
Semua orang yang melihat Ling Yan mengalahkan Ling Fan dengan sekali pukulan sempat terdiam sejenak dan akhirnya menatap kagum ke arah Ling Yan.
"He hebat..., dia mengalahkan seorang pendekar perunggu bintang 9 dengan sekali pukulan." Ucap suara bising di antara kerumunan penonton.
Suasana kini menjadi riuh dan segala pujian dilontarkan para penonton kepada Ling Yan yang saat ini sedang berdiri di atas arena.
"Bagaimana tetua Yuan, apakah kau sudah percaya sekarang." Ucap Ling San dengan senyum sumringahnya.
Ling Yuan yang mendengar itu tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa mengumpat keras di dalam hati, "Anak itu benar-benar sudah menjadi seorang jenius sekarang." Batinnya.
Sementara itu Yu Fei dan Yu Qian yang menonton diantara kerumunan orang bersama dengan Ling Yue terus berteriak keras "Huu...kakak hebat!!!." Ucap keduanya.
"Kak Ling Yan memang sangat hebat." Ucap Ling Xuilan yang menatap kagum kearah Ling Yan.
Ling Feng yang masih belum bisa menerima kenyataan kini melompat naik ke atas arena dan menyatakan tantangannya pada Ling Yan.
"Ketua Han, kalau diperbolehkan, apakah aku juga bisa menantang saudara Yan untuk berlatih tanding." Ucap Ling Feng.
Suara riuh penonton mulai terdengar saat Ling Feng naik ke atas arena. "Wah Ling Feng menantang Ling Yan, sepertinya duel pertarungan yang seru akan terjadi diantara mereka berdua."
"Bagaimana Ling Yan, apakah kau setuju." Ucap Ling Han menanyakan pendapat Ling Yan yang di sambut anggukan kepala darinya.
"Hmm mulai pertarungannya!!" Ucap Ling Han.
Ling Huotian kembali memimpin latih tanding antara keduanya, "Mulai."
Ling Feng menarik pedangnya dan bergerak dengan cepat menyerang Ling Yan, dengan kemampuannya yang setara dengan kekuatan pendekar perak bintang 5, kecepatan serta kekuatan bertarung Ling Feng jauh berbeda dengan Ling Fan yang dilawan oleh Ling Yan sebelumnya.
Akan tetapi tingkat kekuatan Ling Yan saat ini sudah berada di tingkat pendekar emas bintang 2, jadi tetap saja Ling Yan mampu dengan mudah menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh Ling Feng.
"Ayo tarik pedangmu dan lawan aku dasar sampah." Ucap Ling Feng disela serangannya.
Ling Yan hanya diam dan terus saja menghindari serangan Ling Feng itu hingga kini Ling Feng mulai kelelahan dan membuat pertahanannya goyah.
Ling Yan lalu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menyerang Ling Feng dengan tinjunya.
"Rasakan ini." Ling Yan berhasil mendapatkan tinjunya hingga mengenai perut Ling Feng dengan telak.
Ling Feng yang terkena pukulan keras dari Ling Yan lalu termundur kebelakang dan sedikit berbatuk.
"Uhuk, sialan kau, mengapa kau tidak menarik pedangmu sama sekali." Ucap Ling Feng.
Mendengar perkataan Ling Feng, Ling Yan lalu menjawab dengan nada yang sedikit mengejek.
"Melawanku yang hanya menggunakan tangan kosong saja kau sudah kewalahan, apalagi kalau aku menggunakan pedang." Ucap Ling Yan dengan tawanya.
Ling Feng yang mendengar itu ejekan Ling Yan kini menggertakkan giginya menahan amarah, terlihat ia dengan cepat merogoh sakunya dan mengambil sebuah pil berwarna ungu dari sana.
"Dengan pil ini aku akan menghancurkanmu." Ucapnya lalu menelan pil yang ada di tangannya.
Semua orang yang melihat itu lalu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ling Feng.
"Ugh, bukankah itu..." Batin Ling Yuan.
Ling Yuan yang saat ini sedang duduk di bangku tetua dan melihat putranya mencoba memakan sebuah pil yang ia kenali lalu berteriak mencoba menghentikan perbuatannya itu.
