LEGENDA PENDEKAR API ABADI

LEGENDA PENDEKAR API ABADI
Episode 260. Kesalah Pahaman Lei Wang


Melihat Han Fung maju menyerang, Bao Tang terlihat tertawa cekikikan sambil berkata kepada Tzu Ning.


"Khekhekhe jangan ikut campur, untuk kali ini biarkan aku bermain main sebentar." Ucap Bao Tang sambil menghindari serangan-serangan yang dilancarkan Han Fung dengan mudah.


Tzu Ning yang mendengar itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dan mengalihkan perhatiannya pada Wang Zu yang masih berdiri di tempatnya.


Tatapan dingin Tzu Ning serta aura pembunuh yang ia miliki membuat kedua kaki Wang Zu bergetar hebat, bahkan punggungnya dipenuhi oleh keringat dingin.


"Sepertinya keberanian yang kau miliki tidak sebesar milik temanmu itu." Tzu Ning menarik pedangnya yang sudah di aliri tenaga dalam disertai tatapan dingin ke arah Wang Zu.


Walaupun di dalam hatinya Wang Zu sangat tidak ingin kalah dari saudara seperguruannya itu, nyatanya Wang Zu memang tidak dapat mengalahkan orang yang ada di hadapannya saat ini.


Sesekali ia melihat ke arah Han Fung yang terus berusaha maju menyerang Bao Tang walaupun selalu gagal, tetapi ia dapat merasakan kalau kekuatan Han Fung terus menerus bertambah.


"Han Fung, dari mana dia mendapatkan kekuatan serta keberanian seperti itu, sementara aku...." Wang Zu mengepalkan tangannya sambil menunduk dan tidak lama kemudian sebuah suara berat terdengar di dalam pikirannya.


"Ingatlah, kita adalah keluarga Wang, walaupun dalam keadaan yang sangat tersudut sekalipun jangan pernah takut menghadapinya, jadilah kuat dan lampaui batas kekuatan yang kau miliki, itulah prinsip keluarga Wang kita."


Beberapa saat kemudian rasa takut yang ada di dalam pikiran Wang Zu hilang bersamaan dengan rasa hangat dari sebuah aura petarung yang mengalir dari dalam tubuh Wang Zu dan dengan cepat berpusat ke pedang yang ada di tangannya.


Tzu Ning yang melihat itu pun menaikkan alisnya sambil berkata.


"Sepertinya aku juga akan mendapatkan sebuah hiburan yang aku inginkan." Ia sedikit tersenyum sinis.


Tanpa menunggu lama lagi Tzu Ning langsung maju menyerang Wang Zu dengan pedangnya, di ikuti oleh Wang Zu yang juga bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Tzu Ning.


Ting!!!!


Tanpa di duga Wang Zu dengan kekuatannya yang setara dengan pendekar raja mampu mengimbangi serangan dari Tzu Ning yang seorang pendekar suci.


Wang Zu menatap wajah Tzu Ning dengan dingin sambil berkata, "Aku tidak akan menyerah meskipun harus mati dalam pertempuran ini, itulah prinsip keluarga Wang kami!!."


"Anak ini... Bagaimana mungkin ia dapat menahan serangan ku dengan kekuatan seperti itu." Tzu Ning membulatkan matanya.


Di tempat lain, Cai Bao Yu, Yuan Hai, dan Su Mei terlihat sedang berhadapan dengan para pendekar raja aliran hitam dan bisa dilihat pertarungan tersebut dapat dengan mudah mereka menangkan.


Namun tak lama berselang seorang murid inti yang sempat melihat pertarungan antara Han Fung dan Wang Zu melawan dua orang pendekar suci, langsung menghampiri mereka.


"Senior, aku ingin memintanya bantuan kalian, tidak jauh dari sini kedua murid inti sekte tengah berhadapan dengan 2 orang pendekar suci yang sudah mengalahkan 6 pendekar senior sekte kami." Ucap murid itu sedikit tergesa-gesa.


"Cih.... Para pendekar aliran hitam ini, beraninya mereka melawan pendekar yang kemampuannya jauh di bawah, Cai Bao Yu Su Mei cepat ikut dengan ku." Ajak Yuan Hai dengan suara kesal.


Namun belum sempat ketiganya melesat ke arah pertarungan itu, seorang pendekar suci pemilik elemen petir yang tidak lain adalah Yu Lao beserta beberapa pendekar senior menghadang langkah mereka.


