LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 189. Desa Yang Sepi


Tak lama kemudian pendekar itu mampir disebuah toko yang menjual perhiasan dari batu berwarna.


"Selamat pagi tuan pendekar, apa ada hal yang bisa aku bantu." Sapa pemilik toko itu dengan keringat dingin yang bercucuran di wajahnya.


Pemilik toko tersebut terlihat tidak berani menatap mata pendekar itu karena dalam sekali tebak ia dapat menyimpulkan kalau pendekar itu adalah seorang yang berasal dari sekte aliran hitam.


"Hmm aku hanya ingin bertanya, apakah disana benar adalah kediaman Klan Ling?" Tanya pendekar itu sambil tersenyum cekikikan.


Pemilik toko tersebut Langsung mengangguk dengan keringat dingin yang masih membasahi tubuhnya.


"Benar tuan, disana adalah kediaman Klan Ling." Ucap pemilik toko itu terburu-buru


Pendekar itu terlihat memalingkan pandangannya ke arah kediaman Klan Ling lalu kembali berjalan ke arah tersebut.


Sementara pemilik toko yang tadi ia singgahi kini terlihat mengemasi barang dagangannya dan berniat meninggalkan tempat tersebut sekarang juga.


"Sebentar lagi akan terjadi pertarungan besar, aku harus pergi secepatnya dari sini." Ucapnya.


Bukan hanya pemilik toko tadi, orang-orang lain yang berdagang di daerah tersebut juga sudah mengemasi barang-barangnya seperti yang dilakukan oleh pemilik toko tadi.


Pendekar berwajah putih pucat itu kini sudah sampai di depan kediaman Klan Ling Yan dijaga oleh 4 orang pendekar tingkat emas.


"Siapa kau?" Tanya penjaga itu sambil menatap penuh selidik ke arah pendekar tersebut.


Mendengar nada bicara penjaga itu yang cukup tinggi membuat pendekar yang berwajah putih pucat itu menarik pedang yang tersarung di pinggangnya.


Berselang beberapa saat kemudian ke empat penjaga tersebut kini terlempar masuk kedalam kediaman Klan Ling bersamaan dengan tibanya puluhan pendekar perak serta 2 orang pendekar raja sekte petir hitam.


"Cari gulungan itu dan bawa padaku." Ucap Yu Zhong kepada dua orang pendekar raja disampingnya.


*****


Matahari kini sudah hampir berada di atas kepala saat rombongan keluarga Jia yang dikawal Ling Yan sudah memasuki area kota teratai di desa huazi.


Pada saat rombongan keluarga Jia masuk kedalam area desa, para anggota rombongan kereta kuda terlihat kebingungan dengan keadaan desa tersebut yang sangat sunyi, padahal biasanya jalan-jalan desa tersebut ramai oleh pedagang dan pengunjung yang berlalu lalang.


"Eh.... mengapa desa huazi menjadi sangat sepi seperti ini, kemana perginya semua orang." Yan Shiki terlihat memalingkan pandangannya ke sekitar desa.


Sementara Ling Yan yang melihat kondisi desa yang sepi itu nampak mengerutkan dahinya dan merasa ada sesuatu yang tidak beres telah terjadi.


"Mengapa desa huazi seperti tidak memiliki penghuni seperti ini." Ling Yan berjalan ke arah sebuah topeng yang tergeletak di tengah jalan tidak jauh dari tempat para rombongan menghentikan langkahnya.


Berselang beberapa saat kemudian, Ling Yan merasakan ada sesuatu yang ganjal terbesit di pikirannya hingga membuatnya melotot sambil mengalihkan pandangan ke arah area kediaman Klan nya.


"Tidak mungkin, jangan-jangan, sesuatu yang buruk telah terjadi." Batin Ling Yan.


Ling Yan yang merasakan hal tersebut tiba-tiba melesat dengan cepat ke arah kediamannya yang berada di sebelah selatan dan membuat Yan Shiki dan yang lainnya tidak sempat bereaksi.


"Ling Yan!!! Kau mau kemana!!" Teriakan Shuyang tidak dipedulikan oleh Ling Yan dan malah membuatnya semakin mempercepat langkahnya.


Yu Leng yang melihat tingkah Ling Yan yang sangat terburu-buru juga merasakan hal yang sama, dan setelah beberapa saat, tiba-tiba Yu Leng merasakan ada sebuah energi petarung yang cukup besar berasal dari arah Ling Yan berlari.


