
Tubuh Jin Fan kini dipenuhi warna kemerahan yang menyerupai retakan dari wajah hingga lengan dan kakinya, matanya memerah bagaikan api yang membara disertai kekuatannya yang awalnya hanya seorang pendekar suci bintang 9 dengan 3 gerbang kini naik menjadi setara dengan Zhao Zhang yang sudah hampir menyentuh tingkatan pendekar bumi.
Kedua pendekar aliran hitam yakni Yan Susu dan Gu Liang yang juga sedang bertarung di sekitar lokasi tersebut, terlihat menyunggingkan senyuman liciknya saat merasakan kekuatan Jin Fan meningkat begitu cepat.
"Hehehe Sepertinya peperangan ini akan berakhir dengan kekalahan kalian." Gu Liang tertawa licik pada saat pedangnya bertemu dengan pedang Shen Yu.
Shen Yu kini memasang wajah buruk karena merasakan kekuatan Jin Fan saat ini sepertinya bisa saja membuat Zhao Zhang kalah dalam pertarungan.
"Kalian para aliran hitam benar-benar licik, apakah kalian tahu efek samping dari pil naga api merah tua itu." Ucap Shen Yu sambil mengayunkan pedang yang berselimut api semesta itu lagi.
Sama seperti Shen Yu, Gu Liang juga melakukan hal yang sama namun ia hanya tersenyum tipis sebelum menjawab pernyataan Shen Yu tersebut.
"Bagaimana jika aku mengatakan kalau pil itu tidak memiliki efek samping." Senyuman Gu Liang semakin melebar.
Shen Yu membulatkan matanya mendengar jawaban dari Gu Liang.
"Jangan-jangan kalian telah....." Belum sempat Shen Yu menyelesaikan perkataannya, Gu Liang kembali mengayunkan pedangnya sambil berkata.
"Tidak perlu membahas itu, yang perlu kau khawatirkan sekarang adalah serangan ku yang satu ini Pedang Api Penghancur Gunung!!"
"Cih itu adalah teknik bertarung milik saudara seperguruan ku, kau tidak berhak menggunakannya, Pedang Api Membelah Samudra!."
*****
Sesaat setelah serangan Ling Yan bertemu dengan serangan api pembakar jiwa, kepulan asap yang tadinya menghalangi pandangan Ling Yan kini mulai memudar diganti dengan pemandangan dimana roh api pembakar jiwa tengah tersungkur lemah karena terkena serangan milik Ling Yan.
Walaupun teknik tingkat langit milik api pembakar jiwa terbilang lebih baik dari milik Ling Yan, namun tetap saja api abadi berada jauh di atas tingkatan api pembakar jiwa.
Ling Yan berjalan mendekati roh api pembakar jiwa sembari menekan api abadi yang masih menyelimuti tubuhnya, hingga pada saat Ling Yan berada tepat di hadapan roh api tersebut Xiao Yi mengangkat kepalanya dan pandangan antara keduanya bertemu.
"Maaf karena membuat mu sampai seperti ini, karena aku tidak punya pilihan lain saat kau menyerang ku tadi." Ling Yan mengulurkan tangannya untuk meraih Xiao Yi yang lemah.
Sementara roh api tersebut terlihat menatap wajah Ling Yan dengan perasaan sedikit takut tapi ia tidak dapat melakukan apapun saat Ling Yan memegangnya dengan lembut.
Hingga setelah beberapa saat, roh api pembakar jiwa merasakan sebuah aliran tenaga dalam dari Ling Yan yang membuat kekuatannya kembali seperti semula.
Xiao Yi yang merasakan hal itu pun langsung menatap Ling Yan dengan penuh tanda tanya di kepalanya, sementara Ling Yan hanya membalas tatapan itu dengan senyuman lebar di sudut bibirnya.
"Wajah orang ini.... mengapa wajahnya sangat mirip dengan tuan Zhao Wei, aku juga merasakan ada hawa kekuatan yang luar biasa di dalam tubuhnya, tapi itu bukan api abadi."
Xiao Yi menatap Ling Yan sambil melamun sebelum lamunannya terpecah oleh pertanyaan Ling Yan.
"Emmm sebenarnya mengapa kau tiba-tiba menyerang ku, kau sebelumnya bahkan menatap ku seperti orang lain, padahal waktu itu kau memintaku sendiri untuk menjadikanku kekuatanmu."
