
Namun kejayaan dari sekte dewa halilintar nirwana itu sirna pada saat salah satu saudara dari Yu Ming bernama Yu Lao melakukan kudeta dan meracuni Yu Ming menggunakan racun yang begitu kuat hingga membuat pendekar suci itu menjadi tidak berdaya.
Dan karena ketidakmampuannya itu, Yu Ming akhirnya membawa kabur 2 orang cucunya karena kedua orang tua kedua cucunya itu sudah dibantai oleh saudaranya sendiri.
Dengan sisa-sisa kekuatan yang ia miliki, Yu Ming membawa kedua cucunya menuju kekaisaran Wei bersama dengan gulungan teknik Halilintar bumi yang ia miliki.
Namun naasnya, walaupun Yu Ming berhasil bertahan hidup dan mengadopsi kedua cucunya, akan tetapi karena racun sudah menyebar ke seluruh tubuhnya membuat Yu Ming akhirnya tewas karena racun tersebut.
Sementara pedang dan salah satu gulungan miliknya, di titipkan kepada Yu Leng yang pada waktu itu berlari secara terpisah dengannya dan saat ini berakhir sebagai seorang ahli besi di kota bufeng.
Sebenarnya waktu itu Yu Leng juga merupakan seorang pendekar suci yang sudah membuka 6 gerbang, namun karena ia juga terkena serangan racun dari Yu Lao, kekuatannya yang ia miliki itu menjadi menurun hingga saat ini hanya setara dengan kemampuan seorang pendekar raja.
Nasib Yu Leng saat ini bisa dikatakan cukup beruntung, karena pada waktu itu ia ditolong oleh seseorang hingga membuatnya dapat bertahan hidup sampai sekarang.
Namun karena racun yang ada ditubuh Yu Leng terlalu kuat, tenaga dalam yang ia miliki saat ini sudah tidak dapat meningkat lagi karena Meridian kecilnya yang tersumbat.
Yu Leng yang baru saja mendengar perkataan Ling Yan tentang Yu Fei dan Yu Qian terlihat menatap tidak percaya, namun perkataan Ling Yan itu terlalu masuk akal hingga membuatnya terdiam.
"Eh... jika memang perkataanmu benar, lalu dimana kedua cucuku itu sekarang? dan dimana Yu Ming." Tanya Yu Leng.
"Menurut yang dikatakan oleh Yu Fei, Yu Ming sudah mati 2 tahun yang lalu karena mengidap sebuah penyakit yang parah." Jawab Ling Yan yang membuat Yu Leng menunjukkan kepalanya.
Ling Yan yang melihat ekspresi wajah Yu Leng yang seperti itu bisa melihat kalau ia mengetahui sesuatu tentang penyakit yang membuat pendekar bernama Yu Ming ini mati.
"Ini semua salah Yu Lao." Batin Yu Lang yang merasa sangat tersayat hatinya saat mendengar sepupunya itu telah tewas.
Tak lama kemudian Yu Leng kembali mengangkat wajahnya dan berkata.
"Jika memang kau berkata benar, bisakah kau membawa ku kepada kedua cucuku itu?."
"Saat ini aku sedang menjalankan misi untuk mengawal putri keluarga Jia yang akan menuju ke kota heihan besok pagi." Jawab Ling Yan yang membuat Yu Leng mengerutkan dahinya.
"Lalu apa hubungannya dengan mereka berdua?" Tanya Yu Leng lagi.
"Hmm sebenarnya tidak ada hubungannya, tapi kedua adik angkatku itu saat ini berada di kota teratai tempat kediaman keluargaku, jika kau ingin bertemu dengannya, aku bisa mengantarkanmu kepada mereka tapi sebelum itu, bisakah kau menceritakan tentang Yu Ming terlebih dahulu." Jawab Ling Yan.
"Heh untuk apa aku menceritakan tentang sepupuku padamu." Jawab Yu Leng.
"Tentu saja karena kau ingin bertemu dengan keduanya bukan." Sambung Ling Yan.
"Hehehe kau mengatakan posisi mereka seperti kau sangat yakin kalau aku tidak mengetahui dimana kota itu." Jawab Yu Leng terkekeh sambil mengangkat alisnya.
Yu Leng memang tidak terlalu mengetahui kota tersebut karena ia memang belum pernah sekalipun pergi ke kekaisaran Wei, dan sepertinya Ling Yan mengetahui hal tersebut karena ia terlihat tersenyum penuh makna di depan Yu Leng.