"Kalian pikir aku akan membiarkan semua itu terjadi." Yu Lao mengalirkan energi petir pada pedangnya sebelum melepaskan sebuah energi petir yang dahsyat ke arah ketiga pendekar suci itu.


Yuan Hai yang melihat itu dengan sigap maju menahan serangan tersebut dengan energi angin miliknya.


"Teknik pedang bunga persik, badai angin peri bunga!!!"


"Serahkan orang ini padaku, cepat pergi ke tempat kedua pendekar suci itu." Su Mei dan Cai Bao Yu mengangguk mengerti sebelum melesat dengan cepat ke arah Han Fung dan Wang Zu berada.


Lalu setelah kepergian kedua pendekar suci itu 7 orang pendekar senior gunung bunga persik juga akhirnya datang untuk membantu Yuan Hai.


"Kalian datang di waktu yang tepat, ayo kita selesaikan ini." Yuan Hai beserta 7 orang pendekar senior itu tanpa pikir panjang langsung maju menyerang membuat tempat tersebut menjadi area pertarungan yang besar.


*****


Pertarungan antara Yuanrang melawan Long Tianming terlihat begitu sengit dan seimbang seperti tidak ada seorangpun dari keduanya yang menemukan titik lemah lawannya.


Lei Wang yang sedari tadi sedang mengumpulkan para pendekar senior aliran hitam kini sudah sampai di area tersebut dan membawa 10 pendekar senior di belakangnya.


Yuanrang yang melihat itu pun mengulas senyum liciknya sambil melompat menjauh mengambil jarak dari Long Tianming.


"Kau datang tepat waktu." Ucap Yuanrang pada Lei Wang.


Long Tianming nampak kebingungan saat melihat seorang murid sekte seribu pedang ternyata mengkhianati sektenya sendiri.


"Kau..... Ternyata kau menghianati kami!!!" Long Tianming berteriak marah.


Sementara Shen Yu yang masih bertarung dengan Gu Liang dengan cepat melepaskan sebuah energi api semesta ke arah Gu Liang yang membuatnya terpental cukup jauh.


Shen Yu lalu melompat menjauh karena mendengar ada penghianat di sekte seribu pedang.


Shen Yu hanya bisa tersenyum kecut pada saat ia melihat Lei Wang berdiri di dekat Yuanrang bersama 10 orang pendekar senior aliran hitam di belakangnya.


"Lei Wang....aku tidak menyangka kau akan melakukan hal ini pada sekte seribu pedang, sepertinya aku memang salah mengangkatmu menjadi muridku." Shen Yu menunduk sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Sementara Lei Wang yang mendengar itu hanya bisa tertawa.


"Hehehehahahaha guru Shen Yu, tidakkah kau berpikir kalau kaulah yang membuatku menjadi seperti ini, aku adalah murid pertamamu, tapi kau tidak pernah sekalipun memberikan sebuah teknik yang hebat padaku.


Yang kau ajarkan hanyalah meracik obat dan meracik obat, tidak ada yang lain, hingga pada saat kau mengangkat Ling Yan beberapa waktu lalu, kau langsung saja memberikan semua teknik bertarung mu padanya."


Shen Yu yang mendengarkan hal tersebut sedikit kebingungan dengan apa yang dibicarakan oleh Lei Wang, karena ia tidak pernah sekalipun memberikan teknik bertarung miliknya kepada Ling Yan.


"Teknik bertarung apa yang kau maksud, aku sama sekali tidak pernah memberikan teknik bertarung pada murid-murid yang aku miliki sebelum mereka berhasil menjadi ahli peracik bintang 6." Jelas Shen Yu.


Namun di detik berikutnya ia akhirnya mengerti kalau Lei Wang telah salah paham pada dirinya dan Ling Yan saat ia berkata.


"Pembohong!! Lalu teknik pedang membelah samudra dan teknik penghancur gunung itu ia dapatkan dari mana, bukankah semua itu milikmu!!!." Teriak Lei Wang yang membuat Shen Yu membulatkan matanya.


Pantas saja Lei Wang berpikir bahwa ia adalah guru yang pilih kasih kepada muridnya, padahal semua teknik bertarung yang dimiliki oleh Ling Yan itu murni temuannya sendiri di dalam hutan kegelapan.


"Dan lagi, kau bahkan membiarkan Ling Yan menyerap api pembakar jiwa yang ada di dalam menara latihan sekte, seharusnya akulah yang menjadi pemilik api pembakar jiwa itu!!!"


Bertepatan dengan kalimat Lei Wang yang terkahir, Gu Liang yang sudah pulih kini kembali maju menyerang menggunakan api hati miliknya.