
"Baiklah, sepertinya sudah aman." Ling Yan memang sengaja menyerang Pendekar itu agar ia dapat mengambil jarak yang cukup jauh dari Ling Yan, dan saat itu terjadi.
"Teknik tubuh ilusi." Dengan teknik tubuh ilusi yang ia miliki, Ling Yan membuat 4 kloning dirinya yang memiliki kekuatan pendekar jiwa dan langsung bergerak membantu Yan Shiki serta rekannya yang lain.
Pendekar berkumis tebal yang melihat itu terlihat terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.
"Itu.... itu teknik tingkat bumi!!"
Salah satu dari tubuh ilusi Ling Yan terlihat berlari ke arah Han Li dan langsung membantunya menghabisi kedua lawannya.
Srakkk Srakkk
Dengan dua kali tebasan pedang energi, tubuh ilusi Ling Yan membunuh kedua lawannya itu di depan Han Li yang baru pertama kali melihat darah.
"Ling Yan, kau......" Han Li terlihat bergidik ngeri melihat tubuh ilusi Ling Yan mengakhiri pertarungan tersebut sebelum terduduk dan memuntahkan isi perutnya.
"Lain kali jika kau berada dalam pertarungan hidup dan mati seperti ini dan kau masih ragu-ragu dalam menyerang, kau mungkin tidak akan selamat dalam 5 kali serangan." Ucap tubuh ilusi Ling Yan yang membuat Han Li mendongakkan kepalanya.
Tubuh ilusi itu kini bergerak menuju ke arah Yan Shiki bersama 3 tubuh ilusi yang lainnya.
"Ku serahkan sisanya padamu dan Shuyang."
Han Li yang melihat tubuh ilusi Ling Yan langsung membulatkan matanya karena terkejut.
"Ling Yan, bagaimana mungkin Ling Yan ada 4 orang." Gumamnya.
Han Li lalu menatap ke arah Shuyang yang masih bertarung lalu membuang rasa jijiknya itu dengan susah payah sebelum maju membantu Shuyang.
Ting!!!
Serangan demi serangan dilancarkan oleh pendekar raja kepada Yan Shiki yang tengah tertekan, dengan ilmu meringankan tubuhnya, Yan Shiki mencoba mengambil sedikit kesempatan untuk mengambil jarak dari ke 8 lawannya itu.
"Sial mereka terlalu banyak." Umpatnya.
3 orang pendekar jiwa kembali melancarkan serangan kepada Yan Shiki, tetapi tiba-tiba saja 3 buah belati melayang ke arah ketiganya dan membuat mereka menghentikan serangannya untuk menghindari serangan tersebut.
Syut syut syut.
Karena reflek yang sangat cepat, ketiga orang itu berhasil menghindari serangan yang baru saja datang tanpa terluka sedikitpun.
Tak berselang beberapa lama, ketiga pendekar yang baru saja menghindar dan saling berjauhan itu dihadang oleh masing-masing 1 tubuh ilusi milik Ling Yan.
Sementara tubuh ilusi yang terakhir baru saja tiba dan berfikir di samping Yan Shiki.
"Tetua Yan, aku akan mengurus pendekar jiwa yang satu lagi, ke empat pendekar itu aku serahkan padamu."
Yan Shiki hanya menganggukkan kepalanya sebelum Ling Yan bergerak menyerang salah satu Pendekar jiwa yang tadinya mengepung Yan Shiki.
"Hehehe dengan begini, keadaan akan berbalik." Ujar Yan Shiki sambil mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya.
"Tehnik pedang angin, menembus tetesan hujan!!!" Teriak Yan Shiki yang maju menyerang ke empat lawannya.
Ke empat pendekar yang mendapatkan serangan dari Yan Shiki itu kini hanya bisa mengumpat keras karena tidak menyangka kalau akan ada 2 pendekar senior yang mengawal rombongan keluarga Jia ini.
Ting!!!!
Dari pertarungan itu dapat dilihat jika Ling Yan berhasil menekan lawannya dan membuatnya masuk kedalam ritme serangan Ling Yan.
Sementara pendekar berkumis tebal itu terlihat menggertakkan giginya karena tidak pernah menyangka kalau kemampuan anak muda yang ia hadapi saat ini berada di atasnya.
"Pisau bara api!!!" Ling Yan melemparkan 3 buah pisau bara apinya sambil maju menyerang dengan gerakan yang sangat cepat.
