
Babak teratas ujian kelulusan murid sekte seribu pedang kini masih berlanjut, dimana saat ini pertandingan ke 9 antara Shi Nian dan Mu Fengtian sedang berlangsung.
Shi Nian sendiri adalah seorang gadis cantik bercadar dari keluarga Shi yang tinggal di sebuah desa tidak jauh dari kota heihan, sementara Mu Fengtian adalah generasi muda salah satu Klan besar di kota heihan.
Mu Fengtian sendiri saat ini berada di tingkat pendekar perak bintang 3 terpaut satu tingkatan dari lawannya Shi Nian yang sudah berada di tingkat pendekar perak bintang 4.
Walaupun Mu Fengtian berasal dari kalangan keluarga besar, nyatanya bakat yang dimilikinya tidak sebaik yang diperkirakan, karena memang keluarga Keluarga Mu bukanlah keluarga yang indentik dengan Pendekar melainkan keluarga pedagang yang cukup sukses.
Memang ada beberapa anggota keluarga Mu yang melatih tenaga dalam dan sudah berada di tingkat pendekar jiwa dan beberapa lagi di tingkat berlian dan emas.
Tetapi semua itu tentu saja tidak luput dari banyaknya sumberdaya serta koin emas yang mereka habiskan untuk mendapatkan kekuatan yang mereka miliki saat ini.
Di keluarganya sendiri Mu Fengtian adalah satu-satunya generasi muda yang mencapai tingkat pendekar perak bintang 3 di usianya yang masih sangat muda itu.
Kebanyakan generasi muda keluarga Mu sendiri hanya berada di tingkat perunggu dan bahkan kebanyakan memilih untuk tidak menjadi pendekar dan hanya fokus untuk perdagangan keluarganya saja.
Denting pedang yang beradu pada pertarungan keduanya terus terdengar dan berlangsung sengit.
walaupun kekuatan serta tenaga dalam keduanya berbeda satu tingkat, namun dapat dilihat dari pertarungan ini kalau Mu Fengtian memiliki pengalaman bertarung lebih banyak dari Shi Nian.
"Berkat pelajaran yang aku ambil dari pengawal Ming, gaya bertarung yang aku miliki menjadi lebih baik dari sebelumnya." Batin MU Fengtian.
Selain mengandalkan sumber daya dan kekayaan mereka, keluarga Mu juga merekrut beberapa pendekar ahli dan serta pendekar jiwa untuk meningkatkan keamanan perdagangan keluarga.
Selain itu, para pengawal yang direkrut tersebut juga sering memberikan pelajaran pada generasi muda keluarga Mu, walaupun hanya sekedar memberikan teknik bertarung serta latih tanding dengan beberapa generasi muda keluarga Mu seperti Mu Fengtian.
Dalam waktu yang cukup cepat, Mu Fengtian kini sudah mengambil alih pertarungan dan membawa Shi Nian kedalam irama pertarungannya.
Shi Nian yang memiliki kekuatan yang berada di atas Mu Fengtian malah terlihat begitu kesulitan mengimbangi serangan lawannya yang susah untuk ditebak hingga dalam waktu singkat beberapa pukulan serta sayatan pedang kini mendarat di tubuhnya.
"Aku menyerah." Merasa tidak dapat melanjutkan pertandingan, Shi Nian akhirnya memilih menyerah untuk menghindari cidera yang lebih parah.
"Pemenangnya Mu Fengtian." Teriak Gao Lang dari atas arena.
"Wah, bakat anak itu lumayan, walaupun tidak ada teknik bertarung yang kuat serta pengendalian tenaga dalam yang masih terlalu boros, tapi kemampuan bertarungnya memang sangat baik, ia bahkan membuat lawan yang tingkatannya lebih tinggi terpaksa mengikuti irama bertarungnya." Yun Yuangbao kagum melihat gaya bertarung MU Fengtian.
"Apakah kau berniat merekrut anak dari keluarga Mu itu." Yan Shiki bertanya.
"Mungkin." Jawabannya singkat.
Setelah pertarungan antara keduanya selesai, kini tibalah saatnya pertarungan antara Ling Yan melawan salah satu dari anggota keluarga Yun lagi yang memiliki kekuatan pendekar perak bintang 5.
