LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 86. Permintaan Maaf


"Siapa kau sebenarnya anak muda? jika kau memang masih berumur 15 tahun dan hanya seorang penduduk desa biasa, tidak mungkin kau akan berani berjalan sendiri di dekat hutan kegelapan ini." Ucap salah satu dari ketiga pengawal itu.


Ketiga pengawal yang ada di hadapan Ling Yan itu kini memasang wajah waspada dan mengarahkan pandangannya ke arah Ling Yan,


pasalnya ketiganya merasa kalau kehadiran Ling Yan di tempat tersebut begitu mencurigakan.


Ling Yan hanya memasang wajah tanpa ekspresi dan tetap tenang menghadapi ketiga pengawal itu. "Maafkan aku paman sekalian, tapi saat ini hari sudah menjelang malam, dan aku tidak punya maksud apapun disini."


Ling Yan lalu membalikkan badannya dan berusaha menghindar dari ketiganya, akan tetapi ketiga pengawal itu malah bergerak menyerang Ling Yan bersama-sama.


"Serang!!" Teriak salah satu dari ketiga pengawal itu sambil maju menyerang Ling Yan di ikuti oleh kedua rekannya yang lain.


Sontak Ling Yan membalikkan badannya dan bergerak santai menghindari serangan salah satu dari ketiganya, dengan cepat Ling Yan lalu melepaskan tendangan pada perut orang itu hingga membuatnya terlempar ke belakang dan mengenai kedua temannya.


Ling Yan lalu kembali melesat ke arah ketiga pengawal itu dan berniat menyerang ketiganya lagi, akan tetapi sebelum Ling Yan berhasil melepaskan serangannya.


"Berhenti!!!!" Sebuah suara teriakan seorang wanita yang terdengar sedikit lembut tiba-tiba terdengar di telinga Ling Yan dan membuatnya menghentikan langkahnya.


Sontak Ling Yan mengalihkan pandangan ke arah suara itu dan mendapati seorang wanita cantik berpakaian merah berlambangkan Asosiasi Lelang Harta tengah berdiri di luar kereta kuda.


"Ada apa ini?" Tanya wanita itu.


Ketiga pengawal yang menyerang Ling Yan dengan cepat mengubah posisinya memberi hormat pada wanita itu serta di ikuti oleh pengawal pengawal yang lain.


"Maafkan kami nona besar, tapi kami menemukan anak muda ini memiliki gerak-gerik yang begitu mencurigakan jadi...." Para pengawal itu menjelaskan dengan nada bicara sedikit bergetar.


Wanita cantik itu lalu mengalihkan perhatiannya pada Ling Yan yang saat ini juga sedang menatap ke arahnya dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Ugh... tatapan matanya seperti seekor harimau, bahkan aku yang seorang pendekar berlian saja sangat tertekan saat menatap mata pemuda ini." Batin wanita itu.


Wanita itu juga mencoba mengukur kekuatan pemuda yang sedang berdiri di hadapannya, akan tetapi sama seperti yang dirasakan oleh ketiga pengawalnya, ia tidak dapat melihat berada di tingkat mana pemuda itu.


"Maafkan aku tuan muda, bisakah aku mengetahui apa yang sedang kau lakukan disini." Tanya wanita itu kepada Ling Yan.


Ling Yan lalu tersenyum sinis sebelum menjawab pertanyaan wanita itu.


"Hmp apakah itu penting bagimu, aku sudah mengatakan pada ketiga pengawal sampah ini kalau aku hanya kebetulan lewat, tapi mereka bertiga malah menyerang ku secara tiba-tiba." Jawab Ling Yan dengan tatapan mata yang masih begitu tajam.


Mendapatkan jawaban seperti itu, wanita cantik tersebut sedikit tertegun, pasalnya baru kali ini ada orang yang begitu berani berkata seperti itu di hadapannya.


Xiao Hu yang masih berada di dalam pakaian Ling Yan kini bergerak keluar dan naik ke atas bahu kanan Ling Yan. Terlihat ia juga memasang wajah marah ke arah ketiga pengawal yang menyerang Ling Yan tadi.


"Ahh bukankah itu..." Wanita itu tidak menyelesaikan kalimatnya saat ia melihat Xiao Hu keluar dari dalam pakaian Ling Yan.


"Bagaimana bisa pemuda ini memelihara seekor binatang gaib, dari mana ia mendapatkan binatang gaib itu." Batin wanita itu sambil pandangannya yang kini tertuju pada Xiao Hu.


Ling Yan yang menyadari wanita itu mengetahui Xiao Hu sebagai binatang gaib sontak kembali angkat bicara.