"Ah jangan-jangan." Tanpa menyembunyikan kekuatannya lagi, Yu Leng langsung melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya mengikuti kemana Ling Yan pergi.


"Pak tua itu.... bagaimana bisaa dia berlari secepat itu." Ujar Shuyang dengan wajah terkejutnya.


Yan Shiki yang juga merasakan energi petarung tersebut kini ikut bergerak mengikuti keduanya.


"Han Li, Shuyang, tinggallah disini untuk menjaga tuan putri, aku harus menyusul mereka." Tanpa menjelaskan apapun, Yan Shiki langsung melesat ke arah yang sama dengan tujuan Ling Yan dan Yu Leng.


"Tetua Yan!!! Sebenarnya apa yang terjadi." Han Li berteriak tapi hasilnya sama seperti saat Shuyang meneriaki Ling Yan sebelumnya.


Sementara para pengawal dan rombongan keluarga Jia yang lain terlihat menatap bingung dengan berbagai macam pertanyaan yang muncul di kepala mereka.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Gumam Jia Li yang merasa khawatir.


Karena tidak ada pilihan lain, Shuyang dan Han Li terpaksa hanya bisa menunggu di tempat tersebut sambil menjaga keadaan sekitar.


Ling Yan yang baru saja sampai di kediamannya kini menghentikan langkahnya dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi buruk.


Ling Yan bisa melihat tembok dan pilar gerbang kediaman Klan Ling sudah hancur dan juga beberapa orang klan Ling yang terkapar dengan luka di sekujur tubuhnya, bahkan ada beberapa dari mereka yang sudah tewas.


"Ugh...." Salah satu dari anggota keluarga Ling yang tidak lain adalah Ling Huotian yang terkapar terlihat bergerak dan melenguh lemah.


"Ah tetua Huotian." Ling Yan langsung menghampirinya dan membaringkannya di pahanya.


Melihat keadaan Ling Huotian yang sangat lemah, Ling Yan dengan cepat mengeluarkan sebuah pil penyembuh dari dalam cincin natnya dan memasukkannya kedalam mulut Ling Huotian.


"Tetua Huotian, apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya semua ini?" Tanya Ling Yan kepada Huotian yang mulai melemah.


Ling Huotian dapat melihat wajah Ling Yan yang samar-samar di hadapannya.


"Tuan muda Yan, cepat pergi dari sini, mereka semua mengincarmu." Ling Huotian berbicara dengan terbata-bata.


"Mereka? Siapa yang kau maksud dengan mereka." Baru saja Ling Yan menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja ia merasakan aura pembunuh yang lumayan pekat diarahkan padanya.


Ling Yan lalu mengangkat kepalanya dan bisa melihat ada seorang pendekar berwajah pucat yang sedang mencekik seorang pria sepuh hingga kakinya melayang di udara.


"Ah.... ketua Han." Ling Yan nampak begitu terkejut melihat ketua Klannya yang saat ini sangat tidak berdaya.


"Ling Yan....." Ling Han berkata sambil melirik ke arah Ling Yan.


"Hehehe akhirnya kau datang juga anak muda, selamat datang di kediaman keluarga Ling mu yang indah ini." Yu Zhong tertawa sinis dengan tangannya yang masih memegang leher Ling Han.


Ling Yan nampak memperhatikan wajah orang itu sejenak sebelum akhirnya tersadar dan mengenali jubah yang dipakai oleh pendekar itu.


"Kau!! Sekte petir hitam." Wajah Ling Yan dibuat menjadi semakin memburuk dan teringat kalau sekte petir hitam sebelumnya menginginkan teknik pengembangan ilmu halilintar bumi milik Yu Ming.


Wajah Ling Yan seketika berubah menjadi merah karena marah dan menatap tajam ke arah Yu Zhong.


"Apa yang kau lakukan pada kedua orang tua dan kedua adik angkat ku." Tanya Ling Yan dengan tatapan mata tajamnya.


"Hehehehe tidak ada, aku hanya melakukan hal ini kepada mereka yang begitu keras kepala karena tidak ingin memberitahu ku dimana gulungan ilmu halilintar bumi itu." Yu Zhong lalu melemparkan Ling Han dan membuatnya membentur tembok.


Amarah Ling Yan kembali memuncak mendengar perkataan Yu Zhong, dengan hati-hati ia membaringkan kembali tubuh Ling Huotian dan bergerak bangkit dari tempatnya.