LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 281. Iblis Hati 2


Ling Yan kembali membulatkan matanya pada saat iblis hati itu memilih pedang kabut ilusi untuk menghadapi Ling Yan, pasalnya ia tidak menyangka kalau iblis hati itu dapat menggunakan pedang yang bahkan belum bisa Ling Yan tarik dari sarungnya.


"Bagaimana bisa kau menggunakan pedang kabut ilusi, bukankah kau dan aku sama sekali belum bisa menarik pedang itu dari sarungnya?" Umpat Ling Yan dengan nada kesal.


Sementara iblis hati itu hanya tertawa sedikit karena ia bisa melihat dengan jelas ada sedikit ketakutan didalam hati Ling Yan saat ini.


"Takut? Kau pikir manusia rendahan dan naif sepertimu bisa sebanding denganku!!!" Iblis hati mulai menarik pedang kabut ilusi dari sarungnya.


"Akan ku tunjukkan padamu kekuatan yang sebenarnya!!!" Tanpa ada beban atau kesulitan apapun, pedang kabut ilusi berhasil ditarik dari sarungnya oleh iblis hati Ling Yan.


Hingga pada saat pedang itu terpampang jelas di pandangannya, Ling Yan bisa melihat ada kepulan energi berwarna ungu keluar dari mata pedang kabut ilusi itu tanpa di aliri tenaga dalam sedikitpun.


"Kau lihat ini, aku bahkan tidak memiliki kesulitan apapun saat menarik pedang pusaka ini, bukankah kekuatan seperti ini yang kau inginkan itu?" Ucap tubuh ilusi mencoba mempengaruhi pikiran Ling Yan.


Ling Yan menggertakkan giginya sebelum menarik pedang darah api dari sarungnya.


"Jangan banyak omong kosong kau dasar iblis."


Kali ini Ling Yan menggunakan api kehidupan pada pedang darah api lalu maju menyerang iblis hatinya itu, sama seperti sebelumnya, iblis hati Ling Yan juga melakukan hal yang sama untuk menyambut serangan Ling Yan.


"Pedang api membelah samudra!!!"


"Hehehe pedang api pemusnah!!!"


Duar!!!!


Tabrakan dua energi api kembali terjadi, tapi kali ini efek serangan Ling Yan sedikit berada dibawah kekuatan iblis hatinya karena pedang yang ia gunakan cenderung lebih kuat.


Hasilnya Ling Yan hampir saja terkena luka bakar dari api kehidupan miliknya.


"Sudah kubilang kau tidak akan bisa mengalahkan pedang ini dengan pedang seperti itu." Ucap iblis hati itu lagi.


"Sial!!!" Ling Yan kembali maju menyerang tanpa menggunakan api spiritual dan iblis hatinya juga melakukan hal yang sama dengannya.


Ting!! Trang!!!


Suara dentingan pedang beradu itu terus terdengar tanpa ada tanda-tanda ingin berhenti sedikitpun, bahkan tempo suara yang terdengar kembali meningkat lebih cepat dari awal pertarungan keduanya.


Kecepatan yang dimiliki kedua belah pihak terlihat sama kuat tetapi kenyataan yang sebenarnya, iblis hati Ling Yan terlihat masih memimpikan jalannya pertarungan dan membuat Ling Yan berada di posisi bertahan.


"Seribu sayatan pedang!!!" Teriak keduanya secara bersamaan, dan sama seperti sebelumnya kemampuan bertarung iblis hati masih berada di atas Ling Yan.


Bahkan untuk pertukaran jurus kali ini Ling Yan terpaksa menerima 3 bekas sayatan pedang karena tidak dapat mengimbangi kecepatan serangan milik iblis hatinya.


Buak!!!


Setelah mandapatkan beberapa luka sayatan pedang pada tubuhnya, Ling Yan kembali menerima sebuah tendangan keras yang berhasil membuat tubuhnya termundur beberapa meter.


Ling Yan sempat merasakan organ dalamnya seperti berpindah tempat pada saat tendangan keras itu mengenai tubuhnya.


Uhuk!!


Seteguk darah segar mengalir dari dalam mulutnya di sertai dengan rasa sakit yang luar biasa ia rasakan pada bagian ulu hati serta salah satu tulang rusuknya.


"Sial 2 tulang rusukku patah, satu tendangan keras itu bagaikan di hantam sebuah besi besar dengan sekali pukulan" Umpat Ling Yan sambil memegang bagian tubuhnya yang sakit.


Ia mulai mengalirkan tenaga dalam untuk menyembuhkan luka dalamnya, dan tentu saja itu tidak memakan garis tenaga dalam dengan jumlah yang sedikit.


