
"Maafkan aku tetua Yan, tetapi sebelum melewati perbatasan, kau harus membayar sebanyak 5 koin emas perorang terlebih dahulu. Ujar seorang pendekar yang mengenali Yan Shiki.
Yan Shiki hanya tersenyum sambil mengeluarkan 20 koin emas dari dalam cincin natnya sebelum akhirnya mereka berempat melewati perbatasan itu.
Yan Shiki tidak membantah prajurit tersebut karena peraturan itu memang sudah berlaku sejak pemerintahan kaisar Wei yang tidak lain adalah ayah dari Zhu Qing.
"Baiklah, sudah selesai, ayo lanjutkan perjalanan kita." Setelah menyelesaikan pembayaran, Yan Shiki dan lainnya kini melanjutkan perjalanan dan kembali melesat ke arah kota bufeng.
Ketiganya terus berlari dengan cepat hingga tak lama kemudian, Ling Yan akhirnya menyadari kalau jalan yang mereka lalui tersebut merupakan tempat dimana Ling Yan membunuh salah satu tetua sekte kelabang hitam sebelumnya.
"Sepertinya sebentar lagi kami akan sampai." Gumam Ling Yan, dan benar saja 4 jam setelah gumamannya itu, keempat pendekar sekte seribu pedang itu kini sudah sampai di kota bufeng.
"Wahh.... ternyata ini kota bufeng." Ujar Shuyang yang merasa kagum meliha kota yang cukup besar itu.
Pandangan mata Shuyang lalu tertuju pada sebuah bangunan tinggi yang berdiri di tengah-tengah kota.
"Tinggi sekali bangunan itu." Ujar Shuyang lagi.
"Itu adalah bangunan rumah lelang asosiasi lelang harta." Jawab Ling Yan yang membuat Yan Shiki dan Han Li mengerutkan dahinya.
"Bagaimana mungkin kau tahu kalau bangunan itu milik asosiasi? Apakah kau pernah kemari sebelumnya." Tanya Yan Shiki sambil mengangkat alisnya, sementara Han Li dan Shuyang juga menatapnya penuh selidik dan menunggu jawaban dari Ling Yan.
"Ahahaha bukan seperti itu, tapi...." Ling Yan lalu menunjuk sebuah papan nama bertuliskan asosiasi lelang harta yang terpajang di bagian depan atas bangunan itu.
Yan Shiki dan yang lainnya yang melihat itu pun hanya menganggukkan kepalanya mengerti. "Aku pikir ia memang sudah pernah kemari." Gumam Yan Shiki.
Tanpa menunggu lama lagi, Yan Shiki dan yang lainnya kini melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga Jia dan tanpa sengaja melewati toko senjata dan pandai besi dimana Ling Yan membuat belati dan topeng besinya dulu.
Dari kejauhan Ling Yan bisa melihat pemilik toko yang sebelumnya sedang memukul-mukul besi disana dan kembali membuat Ling Yan mengingat perkataan pandai besi itu.
"Yu Ming....." Gumam Ling Yan yang tiba-tiba menyadari sesuatu.
"Tunggu, jangan-jangan Yu Ming yang dimaksud orang tua itu...." Ling Yan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membuat Shuyang yang berjalan di belakangnya menabrak tubuh Ling Yan.
"Aduh, hei mengapa kau tiba-tiba berhenti seperti itu." Tanya Shuyang yang melihat ekspresi wajah Ling Yan yang aneh sambil menatap ke arah toko pandai besi.
Sementara Han Li dan Yan Shiki terlihat melanjutkan perjalanan karena sedari tadi memang berjalan di depan keduanya.
Shuyang lalu mengikuti kemana arah pandangan mata Ling Yan itu.
"Hmm apakah ada yang salah dengan toko pandai besinya." Tanya Shuyang lagi yang membuat Ling Yan tersadar.
"Ah tidak ada, aku hanya berfikir untuk membuat sebuah senjata." Jawab Ling Yan sambil membuang muka sebelum kembali mengikuti langkah kaki Yan Shiki dan Han Li yang sudah cukup jauh di depan.
"Guru Yan, tunggu kami!!!" Teriak Ling Yan sambil setengah berlari.
Shuyang mengerutkan dahinya sejenak sebelum berkata. " Dasar aneh."
Sementara itu di tempat pandai besi.
Ting!!!
*****
Kediaman keluarga Jia.
