LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 156. Menjadi Murid Dari Master Peracik Obat


Para murid sekte seribu pedang serta para peserta ujian langsung membelalakkan matanya mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Shen Yu.


"Apa, tetua langsung memberikan tawaran menjadi guru untuk murid baru itu, aku tidak percaya." Riuh para murid tersebut.


Tidak terkecuali Shuyang, Han Li dan kedua adik seperguruannya, ketiganya langsung melihat ke arah Ling Yan secara bersamaan dengan tatapan mata yang membulat.


Para tetua yang sedang melihat kejadian itu pun sampai menahan nafasnya karena baru saja Ling Yan turun dari arena setelah memenangkan pertarungan dan menjadi anggota sekte, dirinya sudah langsung ditawarkan menjadi murid dari orang terkuat kedua sekaligus seorang aklemis tingkat 9 dari sekte seribu pedang.


"Bahkan tetua Shen Yu sendiri yang menemui anak itu untuk direkrut menjadi muridnya, kita memang tidak punya kesempatan." Ujar salah satu tetua sambil menghela nafas berat.


"Wah teman, apa yang kau tunggu, tetua Shen adalah orang paling kuat kedua di sekte ini, kau akan membuang kesempatan yang tidak dapat kau dapatkan lagi jika menolaknya, cepat terima tawaran tetua sekte itu." Shuyang berkata sambil merangkul pundak Ling Yan.


Ling Yan sudah lama sekali memiliki keinginan untuk menjadi seorang aklemis, walaupun sebenarnya Ling Yan memang sudah diangkat menjadi murid Shen Yu, tetapi karena keadaan yang saat ini berlaku, Shen Yu akhirnya mengangkat Ling Yan menjadi muridnya di depan para tetua dan murid sekte seribu pedang.


Shuyang sendiri tentu saja memiliki keinginan untuk menjadi murid dari Shen Yu, tetapi apa boleh buat, ia saat ini belum memiliki elemen api yang dapat membuatnya menjadi ahli peracik obat, karena hanya orang yang memiliki elemen api yang dapat menjadi ahli peracik obat.


"Ayo Ling Yan, ada hal yang sangat penting untuk dibicarakan." Shen Yu kembali menggunakan telepatinya.


"Baiklah aku menerimanya." Ling Yan mengangguk sambil mengatakan kalimat nya.


"Baiklah, kalau begitu.... kau sudah resmi menjadi muridku, namun meskipun begitu, kau saat ini masih tetap seorang murid luar dan jika ingin menjadi seorang murid dalam. atau murid inti, kau harus tetap berusaha untuk meraihnya sendiri tanpa bantuan dariku, karena aku hanya seorang guru yang dapat mengajarimu, bukan orang yang dapat membuat mu disegani di dalam sekte, ingatlah ini, tidak ada perlakuan khusus untukmu hanya karena kau adalah muridku, semuanya tetaplah sama, karena tidak ada jalan pintas untuk menjadi yang terkuat." Jelas Shen Yu.


Ling Yan yang mendengarkan itu langsung memberi hormat.


"Aku mengerti guru, kedepannya aku hanya bisa memohon bimbingan guru." Jawab Ling Yan mengerti.


Tatapan iri dari murid-murid sekte seribu pedang kini tidak dapat dihindari, pasalnya dari semua murid sekte yang hadir disana, ada banyak sekali yang berkeinginan untuk bergabung dengan paviliun rumah obat yang saat ini tengah naik daun.


Bahkan sudah ada beberapa murid yang berulang kali mengikuti ujian masuk paviliun namun belum bisa diterima oleh Shen Yu, karena pengetahuannya mereka mengenai bahan dan pil obat masih belum memenuhi standar yang ia inginkan.


Dan sekarang, Ling Yan yang baru saja resmi menjadi anggota sekte seribu pedang itu malah direkrut sendiri oleh ketua paviliun rumah obat bahkan ia juga diangkat menjadi muridnya tanpa ada suara apapun.


"Sial, padahal aku sudah beberapa kali mengikuti tes untuk bergabung dengan paviliun rumah obat, tapi tetap saja selalu gagal." Salah satu dari murid sekte yang melihat itu langsung berdecak kesal karena ketidakmampuannya.


