LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 163. Pendekar Pengguna Racun Yang Mati Karena Racun


Wu Mei langsung dibuat berkeringat dingin karena merasakan aura petarung yang sangat kuat dari Zhao Zhang, ingin sekali ia pergi dari tempat itu sekarang, tapi ia tahu ia tidak akan memiliki kesempatan tersebut dan terpaksa menarik pedangnya dan maju menyerang Zhao Zhang.


Sementara itu, setelah menangkis serangan jarum beracun dari Wang Lee, Ling Yan kini sudah berhadapan dengan pendekar berkumis tersebut.


"Sepertinya kau terlalu percaya diri untuk melawanku anak kecil, kau pikir kekuatan yang kau miliki itu bisa mengalakanku." Wang Lee berkata sombong sebelum menarik pisau belatinya menyerang Ling Yan.


Ia melemparkan beberapa pisau belati ke arah Ling Yan sebelum menarik pedang yang ada di pinggangnya, sama seperti pisau belati yang ia miliki, pedang yang ada di tangannya itu juga telah di lumuri dengan racun.


Ling Yan melemparkan pisau belati miliknya juga dan mengenai tepat pada pisau belati Wang Lee.


"Ting!!!!!!" Suara pedang beradu pun terdengar cukup keras sebelum Wang Lee termundur sebanyak 5 langkah karena kekuatan fisik Ling Yan berada jauh di atasnya berkat kualitas tulang raja naga yang ia miliki.


"Anak ini, bagaimana mungkin tenaga yang ia miliki lebih kuat dariku, apakah ia menggunakan tenaga dalam." Wang Lee terlihat sangat heran dengan kekuatan Ling Yan yang menurutnya tidak masuk akal, karena saat pedangnya tadi berbenturan dengan pedang Ling Yan, ia sangat yakin kalau Ling Yan tidak menggunakan tenaga dalam sedikitpun.


Wang Lee lalu mencoba mengalirkan tenaga dalam pada pedagnya dan kembali maju menyerang Ling Yan. Ling Yan yang melihat itu kini ikut bergerak maju sambil melemparkan sebuah pisau belati ke arah Wang Lee.


"Tingg!!!!!!!" Pedang keduanya kembali beradu dengan Ling Yan yang tidak menggunakan tenaga dalam sedikitpun.


Wang Lee terlihat mengerutkan dahinya sebelum akhirnya menyadari seseorang hingga membuat ekspresi wajahnya berubah menjadi buruk.


"Jangan-jangan anak ini...." Baru saja ia menyadari sesuatu, tiba-tiba Ling Yan mengalirkan tenaga dalam pada pedagnya bersamaan dengan api kehidupan yang menyelimuti pedang darah api yang miliki.


"Pedang api membelah samudra!!!" Wang Lee yang melihat itu dengan sigap bereaksi dan dengan cepat mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan Ling Yan yang begitu tiba-tiba.


Dan pada saat itulah ekspresi wajah Wang Lee langsung berubah menjadi sangat buruk karena pedang yang ia gunakan untuk menangkis serangan Ling Yan kini berakhir patah menjadi dua bagian.


Beruntung Wang Lee dengan cepat melompat menghindar dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya dan berhasil lolos dari serangan Ling Yan tadi.


Srakkk


Tidak ia sangka-sangka sebuah pisau belati dari arah Ling Yan berhasil melukai lengan kirinya.


"Sial, cepat juga gerakan anak ini, bukan hanya itu, teknik bertarung yang ia miliki juga lumayan tinggi." Umpat Wang Lee yang mencoba menghentikan pendarahan pada lengan kirinya yang sudah mulai terasa panas dan perih.


"Ugh.... mengapa luka kecil seperti ini bisa sangat perih dan terasa panas?" lenguhnya.


Ling Yan yang melihat kesempatan untuk menyerang langsung berlari dengan cepat ke arah Wang Lee dengan pedang darah api dan api kehidupan miliknya.


"Pedang penghancur gunung!!!" Ayunan pedang Ling Yan yang begitu kuat dan cepat memaksa Wang Lee melompat menghindar dan membuat serangan Ling Yan membentur tanah hingga membuat kawah yang lumayan dalam.


