
Ling Yan menyunggingkan senyuman penuh makna di sudut bibirnya sebelum memperagakan sebuah jurus.
"Hehe Teknik tubuh ilusi." 4 kloning Ling Yan berhasil diciptakan dan sengaja saling berpindah-pindah tempat dengan tubuh aslinya agar Yu Zhong tidak dapat menebak yang mana di antara mereka yang merupakan tubuh asli.
Yu Zhong yang melihat itu masih terus mengejar Ling Yan sebelum akhirnya Ling Yan dan tubuh ilusinya berpencar ke segala arah sambil melemparkan pisau bara apinya.
Yu Zhong pun bergerak cepat menghindari setiap pisau belati yang dilemparkan ke arahnya sambil berdecak kesal.
"CK, kau pikir bisa mengelabui ku dengan permainan anak-anak seperti ini." Yu Zhong lalu melesat ke salah satu dari kelima tubuh Ling Yan.
"Kau pasti yang asli." Yu Zhong berteriak sambil melayangkan tendangan ke arah Ling Yan dengan tenaga dalam yang luar biasa.
Lalu pada saat tendangannya itu mendarat tepat pada punggung Ling Yan.
Blusss!!!
Tubuh itu menghilang menjadi kepulan asap putih yang menandakan kalau tubuh yang ia serang adalah sebuah tubuh ilusi.
"Apa!! tubuh ilusi??" Tubuh ilusi Ling Yan yang lain kini maju menyerang Yu Zhong dan berhasil mendaratkan sayatan pedang pada lengan kanannya.
Srakk!!!
"Akh...." Yu Zhong menjerit sambil melompat untuk mengambil jarak dari ketiga tubuh ilusi itu.
Darah segar kini mengalir dari lengan kanan Yu Zhong yang terluka. Yu Zhong hanya bisa mengumpat keras sambung mengalirkan tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan pada luka sayatan yang ia terima itu.
"Sial!!! Bagaimana mungkin aku tertipu dengan tubuh ilusinya." Umpat Yu Zhong.
Tak lama kemudian tubuh ilusi Ling Yan kembali maju menyerang Yu Zhong untuk memberikan waktu kepada Ling Yan yang sedang mencoba menggerakkan teknik permainan apinya.
Karena tidak ada pilihan lain, Yu Zhong akhirnya menyambut serangan tersebut dan terpaksa menarik pedangnya.
Dari kejauhan, Ling Yan sudah bersiap dengan teknik permainan api yang akan ia gunakan.
"Hah......!!! teknik permainan api jurus pertama!! Api abadi!! Api kehidupan!! Api sakral surgawi!! Api samudra!!!." Ling Yan berteriak dengan ke empat api spiritual yang berbeda mengintari tubuhnya.
"Penggabungan 4 jenis api spiritual!!!" Ling Yan akhirnya berhasil menggabungkan ke 4 api spiritual miliknya dan kali ini kekuatannya setara dengan kekuatan seorang pendekar suci yang sudah membuka 5 gerbang.
Yu Zhong yang sedari tadi di sibukkan oleh ketiga tubuh ilusi Ling Yan, kini sudah berhasil menghancurkan ketiganya dan kini memandang ke arah Ling Yan yang diselimuti oleh 4 jenis api spiritual.
Ling Yan nampak menatap tajam ke arah Yu Zhong dengan aura petarung yang sangat kuat terpancar dari dalam tubuhnya, dan tak sama seperti sebelumnya, berkat hasil latihan pengendalian tenaga dalam dari Shuyang, kini Ling Yan sudah bisa mempertahankan tekniknya itu dalam jangka waktu yang cukup lama.
"Kekuatannya... meningkat pesat, apakah ini kekuatan yang ia dapatkan dari api spiritual itu." Batin Yu Zhong.
"Aku akan membalaskan dendam atas kematian anggota Klan Ling yang kau bunuh." Ling Yan bergerak cepat menyerang Yu Zhong tanpa menggunakan pedangnya.
"Seribu Pukulan Api!!!"
"Sial terlalu cepat!! Sepertinya aku tidak ada pilihan lain." Yu Zhong bergumam sambil memasukkan sebuah pil kedalam mulutnya.
Yu Zhong yang tidak siap dengan serangan tiba-tiba milik Ling Yan pun hanya bisa menerima setiap serangan yang mendarat di tubuhnya, dan setelah teknik Ling Yan selesai, Ling Yan kembali melayangkan serangan lain yang membuat Yu Zhong terlempar jauh hingga membentur tembok kediaman Ling Han.
