
"Sepertinya ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk menyerangnya, ia sudah sangat lemah dan kehabisan tenaganya." Ucap Ling Yan sambil mengalirkan tenaga dalamnya dan kembali menggunakan teknik permainan api.
"Teknik permainan api, penggabungan 3 jenis api spiritual!!" Ling Yan kembali menggabungkan ketiga api spiritual yang ia miliki lalu melesat dengan kecepatan tinggi menyerang ke arah siluman gorila titan api itu.
Setelah jarak mereka cukup dekat, siluman gorilla yang menyadari kehadiran Ling Yan sontak mengalihkan perhatiannya pada Ling Yan yang sedang melesat ke arahnya.
Saat siluman gorilla itu melihat Ling Yan, nampak siluman itu agak sedikit terkejut dan memandang Ling Yan dengan tatapan mata yang memerah karena marah.
"Rupanya dia masih mengenali ku." Ucap Ling Yan sambil mengalirkan tenaga dalamnya pada kepalan tangan kanannya.
Siluman gorilla titan api itu kini bangkit dari posisinya lalu ikut mengangkat tangannya yang sudah ia kepal lalu mengarahkan tinjunya ke arah Ling Yan.
"Groarr."
Ling Yan lalu menyelimuti tinjunya dengan 3 jenis api spiritual dan mengarahkan serangannya pada siluman gorilla itu.
"Teknik tinju kobaran api!!!" Segera kedua tinju itu bertemu dan membuat ledakan tenaga dalam yang cukup besar.
"Groarr." Siluman gorilla kini mengaum keras menahan rasa sakit yang menyerangnya akibat serangan dari Ling Yan yang membuat lengan kanannya terputus.
Ling Yan yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu dengan cepat bereaksi menarik pedang darah api dari punggungnya lalu kembali mengalirkan tenaga dalamnya.
"Teknik pedang api penghancur gunung!!" Ling Yan berteriak sambil mengarahkan serangannya ke kepalanya siluman itu dan "SRAKK!!" Kepala dari siluman gorila itu kini berakhir hancur berkeping-keping dan memuncrat kan begitu banyak darah.
Ling Yan lalu mendarat tidak jauh dari tubuh siluman gorila titan api itu sambil menatap tubuh besarnya yang perlahan mulai tumbang.
Tak berselang beberapa lama, tubuh dari siluman gorila itu perlahan goyah dan tumbang juga ke tanah dengan inti kekuatannya yang kini ikut menggelinding ke arah Ling Yan dan berhenti di depan kakinya.
Ling Yan sontak membungkukkan badannya dan memungut inti kekuatan siluman gorilla titan api itu yang besarnya dua kali lipat dari inti kekuatan seekor siluman tingkat 5.
"Ini besar sekali ini adalah pertama kalinya aku melihat sebuah inti kekuatan siluman sebesar ini." Ucap Ling Yan sambil menatap lekat inti kekuatan siluman itu.
"Oh iya, masih ada dua siluman lainnya." Ling Yan lalu memasukkan inti kekuatan itu ke dalam cincin natnya dan dengan cepat melesat ke arah kedua tubuh siluman ular dan siluman kura-kura tempurung besi dan langsung mengambil inti kekuatannya juga.
Ling Yan mendapati kedua inti kekuatan itu juga sama besarnya dengan inti kekuatan siluman gorilla titan api tadi, akan tetapi hanya warna di dalamnya saja yang membedakannya.
"Wah besar sekali, dengan ini aku pasti akan bisa meningkatkan tenaga dalam yang kumiliki dengan cepat, tapi sangat disayangkan aku tidak bisa mengambil kedua tubuh siluman ini karena memiliki racun, jadinya hanya bisa membawa tubuh siluman kura-kura tempurung besi ini saja." Ucap Ling Yan sambil memasukkan tubuh siluman kura-kura tempurung besi itu.
Sebenarnya Ling Yan ingin mengambil semua tubuh siluman raksasa itu dan membawanya untuk di jual, akan tetapi karena tubuh siluman gorila titan api sudah terkena racun dari siluman ular hijau, maka dari itu Ling Yan tidak jadi mengambilnya.
Sedangkan untuk tubuh ular hijau raksasa sendiri jangan di tanya lagi, karena setelah seekor siluman ular hijau mati, racun dari dalam tubuhnya sepontan akan menyebar sendiri ke seluruh tubuhnya.
Dan pada akhirnya Ling Yan hanya mengambil tubuh siluman kura-kura tempurung besi, selain dagingnya yang memiliki kegunaan seperti daging siluman banteng tanduk besi, tempurung besi miliknya juga pasti memiliki nilai yang begitu berharga bagi kalangan pendekar.