"Bagaimana, apakah kau sudah bisa merasakan rasa sakit itu, itu belum bahkan seberapa karena aku belum menggunakan kekuatan penuh ku." Ucap iblis hati itu lagi dengan senyuman mengerikan.


"Eghh....." Ling Yan mencoba bangkit dari tempatnya lalu kembali menatap iblis hatinya sambil merapatkan giginya.


"Heh...sebaiknya jika kau tidak ingin berakhir disini, biarkan aku bergabung dengan tubuhmu maka aku akan memberikan semua kekuatan yang aku miliki padamu." Ucap iblis hati itu.


Ling Yan sedikit tersenyum sebelum menjawab."Semua kekuatan yang kamu miliki, apakah kau tidak berbohong?" Tanya Ling Yan dengan ekspresi memastikan.


"Tentu saja, dan setelah itu kekuatan yang kau miliki akan 10 kali jauh lebih kuat dari sekarang." Ucap iblis hati itu.


Ling Yan yang mendengar itu terlihat menatap iblis hatinya dengan ekspresi wajah yang tidak dapat diartikan, sebelum akhirnya ia kembali menjawab.


"Sepertinya penawaran yang kau berikan cukup menarik." Mendengar jawaban Ling Yan membuat iblis hati itu kembali tertawa senang.


"Tentu saja!! Kau sudah melihat sendiri bagaimana kekuatan yang aku miliki itu bukan." Lanjut iblis hati lagi sambil terkekeh.


"Benar, itu memang sangat kuat dan juga sangat aku inginkan...." Ucapan Ling Yan barusan kembali membuat senyuman iblis hatinya semakin lebar.


"Sayangnya kekuatan yang lemah seperti itu hanya akan diterima oleh pendekar yang tidak ingin berusaha, dan itu tidak sedikitpun membuatku tertarik." Jawab Ling Yan sambil tersenyum sinis kearah iblis hatinya.


Jawaban Ling Yan serta tatapan sinisnya itu berhasil membuat ekspresi iblis hatinya menjadi marah dan bahkan maju menyerang Ling Yan lebih dulu dengan pedang kabut ilusinya.


"Kalau begitu kau harus bersiap untuk berhenti sampai disini!!" Keduanya kembali bertarung dan kali ini pertarungan tersebut berlangsung cukup lama serta menguras energi dan tenaga dalam yang sangat besar.


Setelah bertukar lebih dari 30 jurus dan teknik pedang, hasil dari pertarungan tersebut tetap saja tidak berubah dengan Ling Yan yang keluar sebagai pihak yang kalah.


Dalam pertarungannya kali ini ia memang tidak mendapatkan luka dalam pada tubuhnya, namun sebaliknya puluhan sayatan pedang kini bisa dilihat di sekujur tubuhnya.


Pakaian yang ia kenakan juga sudah banyak terdapat bagian yang robek serta compang camping akibat pertarungannya melawan iblis hati tersebut.


Ling Yan kini sudah terlihat kelelahan dengan deruan nafas yang mulai tidak beraturan, di lain sisi, iblis hati yang bahkan sudah bertarung melawannya sejak lama malah terlihat baik-baik saja tanpa ada sedikitpun rasa lelah yang terlihat pada ekspresi wajahnya.


"Sudah kubilang dari awal, kau tidak akan bisa mengalahkan ku jika hanya mengandalkan kekuatanmu itu, apalagi pedang yang kau gunakan itu bahkan sudah mulai rusak sedikit demi sedikit." Ucap iblis hati itu lagi sambil menertawakan Ling Yan.


"Hah.... Hah... Hahh.... tenaga dalam ku..tenaga dalam ku tinggal satu 2 cadangan akar roh surgawi lagi.... bagaimana bisa iblis hati ini terlihat seperti baik-baik saja setelah bertarung selama itu melawanku." Ucap Ling Yan dengan nafas yang tak beraturan.


"Dilihat dari raut wajahmu, sepertinya tenaga dalam yang kau miliki itu sudah terkuras habis bukan." Ucap iblis hati itu lagi sambil tersenyum mengejek.


Ling Yan kembali bangkit dari posisinya sambil memegang erat pedang yang ada ditangannya.


"Hehehe sepertinya kau perlu diberitahu tentang sebuah perbedaan kekuatan."


Iblis hati kembali maju menyerang dengan pedang kabut ilusi, tepat pada saat pedang keduanya bertemu.


Trang!!!!


Suara renyah pada saat pedang darah api milik Ling Yan patah terdengar ditelinga keduanya sebelum setengah dari patahan pedang tersebut terpantul pada batu sebelum tertancap pada tanah yang saat ini mereka pijak.