
Jin Yuan yang sedari tadi berjalan di sekitar markas sekte bulan darah kini mendapati sebagian anggota sekte mereka sedang mencari di depan api unggun bersama para wanita yang sebelumnya mereka tangkap.
"Hahahaha kamu sangat manis nona cantik, cobalah tersenyum lebih manis lagi." Ucap salah satu pendekar aliran hitam itu dengan tawa mesumnya.
Sementara si gadis yang sedang mencari bersamanya terlihat memaksakan senyumnya walaupun dari ekspresi wajahnya lebih cenderung ke arah ketakutan.
"Perintah master adalah kehormatan bagiku." Jin Yuan mengubah lengannya menjadi sebuah pedang putih yang terhubung dengan lengannya, dan sebelum para anggota sekte itu bereaksi.
Srakkkkk
Jin Yuan sudah bergerak cepat menebas salah seorang pendekar perak dan berakhir jatuh ketanah bersamaan dengan darah yang mengalir dari tubuhnya.
Para pendekar aliran hitam yang melihat kejadian tersebut nampak membelalakkan matanya terkejut disertai pandangan mata yang tertuju pada Jin Yuan.
"Apa yang kau laku....." Belum sempat pendekar tersebut menyelesaikan perkataannya, Jin Yuan sudah kembali memenggal kepala dari salah satu pendekar emas yang ada di dekatnya.
"Apa!! Hentikan dia...." Baru saja pendekar ini kembali berkata sesuatu, kepala yang ia miliki juga sudah terlepas dan menggelinding di tanah.
Srakkkkk srakkkkk!!!
Perkemahan itu kini di penuhi dengan darah para aliran hitam dan membuat satu persatu dari mereka menjadi korban keganasan Jin Yuan yang telah menjadi malaikat kematian mereka.
Arghhhhh......
Ditempat lain yaitu dimana Ling Yan sedang berdiri, kini seluruh pendekar sekte bulan darah yang ada di dalam ruangan sudah tumbang dengan bersimbah darah serta ada beberapa yang berakhir gosong.
Sebelum pemandangan berdarah tersebut terjadi, hanya ada teriakan kesakitan serta penderitaan yang terdengar dari dalam ruangan disertai darah yang menciprat ke seluruh bagian ruangan itu.
Bahkan beberapa gadis yang tadinya berada di tempat tersebut kini juga sudah dipenuhi darah milik para pendekar aliran hitam yang telah tewas oleh keganasan pedang Ling Yan.
Hanya tinggal seorang saja yang belum Ling Yan habisi yaitu Hai Bo yang kini sudah terduduk lemas karena baru saja mendapatkan 2 sayatan pedang di dadanya.
Bekas luka tersebut terlihat bercampur dengan luka bakar karena Ling Yan sempat menggunakan api abadi saat melawan orang tua itu.
"Apa sebenarnya yang kau mau dariku." Tanya pria tua itu sambil memegang luka sayatan pedang di dadanya.
Ling Yan tersenyum mengejek sambil menaruh pedang kabut ilusi di leher Hari Bo.
"Tidak ada, hanya saja tindakanmu menakut-nakuti penduduk desa pesisir Tian Yuan dengan rumor siluman gurita sudah aku ketahui, jadi......."
Hai Bo nampak menatap Ling Yan dengan wajah ketakutan disertai keringat dingin yang mengucur deras di punggungnya, sementara di sisi lain terlihat beberapa orang gadis yang tengah berdiri dengan ekspresi takut.
Gadis-gadis tersebut bukan takut karena Ling Yan yang akan membunuh mereka, namun karena melihat pemandangan berdarah yang ada dihadapan mereka saat ini.
"Jadi.... Aku hanya ingin membantu menyelesaikan masalah mereka, selain itu, mungkin aku juga membutuhkan beberapa orang dari kalian untuk menjelaskan semuanya pada penduduk desa." Lanjut Ling Yan.
Hai Bo yang mendengar itu nampak sedikit mengubah ekspresi wajahnya dan melihat secercah harapan baginya.
"Jika aku menjelaskan semuanya pada penduduk di sana, apakah kau berjanji akan melepaskan ku?" Tanya Hai Bo sedikit berharap.
Ling Yan terkekeh geli mendengar pertanyaan bodoh yang dilontarkan pria tua yang ada dihadapannya.
Ekspresi wajah Hai Bo yang tadinya sudah sedikit cerah kembali gelap saat mendengar Ling Yan tertawa, bahkan kali ini ekspresi wajahnya semakin memburuk.