"Hehehe kau pikir aku tidak tahu, pasti sebentar lagi dia akan menghentikan ku." Gumam Ling Yan dengan senyuman liciknya.
Dan benar saja, belum sempat Ling Yan melangkah sebanyak lima langkah, suara Yu Leng yang mencegahnya pergi pun terdengar, Ling Yan juga bisa mendengar nada bicaranya yang sedikit kesal itu.
"Dasar bocah sialan, beraninya dia mempermainkan ku, tunggu, baiklah aku akan menceritakan tentang Yu Ming padamu." Ucap Yu Leng dengan wajah kesalnya. Sementara Ling Yan, ia saat ini sudah membalikkan badannya kembali dengan senyuman penuh kemenangan.
"Hehehe." Ling Yan terkekeh.
"Hah... ikutlah denganku." Yu Lang akhirnya mengajak Ling Yan masuk kedalam ruang rahasia miliknya yang disana terdapat banyak gulungan teknik bertarung serta senjata yang berkualitas tinggi.
Namun diantara gulungan-gulungan itu, terdapat sebuah kotak yang terlihat panjang dengan hiasan petir biru pada luar kotak tersebut.
"Ini.... kotak itu sangat mirip dengan kotak penyimpanan milik Yu Ming waktu itu." Gumam Ling Yan sambil mengingat pada saat Yu Fei memberikan kotak berisi gulungan ilmu halilintar bumi milik kakeknya dulu.
"Hmm..." Yu Leng bergumam sambil meraih kotak tersebut dan memperlihatkannya pada Ling Yan.
"Ini....." Ling Yan sedikit tertegun karena merasakan adanya aura yang sangat kuat keluar dari kotak tersebut.
"Ini adalah kotak peninggalan Yu Ming yang dititipkan padaku waktu itu, katanya kotak ini akan ia wariskan pada cucu laki-lakinya Yu Fei." Yu Leng lalu membuka kotak tersebut yang tidak lain berisi sebuah pedang yang tidak lain adalah pedang halilintar nirwana dan juga sebuah gulungan berwarna biru yang sangat mirip dengan gulungan ilmu halilintar bumi milik Yu Ming.
"Pedang halilintar nirwana, salah satu pusaka langit milik Yu Ming, dan teknik bertarung langit tingkat tinggi bernama teknik pedang dewa halilintar." Ujar Yu Leng pada Ling Yan yang menatap kagum ke arah pedang dan gulungan itu.
"Ini.... pedang dan teknik ini tidak mungkin dimiliki oleh seorang pendekar suci biasa bukan." Tanya Ling Yan.
"Hehehe tebakan yang sangat tepat, Yu Ming adalah salah satu Pendekar yang sangat hebat dan disegani di kekaisaran Tang, kau tau sendiri kan ilmu beladiri kekaisaran Tang tingkatannya jauh lebih tinggi dari kekaisaran yang lain." Jawab Yu Leng.
"Ugh.... jangan-jangan orang ini sudah melampaui batas kekuatan pendekar suci." Ucap Ling Yan yang mengingat ukiran milik Shen Long yang tertulis di dalam tembok gua hutan kegelapan.
"Ternyata pengetahuanmu cukup banyak." Jawab Yu Leng tanpa ekspresi.
Ling Yan masih menatap kagum ke arah pedang dan gulungan biru itu, namun setelah beberapa saat, tiba-tiba Yu Leng menutupnya dengan keras dan membuat Ling Yan berdecak kesal.
"Ptak!!! Sudah cukup mengaguminya, pedang dan gulungan ini hanya untuk diwariskan pada Yu Fei, dan mengenai Yu Ming, aku akan menceritakan semuanya sekarang."
Yu Leng akhirnya menceritakan semua tentang Yu Ming dari awal hingga akhirnya saudaranya sendiri meracuninya dan berakhir tewas karena racun tersebut.
Sementara Ling Yan yang mendengar cerita itu terlihat sesekali mengerutkan dahinya beberapa kali dan akhirnya cerita tentang Yu Ming selesai.
"Hanya itu saja yang bisa aku ceritakan padamu." Ucap Yu Leng.
"Sebenarnya aku juga tidak mengerti dengan jalan pikiran Yu Lao waktu itu hingga begitu menginginkan teknik ilmu halilintar bumi, tetapi aku merasa kalau ada seseorang dibalik semua itu yang membuat Yu Lao melakukan demikian." Sambung Yu Leng lagi.