Sementara itu, Ling Xuilan, Zhu Qing dan Shuyang hanya bisa menatap kagum dengan keberuntungan yang di dapatkan oleh Ling Yan, sementara Han Li, ia terlihat sangat iri karena tidak dapat menjadi murid dari Shen Yu.


Han Li sendiri dari kecil sangat ingin menjadi seorang ahli peracik obat juga, namun karena tidak memiliki elemen api, membuat ia belum mampu mewujudkan keinginannya tersebut.


Elemen yang dimiliki oleh Han Li sendiri sama dengan Ling Xuilan, yaitu elemen petir, itu lah mengapa Han Li saat ini menjadi murid dari Gao Lang karena memiliki kesamaan.


"Sekarang ikutlah denganku, ada beberapa hal yang perlu kita bahas." Shen Yu mengajak Ling Yan mengikutinya.


Xiao Hu yang melihat Ling Yan berjalan menjauh sontak melompat dari pelukan Ling Xuilan dan naik ke pundak Ling Yan.


"Eh.... aku pikir kau tidak ingin ikut dan masih ingin bersama Xui." Ucap Ling Yan.


"Meowww...." Ling Yan lalu menaruh Xiao Hu dibalik jubahnya lalu memalingkan pandangannya ke arah Xui.


"Aku akan segera kembali nanti." Teriak Ling Yan sambil melambaikan tangannya pada Xui.


Melihat itu, Xui hanya tersenyum sambil membalas lambaian tangannya.


Zhu Qing yang sedari tadi tidak memperhatikan Xiao Hu sontak berkata kepada Ling Xuilan.


"Aku pikir kucing itu adalah milikmu, ternyata itu milik kak Ling Yan."


"Oh, kucing itu namanya Xiao Hu, kucing itu adalah sahabat kak Ling Yan yang menemaninya selama perjalanan kesini." Jawab Xui yang di sambut anggukan kepala dari Zhu Qing.


"Salam tetua Shen." Yun Yuangbao dan beberapa tetua lainnya memberikan hormat karena Shen Yu memang berjalan melewati mereka.


"Salam para tetua, maaf karena tidak bisa menemani kalian, aku masih ada urusan mendesak dengan muridku dan juga ketua Zhao." Jawab Shen Yu.


"Tidak masalah tetua Shen, kami mengerti." Shen Yu dan Ling Yan lalu berjalan melewati para tetua menuju kediaman ketua sekte Zhao Zhang.


Akan tetapi pada saat Ling Yan melewati Yun Yuangbao, kepala keluarga Klan Yun itu dapat merasakan hawa pembunuh yang begitu pekat dari tubuh Ling Yan yang barusan melewatinya.


"Anak ini... bagaimana mungkin ia memiliki aura pembunuh yang begitu pekat, bahkan aura pembunuhnya lebih pekat dari milikku." Yun Yuangbao nampak mengerutkan dahinya sejenak sebelum akhirnya hampir tersedak ludahnya sendiri.


"Ugh.... selain aura pembunuh, anak ini juga memiliki 3 jenis kekuatan lain selain api kehidupan yang sangat kuat di dalam tubuhnya, tapi apa itu...." Yun Yuangbao terlihat menatap punggung Ling Yan dari belakang dengan tatapan mata yang melotot.


sementara Yan Shiki dan tetua lainnya yang menyadari itu terlihat mengerutkan keningnya sebelum bertanya.


"Ada apa tetua Yun, apakah ada yang salah dengan anak itu, aku lihat kau dari tadi terus saja menatapnya." Ucap salah satu dari tetua.


Yun Yuangbao yang tersadar langsung mengubah ekspresi wajahnya sambil berkata.


"Tidak apa-apa, aku hanya merasa kagum dengan bakat yang dimilikinya." Jawabannya berbohong.


Para tetua yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Yun Yuangbao, setelah itu mereka lalu kembali fokus ke arah arena pertarungan karena ujian masuk sudah dimulai kembali.


Didalam pikiran mereka saat ini, mereka hanya bisa berharap di antara para peserta ujian yang tersisa ada 1 atau bahkan beberapa yang mampu mendekati bakat yang dimiliki oleh Ling Yan, walaupun sebenarnya kemungkinan tersebut sangatlah kecil.