Ling Yan mengalirkan tenaga dalam dan api abadi pada pedangnya di iringi senyuman mengerikan dari sudut bibirnya.
"Aku memang mengatakan ingin membebaskan beberapa dari kalian jika kalian sudah menjelaskan semuanya pada penduduk desa." Jawab Ling Yan sebelum kembali terkekeh tapi semua itu nampak mengerikan di mata Hai Bo.
"Tapi aku sama sekali tidak mengatakan kalau salah satu dari yang ingin aku lepaskan adalah kau." Jawab Ling Yan sebelumnya pedangnya berhasil memotong leher Hai Bo.
Setelah membunuh akar permasalahannya, Ling Yan kini berjalan keluar dan menemukan Jin Yuan serta salah satu tubuh ilusinya sedang berdiri di depan pintu perkemahan.
Ia juga mendapati ada lima orang pendekar aliran hitam yang telah di ikat tangan dan kakiku dengan tali serta banyak sekali gadis-gadis yang sebelumnya ditangkap oleh mereka.
Sementara para gadis yang sebelumnya berada di dalam ruangan bersama Ling Yan kini juga sudah ikut keluar dengan banyak sekali darah menempel pada tubuh mereka.
Ling Yan kini menghilangkan tubuh ilusinya dan mulai menghampiri Jin Yuan yang ada di depannya.
"Apa saja yang kau dapatkan dari mereka semua?" Tanya Ling Yan pada boneka rohnya
"Ya tuan, semua yang aku temukan sudah aku masukkan kedalam cincin ruang yang sebelumnya tuan berikan padaku." Jawab Jin Yuan sambil memberikan cincin tersebut pada Ling Yan.
Ling Yan menerima cincin tersebut dan mendapati ada banyak koin emas di dalamnya, tapi semua itu berarti di hadapan koin emas yang Ling Yan miliki saat ini.
"Sesuai perintahmu tuan, aku juga sudah membereskan semua teknik bertarung yang tidak dapat kita gunakan." Sambung Jin Yuan lagi.
Ling Yan mengangguk sebelum mengeluarkan cincin nat milik Hai Bo yang juga berisi begitu banyak koin emas.
Berbeda dengan milik para pendekar tingkat rendah, cincin nat milik Hai Bo lebih banyak berisi barang-barang berharga seperti baju pelindung dan juga teknik bertarung serta beberapa bahan obat.
Tentu saja Ling Yan sudah memindahkan semua itu kedalam cincin natnya sebelum membagikan semua koin emas secara merata kepada semua gadis yang mereka selamatkan.
Lalu setelah itu, Ling Yan memerintahkan pada salah satu anggota sekte bulan darah untuk membawa kapal untuk mengangkut mereka semua kembali ke desa Tian Yuan.
Lalu setelah itu, di pagi hari yang cerah, seluruh penduduk desa Tian Yuan menjadi gempar karena para pendekar aliran hitam telah menjelaskan semua situasi yang sebenarnya terjadi.
Banyak dari penduduk desa yang sangat geram pada para pendekar aliran hitam itu dan memutuskan untuk menghukum mereka dengan hukuman mati berkat bantuan para prajurit kekaisaran.
Sementara untuk para gadis yang menjadi korban mereka kini semuanya sudah dipulangkan kerumah masing-masing yang ternyata beberapa dari mereka juga berasal dari desa pesisir Tian Yuan.
Di dalam penginapan desa Tian Yuan terlihat Ling Yan sedang melihat keluar bersama semua rekannya untuk menyaksikan proses hukuman mati para pendekar aliran hitam itu.
"Hehehe aku memang berjanji untuk melepaskan mereka, tapi aku tidak mengatakan kalau para penduduk desa dan prajurit kekaisaran akan melakukan hal yang sama." Batin Ling Yan sambil terkekeh.
Hanya Shuyang yang dapat melihat ekspresi wajah Ling Yan saat itu dan di dalam pikirannya muncul sedikit rasa curiga.
"Kenapa Ling Yan malah terkekeh seperti itu, apa mungkin dia yang menangkap para pendekar aliran hitam ini semalam, tapi bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu cepat." Batin Shuyang sambil mengerucutkan dahinya.
Sesaat setelah kepergian Jin Yuan dan Ling Yan, Shuyang malam itu memang pergi mengunjungi kamar Ling Yan untuk menanyainya beberapa hal tentang kondisi tubuh Xui.