Saat ini kediaman keluarga Jia sudah dapat terlihat dari kejauhan dan kembali membuat Shuyang berdecak kagum dengan bangunan megah milik keluarga Jia ini.
"Wah.... itu rumah atau istana." Kata Shuyang kagum.
Dan yang merasa kagum pun bukan hanya Shuyang, tetapi Han Li juga terlihat melongo melihat kediaman keluarga Jia yang begitu megah, hanya Yan Shiki dan Ling Yan saja yang tidak mengulas ekspresi apapun diwajahnya, karena keduanya sudah pernah melihat bangunan megah itu sebelumnya.
Para penjaga kediaman keluarga Jia terlihat mengubah ekspresi wajahnya setelah mendapati ada 4 orang pendekar yang berjalan menuju kediaman tersebut.
Kedua penjaga yang sedang berjaga di luar itu dapat melihat ke empat pendekar itu yang memakai jubah sekte seribu pedang, dan setelah ke empat pendekar itu sampai di hadapan mereka.
"Kami pendekar sekte seribu pedang yang di utus untuk mengawal putri keluarga Jia." Yan Shiki membuka pembicaraan.
Kedua penjaga itu terlihat saling menatap sejenak sebelum salah satu dari mereka berjalan masuk kedalam kediaman untuk melaporkan kedatangan ke empat pendekar itu.
Sementara penjaga yang satunya langsung mempersilahkan Yan Shiki, Ling Yan, Han Li dan Shuyang mengikutinya.
Dan tak lama kemudian Jia Wang yang sudah mendapatkan laporan dari salah satu penjaganya langsung menghampiri Yan Shiki dan ketiga murid sekte yang ia bawa.
"Salam tetua Yan." Sapa Jia Wang yang sudah mengetahui identitas Yan Shiki.
Yan Shiki hanya tersenyum tipis sementara Ling Yan, Han Li dan Shuyang terlihat memberi hormat.
"Ketua Jia Wang, apakah perjalanan putrimu akan di mulai hari ini?" Tanya Yan Shiki langsung ke intinya saat melihat ada beberapa kereta kuda disana.
"Ah tentu saja tidak tetua Yan, aku tidak mungkin langsung menyuruh kalian mengawal putriku sebelum menjamu tetua dan ketiga muridnya terlebih dahulu, selain itu... kami juga perlu menyiapkan beberapa kereta barang lagi sebelum putriku melakukan perjalanan besok pagi." Jawaban Jia Wang langsung menyimpulkan bahwa perjalanan mereka akan berlangsung besok.
Sebenarnya Yan Shiki tidak akan begitu keberatan jika perjalanan mereka langsung dimulai hari ini, karena baginya semakin cepat mereka memulai, semakin cepat pula misi tersebut selesai.
"Hmmm besok pagi ya, baiklah Han Li, Ling Yan, Shuyang, kalian bertiga beristirahatlah dulu, ada beberapa pembahasan yang akan aku bicarakan dengan ketua Jia."
"Baik tetua." Jawab mereka bersamaan.
Yan Shiki lalu mengikuti langkah Jia Wang menuju ruangannya, sementara Ling Yan, Han Li dan Shuyang mengikuti penjaga yang tadinya mengantarkan mereka.
Pandangan mata Ling Yan tidak sengaja bertemu dengan pandangan mata Jia Li yang sedari tadi menatap kedatangan mereka berempat.
"Bukannya dia gadis yang waktu itu, ternyata dugaanku memang benar." Ujar Ling Yan.
Sementara Jia Li yang juga mengarahkan pandangan ke arah Ling Yan terlihat mengangkat alisnya karena gerak-gerik pemuda itu terlihat begitu familiar.
"Pemuda itu... mengapa gaya berjalannya sangat mirip dengan pemuda yang menyelamatkan ku waktu itu." Batin Jia Li sambil membayangkan pendekar bertopeng yang menyelamatkannya.
Sesampainya di sebuah kediaman kecil dimana ketiganya akan beristirahat, tanpa menunggu waktu lama lagi mereka bertiga langsung merapikan barang masing-masing.
"Sepertinya aku harus mencari kesempatan untuk pergi ke toko pandai besi itu, aku yakin, Yu Ming yang dimaksud oleh pria tua itu adalah orang yang sama dengan kakek Yu Fei dan Yu Qian, apalagi marga mereka juga sama." Gumam Ling Yan sambil melihat ke arah Shuyang dan Han Li yang sedang merapikan barang bawaannya.