"Oh iya aku juga harus mengambil racun dari siluman ular hijau raksasa ini, pasalnya ini pasti akan sangat berguna bagiku ke depannya." Ucap Ling Yan sambil mengeluarkan sebuah botol dari dalam cincin natnya lalu mengumpulkan bisa ular hijau itu yang menetes dari taringnya.
Tak butuh waktu lama untuk botol itu penuh dan itu sudah cukup banyak bagi Ling Yan.
"Hmm ini sudah banyak sekali." Ling Yan bergumam sambil menutup botol tersebut rapat-rapat dan memasukkannya ke dalam cincin natnya bersama dengan kedua inti kekuatan siluman itu.
"Sekarang tinggal satu sumberdaya lagi yang harus aku ambil." Ling Yan lalu berjalan ke arah pohon buah apel keabadian yang tadinya di perebutkan oleh ketiga raja siluman tadi.
Sesampainya di bawah pohon itu, lalu Ling Yan lalu mendongak dan dengan jelas melihat buah apel keabadian yang hanya satu buah saja.
"Hmm itu dia." Gumam Ling Yan pelan.
"Hiyah." Tanpa pikir panjang Ling Yan langsung melompat dan meraih buah apel keabadian itu.
"Hap." Ling Yan lalu kembali mendaratkan kakinya di tanah sambil menatap lekat buat apel keabadian di dalam genggaman tangannya.
Ling Yan tidak bisa berhenti berdecak kagum dan menatap buah itu dengan tatapan mata yang berbinar, pasalnya saat ia menggenggam buah apel keabadian itu, Ling Yan dapat merasakan energi alam yang begitu besar dari dalam buah itu.
Ling Yan lalu bergerak dan mendekatkan buah apel keabadian itu ke mulutnya dan berniat memakan buah itu sekarang juga, akan tetapi belum sempat ia menggigit buah tersebut.
"Hei bocah bodoh, apa yang sedang kau lakukan?" Suara api abadi dari dalam tubuh Ling Yan langsung terdengar di telinganya.
"Apa lagi, tentu saja aku mau memakannya dan menyerap khasiatnya, memang seharusnya begitu bukan." Jawab Ling Yan.
"Dasar bodoh, kau pikir dengan memakan buah itu kau akan langsung naik ke tingkat pendekar jiwa, kau saja belum membuka 5 meridian lagi untuk memurnikan kekuatan jiwamu, apakah kau mau mati." Umpat roh kobaran api abadi pada Ling Yan.
"Ehehe tuan Ling Yan, sebaiknya tuan memakan buah itu setelah naik ke tingkat pendekar jiwa, karena jika tidak seperti itu, maka bisa bisa energi alam dari buah itu akan memaksa membuka meridian kecil yang tuan miliki." Ucap Xiao Bai roh inti api kehidupan.
"Benar tuan, jika itu terjadi, maka akan sangat berbahaya bagimu dan memiliki resiko merusak seluruh meridian kecilmu." Sambung Xiao Bao roh inti api kehidupan.
"Dan jika itu sampai terjadi, tuan selamanya akan menjadi sampah dan tidak dapat berkultivasi lagi bahkan resiko terburuknya tuan bisa mati akibat energi alam yang begitu besar." Sambung roh inti api sakral surgawi.
Mendengar perkataan ketiga roh api spiritual di dalam dirinya, Ling Yan sontak bergidik ngeri dan cepat-cepat memasukkan buah apel keabadian itu kedalam cincin natnya.
"Aku tidak ingin menjadi sampah lagi, apa lagi sampai mati muda." Ucap Ling Yan sambil memasukkan buah apel keabadian itu ke dalam cincin natnya.
"Heh dasar ceroboh." Ucap api abadi lagi sebelum suaranya beserta 3 roh api spiritual yang lainnya menghilang.
Ling Yan lalu memandang ke arah matahari yang kini sudah mulai turun perlahan ke ufuk barat yang menandakan sebentar lagi malam akan tiba.
"Huhh ketiga raja siluman ini bertarung cukup lama, lebih baik aku melanjutkan perjalanan besok dan beristirahat di dekat sini." Ling Yan lalu memutuskan untuk mencari tempat peristirahatan di dekat area pertarungan ketiga siluman itu.
Menurut Ling Yan, di sekitar sini merupakan tempat yang aman untuk dirinya beristirahat, karena siluman-siluman yang lain pasti tidak ada yang akan datang ke tempat itu akibat pertarungan ketiga raja siluman tadi.