
Dari dalam cincin natnya, Ling Yan mengeluarkan dua buah gulungan berwarna hitam yang selama ini belum sempat ia pelajari yaitu gulungan teknik bertarung elemen cahaya.
Ia lalu membawa pedang kabut ilusi menuju sebuah arena latihan yang biasanya digunakan oleh Qianlin dan ayahnya berlatih.
"Hmm karena terlalu sibuk memikirkan hal lain, aku sampai tidak memiliki waktu untuk mempelajari dua teknik ini."
Ling Yan lalu membuka gulungan pertama yang bertuliskan teknik pedang cahaya, sinar keabadian.
"Sinar keabadian!! Hmm baiklah." Ling Yan mulai membaca setiap perintah dan gerakan-gerakan yang tertulis di dalam gulungan tersebut.
Lalu setelah beberapa saat akhirnya Ling Yan mulai mengingat gerakan-gerakan yang ada didalamnya satu persatu sebelum mulai memperagakannya tanpa menggunakan tenaga dalam.
"Hiah!!!" Dengan sekali percobaan, Ling Yan sudah dapat menghafalkan semua gerakan-gerakan di dalam gulungan tersebut hingga menguasainya.
Tetapi Guo Kai yang merupakan roh pedang kabut ilusi keluar sambil memasang wajah cemberut dihadapan Ling Yan.
"Apa yang membuatmu memasang ekspresi wajah seperti itu di hadapanku." Ling Yan masih tetap memperagakan gerakannya di hadapan Guo Kai.
"Teknik pedang bodoh apa yang baru saja kau pelajari? Kau hanya akan menyia-nyiakan kualitas pedang kabut ilusi jika hanya mempelajari teknik tingkat rendah seperti itu." Guo Kai melipat kedua tangannya kedepan.
Ling Yan yang mendengar cibiran Guo Kai nampak mengerutkan dahinya.
"Kau bilang teknik ini teknik bodoh, memangnya apa yang kau ketahui dari teknik pedangku ini." Jawab Ling Yan.
Guo Kai menghela nafasnya sebelum terbang kesamping Ling Yan sambil ikut melihat ke arah gulungan yang ada di tangannya.
"Haih... Sudah kuduga, ini adalah teknik tingkat rendah milik bocah Shen Long itu, walaupun dia berbakat, tapi sifatnya sedikit membuat para pendekar lain di masanya tidak menyukainya." Jelas Guo Kai.
"Kau mengenal senior Shen Long?" Tanya Ling Yan.
"Pendekar Pedang Api, itu gelar yang ia dapatkan saat berhasil menjadi pendekar pemilik 5 api spiritual pada masanya, tetapi karena kekuatannya itu ia menjadi sombong hingga membuat salah seorang pendekar pemilik api ilahi murka dan memberinya pelajaran." Jawab Guo Kai.
Ling Yan sedikit terkejut mendengar penjelasan Guo Kai yang ternyata mengetahui sejarah tentang pemilik teknik yang ia pelajari saat ini.
"Tentu saja aku tahu, kau pikir aku ini hidup di zaman apa." Teriak Guo Kai yang berhasil membaca pikiran Ling Yan.
"Heh..... Daripada kau mempelajari teknik tingkat rendah seperti itu, lebih baik kau mulai memahami kitab ilmu pedang tanpa wujud karena jurus-jurus yang ada di dalamnya sangat sulit untuk dipahami." Sambung Guo Kai menyarankan.
Ling Yan menatap Guo Kai dengan tatapan mata malas sebelum menyarungkan kembali pedang kabut ilusi.
"Kau sangat pandai berucap hingga tidak tau saat ini kita sedang berada dimana, jika aku mempelajari kitab itu secara terang-terangan maka bisa saja orang-orang sekte pulau es utara ini curiga dengan apa yang aku pelajari."
Ling Yan menggelengkan kepalanya sambil mencibir.
"Dasar roh pedang bodoh, hal seperti ini saja dia tidak mengerti." Ucapnya.
Guo Kai merasa sedikit kesal dengan apa yang dikatakan oleh Ling Yan, tetapi ia tidak meledakkan amarah melainkan mengusap dadanya dan berkata sabar.
Namun setelah beberapa detik ia kemudian berteriak keras kepada Ling Yan.
"Lagi pula siapa yang menyuruhmu untuk mempelajari kitab itu sekarang, aku hanya menyuruhmu untuk memahami isi di dalam kitab itu bukan mempelajari teknik didalamnya secara langsung!
Sementara tidak jauh dari tempat tersebut, Shuyang bisa melihat tingkah Ling Yan yang terlihat seperti sedang bertengkar dengan seseorang, tetapi ia tidak melihat siapapun selain Ling Yan disana.
