
Di detik berikutnya, semua orang akhirnya tersadar, para murid dan seluruh tetua pedang mulai mengulas senyum mereka dan bertepuk tangan setelah itu.
Mu Beiyan yang duduk ditempatnya sontak mengalihkan pandangan ke arah Zhao Zhang, sama seperti Li Guang yang juga melakukan hal yang sama.
"Ketua Zhao Zhang, jika kau tidak mengangkat Ling Yan menjadi tetua pedang secara langsung, maka aku dan Li Guang juga bisa memiliki kewenangan untuk mengangkatnya menjadi tetua pedang bukan." Ucap Mu Beiyan disambut anggukkan kepala dari Li Guang.
Menurut kedua jagoan sekte itu, ilmu pedang milik Ling Yan saat ini saja bahkan sudah melebihi pemahaman mereka.
Seandainya saja Ling Yan berada di tingkat pendekar suci, mungkin Li Guang dan Mu Beiyan juga tidak akan keberatan jika Ling Yan menjadi salah satu tetua yang menyandang nama sebagai jagoan sekte seribu pedang sama seperti mereka.
Mendengar perkataan kedua jagoan sekte itu, Zhao Zhang akhirnya mengangguk setuju dan tak lama kemudian ia pun turun ke atas arena dan mengumumkan bahwa Ling Yan akan di angkat menjadi salah satu dari tetua pedang.
Dengan demikian seorang anak berusia 15 tahun berhasil memecahkan rekor sekte seribu pedang dengan menjadi tetua pedang termuda sepanjang masa.
"Apa!!! langsung diangkat menjadi tetua pedang, apakah Ling Yan memang sekuat itu?" Shuyang berkata dengan nada bicara sedikit meninggi.
Sementara Xui dan 2 gadis yang lain tidak dapat menahan rasa kagum mereka terhadap pria yang mereka sukai itu, tapi gadis yang paling antusias adalah Xui karena kedua gadis lain masih tidak terbiasa dengan apa yang dilakukan oleh gadis tersebut.
Zhao Yun Zhi yang sebenarnya berniat memecahkan rekor sekte tersebut pun hanya bisa mengakui kekuatan pemuda yang saat ini memupuskan harapannya untuk menjadi tetua pedang termuda sekte seribu pedang.
Di lain tempat, seorang pemuda dari anggota paviliun rumah obat bernama Lei Wang terlihat menatap Ling Yan dengan ekspresi wajah penuh dengan kebencian.
"Jika saja dia tidak memiliki api spiritual, mana mungkin dia mendapatkan begitu banyak sanjungan dari para tetua, bahkan dia juga sudah merebut kesempatan ku untuk menjadi murid master peracik Shen Yu." Gumam Lei Wang kesal.
Senyuman jahat dari sudut bibir Lei Wang tiba-tiba saja terukir, dan tak lama kemudian ia lalu pergi dari kerumunan murid dan berjalan pergi.
Disebuah tempat yang cukup sepi, ia menatap sekelilingnya dan memastikan tidak ada seorangpun yang dapat melihatnya.
Ia lalu mengeluarkan sebuah pil berwarna ungu dari dalam cincin natnya sambil membatin.
"Orang berjubah hitam itu berkata kalau pil pelindung jiwa ini dapat membantuku untuk menyerap api spiritual yang ada di menara, tapi sebagai gantinya aku harus memberikan informasi tentang sekte seribu pedang melalui pesan rahasia." Ucap Lei Wang sambil menatap lekat sebuah benda hitam berukuran kecil yang diberikan Yuanrang beberapa saat yang lalu.
Flashback on.
Yuanrang yang baru saja tiba di wilayah sekte seribu pedang dikejutkan dengan kehadiran seorang pemuda yang tidak lain adalah Lei Wang yang sedang berada di dekat bangunan paviliun rumah obat.
"Siapa kau!!!" Tanya Lei Wang dengan ekspresi wajah terkejut karena mendapati seorang pendekar berpakaian hitam masuk ke wilayah sekte.
Lei Wang yang terkejut dengan kehadiran Yuanrang itu hampir saja berteriak keras sebelum Yuanrang berhasil menangkapnya dan mendekap mulut pemuda itu.
Emppp emppp emppp
Lei Wang yang mulutnya di dekap tentu saja tidak dapat mengeluarkan suaranya, dan setelah beberapa saat kemudian, pendekar itu membawanya dengan ancaman akan membunuhnya jika ia berani berteriak atau melawan.
Karena takut dengan ancaman tersebut, Lei Wang terpaksa mengikuti perkataan Yuanrang itu, apalagi setelah merasakan hawa pembunuh yang dimiliki oleh pendekar berpakaian hitam itu, Lei Wang tidak dapat menahan keringat dingin yang mengucur deras di punggungnya.