Ling Yan berkata sambil mengingatkan kembali perkataan roh api pembakar jiwa sebelumnya pada saat pertama kami mereka bertemu.
Roh api pembakar jiwa terlihat kebingungan, pasalnya ia bahkan tidak pernah berbicara sekalipun kepada pemuda di hadapannya.
Ling Yan yang mendengar itu sedikit terdiam, pasalnya bentuk roh api pembakar jiwa yang ada dihadapannya saat ini memang jauh berbeda dengan wujud roh yang sebelumnya berbicara padanya.
"Bagaimana bisa racun api jiwa memiliki roh, aku baru mendengar hal seperti ini." Batin Ling Yan.
"Racun api jiwa milikku memang memiliki roh karena sudah terlalu lama tersegel di dalam menara ini, apalagi racun api jiwa terbentuk dari kebencian yang aku miliki." Jawab Xiao Yi.
Ling Yan masih diam sebelum Xiao Yi kembali membalikkan badan kecilnya ke arahnya.
"Dia pasti berkata ingin ikut denganmu untuk melihat dunia luar, hehe .... Kata kata manis itu memang dapat menipu semua orang, kamu bahkan tidak bisa membedakan mana roh api pembakar jiwa yang sebenarnya." Ucap Xiao Yi lagi.
Ling Yan yang mendengar itu masih diam dan membatin, "Pantas saja setelah menelan pil pelindung jiwa aku masih merasa kesakitan, ternyata yang aku serap adalah roh racun api jiwa miliknya, tapi entah kemana racun api jiwa itu menghilang sekarang, apakah api abadi yang menyerapnya?."
Lamunan Ling Yan akhirnya terpecah pada saat Xiao Yi kembali bertanya kepadanya.
"Aku punya pertanyaan untukmu, sebenarnya kau ini siapa, dan dari mana kamu mendapatkan api abadi?" Tanya Xiao Yi sambil menunjuk ke arah Ling Yan.
Tepat setelah pertanyaannya itu, roh api abadi keluar dari dalam tubuh Ling Yan di ikuti api samudera, api kehidupan, dan api sakral surgawi.
Ling Yan yang melihat itu pun membulatkan matanya dengan wajah konyol.
"Hei!!! Bagaimana mungkin kalian berempat bisa keluar dari dalam tubuhku!!!" Teriak Ling Yan sambil menunjuk ke arah ke empat roh api spiritual itu.
"Cih... Ini adalah ruang kehampaan ilahi, tentu saja kami bisa keluar, tetapi roh kami tidak bisa lepas dari akar roh surgawi mu." Jawab Api abadi santai.
Sementara ketiga roh api spiritual yang lain hanya tertawa sebelum berkata.
"Kami bertiga hanya sedikit bosan saja jadi kami keluar sebentar untuk melihat-lihat."
Lain halnya dengan Xiao Yi, saat ini ia bahkan hanya bisa membuka mulutnya lebar saat mengetahui kalau bukan hanya api abadi, Ling Yan bahkan mempunyai 3 api spiritual yang lain di dalam tubuhnya.
Apalagi ia sempat mendengar bahwa Ling Yan juga memiliki akar roh surgawi yang dapat menangkapnya kapan saja jika ia menginginkannya.
Ia juga akhirnya mengerti, kalau kekuatan yang berada di dalam tubuh Ling Yan itu adalah akar roh surga yang telah bangkit di dalam tubuh Ling Yan.
"Hahahaha!! ternyata roh api pembakar jiwa hanyalah seekor anak ayam kecil." Xiao Bao roh api kehidupan tertawa lepas mengejek roh api pembakar jiwa.
Mendengar perkataan Xiao Bao, Xiao Yi langsung memerah dan berteriak ke arah Xiao Bao.
"Aku ini bukan anak ayam!!! Aku ini seekor Phoenix!!"
"Hahahaha!!!! Mana ada seekor Phoenix sekecil dirimu, kamu memang lebih cocok disebut sebagai anak ayam." Api abadi menimpali sambil tertawa lepas.
Lain halnya dengan Ling Yan yang hanya diam, tetapi ia juga merasa demikian bahwa roh api pembakar jiwa memang lebih mirip anak ayam dari pada Phoenix.