"Heh, wajahmu saat ini terlihat seperti seorang yang begitu tergiur dengan binatang gaib yang aku miliki, dasar orang-orang serakah." Ucap Ling Yan dengan nada bicara yang tinggi serta aura pembunuh yang ia keluarkan hingga membuat wanita itu berkeringat dingin.


Setelah mengatakan itu, Ling Yan langsung menarik aura pembunuh yang ia miliki lalu membalikkan badan dan melangkahkan kakinya menjauh dari rombongan Asosiasi Lelang Harta itu, namun belum sempat ia berjalan sebanyak 10 langkah kaki.


"Tuan muda!! tunggu sebentar." Teriaknya.


Ling Yan kembali membalikkan badannya dan mendapati wanita itu kini berjalan mendekat ke arahnya. "Ada apa, aku sudah tidak punya waktu berada di sini, hari sudah semakin gelap." Ucap Ling Yan.


"Tuan muda, aku ingin meminta maaf atas ke lancangan ketiga pengawal ku, sebagai gantinya bisakah aku menjamu tuan muda malam ini, lagi pula jarak kota Bufeng masih lumayan jauh dari sini." Ucap wanita itu.


Sebenarnya wanita ini adalah seorang pemegang saham terbesar Asosiasi Lelang Harta di cabang kekaisaran Feng bernama GU Xingyi.


Gu Xingyi dan rombongan Asosiasi Lelang Harta sebenarnya sedang melakukan perjalanan menuju kota Bufeng untuk mengunjungi cabang Asosiasi yang di dirikan di kota itu.


"Aku tidak boleh menyinggung pemuda ini, karena sepertinya dia memiliki latar belakang yang tidak biasa, bahkan ia memelihara seekor binatang gaib harimau ekor api yang begitu langka." Batin GU Xingyi.


Seandainya saja GU Xingyi mengetahui kalau Ling Yan hanyalah seorang anak dari Klan Ling di kota Teratai, mungkin ia akan langsung menarik perkataannya itu tanpa berpikir 2 kali.


Sementara itu, Ling Yan yang belum pernah mendengar tentang kota Bufeng sedikitpun sontak memasang wajah kebingungan dan berpikir kalau saat ini ia sudah berada di luar kekaisaran Wei.


"Sepertinya saat ini aku sudah tidak berada di dalam wilayah kekaisaran Wei, karena setahuku di kekaisaran Wei tidak ada sebuah kota bernama kota Bufeng, kalau begitu..."


Ling Yan kini berfikir untuk mengikuti rombongan Asosiasi Lelang Harta itu, akan tetapi saat ini ia tetap berusaha memasang wajah datarnya dan menatap wanita itu tanpa ekspresi.


"Hmp kau tau nona, sebenarnya jika aku menginginkannya aku bisa saja menghabisi nyawa kalian semua saat ini karena telah memprovokasi diriku barusan, tapi aku tidak akan melakukan hal karena aku bukanlah orang yang kejam." Ucap Ling Yan sambil menatap dingin ke arah Xingyi yang saat ini tengah berusaha menelan ludahnya.


"Dia tentunya mengatakan hal itu tanpa alasan yang kuat, untunglah ia tidak tersinggung dengan apa yang terjadi sebelumnya." Batin Xingyi.


Xingyi sedikit menarik nafas lega saat mendengar Ling Yan yang mengatakan tidak akan melakukan hal yang barusan ia katakan, akan tetapi tetap saja ia berusaha untuk tetap berhati-hati dan menjaga agar tidak menyinggung pemuda di hadapannya itu.


"Hmp ya sudahlah kalau begitu, aku akan menerima permintaan maaf kalian, tapi jika kau mencoba untuk melakukan sesuatu terhadapku ataupun Xiao Hu, maka berdoalah agar kepala kalian masih bisa berada di tempatnya." Ucap Ling Yan dingin.


Xingyi kini menatap Ling Yan dengan keringat dingin yang masih mengucur deras di wajahnya. "Emm sekali lagi maafkan atas kelancangan pengawal ku tuan muda, mari silahkan ikuti aku."


Xingyi lalu mempersilahkan Ling Yan untuk mengikutinya menuju rombongan Asosiasi Lelang Harta. Sebenarnya Ling Yan tidak ingin bergabung dengan rombongan itu, akan tetapi ia terpaksa melakukannya karena ia merasa akan lebih mudah baginya jika mengikuti rombongan itu, apalagi saat ini ia tidak tau sedang berada di wilayah kekaisaran mana.