Setelah melihat dan memastikan keadaan sekitarnya aman, dengan sedikit ancaman lagi Yuanrang akhirnya bisa membuat Lei Wang tidak memberitahukan keberadaannya.
Saat Yuanrang melepaskan dekapannya pada mulut Lei Wang.
"Siapa kau sebenarnya? Dan apa tujuanmu datang ke sekte kami?" Tanya Lei Wang dengan tatapan mata penuh selidik.
"Hehehehe!!dari tatapan mata yang kau miliki, aku bisa melihat kau memiliki kebencian terhadap seseorang di dalam sekte ini." Ucap Yuanrang yang dapat membaca pikiran Lei Wang.
Lei Wang nampak mengerutkan dahinya mendengar perkataan pendekar berpakaian hitam itu.
"Apa maksudmu?" Tanya Lei Wang.
"Apakah kau ingin kekuatan api spiritual itu?" Tanya Yuanrang dengan senyuman penuh makna yang membuat Lei Wang tersentak.
"Jika kau menginginkannya, aku bisa memberikan kekuatan api pembakar jiwa yang ada di menara itu untukmu, kau pasti ingin mengalahkan seorang murid yang memiliki api spiritual itu bukan?." Senyuman licik Yuanrang kembali terukir di sudut bibirnya.
Lei Wang yang mendengar itu kembali tersentak, pasalnya semua yang ada di dalam pikirannya bisa di ketahui oleh pria paruh baya berpakaian hitam di hadapannya.
"Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan api pembakar jiwa itu." Jawab Lei Wang yang membuat Yuanrang tersenyum licik karena mendapati mangsanya yang sudah masuk kedalam perangkap.
"Dasar bocah aliran putih yang bodoh, baru di goda oleh sedikit kekuatan saja ia sudah goyah Heheheh." Yuanrang terkekeh geli setelah membatin dan mengeluarkan sebuah pil pelindung jiwa dari dalam cincinnya.
"Kau pasti tahu tentang pil ungu ini bukan?" Tanya pria paruh baya itu.
Lei Wang yang melihat pil tersebut langsung saja bisa dengan cepat mengenalinya dengan pil pelindung jiwa yang biasa di gunakan oleh pendekar untuk melindungi kekuatan jiwanya pada saat menyerap api spiritual.
Lei Wang dapat mengetahui hal tersebut karena orang-orang yang biasanya menyerap api spiritual kebanyakan adalah seorang ahli peracik obat sama seperti dirinya.
"Apa yang harus aku lakukan untuk memiliki pil ini." Lei Wang kembali menatap wajah Yuanrang penuh selidik.
Sementara Yuanrang, ia kembali terkekeh geli sambil berkata. "Hehehehe aku suka dengan pemuda yang pintar sepertimu, kau hanya perlu memberikan informasi mengenai sekte seribu pedang pada kami secara detail, karena kami para aliran hitam berencana untuk menyerang sekte seribu pedang." Ucap Yuanrang.
Mendengar perkataan Yuanrang barusan sontak membuat Lei Wang memasang ekspresi wajah yang begitu waspada.
Sementara Yuanrang yang melihat itu kembali tersenyum licik sambil berkata. "Anak muda, sepertinya kau tidak menginginkan api spiritual itu, kau juga sudah tahukan dengan kekuatan itu kau bisa menjadi seorang aklemis terkenal di seluruh negeri dan bahkan menjadi seorang pendekar yang sangat kuat dimasa depan seperti guru peracik yang mengajarimu itu." Tambah Yuanrang lagi yang membuat Lei Wang menurunkan kewaspadaannya.
Lei Wang sebenarnya memiliki sedikit keraguan di dalam hatinya, akan tetapi rayuan Yuanrang serta pikirannya yang sudah lelah berada di bawah, membuat dirinya mengikuti nafsu yang ia miliki.
"Hehehe ternyata keberadaanku terlalu cepat untuk di ketahui." Ucap Yuanrang sambil tertawa cekikikan.
Ia lalu memberikan pil pelindung jiwa kepada Lei Wang beserta sebuah benda hitam pada pemuda tersebut.
"Ambil pil pelindung jiwa ini dan masukkan saja sedikit tenaga dalam pada benda ini untuk mengirimkan informasi, dan saat waktu penyerangan nanti, kau akan mendapatkan api pembakar jiwa itu setelah kami menghancurkan sekte seribu pedang."
Setelah mengatakan itu, Yuanrang akhirnya melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya meninggalkan wilayah sekte seribu pedang.
Flashback off.
Lei Wang terlihat menggenggam pil itu lalu berkata.
"Dengan pil ini, semua kehormatan yang diberikan pada Ling Yan akan berpindah padaku."
Lei Wang tertawa di dalam hati dengan sebuah rencana jahat yang sudah ada di dalam benaknya.