"Ling Feng, jangan lakukan itu!!" Ucap Ling Yuan.
Namun sudah terlambat, Ling Feng sudah menelan pil itu dan kini sebuah aura petarung setingkat dengan kekuatan pendekar emas bintang 2 menyeruak keluar dari dalam tubuhnya.
"Bagaimana mungkin kekuatannya langsung naik ke tingkat emas secara tiba-tiba begitu, tetua Yuan, sebenarnya pil apa yang kau berikan pada putramu itu." Ucap Ling Han marah.
"Ugh, maaf ketua, sebenarnya itu..." Ucapan Ling Yuan terpotong.
"Mengapa kau memberikan putramu pil pembangkit amarah, bukankah kau tau sendiri pil seperti itu akan sangat beresiko jika dikonsumsi oleh seorang yang masih berada di tingkat perak." Ucap Ling San.
"Apa pil pembangkit amarah." Ucap Ling Han.
Pil pembangkit amarah sendiri adalah pil yang memiliki efek meningkatkan kemampuan seseorang dalam sekejap, akan tetapi setelah efek dari pil pembangkit amarah habis, tenaga dalam orang yang memakai pil ini akan berkurang dengan sangat cepat.
Pil pembangkit amarah sendiri biasanya digunakan oleh seorang yang sudah mencapai tingkat pendekar emas bintang 5 karena efek samping dari pil ini tidak akan terlalu berpengaruh bagi orang yang sudah mencapai tingkatan itu.
Sementara itu jika yang menggunakan pil ini berada dibawah tingkat emas, maka resiko paling buruk yang akan dialami olehnya adalah lumpuh dan tidak bisa kembali berkultivasi atau bahkan kehilangan nyawa.
"Kali ini kau pasti akan kuhabisi." Ling Feng membuang pedangnya dan kini maju menyerang dengan tinjunya.
"Akan kuperlihatkan kau kekuatan yang sebenarnya!! Teknik seribu pukulan angin."
"Hmm dasar bodoh, menelan pil pembangkit amarah demi mengalahkanku, kalau begitu aku akan menunjukkan teknik bertarung yang sudah aku kembangkan sendiri."
Ling Yan lalu mengalirkan tenaga dalamnya dan memusatkannya pada salah satu tinjunya.
"Tekni tinju kobaran api." Sebuah kobaran api raksasa kini terbentuk pada salah satu kepalan tangan Ling Yan.
Seluruh tetua Klan beserta ketua Ling Han sangat terkejut dengan teknik beserta api abadi yang dikeluarkan oleh Ling Yan.
"Bukankah itu adalah teknik terkuat klan kita, tapi bagaimana bisa ia mengembangkan teknik itu menjadi teknik elemen api, aku sebagai ketua Klan saat ini saja yang sudah mencapai tingkat pendekar raja belum bisa melakukannya." Ucap Ling Han.
"Aku bukan terkejut pada teknik itu, tapi bagaimana anak ini memiliki api spiritual." Ucap Ling Xuya tetua ketiga.
Para tetua Klan Ling kini menatap penuh selidik pada Ling San. "Hehh.. aku akan menjelaskan semuanya nanti." Ucap Ling San.
Setelah jarak antara Ling Yan dan Ling Feng cukup dekat Ling Yan lalu melepaskan tinju kobaran apinya dan mengarahkannya pada Ling Feng.
"Rasakan tinju kobaran apiku ini." Tinju kobaran api yang Ling Yan lesakan kini mengenai Ling Feng dengan telak hingga terlempar jauh keluar arena.
"Putraku!!!" Ling Yuan dengan cepat melesat dari tempatnya dan tanpa butuh waktu lama ia sudah sampai di sebelahnya.
Aura petarung Ling Feng perlahan menghilang dan terus menerus menurun, menandakan efek pil pembangkit amarah sudah mulai habis.
Tenaga dalam yang ia miliki dengan cepat berkurang bahkan denyut nadinya mulai melemah, darah segar terus mengalir dari dalam tubuhnya karena luka dalam akibat serangan Ling Yan.