Sementara lawannya sendiri bergerak menghindari pisau-pisau itu dengan melompat ke arah kiri dimana Ling Yan sudah siap dengan pukulannya.
"Seperti dugaanku, Tinju kobaran api!!!" Dengan api kehidupan yang menyelimuti tangannya, Ling Yan melancarkan pukulannya itu dan berhasil mengenai lawannya dengan telak.
Beruntung pendekar itu berhasil mengalirkan tenaga dalamnya untuk melindungi bagian perut yang terkena pukulan Ling Yan itu dan berhasil membuatnya selamat dari maut.
Akan tetapi tetap saja saat pukulan Ling Yan mendarat di perutnya, ia bisa merasakan organ dalamnya bergeser serta beberapa tulang rusuknya patah karena pukulan Ling Yan itu.
"Ughhh.."
Pendekar itu memuntahkan darah dari dalam mulutnya lalu mengalirkaan tenaga dalam untuk menekan luka dalam yang ia terima.
"Sial, padahal aku sudah memusatkan tenaga dalam ku untuk melindungi bagian yang ia serang, tetapi bagaimana bisa aku tetap terkena luka dalam yang separah ini." Umpatnya sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Cuih..." Pendekar itu kembali berdiri dan menatap tajam ke arah Ling Yan sambil mengarahkan aura pembunuh pada anak muda itu.
"Mencoba menekanku dengan aura pembunuh, apakah kau tidak salah melangkah." Ling Yan mengeluarkan aura pembunuh yang lebih kuat dan lebih pekat hingga membuat lawannya itu melihat Ling Yan seperti seorang monster.
"Tidak mungkin, dari mana anak ini mendapatkan aura pembunuh sebanyak ini." Ujar pendekar itu yang kini ekspresi wajahnya sudah menjadi buruk dan pucat.
Ling Yan kembali mengalirkan tenaga dalam pada pedagnya, dan kalo ini ia menggunakan gabungan dari 2 elemen miliknya yaitu elemen petir dan api kehidupan.
"Teknik pedang api petir! api petir melintasi langit!!!" Serangan yang begitu cepat yang membuat pendekar berkumis tebal itu tidak sempat bereaksi sedikitpun, dan pada akhirnya pedang darah api milik Ling Yan tertancap pada jantung lawannya yang sudah tewas beberapa saat yang lalu.
Tidak ada suara teriakan kesakitan yang keluar dari dalam mulut pendekar itu sebelum dia tewas, bisa dikatakan pendekar itu tidak sempat berteriak karena kematiannya datang lebih awal sebelum ia bisa mengeluarkan suara dari dalam mulutnya.
Shuyang dan Han Li yang baru selesai mengalahkan lawannya kini terlihat melotot dengan wajah pucat karena melihat Ling Yan melakukan pembunuhan tanpa ada rasa ragu sedikitpun.
"Ling Yan, dia....." Shuyang sampai menelan ludahnya sendiri karena saat ini aura pembunuh milik Ling Yan kembali bertambah banyak setelah membunuh pendekar berkumis tebal itu.
Sementara Jia Li yang sedari tadi memperhatikan kejadian berdarah itu jangan ditanya lagi, dia sudah berulang kali mengeluarkan isi perutnya dan hampir kehilangan kesadarannya.
Di tempat Yan Shiki sendiri, ia sudah berhasil membunuh 3 orang pendekar jiwa yang mengepungnya, hanya tersisa seorang pendekar raja yang sudah lemah karena baru menerima serangan telak dari Yan Shiki.
Sementara ke empat tubuh ilusi Ling Yan, terlihat pedang energi mereka sudah menancap pada jantung ke empat lawannya yang memang berada di bawah tingkatannya.
Pendekar raja itu nampak melihat para rekannya yang sudah tidak berdaya dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
"Hehehe aku tidak menyangka kalau misi kali ini akan gagal total hanya karena seorang bocah, padahal kami sudah mengirimkan 7 orang pendekar jiwa, 1 orang pendekar raja, dan seorang pendekar senior." Ujar pendekar raja itu sambung terkekeh.
Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Ling Yan bergerak dan melesat menangkap pendekar raja itu sambil mengunci pergerakannya.
"Katakan, siapa yang menyuruh kalian untuk melakukan ini."
Pembunuh itu tersenyum sinis ke arah Ling Yan lalu berkata."Kau pikir perkumpulan pembunuh seperti kami akan memberitahu orang yang memberikan misi ini, kau salah besar anak muda."