"Boom!!!" Suara ledakan yang cukup keras terdengar, untungnya tempat pertarungan tersebut terjadi letaknya berada cukup jauh dari kediaman murid dalam dan kediaman murid luar sekte seribu pedang, karena saat ini pertarungan terjadi di dekat kediaman ketua sekte hanya berada dekat dengan kediaman par murid inti.


Sementara para tetua sekte yang lain saat ini tengah berada di kediaman murid dalam dan murid luar sekte seribu pedang guna memastikan tidak ada murid dalam yang menyadari hal itu.


Wang Lee yang melihat efek serangan Ling Yan itu terlihat bergidik ngeri dan berusaha bangkit dan menarik pedang lain yang ada di dalam cincin natnya.


Namun sepertinya luka di lengan kirinya membuatnya menghentikan niatnya untuk menyerang Ling Yan karena merasa ada sesuatu yang lain dari lukanya itu.


Ia nampak memperhatikan luka yang tadinya begitu kecil kini sudah terlihat membengkak dan membiru, selain itu Wang Lee juga merasakan detak jantungnya terasa begitu cepat dari biasanya.


"Ada apa sebenarnya denganku, jangan-jangan......" Wang Lee lalu mencoba mengalirkan tenaga dalamnya untuk menstabilkan tubuhnya.


Namun sudah beberapa kali ia mencoba mengalirkan tenaga dalam, tenaga dalam itu malah membuat tubuhnya semakin terasa sakit sampai membuatnya sesak nafas.


Wang Lee lalu teringat dengan belati yang melukai lengan kirinya seraya berkata.


"Jangan-jangan belati tadi memiliki racun." Ucapnya yang kini sudah mengingat kalau tadi Ling Yan mengatakan bahwa dirinya juga seorang pendekar pengguna racun.


"Kau terkena dampak dari racun raja siluman ular sisik hijau tingkat 9 yang ada pada belatiku." Ucap Ling Yan yang tiba-tiba sudah muncul di hadapan Wang Lee.


Wang Lee mengangkat wajahnya dan menatap Ling Yan dengan ekspresi wajah ketakutan setelah mendengar ucapan Ling Yan yang berkata racun dari raja siluman ular sisik hijau tingkat 9.


"Ap...Apa....kau bilang, racun siluman ular sisik hijau ting...." Belum sempat ia melanjutkan perkataannya, racun itu sudah menyebar keseluruh organ dalam milik Wang Lee dan membuatnya terkapar tak bernyawa.


"Itulah dunia persilatan, terkadang kau tidak boleh meremehkan kemampuan seseorang walaupun ia terlihat lebih muda dari mu, karena bisa saja orang itu adalah dewa kematian yang akan mencabut nyawamu."


Ling Yan lalu mengambil cincin nat milik Wang Lee sebelum berjalan ke arah Shen Yu dan Yan Shiki yang sudah selesai dengan lawannya.


Sementara Yun Yuangbao terlihat masih beradu pedang dengan salah satu tetua sekte Tengkorak iblis namun tiba-tiba sebuah kejadian yang tak terduga terjadi.


"Tahan mereka untukku." Wu Mei yang sudah terluka tiba-tiba saja menarik tetua sekte Tengkorak iblis dan melemparkannya ke arah Ling Yan dan yang lainnya sebelum melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh yangniia miliki.


"Sementara itu Zhao Zhang yang sengaja membiarkan Wu Mei lolos kini langsung melesat bersama Shen Yu, Yun Yuangbao dan Yan Shiki untuk mengejar Wu Mei dari belakang.


Zhao Zhang memang berencana menciptakan situasi dimana Wu Mei terlihat lolos dan melarikan diri darinya, namun yang sebenarnya terjadi adalah Zhao Zhang berencana mengikuti kemana Wu Mei yang seharusnya akan pergi ke arah markas sekte Tengkorak iblis.


Yun Yuangbao dan Yan Shiki langsung memberikan instruksi pada 200 orang murid inti sekte seribu pedang yang sedari tadi bersembunyi di dalam hutan yang tidak jauh dari wilayah sekitar sekte seribu pedang.


Sementara Ling Yan yang kini sudah berhadapan dengan tetua sekte Tengkorak iblis yang sudah kehabisan tenaga dalam itu langsung menarik pedangnya dan menyelesaikan pertarungan sebelum ikut melesat dari belakang murid sekte yang saat ini sedang mengikuti Wu Mei.