
Zhao Zhang yang berada di samping Ling Yan sedikit tertegun saat merasakan adanya energi kehidupan yang begitu pekat tiba-tiba keluar bersamaan dengan energi petarung dari dalam tubuh Ling Yan.
Sebenarnya Ling Yan hanya perlu melindungi bagian lengan, kaki dan juga wajahnya, karena sebelum hari ini, saat ia berada di makam leluhur Klannya, ia juga mengambil sebuah baju pelindung tingkat bumi yang sudah melekat pada tubuhnya saat ini.
"Hehehe untuk bagian tubuh utamaku, aku tidak perlu terlalu khawatir, karena saat ini aku menggunakan sebuah baju pelindung tingkat bumi yang hanya bisa ditembus oleh senjata sekelas pusaka tingkat langit." Batin Ling Yan sambil tersenyum yakin.
Namun meskipun begitu, Ling Yan tetap berniat untuk menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat, agar energi yang ia miliki saat menantang Wu Ya nanti dalam pemahaman ilmu pedang tidak terlalu sedikit.
Saat Lui Yang naik ke atas arena, para murid mulai bersorak dan meneriakkan dukungan mereka masing-masing, tetapi saat ini wajah Lui Yang terlihat begitu marah saat mendengar kalau suara dukungan tersebut lebih banyak ditujukan kepada Ling Yan dari pada durinya.
"Sialan, aku ingin lihat, apakah setelah ini kalian bisa bersorak untuknya lagi." Lui Yang kini berdiri berhadapan dengan Ling Yan dan samar-samar Ling Yan merasakan hawa pembunuh yang di tujukan padanya.
Merasakan nafsu membunuh tersebut, Ling Yan malah tidak bergeming sedikitpun malah terlihat tersenyum sinis dan membalasnya dengan menggunakan energi petarung yang cukup kuat.
Seandainya saja aura petarung keduanya bisa terlihat dengan mata telanjang, maka saat ini mungkin kita bisa melihat kedua aura murid ini yang saling bertabrakan dan saling menekan satu sama lain.
"Apakah kau tidak punya pikiran hingga memutuskan untuk menantang ku, aku ingin lihat berapa lama kau bisa bertahan." Ucap Lui Yang sombong.
Ling Yan hanya diam tak menanggapi perkataan Lui Yang itu dan tak lama kemudian keduanya lalu menarik pedang masing-masing sambil memasang kuda-kuda dan siap untuk saling menyerang.
"Maaf senior Lui Yang, aku lebih suka membuktikan sesuatu dengan kekuatan ku dari pada hanya berbicara omong kosong seperti dirimu." Jawab Ling Yan dengan nada mencibir.
Mendengar cibiran Ling Yan itu tentu saja membuat Lui Yang naik pitam hingga membuat wajahnya memerah.
"Heh!! aku ingin lihat bagaimana kekuatan mu itu membuktikannya." Jawab Lui Yang.
Gao Lang yang masih berada di atas arena kini mulai turun dan digantikan oleh Zhao Zhang yang kini sudah mulai bersiap dan mengambil jarak.
Masing-masing dari kedua murid kini menarik pedangnya sambil mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar membuat para murid yang menyaksikan kejadian tersebut menatap kagum ke arah keduanya.
"Tenaga dalam yang cukup besar dan luar biasa, lihat permukaan pedang mereka sekarang menjadi lebih tajam saat tenaga dalamnya bersatu dengan pedang." Ujar para murid yang menonton.
Dan di detik berikutnya, aura api spiritual milik Ling Yan yang sedari tadi dinantikan oleh para murid terlihat tidak kunjung dikeluarkan, malah pada saat ini pedang Ling Yan diselimuti oleh petir biru yang semakin lama semakin membesar.
"Teknik pedang halilintar biru!!" Ling Yan berbisik sambil mengalirkan tenaga dalam yang lebih banyak pada pedangnya.
"Eh.... apakah dia tidak akan menggunakan api spiritualnya?, lihat itu!! petir biru yang ada di pedang Ling Yan terlihat sangat kuat." Ucap para murid sambil menatap kagum dan penuh antusias.
"Itu.... itu teknik pedang petir tingkat bumi! dari mana ia mendapatkan teknik pedang seperti itu, bukankah di perpustakaan sekte yang diperuntukkan bagi murid luar paling tinggi hanyalah teknik bertarung hitam tingkat tinggi!" Ucapnya dengan ekspresi terkejut.