Ling Yan lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan naik ke atas arena, sedangkan lawannya yang tidak mengetahui kalau yang akan ia hadapi adalah Ling Yan yang mengalahkannya sepupunya kemarin terlihat mengerutkan dahinya saat melihat Ling Yan yang kini sudah berhadapan dengannya diatas arena.
Yun Yuangbao terlihat menatap serius ke arah kedua pendekar muda yang akan melangsungkan pertandingan itu, apalagi saat ini yang bertanding adalah salah satu jenius muda dari Klan Yunnya.
"Pak tua Yun, sepertinya anak muda itu akan mengalahkan generasi mudamu lagi untuk yang kedua kalinya." Yan Shiki tertawa mengejek.
Yun Yuangbao terlihat menatap tajam ke arah Yan Shiki namun tidak membantah hal tersebut, karena bakat yang dimiliki oleh Yun Er Long memang berada di bawah tingkat kekuatan Yun Yhuchen yang sudah dikalahkan oleh Ling Yan sebelumnya.
"Dalam pertarungan ini tidak penting Yun Er Long kalah ataupun menang, karena yang aku inginkan adalah ia memetik pelajaran berharga bagi masa depannya nanti." Ujar Yun Yuangbao walaupun sebenarnya ia masih sangat berharap kalau Yun Er Long bisa menang.
Akan tetapi karena melihat lawan yang akan di hadapinya adalah Ling Yan, makan harapannya tersebut hanya bisa menjadi harapan kosong saja.
"Cih kau berkata seakan kau tidak berharap anggota Klan Yun mu menang." Cibir Yan Shiki yang disambut tawa dari beberapa tetua sekte seribu pedang yang lain.
"Mohon berikan pelajaran berharga bagi junior ini." Yun Er Long memberikan hormat sebelum menarik pedangnya.
Berbeda dengan Yun Yhuchen yang menggunakan 2 pedang kembar, Yun Er Long adalah seorang pengguna pedang tunggal sama seperti Ling Yan.
Ling Yan juga mengikuti Er Long yang memberi hormat dan juga menarik pedang yang bersarung di punggungnya. Namun kali ini ia tidak menggunakan pedang darah api lagi seperti kemarin.
Menurutnya terlalu berlebihan menggunakan pedang tersebut saat mengikuti ujian masuk sekte, jadi ia memilih menyimpan pedang itu di dalam cincin natnya dan menggunakan pedang lain yang ia dapatkan dari cincin nat musuh-musuhnya sebelumnya.
Terlihat Ling Yan juga menyiapkan beberapa pisau di pinggangnya yang pisau tersebut tidak terdapat racun pada mata pisau itu.
Ling Yan menyiapkan pisau-pisau itu untuk mencoba sebuah teknik bertarung yang baru beberapa waktu lalu ia dapatkan dari cincin nat musuh-musuhnya dan telah ia pelajari.
Tangan kiri Ling Yan yang tidak memegang pedang kini menarik pisau dari pinggangnya dan mengalirkan tenaga dalam.
"Hmm menarik, anak itu ternyata juga memiliki kemampuan pengguna pisau terbang." Yun Yhuchen berkata secara bersamaan.
"Pisau bara api." Api kehidupan yang sebelumnya ia gunakan kini menyelimuti pisau yang ada di tangan kiri Ling Yan.
Para tetua yang sebelumnya tidak sempat melihat api kehidupan yang dimiliki oleh Ling Yan langsung berdiri serentak dengan wajah serius.
"Anak ini, di memiliki api spiritual." Semua tetua pedang yang melihat itu langsung berdiri tanpa ada yang tersisa.
Api spiritual memang merupakan inti api yang dapat meningkatkan kekuatan berkali kali lipat serta sudah tentu ada banyak orang yang menginginkannya. dan jika seseorang memilikinya, maka itu adalah sebuah anugerah besar bagi pendekar tersebut.
Mengapa demikian, karena tidak sembarang orang yang dapat mendapatkan kekuatan api itu kecuali ia menggunakan pil atau sumberdaya khusus untuk membantunya menyerap inti api yang memiliki roh itu.