LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 96. Akhirnya Berguna


"Jika aku tidak mencobanya dulu, aku akan berakhir disini, kalau begitu. Teknik Permainan Api jurus pertama, penggabungan 3 inti api spiritual!!!" Ling Yan berteriak sambil mengeluarkan aura petarung yang dahsyat dari dalam tubuhnya.


3 jenis kobaran api spiritual yang ia miliki kini mulai menyelimuti seluruh tubuh Ling Yan dan membuat kekuatannya meningkat hingga mencapai tingkat pendekar raja bintang 3.


Tak lupa ia juga menggunakan tenaga dalam yang ia miliki untuk melindungi Xiao Hu agar tidak terkena kobaran api spiritual yang menyelimuti tubuhnya.


Seketika saat para pendekar itu merasakan aura petarung Ling Yan yang begitu luar biasa, mereka langsung memasang raut wajah yang begitu buruk karena tertekan oleh aura petarung Ling Yan.


"Bagaimana mungkin kekuatannya bisa langsung meningkat sampai seperti itu." Umpat salah satu dari pendekar itu sambil bergerak dan berniat untuk pergi dari sana.


Ling Yan yang melihat lawannya yang mencoba melarikan diri kini langsung mengalihkan pandangannya sambil berkata dengan lantang.


"Ingin lari setelah mengejar ku, jangan harap bisa lolos dariku."


Ling Yan lalu melesat sambil mengeluarkan aura petarung yang bercampur dengan aura pembunuh untuk menekan lawan-lawannya.


Pendekar yang melihat Ling Yan kini melesat menuju ke arahnya terlihat memasang ekspresi wajah buruk sambil mengumpat keras di dalam hatinya.


"Sialan, bisa-bisanya dia menjadikan ku sebagai sasaran pertamanya." Ia lalu membalikkan badannya dan mencoba menahan serangan yang dilancarkan oleh Ling Yan.


Namun naas pedang yang ia gunakan untuk menahan serangan Ling Yan itu kini hanya bisa berakhir patah menjadi dua karena ketajaman pedang darah api yang Ling Yan miliki sehingga pedang Ling Yan berhasil menembus dan memotong tubuhnya menjadi dua.


Terdengar sedikit jeritan kesakitan dari pendekar itu sebelum akhirnya berakhir tak bernyawa di hadapan Ling Yan, dan setelah itu Ling Yan yang tidak ingin membuang-buang waktu langsung bergerak cepat kembali menyerang lawannya yang berada dekat dengan posisinya.


"Pedang api membelah samudera, tinju kobaran api, pedang api pemusnah." Tak hanya menggunakan pedang darah api, Ling Yan juga menggunakan tinju serta tendangannya dan membunuh lawan dengan sekali serangan.


Gerakan serangan Ling Yan yang tidak beraturan dan bervariasi membuat lawan-lawannya tidak mampu membaca kemana Ling Yan mengarahkan serangannya.


Walaupun para pendekar tersebut tetap berusaha untuk menyerang Ling Yan secara bersamaan, namun karena kecepatan serta kekuatan Ling Yan yang setara dengan kekuatan pendekar raja membuat perlawanan yang diberikan oleh lawannya seakan-akan terlihat sia-sia.


Waktu seakan berjalan begitu cepat saat lawan yang ada di hadapan Ling Yan kini hanya tersisa 7 orang saja, juga tubuh ilusi yang Ling Yan ciptakan sudah tidak dapat bertahan lagi.


Ling Yan sebisa mungkin memasang wajah tanpa ekspresi di depan lawan lawannya tersebut saat merasakan tenaga dalamnya sudah mulai terkuras habis karena telah menggunakan 2 teknik tingkat tinggi secara bersamaan.


Wajah kelelahan dan juga deru nafas yang terengah-engah kini sudah terlihat lawan Ling Yan, namun mereka terlihat masih mencoba untuk bertahan dan berusaha mencari celah.


"Hehehe walaupun raut wajahnya terlihat datar, tapi sepertinya dia sudah mulai kehabisan tenaga dalamnya." Ucap salah satu dari pendekar itu yang membuat rasa lelah dari rekannya kembali hilang.


