LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 280. Iblis Hati 1


Ling Yan mulai duduk bermeditasi menggunakan teknik ilmu jalan langit sambil mencoba masuk kedalam alam roh di dalam hatinya.


Sama seperti pada saat latihan biasa, energi alam dari menara seribu pedang terlihat mulai berputar di atas kepala Ling Yan lalu setelah itu mengalir bagaikan air ke arah tubuhnya.


Tepat pada saat aliran energi alam mulai masuk kedalam meridian kecilnya, tiba-tiba waktu seakan berhenti menandakan Ling Yan telah berhasil memasuki alam roh di dalam hatinya.


Ling Yan mencoba membuka matanya dan hanya dapat melihat tempat sekelilingnya yang berubah putih tanpa ada dinding ataupun lantai yang dapat ia pijak.


Anehnya walaupun tidak melihat lantai ataupun dinding, ia masih bisa merasakan kalau kakinya sedang berpijak di atas sebuah batu yang lumayan besar.


"Ini..." Ling Yan masih mencoba menatap sekelilingnya sebelum sebuah suara yang ia kenali terdengar sangat jelas di telinganya.


"Kau akhirnya datang!! Sudah cukup lama semenjak aku tercipta di dalam hatimu yang gelap ini, tetapi kau baru datang menemuiku." Ucap sebuah suara yang ia kenali persis seperti suaranya sendiri.


Ling Yan membulatkan matanya sambil membalikkan badannya mencari sumber suara tersebut, tetapi ia tidak dapat menemukan dari mana suara itu berasal.


"Siapa disana?" Tanya Ling Yan sambil menatap sekelilingnya tetapi pandangannya tidak menemukan adanya seseorang di tempat itu.


"Mencariku ya." Suara tersebut kembali terdengar bertepatan dengan berubahnya tempat Ling Yan menjadi sebuah hutan, dimana itu adalah hutan sekaligus bukit yang terdapat di belakang kediaman Klan Ling.


"Tempat ini.... Bukankah bukit dibelakang kediaman keluarga." Ling Yan bisa mengenali tempat itu dengan sekali lihat karena tempat tersebutlah yang menjadi saksi bisu disaat ia sedang dalam keterpurukan.


"Sampai kapan kau bisa menahan rasa sakit yang ada di hatimu itu." Ling Yan kembali mendengar suara itu yang ternyata berasal dari seorang anak kisaran umur 13 tahun.


Ia dapat melihat anak itu sedang berbaring di atas pohon dimana tempat tersebut adalah tempat dimana biasanya ia melepas keluh kesah serta isi hatinya.


"Kau...." Tak lama kemudian anak itu berbalik menampakkan wajahnya sebelum melompat turun dan berdiri tepat di hadapan Ling Yan.


"Kau pasti sangat membenci mereka yang mengacuhkan dirimu yang dulu bukan?" Ucap anak itu yang tidak lain adalah diri Ling Yan sendiri 3 tahun yang lalu.


"Kau.... Jangan-jangan kau adalah....." Ling Yan dapat dengan cepat menebak dirinya yang saat ini ia lihat sebagai iblis hatinya.


"Iblis hati!!! Kenapa malah kamu yang menjadi iblis hati ku." Ling Yan mulai menatap iblis hatinya dengan waspada.


Di dalam pikirannya sendiri ia pernah sedikit menerka kalau iblis hatinya akan sedikit berkaitan dengan masa lalunya yang kelam, tetapi ia juga tidak sampai berpikir kalau iblis hatinya akan menyerupai dirinya yang masih berumur 13 tahun.


"Entahlah, mungkin karena kau masih menyimpan begitu banyak dendam kepada anggota Klan mu yang dulunya mengucilkan serta menganggap mu sebagai aib dan sampah." Jawab iblis hati Ling Yan sambil tersenyum licik.


Ling Yan yang mendengar jawaban iblis hatinya terlihat sedikit berkeringat dan tak lama kemudian menundukkan kepalanya yang membuatnya berwajah gelap.


Iblis hatinya pun tersenyum senang melihat ekspresi wajah Ling Yan yang begitu seram dengan pancaran aura kegelapan, karena dengan semua itu iblis hati akan mendapatkan kekuatan yang besar.


"Hehehe ada apa denganmu, apa kau pikir dengan mencoba memaafkan mereka kau bisa menghapus kebencian yang sudah lama." Ucap iblis hati itu lagi sambil tersenyum mengerikan.


"Kau bahkan masih memiliki perasaan untuk membunuh Ling Feng yang dulu sering memperlakukanmu seenaknya." Iblis hati itu berputar-putar di hadapan Ling Yan sambil tertawa.


