikitpun.
Ling Yan lalu membuka matanya.
"400 garis tenaga dalam, bagaimana mungkin." Ling Yan merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia alami tadi, dan tak lama kemudian rombongan keluarga Jia kini sudah sampai di sebuah kota bernama kota Tong meng salah satu kota besar di kekaisaran Wei.
Meskipun luas dari kota Tong meng tidak seluas ibukota, tetapi Tong meng tetap menjadi salah satu jalur pusat perdagangan kekaisaran dan sangat ramai oleh pengunjung baik dari dalam maupun dari luar.
"Kita akan berhenti dan melanjutkan perjalanan besok, karena rombongan kita akan membongkar beberapa barang dan juga mengambil beberapa persediaan sebelum ke ibukota." Ucap Yan Shiki kepada ketiga murid sektenya.
Ling Yan hanya mengangguk mengerti sebelum pandangannya tertuju ke suatu tempat yang membuatnya tersenyum sinis saat membalikkan pandangannya.
"Sepertinya ada yang mengikuti kami sedari tadi." Ling Yan mencoba menggunakan persepsi jiwanya untuk memeriksa daerah sekitarnya itu.
"3 orang pendekar jiwa, dan juga ada beberapa orang pendekar berlian dan emas, sepertinya mereka orang-orang dari kelompok bunga darah." Gumam Ling Yan karena merasakan hawa dari orang-orang tersebut mirip dengan orang-orang yang menyerang rombongan mereka beberapa hari yang lalu.
"Hmm sepertinya ada lebih banyak pendekar lagi yang akan datang, tapi.... mengapa mereka sangat ingin membunuh Jia Li, ini bahkan sudah kali kedua mereka mencoba mengikuti kami." Batin Ling Yan.
Sementara di tempat yang tadinya di perhatikan oleh Ling Yan.
"Apakah dia mengetahui keberadaan kita." Ucap salah satu dari pendekar bertopeng merah dengan tubuh sedikit bergetar.
"Sepertinya tidak, lebih baik kita pergi, kita tidak boleh menyerang selagi bantuan belum tiba, mengingat saat ini Tao Ming dan juga dua orang dari sekte seribu pedang itu memiliki kekuatan pendekar senior." Ketiga pendekar jiwa dan para rekannya yang lain kini sudah menghilang dari tempatnya.
Sesampainya di cabang keluarga Jia kota Tong meng, Ling Yan lalu memberitahukan informasi itu pada Yan Shiki.
"Begitu ya, sepertinya keluarga Jia memiliki musuh yang cukup besar, bahkan ini sudah keduakalinya mereka mengirim komplotan pembunuh bayaran yang sama untuk menyerang kita." Ujar Yan Shiki.
Yan Shiki lalu memberitahukan Ling Yan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sekitar sedangkan dirinya akan bertemu dengan Tao Ming dan juga Jia Li untuk memberitahukan hal tersebut.