Ling Yan kini hanya bisa mengumpat keras dalam hati kala melihat lawan-lawannya masih terlihat tidak ingin menyerah begitu saja.


"Sial, apakah Xiao Hu begitu penting bagi mereka sampai ingin merebutnya walaupun kondisinya seperti ini."


"Sial, tenaga dalamku sudah terkuras habis." Umpat Ling Yan sambil menatap ke arah tubuhnya sendiri.


Senyum sinis dari ketujuh lawan yang ada dihadapan Ling Yan kini mulai terbentuk.


"Hahaha sepertinya si pendekar raja palsu kita sudah kembali ke tingkat yang sebenarnya." Ucap salah satu dari pendekar itu sambil tertawa sinis.


Tak lama kemudian api spiritual yang menyelimuti tubuh Ling Yan kini sudah hilang sepenuhnya dan hanya menyisakan Ling Yan yang tengah berdiri sambil memegang pedang darah api serta Xiao Hu yang sedang berada di dalam pakaiannya.


"Hah hah hah sial, padahal tinggal sedikit lagi." Ucap Ling Yan yang kini sudah jatuh terduduk sambil bertumpu dengan kedua tangannya sambil menundukkan kepalanya.


Sementara itu Xiao Hu yang melihat keadaan Ling Yan yang saat ini tengah kehabisan tenaga dalamnya hanya bisa bersuara pelan sambil menjilati wajah Ling Yan lembut.


"Miao..."


"Hehehe tidak apa-apa Xiao Hu, aku akan tetap melindungi." Ling Yan sebisa mungkin memasang senyuman walaupun itu sangat sulit baginya.


Tawa lepas kembali terdengar dari ketujuh lawannya itu. "Hahahaha lihat, dia sudah tidak memiliki kekuatan lagi." Ucap salah satu dari pendekar itu sambil mulai berjalan ke arah Ling Yan.


Tak lama kemudian Ling Yan lalu mendengar sebuah suara yang sedikit berteriak dari dalam pikirannya. "Dasar bodoh, apakah kau lupa dengan pil pemulih tenaga dalam yang kau dapatkan sebelumnya." Suara api abadi terdengar dari dalam pikiran Ling Yan.


Mendengar itu Ling Yan sontak tersadar dan baru mengingat pil pemulih tenaga dalam yang ia dapatkan dari dalam cincin nat milik 2 orang anggota sakte kelabang hitam sebelumnya.


"Eh benar juga, bagaimana aku bisa melupakan hal itu." Ling Yan lalu mengulas senyum licik dibalik wajahnya dan langsung mengeluarkan 2 pil pemulih tenaga dalam yang ia miliki.


"Akhirnya pil ini bisa begitu berguna bagiku." Ucap Ling Yan sebelum memasukkan kedua pil itu di dalam mulutnya.


Tanpa pikir panjang Ling Yan langsung saja menelan kedua pil tersebut dan seketika dalam waktu yang begitu cepat, tenaga dalam yang ia miliki kini kembali terisi penuh seperti semula namun masih tetap berada dalam posisi tertunduk.


Sementara itu si pendekar yang tadinya berjalan mendekat ke arah Ling Yan kini sudah berada tepat di depan Ling Yan terduduk, ia lalu menaruh mata pedangnya di atas kepala Ling Yan sambil berkata.


"Kali ini terimalah ajalmu. Teknik pedang petir pembunuh." Pendekar itu langsung mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya dan langsung mengangkat dan mengayunkannya pada tubuh Ling Yan.


Namun pada saat ia sudah berpikir kalau ia telah berhasil mendaratkan serangan pada Ling Yan, tiba-tiba ia begitu terperanjat karena tidak mendapati siapapun ditempat dimana ia mendaratkan serangannya itu.


"Apa!! kemana bocah itu?" Tanya pendekar tersebut sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, akan tetapi ia tidak dapat menemukan Ling Yan dan hanya mendapati ke enam rekannya saja yang terlihat memiliki ekspresi wajah yang sama dengannya.


"Hei, apakah kalian sedang mencari ku?" Teriak Ling Yan yang ternyata sedang berdiri di atas dahan pohon tidak jauh dari tempatnya tadi.