Sementara itu di kursi para jagoan sekte. "Teknik pedang itu.... bukankah itu teknik pedang halilintar biru yang sama dengan miliknya, bagaimana bisa anak ini memiliki nya." Salah seorang jagoan sekte yaitu Li Guang terlihat mengerutkan dahinya karena teknik itu mengingatkan dirinya dengan seorang kawan lamanya yang sudah lama tidak pernah ia temui.
"Mulai!!!!!" Tepat setelah Zhao Zhang mengatakan kata itu, kedua murid yang ada di atas arena langsung bergerak saling menyerang secara bersamaan dengan kecepatan yang luar biasa.
Para murid yang tingkatannya berada di bawah kekuatan pendekar raja pun hanya dapat melongo sambil mendengarkan suara pedang mereka yang beradu, karena tidak seorangpun dari mereka yang dapat melihat betapa cepatnya gerakan-gerakan yang dilakukan oleh kedua murid yang sedang bertarung itu.
Para tetua pedang dan para jagoan sekte sampai di buat terkagum-kagum dengan kecepatan bertarung yang dilakukan oleh Ling Yan, karena saat ini Ling Yan memang terlihat sangat unggul di atas Lui Yang.
"Mengagumkan!! sepertinya tingkat kekuatannya sudah berada jauh di atas Lui Yang." Batin Mu Beiyan.
Di dalam pertarungan sebenarnya Ling Yan cukup kagum pula dengan cara Lui Yang mengendalikan tenaga dalam pada pedangnya, karena jika dia tidak memiliki kemampuan tersebut, pasti pedang Lui Yang saat ini sudah patah seperti pedang Yan Yang sebelumnya.
Hanya berselang 2 menit saja Lui Yang dan Ling Yan bertukar jurus dan teknik pedang, Lui Yang yang sedari tadi memang sudah terdesak kini harus menerima tendangan yang cukup keras di bagian dadanya, tapi ia sempat mengalirkan tenaga dalamnya untuk melindungi area tersebut.
Buak!!!!
Lui Yang terhempas ke belakang sejauh 8 meter sambil memegang dadanya yang terasa sakit, ia bahkan bisa merasakan salah satu dari tulang rusuknya yang hampir saja patah.
"Sialan!! bagaimana bisa hanya dengan tendangan biasa saja seperti tadi ia bisa membuat tubuhku sesakit ini, padahal aku sudah menggunakan tenaga dalamku untuk menahannya." Batin Lui Yang sambil menatap wajah Ling Yan dengan penuh kebencian.
Tentu saja rasa sakit yang diterima Lui Yang saat ini bukan tanpa alasan, bagaimana tidak, kualitas tulang raja naga milik Ling Yan saja bisa membuat tulangnya remuk seketika, tapi Ling Yan masih menahan kekuatannya karena takut membuat lawannya menderita luka dalam.
Namun untuk saat ini ia menggunakan tenaga nya lumayan banyak tidak seperti pada saat ia berhadapan dengan Yan Yang tadi karena ia berniat memberikan pelajaran pada Lui Yang kalau di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi.
Lui Yang terlihat begitu kesal dengan ekspresi wajah yang ditujukan oleh Ling Yan kepadanya saat ini dan tak lama kemudian ia terlihat mengeluarkan beberapa buah pisau kecil dari dalam cincin natnya.
"Oh.... senjata rahasia rupanya, aku pikir senjata yang telah di olesi oleh racun itu adalah senjata yang lain, kalau seperti ini aku tidak akan kesulitan menghadapinya."
Ling Yan juga ikut mengeluarkan beberapa pisau miliknya, tetapi pisau tersebut bukanlah senjata yang memiliki racun yang biasanya ia gunakan melawan para musuhnya.
Karena jika ia menggunakan pisau tersebut, bukan tidak mungkin Lui Yang memiliki 100 persen peluang untuk menjadi gumpalan darah yang meleleh seperti para pendekar aliran hitam yang ia kalahkan sebelumnya.
Tak lama kemudian, Lui Yang lalu melemparkan 3 buah pisau belati ke arah Ling Yan sebelum akhirnya menghilang dari tempatnya dan melompat ke atas sambil melemparkan beberapa pisau lagi ke arah Ling Yan.