"Apakah Ling Yan sudah kehilangan kesadarannya, dengan siapa ia sedang bertengkar." Shuyang mengerutkan dahinya sambil memperhatikan gerak-gerik Ling Yan di tengah-tengah arena.
Awalnya Shuyang datang untuk memberitahukan kalau ke empat pilar api sudah siap untuk digunakan dan saat ini hanya membutuhkan energi elemen api untuk mengaktifkannya, dan tentu saja hanya Ling Yan yang bisa melakukan hal tersebut karena tidak ada satupun anggota sekte pulau es Utara yang melatih elemen api.
Namun pada saat ia datang untuk menemui sahabatnya itu, ia malah menemukan pemudanya itu sedang bertengkar entah dengan siapa di tengah-tengah arena latihan.
"Apa mungkin Ling Yan sedang berbicara dan bertengkar dengan hantu?" Shuyang mulai bergidik ngeri sampai-sampai tidak menyadari kalau Ling Yan sudah berada dan berdiri di dekatnya.
Tepat pada saat Ling Yan menepuk bahu Shuyang.
"Apa yang kau lakukan disini." Tegur Ling Yan yang membuat Shuyang terkejut bukan main hingga membuatnya melompat dari tempatnya berdiri sambil berteriak.
"Hantu!!!" Teriak Shuyang kaget sebelum akhirnya terjatuh dan kepalanya membentur.
Ling Yan yang melihat itu hanya bisa memasang wajah kebingungan sambil memperhatikan sekelilingnya.
"Hantu? Kau jangan bercanda, mana ada hantu di siang hari seperti ini." Ujar Ling Yan walaupun sebenarnya Guo Kai yang merupakan roh pedang sedang terbang disebelahnya.
Shuyang mencoba bangkit sambil memegangi kepalanya yang sakit.
"Ahh Ling Yan, kau membuatku terkejut, mengapa kau tiba-tiba berada di sampingku." Ujar Shuyang sambil mencoba berdiri.
Ling Yan mengerutkan dahinya mendengar perkataan Shuyang.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ling Yan.
Shuyang yang sedikit lupa dengan tujuannya menemui Ling Yan nampak menggaruk kepalanya sebelum berkata.
"Ahh aku lupa, aku datang untuk memberitahukan kalau 4 pilar api sudah siap untuk diaktifkan, dan itu membutuhkan energi alam dan elemen api untuk mengaktifkannya." Jelas Shuyang.
"Begitu ya, apa mereka juga sudah menyiapkan kristal siluman elemen apinya?" Tanya Ling Yan lagi.
"Tentu, kami bahkan sudah menempatkannya 1 pada masing-masing pilar seperti yang kau katakan." Sahut Shuyang.
Ling Yan pun mengangguk dan mulai berjalan bersama Shuyang menuju 4 pilar yang telah dibangun oleh para murid sekte tapi sebelum itu ia menggunakan teknik tubuh ilusi terlebih dahulu karena ke empat pilar tersebut harus diaktifkan secara bersamaan menggunakan tenaga dalam.
Tepat setelah ketiga tubuh ilusi Ling Yan sampai ditempat tujuan yaitu 3 pilar api, Ling Yan juga sudah sampai di pilar api yang ia tuju dan bersiap untuk mengalirkan tenaga dalamnya.
"Hmmm baiklah sekarang saatnya." Secara bersamaan, ketiga tubuh ilusi serta tubuh asli Ling Yan yang memiliki telepati kini mengalirkan elemen api secara bersamaan sebelum energi tersebut membentuk garis api yang menjulang tinggi ke atas.
Lalu setelah itu energi tersebut mulai saling terhubung dan menciptakan energi hangat dan juga nyaman di sekeliling kota dan area sekte pulau es Utara.
Setelah menyelesaikan tahap tersebut tubuh ilusi Ling Yan akhirnya menghilang bersamaan dengan ucapan terimakasih dari Bing Xuyan yang juga berada di dekat pilar bersama Ling Yan Shuyang dan para murid sekte.
"Terimakasih telah menyelesaikan masalah di wilayah sekte dan kota giok es kami, sesuai dengan yang kau minta, kami akan membiarkan kau membawa api dingin bersamamu." Ucap Bing Xuyan.
"Tidak masalah paman, untuk tahapan selanjutnya tidak akan memerlukan bantuanku lagi karena pilar-pilar yang ada ditengah-tengah akan aktif dengan sendirinya saat kau menempatkan kristal siluman elemen api di tempat yang sudah aku katakan." Jelas Ling Yan disambut anggukan kepala dari Bing Xuyan.