"Ahhh..... Aku lupa tentang gadis cantik yang sebelumnya sudah kamu anggap sebagai adikmu itu, ia bahkan tidak ingin berada satu ruangan denganmu pada saat berada di perpustakaan Klan.


Lalu setelah kau berubah menjadi kuat, ia begitu saja bersikap begitu manis tanpa memikirkan apa yang sebelumnya telah ia lakukan padamu.


Dan setelah itu kau memaafkannya begitu mudah, Heh!! Dasar pemuda yang bodoh, kau bahkan menyuruhnya untuk tidak mengungkit masa lalu yang membuatmu tidak berdaya, Naif!!!." Ucap iblis hatinya tapi tetap saja Ling Yan masih tetap diam ditempatnya.


Merasa tidak dipedulikan oleh Ling Yan, iblis hatinya nampak menatap Ling Yan dengan kesal karena tidak berhasil memancing amarah dari pemuda itu.


Tetapi di detik berikutnya ia kembali mengungkap sebuah hal, dimana itu adalah hal yang sama sekali tidak ingin di dengar oleh Ling Yan.


"Sepertinya kau menyukai seorang gadis yang cukup menawan." Ekspresi wajah Ling Yan sedikit berubah saat ia mendengar ucapan iblis hatinya barusan dan membuat iblis hati itu kembali menyunggingkan senyumannya.


"Sayangnya kau mungkin tidak dapat melindunginya jika kau tidak memiliki kekuatan yang besar, kau bahkan hampir saja kehilangan gadis itu pada saat pertempuran melawan......"


"Sudah cukup omong kosong yang kamu ucapkan itu!!!" Ling Yan mengalirkan tenaga dalam pada tinjunya sambil meneriakkan sebuah teknik bertarung yang ia pelajari pertama kali.


"Tinju Kobaran Api!!!" Teriaknya sambil melepaskan sebuah energi tinju api abadi ke arah iblis hatinya itu.


Bukannya menghindari serangan Ling Yan, iblis hati itu malah menyunggingkan senyuman penuh makna sambil memperagakan teknik yang sama dengan Ling Yan.


"Bodoh!!! Tinju Kobaran Api!!!" Sama seperti Ling Yan, iblis hati itu juga memiliki teknik yang sama dengan miliknya karena iblis hati itu saat ini adalah bayangan dari dirinya sendiri.


Kedua energi dahsyat itu bertemu dan menciptakan sebuah ledakan yang begitu besar, membuat area sekitarnya terbakar oleh api abadi yang mereka miliki.


Ling Yan nampak membulatkan matanya saat melihat iblis hatinya itu juga dapat menggunakan teknik yang sama dengan miliknya.


"Bagaimana bisa kau memiliki teknik yang sama denganku." Teriak Ling Yan dengan nada membentak.


"Hahaha!!! Tentu saja aku bisa menggunakan teknikmu, bukankah sudah aku bilang kalau aku ini adalah bayangan dirimu." Jawab iblis hati dengan tawanya.


Ling Yan menggertakkan giginya sambil mencoba menarik sesuatu dari punggungnya, namun sepertinya ia melupakan sesuatu kalau di dalam dunia yang saat ini ia tempati, ia tidak membawa apapun kecuali pakaiannya.


"Sial!! Aku lupa kalau tempat ini adalah ruang roh." Ucap Ling Yan sambil menatap tajam ke arah iblis hatinya.


"Hehe ingin bermain pedang melawanku?baiklah, akan aku ladeni." Tiba-tiba saja berbagai pedang yang pernah Ling Yan sentuh semasa hidupnya melayang dihadapannya termasuk pedang darah api dan juga pedang kabut ilusi.


Ada juga dari salah satu pedang itu yang dulunya ia dapatkan pada sebuah pelelangan lalu ia berikan kepada Xui yaitu pedang petir angin, lalu selebihnya adalah pedang milik lawan-lawan yang sebelumnya telah ia kalahkan dan kualitasnya berada di atas pedang petir angin.


"Ini....." Ling Yan sedikit terkejut dengan hal itu, dan tangannya sedikit tergerak untuk meraih pedang kabut ilusi.


Akan tetapi, mengingat kembali jika dirinya belum bisa menggunakan pedang pusaka tersebut Ling Yan akhirnya mengurungkan niatnya lalu meraih pedang paling kuat setelah pedang kabut ilusi.


"Hahaha pedang darah api, pilihan yang bagus, tapi pedang itu tidak akan lebih bagus untuk berhadapan dengan pedang yang akan aku gunakan." Ucap iblis hatinya sebelum meraih pedang kabut ilusi.