"Tinju kobaran api!!"
Duarrr!!!
"Uhuk-uhuk." Yu Zhong berbatuk sambil mengusap darah dari mulutnya itu Daan terlihat ada bekas luka memar di dadanya.
Ling Yan yang melihat itu nampak menaikkan alisnya karena efek serangan yang barusan ia lancarkan tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan.
"Serangan ku tadi, bagaimana mungkin hanya berefek seperti itu?" Ling Yan menatap bingung ke arah Yu Zhong dan berpikir ada sesuatu yang salah dengan serangannya itu.
Yu Zhong terlihat bangkit dari posisinya sambil menyunggingkan senyuman sinis.
"Khekhekkhe, Kau pikir kau sudah menang anak muda, hehe serangan tadi memang mematikan, tapi.... aku lebih cepat sedikit darimu." Yu Zhong nampak mengeluarkan sebuah pil dari dalam cincin natnya lalu menelan pil tersebut.
"Apa? Jangan jangan itu karena efek pil yang ia telan." Batin Ling Yan.
"Kekuatan yang kau miliki lumayan besar juga anak muda, untungnya aku sempat menelan pil darah naga sebelum terkena serangan mu, dan sekarang." Tenaga dalam Yu Zhong terlihat meningkat lagi hingga menjadi setingkat lebih tinggi dari kekuatan Ling Yan saat ini.
"Kali ini aku tidak akan memberikan kesempatan kepada mu." Setelah ucapannya itu, tiba-tiba saja Yu Zhong muncul di hadapan Ling Yan dan mendaratkan pukulan telak padanya.
Untungnya Ling Yan bereaksi dengan cepat dan menangkis serangan Yu Zhong itu dengan kedua tangannya, tapi ia tetap terhempas ke belakang sejauh 20 meter.
Ling Yan terlihat menggertakkan giginya sambil menarik pedang darah api dari sarungnya.
Sementara itu tempat lain.
Shuyang, Han Li serta para rombongan keluarga Jia yang berada di desa huazi nampak begitu bosan sebelum akhirnya sebuah ledakan yang berasal dari arah Ling Yan dan tetua Yan Shiki pergi membuat mereka semua terkejut.
"Ledakan itu berasal dari sana!! pasti sesuatu yang buruk telah terjadi." Han Li merasakan kakinya bergetar dan ingin sekali pergi dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.
Sementara Shuyang.
"Sial, apakah kita harus tetap berada di sini." Baru saja ia selesai dengan perkataannya, tiba-tiba saja sebuah pisau belati terbang dan mengarah padanya.
Dengan sigap Shuyang bergerak menghindari pisau tersebut dan mengarahkan pandangan ke arah dari mana pisau itu berasal.
"Siapa itu." Pada saat membalikkan badannya, Shuyang langsung dibuat terkejut oleh kehadiran 20 orang pendekar berjubah corak petir hitam dari arah pisau tersebut.
"Dari mana datangnya para pendekar aliran hitam ini." Umpat Han Li dan Shuyang.
Shuyang dan Han Li sontak menarik pedangnya sambil melihat sejauh mana kekuatan para pendekar aliran hitam yang tiba-tiba muncul itu.
"Mereka rata-rata memiliki kekuatan pendekar perak, dan kita kalah jumlah." Selain Shuyang dan Han Li, para pengawal keluarga Jia juga bersiap dan menarik pedang mereka.
Jia Li yang melihat para pendekar aliran hitam itu bergerak perlahan menarik sebuah sumbu kembang api yang langsung ia arahkan ke langit.
"Serang!! jangan biarkan gadis itu meminta bantuan!!" Salah satu pendekar sekte petir hitam yang melihat itu langsung berteriak keras sambil melemparkan sebuah pisau ke arah Jia Li.
Duarrr!!!!
Suara ledakan kembang api tersebut kini terdengar, sementara pisau belati yang tadi dilempar oleh pendekar itu kini menancap ditanah karena berhasil di tahan oleh Han Li.
"Sial!!! serang mereka!!" Para pendekar sekte petir hitam lalu bergerak maju dan disambut oleh Shuyang dan Han Li bersama para pengawal keluarga Jia yang membuat pertarungan tidak dapat terelakkan.